25/03/2022
Kalau saya seperti Ibu ini, gak taulah saya, apa saya bisa survive seperti dia: Ibu Tri Handayani.
Bayangkan penderitaannya. Bermacam jenis kanker disandangnya:
1.Kanker Nasofaring
2.Kanker Trakea
3.Kanker otak stadium 3B
4.Kanker ovarium kanan
5. Kanker Abdomen
6. Kanker kolon
Pengobatan yg sdh dilakukan:
42x kemo
38x radiotherapi
178x phisiotherapi
28x imonotherapi
70x akupunktur
Akibat dari macam2 therapi itu:
Rambut rontok, kepala botak
Gigi berguguran.
Syaraf pendengaran kanan rusak
Pernah lumpuh selama 7 bulan
Bagaimana perutnya?
Perutnya sdh penuh dg benang operasi, baik yg horizontal, vertical maupun centrifugal
Dokter sudah memvonis:
Umur tidak panjang.
Tidak akan punya anak
Dalam kepayahan sakitnya, Ibu ini.pernah ditalqin. Dia mendengar ketika ditalqin. Dia benci sekali. Krn apa? Di masih ingin hidup. Dia merasa blm berbuat banyak.utk umat.
Allah qabulkan harapannya.
Dia berumur panjang
Dia punya anak. Dua. Lk2. Ganteng2. Umar (Mhs). Haikal (3sma). Di dlm gambar, Haikal sdng memeluk ibunya.
Dia tetap bisa ceramah ke seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Meuroke, dari Tanah Abang sampai Rawabangke.
Apakah dia s**a mengeluh? Tidak. Tidak sama sekali. Bahkan bicaranya jelas artikulasinya, iramanya enak, bicaranya runtun dan tetap memiliki selera humor. Dia mengatakan: Saya adalah Ustazah Matic. Krn tak bergigi. Lalu dia bilang, di RS Dharmais, di dijuluki PAGM= Pasien Abadi Gak Mati2.
Bgmn dg karier studynya. Masha Allah, jgn ditanya.
S1 di Sholahuddin Al Ayyubi
S2 di Universitas Assyafi'iyah
S3 di PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Quran)
Dia juga pernah ditodong dg pisau sep**ang ceramah. Bgmn reaksinya? Tenang. Tidak gugup. Ibu ini berkata kpd penodongnya:
"Nak, dari cara kamu megang pisau, kamu bukanlah orang jahat. Kamu orang baik. Apa yg Ibu bisa bantu utk kamu. Mau uang, silahkan ambil ini di amplop. Tp jumlahnya tidak banyak.hanya sedikit. Ibu ingin bantu.kamu. Ada apa sebenarnya kamu,Nak?"
Akhirnya penodong luluh hatinya dan bercerita, bhw istrinya sdng sakit, dia tidak punya uang utk berobat.
Sang Ibu menolong, diajak ke rmhnya. Sdh jadi sahabat. Dan sering menolong. Dan penodong itu skr sdh kerja. Sdh jd orang baik.
Oh iya, suaminya sdh wafat. Sy lupa tanya tahun brp. Yg jelas, ktk suaminya wafat, banyak karangan bunga yg datang, dan isinya semua berbunyi: Turut berduka cita atas wafatnya Ibu Tri Handayani. Dikira kerabat2nya Ibu Tri yg wafat, padahal yg wafat: suaminya.
Apa yg sy ceritakan ini hanya sekelumit saja. Kisah2 lainnya, barangkali bisa dibaca di buku karyanya, yg berjudul JEJAK LANGKAHKU MENUJU JALAN ILAHI. Bisa didapat di toko buku ETARA 08129499484.
Begitulah bila kita hanya bergantung kpd Allah semata. Allah mudahkan sgl urusan kita.
Wallahu a'lam