04/01/2015
Selamat siang tangerang, selamat siang Persita fans. Berikut cerita singkat tentang Pendekar Cisadane :
Tangerang adalah kota yang dialiri sungai yang membentang dan melingkari kota tersebut. Aliran sungai itu berasal dari pegunungan di daerah Bogor yang jernih. Sungai yang perkasa dan tidak ada yang berani melewati dan beraktivitas di sana. Hal itu disebabkan karena sungai tersebut terdapat banyak sekali buaya, diantara buaya-buaya tersebut salah satunya merupakan Ratu Siluman Buaya.
Ratu siluman buaya adalah jin yang menyerupai seekor buaya. Ratu Siluman Buaya itu sering menggangu masyarakat terpian sungai cisadane, hingga menyebabkan beberapa orang hilang akibat beraktivitas di sungai cisadane. pada waktu itu ada pemuda yang datang dengan karisma seorang ksatria. Ia memakai kain yang diikat di kepala dengan warna ungu. Pemuda itu bernama Aby.
Setelah Aby mendengar cerita masyarakat tentang keluh kesah mereka karena sering diganggu oleh Ratu siluman buaya,\aby pun langsung mendatangi tepian sungai cisadane, dan dia bertemu dengan Ratu siluman buaya yang merubah wujudnya menjadi seorang perempuan yang cantik nan ayu. Aby pura-pura tidak mengetahui kalo perempuan itu adalah Ratu siluman buaya. Aby pun mendekati dan berbicara dengan perempuan itu, perempuan itu meminta tolong kepada aby untuk menyelam karena perempuan itu kehilangan anaknya yang tenggelam di sungai.
Aby menyelam dan tiba-tiba ia tak sadarkan diri dan ketika tersadar dari pingsannya dia berada di sebuah tempat di dasar sungai, terjadilah percakapan antara aby dan ratu siluman buaya, aby pun bertanya mengenai tempat ini, dan ratu siluman buaya pun memberi tahu kepada aby tentang jalan keluar dari kerajaan siluman buaya ini. Setelah mengetahui jalan keluarnya, dan mengetahui kalo ratu siluman buaya mempunyai sebuah mustika, aby pun mempunyai rencana untuk keluar dari kerajaan siluman buaya dan membebaskan masyarakat yang hilang di sungai cisadane.
Waktu itu pun tiba, Ratu Siluman Buaya kembali melakukan ritualnya di bulan purnama. Dengan hati-hati Aby mengambil mustika milik Ratu Siluman Buaya tersebut dan bersama para tawanan lain menyusuri jalan hingga ke ujung gua sambil menundukkan kepala sebagai tanda hormat kepada Jin penghuni gua tersebut seperti yang dikatakan Ratu Buaya.Aby dan para tawanan lain pun berhasil keluar dari gua Siluman itu. Masyarakat desa di tepian sungai Cisadane pun menyambut gembira karena Aby dapat membebaskan para warga yang menghilang di sungai itu. Setelah berhasil menyelelamatkan para warga, Aby menitipkan pesan kepada warga yang tinggal di sekitar sungai Cisadane.
“Kalian jagalah selalu kelestarian sungai ini, karena sungai ini adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk !”
Setelah peristiwa itu keresahan warga dengan adanya Ratu Siluman Buaya pun sirna, karena Aby telah berhasil mengambil sebuah mustika sakti yang selama ini membuat Ratu Siluman Buaya beserta kerajaannya itu kekal. Tetapi saat ini, semua itu telah lenyap. Ratu Siluman Buaya beserta kerajaannya telah mati, dan warga pun dapat hidup tenang tanpa dibayang-bayangi oleh Siluman tersebut. Setelah itu, sebagai tanda terimakasih dari para warga, Aby pun diberi julukan Pendekar Cisadane, karena ia adalah lelaki pemberani yang mampu menghadapi dan mengalahkan Ratu Siluman Buaya. Suasana desa pun kembali tentram sedia kala tak ada lagi teror yang menghantui warga yang tinggal di pesisir sungai Cisadane.
Seiring berlalunya waktu, Pendekar Cisadane hingga saat ini masih dikenang oleh masyarakat. Julukan Pendekar Cisadane saat ini diberikan kepada Tim sepak bola Kabupaten Tangerang yaitu Persita. Julukan itu diberikan karena masyarakat melihat kehebatan para pemain andalan Tim Persita yaitu Ilham Jaya Kusuma yang dahulu membela tim ini. Ia begitu perkasa ketika berada dilapangan, ia seperti menumpas dan melewati musuh-musuhnya dengan kehebatannya dan mengeluarkan kekuatannya untuk menjebol gawang lawan sama dengan Pendekar Cisadane yang begitu perkasa melawan Ratu Siluman Buaya ketika itu. Sepeninggal Ilham Jaya Kusuma julukan itu tetap tersemat pada tim ini hingga sekarang. Menurut cerita p**a sisa-sisa dari benteng Ratu Siluman Buaya masih terlihat, ketika sungai surut pada musim kemarau ada yang mengatakan bahwa terdapat bentuk batu di tengah sepanjang sungai yang menyerupai benteng.
Sumber : kaskus dengan nick ( violabonver )
Pict : kakarek ( deviantart )