19/10/2017
K
u awali hidupku dengan perjuangan untuk bisa hidup di dunia ini.Ibuku neraruh nyawa demi aku agar bisa hidup di dunia yang hanya fata morgana bagiku. Aku hanyalah hiasan untuk ibuku di dunia ini,tetapi aku sadar hidup ini tidak boleh di sia siakan hanya untuk memandang sebelah mata.Semakin aku besar aku hanya bisa menatap dan mengharap sesuatu datang kepadaku,kini aku sudah dewasa seperti apa yang di inginkan ibuku.Tetapi yang ku bayangkan belum sempurna seandainya aku belum mempunyai pasangan hidup untuk menjadi pelipur hati,sekarang aku sudah bekerja selayaknya orang orang yang lain,sesekali aku berbangga diri dengan pekerjaanku,tetapi dunia pekejaan membuatku untuk bersabar dengan sebuah cobaan,duania pekerjaan mengajrkanku apa arti sebuah kehidupan.
Di sinilah hidupku di mulai,aku rela bekerja haya untuk sesuap nasi dan kehidupan yang lebih baik.Aku hanya bisa berdoa kepada tuhan untuk di beri jalan hidup yang layak dan mudah,sesekali aku teringat pada keluarga yang jauh disana,tetapi aku kuatkan hatiku untuk tidak menangis demi orang tua,
Tak kusadari dank u bayangkan bahwa sesunghunya aku merindukan kehadiran seorang ayah. Alloh lebih menyayangi ayahku daripada untuk menemaniku hidup di dunia ini,aku sangat kasihan kepaada adiku yang belum sempat merasakan kehangatan pelukan seorang ayah yang menyayanginya,ia di tinggal oleh sosok seorang ayag saat dia berumur dua tahun yang memory kepalanya belum bias mengingat sosok seorang ayah,wajahnya,perilakunya,sikapnya dan kehangatan pelukannya.
Disitulah aku mulai bangkit untuk membahagiakan orang tua satu satunya dan menjadi ayah untuk adikku.
Ayah kukirimkan doa semoga engkau tenang di alam syurga,Ayah kan ku ingat slalu pengorbanan yang tlah engkau berikan, Aayah terlalu cepat kau pergi meninggalkan aku sendiri, ayah tak bias aku ingkari tanpa engakau hidupku terasa sulit,, ayahhh dengarkanlah ,,,, dan teringat saat kepergianmu kutaburi bunga mawar untukmu dan berdoa untukmelepaskanmu ayah berlinang air mataku….