Bintany Syar'i Kids

Bintany Syar'i Kids toko online tempat hijab syari dan busana muslim untuk wanita dan anak - anak

Alhamdulillah, pagi ini cerah.Kita jalan-jalan yuks, walau hanya ke taman dekat rumah.Jangan lupa pakai masker atau face...
30/06/2020

Alhamdulillah, pagi ini cerah.

Kita jalan-jalan yuks, walau hanya ke taman dekat rumah.

Jangan lupa pakai masker atau face sheild ya.





Asiknya beli Khimar anak di Bintany Syar'i Kids itu, langsung dapet jilbab dan cadar.Sekali beli, langsung dapat paket l...
29/06/2020

Asiknya beli Khimar anak di Bintany Syar'i Kids itu, langsung dapet jilbab dan cadar.

Sekali beli, langsung dapat paket lengkap.

Mari di beli di 089664221136
Ingat kan?





Assalamualaikum, inspirasi pagi.Kisah Haru Mahasiswa IPB Yang HilangDia masih menjadi mahasiswa IPB saat menghilang lima...
29/06/2020

Assalamualaikum, inspirasi pagi.

Kisah Haru Mahasiswa IPB Yang Hilang

Dia masih menjadi mahasiswa IPB saat menghilang lima belas tahun silam di Pulau Seram, Maluku, Dia kembali ke kota hanya dengan sandal jepit dan baju lusuh. Tapi, dia disambut bak seorang pahlawan yang baru saja kembali dari medan laga. Dia dielu-elukan segenap penjuru.

Kisahnya menitikkan haru. Dia diabadikan dalam puisi. Dia seperti sungai yang tak henti mengalirkan inspirasi.

Hari itu, 22 September 1979 di Hotel Salak, Bogor. Lelaki berkulit legam itu dikelilingi teman-temannya. Dia hanya mengenakan sandal jepit. Temannya membawakan sepatu dan jas untuknya. Dia menolak memakainya. Namun, temannya bersikeras. Lelaki itu, Muhammad Kasim Arifin, serupa anak yang hilang. Dia yang lahir di Langsa. Aceh, 18 April 1938 itu adalah mahasiswa yang kembali setelah 15 tahun.

Teman- temannya sudah lama sarjana dan banyak yang sudah menjadi pejabat. Kasim hanya seorang petani yang bersahaja. Tapi dia Justru jauh menjulang dibandingkan semua orang.

Tahun 1964, dia hanya seorang mahasiswa biasa yang mengikuti Program Pengerahan Mahasiswa, yang sekarang bernama Kuliah Kerja Nyata.

Di masa itu, mahasiswa harus siap ditempatkan di pelosok negeri. Kasim mendapat lokasi di Waimital, Pulau Seram, Maluku.

Dia pun mendatangi daerah terpencil itu sebab didorong hasrat untuk membumikan semua pengetahuannya. Di Waimital, dia bertemu keluarga petani miskin yang datang melalui program transmigrasi.

Nuraninya terketuk. Dia ingin berbuat sesuatu. Dia menanggalkan semua identitas kota pada dirinya. Dia memakai sandal jepit dan baju lusuh. Dia ikut menemani petani yang berjalan kaki 20 kilometer menuju sawah. Dia melakukannya setiap hari dan bolak-balik. Dia membantu petani untuk mengolah tanah. Diajarkannya pengetahuan yang didapatnya di kampus IPB.

Dia membantu masyarakat untuk membuka jalan desa, membangun sawah baru, membuat irigasi. Dia tidak menunggu bantuan dari pemerintah. Dia membangkitkan semangat masyarakat untuk bergotong-royong.

Kasim peduli pada petani lebih dari dirinya sendiri. Dia pun mendapat kasih sayang dari semua orang.

Dia disapa Antua, sebutan bagi orang yang dihormati di Waimital. Kasim begitu larut untuk membantu masyarakat, sampai-sampai dia lupa pulang. Seharusnya dia di Waimital hanya tiga bulan. Tapi dia merasa tugasnya belum selesai. Bahkan saat semua teman-temannya pulang, dia tetap menjadi petani. Bahkan semua temannya telah diwisuda, dia masih setia di kampung itu. Hingga semua temannya lulus dan menjadi pejabat, dia tetap memilih di kampung itu hingga 15 tahun.

Di Aceh, orang tuanya memanggil. Dia bergeming. Bahkan Rektor IPB, Profesor Andi Hakim Nasution, memanggilnya kembali, dia masih juga bergeming. Tak kurang akal, Rektor IPB lalu mengutus Saleh Widodo, seorang teman kuliah Ķasim, untuk menjemputnya di sana. Dengan berat hati, Kasim bersedia ke Jakarta, lalu Bogor, hanya dengan sandal jepit dan baju lusuh.

Kampus memanggilnya untuk menyelesaikan studi. Kasim sejatinya tak butuh gelar akademik, tapi dia tak kuasa menolak permintaan teman-temannya. Dia mengaku tidak sanggup membuat skripsi.


Teman-temannya berinisiatif untuk merekam kisahnya di Waimital untuk diajukan sebagai skripsi. Dia bercerita selama 28 jam. Temannya mencatat cerita itu dengan mata basah. Semua terharu. Kasim adalah potret manusia yang melampaui dirinya. Dia bukan seperti kebanyakan orang yang hanya berpikir untuk kuliah lalu bekerja, mengumpul harta, kemudian hidup bahagia.

Dia menemukan bahagianya dengan cara lain. Saat dia melihat petani tersenyum, hatinya mekar. Selagi senyum itu belum hadir, dia akan menganggap tugasnya jauh dari kata selesai. Dia lebur bersama masyarakat. Mulanya dia datang sebagai Kasim, mahasiswa IPB yang penuh pengetahuan. Setelah 15 tahun, dia menjadi bagian dari masyarakat.

Dia tak lagi ingin sesegera mungkin lulus, kemudian menyandang toga dan bekerja di instansi pemerintahan. Dia ingin membantu semua petani untuk sejahtera melalui tindakan memuliakan bumi, menghargai lumpur, lalu mengolah tanah-tanah pertanian. Dia mencintai tunas yang tumbuh lalu mekar jadi tanaman.

Hari itu, Kasim memasuki gedung IPB untuk wisuda. Mulanya dia ragu-ragu dan takut melihat banyak orang berdatangan, Semalaman dia tak bisa tidur di Hotel Salak karena pendingin udara dan suara bising di jalanan.

Di acara wisuda, dia ingin duduk di kursi belakang. Namun begitu dia datang, semua orang berdiri dan bertepuk tangan. Dedikasinya membuat banyak orang merinding. Dia adalah insinyur pertanian paling istimewa, paling menyentuh hati, dan paling menjulang dibandingkan yang lain.

Lelaki muda itu tetap Kasim yang bersahaja. Bahkan setelah wisuda pun, dia kembali ke Waimital demi meneruskan kerja-kerjanya. Setelah beberapa waktu, barulah dia menerima pinangan Universitas Syiah Kuala, Aceh, untuk menjádi dosen di sana hingga pensiun pada tahun 1994. Di Waimital, namanya selalu harum, bahkan diabadikan menjadi nama jalan.

Di tahun 1982, Kasim mendapatkan penghargaan Kalpataru dari pemerintah untuk jasa-jasanya membangun masyarakat desa déngan wawasan lingkungan hidup. Kasim yang tidak gila pada penghargaan, "membuang" kalpataru itu di bawah kursi dan meninggalkannya begitu saja, hingga akhirnya seseorang mengantarkan kalpataru itu ke rumahnya. Bahkan penghargaan pun bukan menjadí tujuannya.

Ketika mendapat tawaran untuk study banding ke Amerika serikat, dia menolak. "Untuk apa saya harus ke Amerika yang punya tradisi pertanian berbeda dengan disini?" Katanya.

Dia selalu menjadi Kasim yang menginspirasi. Kisah hidupnya ditulis ke dalam buku berjudul Seorang lelaki dari Waimital yang ditulis Hanna Rambe di tahun 1983, dan diterbitkan Sinar Harapan.

Seusai pensiun, dia tetap di Aceh dan menjadi aktivis lingkungan. Di masa kini, betapa sulitnya menemukan anak muda yang masih idealis seperti dirinya. Anak muda hari ini berlomba-lomba untuk masuk dunia bisnis, mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, lalu masuk ke lingkaran istana, entah sebagai staf milenial atau sebagai staf menteri. Bahkan para akademisi muda bermimpi jadi dirjen, staf khusus menteri, atau jadi pejabat di BUMN.

Kasim adalah oase yang serupa mata air selalu menjadi telaga inspirasi yang tak mengering.

Saat dia diwisuda di tahun 1979, salah seorang rekannya penyair Taufiq Ismail, menulis puisi yang mengharukan tentang Kasim.

Salah satu baitnya berbunyi:

Dari pulau itu, dia telah pulang
Dia yang dikabarkan hilang
Lima belas tahun lamanya
Di Waimital, Kasim mencetak harapan
Di kota kita mencetak keluhan
(Aku jadi ingat masa kita diplonco dua puluh tahun lalu)
Dan kemarin, di tepi kali Ciliwung aku berkaca
Kulihat mukaku yang keruh dan leherku yang berdasi
Kuludahi bayanganku di air itu karena rasa maluku
Ketika aku mengingatmu, Sim
Di Waimital engkau mencetak harapan
Di kota, kami...
Padahal awan yang tergantung di atas Waimital, adalah
Awan yang tergantung di atas kota juga
Kau kini telah pulang
Kami memelukmu.

Sumber:
http://www.timur-angin.com/2020/06/kisah-haru-mahasiswa-yang-menghilang.html?m=1

Sukses terus Petani Indonesia

copas





ilustrasi Dia masih menjadi mahasiswa IPB saat menghilang lima belas tahun silam di Pulau Seram, Maluku. Dia kembali ke kota hanya den...

Selamat malam semua, selamat beristirahat.
28/06/2020

Selamat malam semua, selamat beristirahat.

Begitu terdengar azan Ashar, adek langsung berwudhu.Lalu mengambil Fahira Set Mukena dan shalat Sunnah 2 rakaat sambil m...
28/06/2020

Begitu terdengar azan Ashar, adek langsung berwudhu.

Lalu mengambil Fahira Set Mukena dan shalat Sunnah 2 rakaat sambil menunggu Abi nya.

Alhamdulillah, sejak pakai Fahira Set Mukena dari Bintany Syar'i Kids, adek mudah diajak shalat.





Lubna set KhimarKhimar anak untuk usia 3 sampai 12 tahun.Terbuat dari bahan wollycrep yang nyaman bagi ananda namun tida...
28/06/2020

Lubna set Khimar
Khimar anak untuk usia 3 sampai 12 tahun.

Terbuat dari bahan wollycrep yang nyaman bagi ananda namun tidak menerawang.

Desain dibuat longgar agar ananda tetap bisa bebas beraktivitas walaupun memakai Khimar.

Boleh dipesan di 089664221136
Jangan lupa ya





27/06/2020

Bismillahirrahmanirrahim,
Malam Minggu, malamnya keluarga

Happy family night

Pagi indah ini akan semakin bersinar jika ananda pakai Raihana set Khimar warna putih.Khimar putih memang cocok dipakai ...
27/06/2020

Pagi indah ini akan semakin bersinar jika ananda pakai Raihana set Khimar warna putih.

Khimar putih memang cocok dipakai disegala acara.

Boleh dipesan langsung di 089664221136

Kalau mau tanya-tanya dulu juga silahkan.





Calista set Khimar itu cocok banget dihadiahkan untuk ananda yang baru saja naik kelas atau lulus.Terbuat dari bahan wol...
26/06/2020

Calista set Khimar itu cocok banget dihadiahkan untuk ananda yang baru saja naik kelas atau lulus.

Terbuat dari bahan wollycrep yang akan terasa nyaman saat dipakai.

Modelnya cantik akan menambah manis tampilan ananda.

Jahitan kuat dan yang penting, tidak membayang saat dipakai karena bahannya tidak tipis tapi tetap terasa adem.

Mari ditengok atau tanya-tanya dulu juga boleh.

Hubungi 089664221136

Happy Friday





26/06/2020

What a lovely Friday.
Jangan lupa sedekah dan baca surah Al Khafi ya

Adek sudah shalat? tanya kakakSudah Kak, sahut adekAlhamdulillah, tumben rajin, biasanya harus dipaksa, kakak komentarIy...
25/06/2020

Adek sudah shalat? tanya kakak
Sudah Kak, sahut adek
Alhamdulillah, tumben rajin, biasanya harus dipaksa, kakak komentar
Iya, abis sekarang shalat nya pakai Fahira Set Mukena, rasanya adem, jadi ngga gerah lagi kalau adek shalat, si adek senyum senyum

Yang mau anaknya kayak adek, jadi rajin shalat, yuks segera pesan Fahira Set Mukena dari Bintany Syar'i Kids di nomor telepon 089664221136





Semangat pagi manizInsyaallah hari ini penuh dengan keberkahan dan kemudahan bagi semua, aaamiin
25/06/2020

Semangat pagi maniz
Insyaallah hari ini penuh dengan keberkahan dan kemudahan bagi semua, aaamiin

Address

Jalan Dewi Sartika Pasar Buah
Karawang
41311

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bintany Syar'i Kids posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share