14/10/2024
Kutipan nasihat berharga dari Syaikh Dr. Shalih bin Humaid hafizhahullahu ta’ala (imam & khotib Masjidil Haram):
Pertama, jangan larut dalam kesedihan atas apa yang telah berlalu dan jangan khawatir berlebihan (overthinking) tentang hal-hal yang belum terjadi. Sikap seperti ini hanya akan menambah beban pikiran. Fokuslah pada hari ini dan manfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat kebaikan. Jangan p**a merasa iri terhadap apa yang dimiliki orang lain, karena setiap orang telah ditentukan rezekinya masing-masing oleh Allah ta’ala.
Kedua, sibuklah melihat aib diri sendiri alih-alih mencari-cari kesalahan orang lain. Ini akan membuat hati lebih tenang dan bersih dari kebencian.
Ketiga, jaga hubungan baik dengan sesama. Sambunglah silaturahmi dengan orang yang memutuskan hubungan, berilah kepada mereka yang tidak memberi, dan maafkan orang-orang yang pernah berbuat salah.
Akhirnya, kita diingatkan untuk selalu merenungkan kepada diri sendiri tentang amal perbuatan yang telah kita persiapkan untuk hari esok (akhirat). Allah ta’ala berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)