19/11/2015
Tahukah Bunda, Bayi Baru Lahir Menangis Tanpa Air Mata?
Ayah dan Ibu baru saja mendapat momongan? Wah, selamat ya. Jika ini anak pertama, tentu pengalaman pertama mengatasi bayi menangis. Nah, ketika bayi Anda berusia di bawah 2 bulan, tangisannya umumnya tidak disertai air mata. Apa sebabnya?
Dikutip dari buku '250 Tanya Jawab Kesehatan Anak' yang disusun oleh dr Marissa T.SM Pudjiadi, SpA dkk, dan ditulis pada Senin (27/1/2014), di awal hidupnya bayi tidak mengeluarkan air mata karena kelenjar air mata memproduksi air mata dalam jumlah sedikit. Setelah berumur sekitar 2-3 bulan barulah bayi menangis dengan disertai air mata. Sebab di usia itu produksi air mata bayi semakin meningkat.
Pada saat bayi menangis, orang tua tidak perlu panik. Tenangkan bayi saat ayah atau ibu sudah tenang. Sebab bila terburu-buru saat menangani, kecemasan bayi semakin bertambah yang akibatnya tangisan bayi semakin kencang ataupun lama. Tangisan bayi mereda setelah penyebab tangisannya teratasi.
Suara bayi menangis juga sebenarnya beda-beda. Ada yang menangis pelan, dan ada juga yang menangis tersedu-sedu hingga suaranya hilang dan wajahnya memerah.
Selama bayi masih dalam proses menangis, tidak perlu khawatir. Yang perlu diperhatikan adalah apabila anak mengalami breath holding spells, yakni serangan henti napas sementara yang terjadi di luar kontrol anak. Kondisi ini bisa dialami bayi usia 2 bulan, dan perlahan menghilang saat memasuki usia 6-8 bulan.
Breath holding spells biasanya terjadi ketika anak tidak menangis, melainkan saat merasa ketakutan, kesakitan, atau ketika mengalami kejadian yang traumatik. Henti napas biasanya diikuti warna kulit menjadi pucat atau kebiruan, tidak sadarkan diri, atau terjadi kejang. Setelah beberapa waktu tidak sadarkan diri, serangan akan berhenti, lalu si kecil bernapas lagi seperti biasa.
Breath holding spells merupakan keadaan yang diturunkan. Meski begitu jangan segan membawa anak ke dokter untuk memeriksakan kondisi ini.