Najfa Colection

Najfa Colection grosir baju.serian,lusinan dan partai

Harga tiap model beda Serian dan lusinanWa admin di bio 🙏😊
26/01/2024

Harga tiap model beda
Serian dan lusinan
Wa admin di bio 🙏😊

Gamis anakBahan itycrepe5-10thHubungi admin kamiLink cek di bio ya kak
29/09/2021

Gamis anak
Bahan itycrepe
5-10th
Hubungi admin kami
Link cek di bio ya kak










Motivasi 😍
06/09/2021

Motivasi 😍

Bila Tidak Dikarunia Anak Di DuniaAda saja orang yang berani berkata "wanita yg tak pernah hamil dan melahirkan bukanlah...
28/08/2021

Bila Tidak Dikarunia Anak Di Dunia

Ada saja orang yang berani berkata "wanita yg tak pernah hamil dan melahirkan bukanlah wanita sempurna, karena ia tidak bisa menjadi Ibu"
Lalu bagaimana dengan Ummul Mukminin Aisyah yg seumur hidupnya tidak punya anak?

Lisan kita memang harus lebih dijaga lagi. Kepada pengantin baru dan pengantin lama yg tidak juga mengabarkan kehamilannya, tak perlulah iseng bertanya "kapan punya momongan nih? " itu sama saja bertanya "kapan matahari terbit dari barat?"
Hanya Allah yang tahu jawabannya, jadi ngapain nanya ke pasutri yg juga tak tahu harus jawab apa.

Bayangkan, kesabaran seluas apa yg dimiliki oleh wanita yg sudah belasan tahun menikah namun tak juga mendapatkan strip dua di alat tes kehamilan. Sementara pasangan muda yg baru menikah, terkadang sudah memberi kabar hamil.

Setiap wanita itu sempurna, dengan segala takdir yg Allah gariskan untuknya.
Memang hebat wanita yg bisa sabar melahirkan dan menyusui eksklusif, namun wanita yg bisa bersabar menanti bertahun-tahun kehamilannya yg tak kunjung tiba juga tak kalah hebatnya.

Jangan khawatir, Allah tidak pernah memberi beban diluar kesanggupan hamba Nya.
Yang belum di anugerahi keturunan adalah wanita sempurna yg sedang disempurnakan kesabarannya.

Mungkin perasaan putus asa sudah hampir mendera, perasaan bosan ditanya momongan sudah berkarat di telinga, perasaan iri terhadap kelahiran bayi, akhirnya sudah kebas.
Hanya Allah yg menjadi tumpuan curhatan dan segala kegelisahan.
Maka tetaplah berikhtiar, tetap ber husnudzon, tetap meminta pertolongan Allah lewat sabar dan shalat. Insya Allah setiap doa akan terkabul, Allah Maha Tahu yg terbaik untuk hambaNya.

TIDAK ADA BALAS BUDI“Ibu mau serabi nya ya sepuluh ribu aja,” ujarku pada Bu Endah penjual kue serabi. “Iya, Mbak,” jawa...
02/08/2021

TIDAK ADA BALAS BUDI

“Ibu mau serabi nya ya sepuluh ribu aja,” ujarku pada Bu Endah penjual kue serabi.

“Iya, Mbak,” jawabnya “Pak tolong dibungkusin serabinya lima buat Mbak Syifa,” perintah Bu Endah kepada Pak Rano suaminya.

Setelah menyerahkan uang dan menerima kue serabi aku berniat pulang, tetapi tiba-tiba hujan turun dengan derasnya, sementara aku tidak membawa payung.

Akhirnya aku meminta izin kepada bu Endah dan pak Rano untuk berteduh sebentar di warungnya.
Warung sederhana yang ada di samping rumahnya sebagai tempat berjualan kue serabi.

Dulu kata bu Endah bahan bakarnya kayu, tetapi sekarang karena jaman sudah modern pakai kompor gas, karena kayu sudah susah dicari.

“Maaf ya, Bu saya jadi numpang berteduh?”

“Nggak apa-apa Mbak, malah jadi ramai kita ya, Pak,” ujar Bu Endah disambut anggukan kepala Pak Rano.

“Ibu sama Bapak kok rajin banget, maaf sudah mau sepuh tapi masih mau dagang?” tanyaku.

“Ya memang ini kan mata pencaharian kami, buat makan sehari-hari, Mbak,” jawab mereka bersamaan.

“Tapi anak-anak bapak sama ibu kan sudah sukses, mbak Nurul sudah jadi guru, mas Galih sudah jadi polisi, sama mbak Fitri sudah jadi bidan, kok bapak masih mau kerja?” tanyaku kepo.

“Loh, Mbak, yang sukses kan mereka, ibu sama bapak kan memang dari dulu ya jualan serabi mata pencahariannya. Dari jualan ini lah kami bisa menyekolahkan mereka sampai mereka mandiri,” jelas mereka.

“Apa bapak dan ibu tidak ingin menikmati perjuangan kalian dulu gitu, tinggal terima uang kiriman mereka, tinggal duduk manis saatnya mereka balas budi.”

“Subhanallah, Mbak, tidak ada istilah balas budi untuk apa yang sudah orang tua kasih buat anak, itu sudah menjadi kewajiban orang tua mengantarkan anak-anaknya mandiri, jadi kelak ketika kita sudah tidak ada di dunia ini anak-anak kita tidak kesusahan.”

“Lah terus apa mereka tidak pernah memberikan apa-apa untuk bapak sama ibu?” tanyaku heran.

“Mereka semua rajin kirim uang untuk kami dari mereka masih gadis dan perjaka tapi kami tabung lalu kami gunakan saat mereka mau menikah, saat mereka butuh bantuan kami.”

“Masyaallah, jadi bapak sama ibu tidak pernah menikmati hasil dari anak-anak ibu?”

“Loh mereka mandiri dan sukses itu udah hasil yang kami nikmati sekarang, lalu apa yang dimaksud tidak menikmati? Mereka baik sama kami itu sudah lebih dari cukup.”

“Ya uang mereka misalnya, Bu?”

“Mbak, kami tahu rasanya membesarkan anak seperti apa, menyekolahkan anak seperti apa, kami tidak ingin menambah beban anak-anak kami dengan menggantungkan hidup sama mereka, mereka juga akan merasakan apa yang kami rasakan dulu, tak perlu kita tambah dengan kita meminta-minta apalagi minta balas budi.”

Masyaallah penjelasan bu Endah bikin aku merinding. Ada orang tua yang tak pernah memikirkan apa yang sudah dia berikan kepada anak-anaknya padahal anaknya semua sukses.

Sementara di luar sana banyak orang tua yang mengungkit-ungkit biaya sekolah anaknya padahal anaknya juga belum sukses. Di luar sana banyak orang tua yang mencap anaknya durhaka hanya karena kurang memberikan uang.

Di luar sana selalu menganggap anaknya banyak uang, banyak tabungan apalagi yang merantau, mereka bahkan tidak pernah memikirkan kesusahan anak.

Ini lah yang dimaksud kasih sayang orang tua sepanjang masa. Orang tua yang sadar akan tanggung jawab. Jarang sekali aku menemukan orang tua yang seperti bu Endah dan pak Rano.
Karena sebagian orang ketika anaknya sudah bekerja maka biasanya mereka jadi mesin ATM buat orang tuanya.

“Apa ibu sama bapak tidak rugi pengorbanannya selama ini tidak diganti dengan bersenang-senang setelah tua.”

“Cinta itu tidak butuh pengorbanan, Mbak?”

“Maksudnya, Bu.”

“Ketika seseorang merasa sudah berkorban untuk orang lain misalnya orang tua merasa sudah banyak berkorban untuk anak atau anak merasa sudah banyak berkorban untuk orang tua atau suami lebih banyak berkorban daripada istri atau sebaliknya, sesungguhnya cinta mereka sudah luntur.”

“Astaghfirullah hal Azim.”

Aku beristighfar mengingat aku sering adu mulut dengan suami ketika seringnya aku mengeluarkan uang untuk keluarga kecilku. Aku merasa aku terus yang berkorban, aku terus yang repot, padahal rezeki orang serumah kalau tidak lewat suami, istri, ya lewat anak.

Betapa sombongnya aku, belum apa-apa aku sudah merasa banyak berkorban, bisa-bisa nanti setelah anak-anakku besar aku bakal jadi orang tua yang meminta balas budi ke anak naudzulillah.

“Dulu sewaktu anak-anak menjadi tanggungan kami, rezeki kami berlimpah, karena itu rezeki mereka yang Allah titipkan lewat kami, tapi setelah mereka mandiri, rezeki mereka sudah tidak dititipkan lewat kami, mereka bisa mencarinya sendiri dan rezeki kami kembali seperti saat kami masih berdua, itu sudah lebih dari cukup, Mbak.”

“Apa anak-anak ibu tidak melarang bapak sama ibu tetap jualan, biasanya kan gengsi sudah sukses tapi orang tuanya masih jualan?”

“Mereka melarang, tapi setelah ibu jelaskan mereka mengerti, mereka tidak boleh melupakan sejarah, bahwa usaha ini lah yang ikut berperan dalam suksesnya mereka.”

“Masyaallah, sebenarnya cita-cita ibu sama bapak, apa sih?”

“Ibu sama bapak ingin menjadi orang tua yang kuat segala-galanya, agar ketika anak-anak ibu sedang terpuruk mereka tak ragu untuk bersandar, ibu sama bapak tidak ingin mengeluh sedikitpun agar ketika anak-anak ibu butuh tempat berkeluh kesah mereka tak ragu untuk pulang.”

Tak terasa air mataku menetes, memang benar ketika orang tua kita banyak mengeluh kita ragu untuk pulang, takut tambah merepotkan, takut menambah beban mereka. Padahal anak juga manusia ada kalanya terpuruk, ada saatnya jatuh, ada saatnya butuh orang tua sebagai support.

Jika orang tuanya lemah, mau ke mana lagi sang anak berkeluh kesah dan bersandar.

Hujan masih belum reda dan aku masih merenungi kata-kata bu Endah dan Pak Rano. Aku ingin seperti mereka, menjadi orang tua yang kuat sampai kapan pun.

Aku ingin seperti mereka ikhlas memberikan apa pun untuk anak tanpa mengharap balasan, memberikan fasilitas semampuku sampai kelak mereka mandiri di atas kaki mereka sendiri.

“Ya Allah mampu kan aku”

Hujan mulai reda, aku pun pamit pulang, tak menyangka hujan yang menghalangiku untuk pulang justru memberiku rezeki dengan menjadikanku bertambah ilmu ikhlas.

“Terima Pak, Bu, terima kasih sudah mau berbagi cerita, saya pamit ya.”

“Iya hati-hati, Mbak Syifa.”

Cikarang, 30 April 2021

❤️sis fitraya

22/07/2021

Yang membutuhkan donor plasma konvalesen
Daerah Jawa barat
Wa aja ya Mak 🤗

Ready stokGamis anak5-9thMonalisa mix diamondcrepe
22/07/2021

Ready stok
Gamis anak
5-9th
Monalisa mix diamondcrepe





Pelajaran berharga
21/07/2021

Pelajaran berharga

BismillahGamis itycrepe Size sml,XL dan tanggung4-15th
19/07/2021

Bismillah
Gamis itycrepe
Size sml,XL dan tanggung
4-15th









07/07/2021

Nama² ini yang dapat pulsa 25rb
Silahkan hubungi admin 1x24 jam
Supaya tidak hangus
Untuk give away baju akan kami undi insyaa Alloh Minggu depan
Bagi yang belum dapat GA HR ini masih berkesempatan untuk ikut dlm undian give away selanjutnya
Terima kasih

Address

Klari

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00
Saturday 08:00 - 17:00

Telephone

+6281222855051

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Najfa Colection posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Najfa Colection:

Share