01/06/2022
BUKAN CUMA GAJI
Entah dari mana mulanya, banyak orang yang mengkerdilkan makna rezeki hanya sebatas gaji. Padahal, beda banget
Gini deh:
- Gaji itu dari perusahaan, rezeki itu dari Tuhan (Allah)
- Gaji ada selipnya, rezeki tidak ada selipnya
- Gaji itu sudah terduga, rezeki sering tak terduga
- Gaji bisa disangka, rezeki tak bisa disangka-sangka
- Gaji meski besar sering kurang, rezeki mesti kecil sering cukup
- Tidak semua orang punya gaji, tapi semua orang punya rezeki
Bahkan, gak cuma itu, ada lho orang yang gajinya besar tapi rezekinya kecil. Ah, masa? Emangnya ada?
Jawab: ada. Karena orangnya begini
β’ Makan gurih, gak bisa, takut kolestrol
β’ Makan manis, gak bisa, takut diabetes
β’ Makan asin, gak bisa, takut hipertensi
β’ Makan kacang, gak bisa, takut asam urat
Nah Iho, segala gak bisa. Padahal, gajinya besar.
"Dalam mengejar rezeki, jangan mengejar JUMLAHNYA, tapi kejarlah BERKAHNYA..." (Ali bin Abi Thalib)
Sebaliknya, ada juga orang-orang yang gajinya kecil tapi rezekinya besar. Misalkan :
β’ Seorang lelaki yang gonta ganti mobil mewah setiap hari, kadang Alphard, kadang Mercy, kadang Ferrari, karena dia kerja di tempat orang kaya sebagai supir pribadi
"Rezeki bukan soal apa yang bisa DIBELI, tapi soal apa yang bisa DINIKMATI."
Ya. Rezeki adalah yang dipakai, bukan yang dimiliki.
Tak terbayang, jika rezeki cuma dibatasi sebatas gaji, lantas bagaimana nasib para pengusaha yang tidak punya gaji?
Masa gak punya rezeki? Ah, ngawur!
Bayangin aja...
Penghasilannya gak pasti, kadang untung, kadang rugi.
Omsetnya gak pasti, kadang jutaan, kadang miliaran.
Untungnya gak pasti, kadang jutaan, kadang puluhan juta.
Masa depannya gak pasti, kadang untung, kadang untung banget. hehe
Ya. Pengusaha itu tak bergaji. Tapi, bukan berarti tak punya rezeki.
Ingat, gaji gak sama dengan rezeki. Catat!
NB: Abaikan animasi videonya
Caption by Kang