Watu Layar Batik

Watu Layar Batik Toko Batik Lasem Hub. CS : 081235230079 buka : 09.00 pagi - 17.00 sore (senin - sabtu) MEMBERI KEUNIKAN di tengah banyak persamaan.

Watu Layar Batik berkomitmen memberikan kontribusi dalam melestarikan budaya bangsa. BATIK TULIS LASEM memiliki KEUNIKAN dan AKAR SEJARAH tersendiri di TENGAH PERSAMAAN BATIK TULIS. WATU LAYAR BATIK merupakan wahana sharing INFORMASI dan toko online khusus BATIK TULIS LASEM. Watu layar Batik dikelola oleh seseorang yang mengenal lebih dekat dengan asal-usulnya. Dengan kehadiran toko online ini, di

harapkan dapat membangun kebersamaan dan berbagi informasi lebih dalam tentang makna yang implisit, substansi, dan akar sejarahnya maupun sosio kultur di balik sebuah penciptaan karya kreatif manusia seputar batik tulis lasem. MENJADI lebih DEKAT dengan para pelanggan dan pecinta maupun kolektor BATIK TULIS LASEM. Lebih-lebih, diharapkan akan menjadi alternatif untuk sharing tentang batik tulis lasem dan belanja dengan cara yang lebih mudah dan simpel. Selamat menikmati informasi dari kami dan berbelanja. Kami hadir dan ada, untuk menjadi alternatif bagi para pecinta dan kolektor batik tulis Lasem.

"Alasan untuk perenungan, dalam keheningan - kesepian diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dalam menjaga keseimbangan ...
20/03/2015

"Alasan untuk perenungan, dalam keheningan - kesepian diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dalam menjaga keseimbangan - keharmonisan manusia dengan Tuhan, Alam semesta & sesama, untuk mencapai ketenangan dan kedamaian hidup"

~ WatuLayarBatik

"Inilah keniscayaan yang kadangkala tidak disadari dan diabaikan" ~ WatuLayarBatik
20/03/2015

"Inilah keniscayaan yang kadangkala tidak disadari dan diabaikan"

~ WatuLayarBatik

"Alasan untuk tetap creative (kreatif), mengembangkan & melestarikan creativity!!!"
19/03/2015

"Alasan untuk tetap creative (kreatif), mengembangkan & melestarikan creativity!!!"

"Berapakah Nilai KEBAHAGIAAN Anda selama ini?"Silakan Klik "LIKE" atau "Share", bila anda merasa cukup bahagia,   bahagi...
16/03/2015

"Berapakah Nilai KEBAHAGIAAN Anda selama ini?"

Silakan Klik "LIKE" atau "Share", bila anda merasa cukup bahagia, bahagia atau sangat bahagia.

Watu Layar Batik

"Berharganya sebuah Persahabatan yang Sejati"
14/03/2015

"Berharganya sebuah Persahabatan yang Sejati"

LASEM; Bagaimana dari masa ke masa!!! (edisi 3)------------------------------------------------------------------------S...
13/03/2015

LASEM; Bagaimana dari masa ke masa!!! (edisi 3)
------------------------------------------------------------------------

Sebagai penghormatan masyarakat Tionghoa Lasem yang bersatu dengan masyarakat pribumi dalam melawan penjajahan Belanda tahun 1745-1752, dibangunlah Kelenteng Gi Yong Bio. Pemimpin perjuangan tersebut yaitu Mayor Ui Ing Kiat dan Tan Ko Wi yang memimpin kaum Cina, dan Raden Panji Margono yang memimpin masyarakat pribumi.

Setelah tahun 1740-an, didirikan kelenteng Poo An Bio atau Bao An Miao - sesuai gelar sang dewa- yaitu Bao An Zun Wang atau Raja Terhormat Pelindung Ketentraman, ketika masyarakat Cina Lasem meningkat pesat karena datangnya pengungsi Cina dari Batavia. Lukisan cerita klasik Cina menghiasi sekeliling tembok dalam kelenteng. Cerita 24 anak berbakti dan cerita Sam Kok terlukis di tembok bagian kiri dan kanan kelenteng.

Pertikaian yang lain terhadap warga Tionghoa terjadi pada tahun 1830-an, di Ngawi terjadi pertikaian intern antara etnis Tionghoa dengan penduduk lokal. Peristiwa tersebut berlatar belakang masalah ketimpangan ekonomi, bersamaan dengan gejolak politik yang terjadi di Cina. Etnis Tionghoa teredesak, akhirnya mereka keluar dari Ngawi dan merantau ke Lasem.

Sejarah yang lain terkait dengan peredaran Candu atau O***m. Lasem merupakan salah satu titik masuk utama penyelundupan candu. Omah Lawang ombo (rumah pintu lebar), milik kapten Liem, merupakan bukti nyata bahwa candu marak diselundupkan disini. Omah Lawang Amba sering disebut Rumah Candu.

Watu Layar Batik

"LaSeM, Bagaimana dari Masa ke Masa?" (Edisi 2)------------------------------------------------------------Pada abad ke-...
12/03/2015

"LaSeM, Bagaimana dari Masa ke Masa?" (Edisi 2)
------------------------------------------------------------

Pada abad ke-16, dibangun Kelenteng Cu An Kiong merupakan kelenteng tertua di Lasem. Salah satu dari 3 Kelenteng yang ada di daerah Lasem. Dewi Laut Thian Siang Seng Bo sebagai dewi pelindung para perantau dari bahaya di lautan ditempatkan di altar utama. Karena awalnya, masyarakat Cina Lasem memang kaum pedagang perantauan yang kemudian menetap. Ornamen yang menghiasi atap bagian dalam kelenteng mengandung berbagai kisah dari filosofi Cina, serta melambangkan berbagai harapan. Misalnya, bunga empat musim melambangkan harapan akan kedamaian, gajah melambangkan kebijaksanaan, kijang dan bangau melambangkan panjang umur.

Tahun 1740-an, di Batavia terjadi tragedi pembantaian etnis Tionghoa secara besar-besaran. VOC memberlakukan politik pengurangan etnis Tionghoa, karena jumlahnya telah melebihi jumlah serdadu VOC.

Kejadian itu memaksa para Tionghoa yang selamat dari serangan VOC untuk keluar dari Batavia.

Kota Lasem menjadi salah satu tujuan para Tionghoa yang selamat tersebut.

Watu Layar Batik

"LASEM ; SEJARAH KOTA YANG TERMARGINALISASIKAN?-------------------------------------------------------------------------...
11/03/2015

"LASEM ; SEJARAH KOTA YANG TERMARGINALISASIKAN?
----------------------------------------------------------------------------

LASEM; Bagaimana Dari Masa Ke Masa!!! (edisi 1)

Awal mula Lasem – berdasarkan serat Badra Santi – merupakan kerajaan kecil yang tumbuh pada pertengahan Abad 14, namanya Bhre Lasem. Lasem mempunyai keterikatan dengan Kerajaan Majapahit yang berkembang pesat di penghujung Abad 13.

Pada tahun 1351, Lasem diperintah oleh Sri Rajasa Dhuhitandu Dewi yang berperan sebagai Adipati (Raja Lasem). Suaminya Radjasa Wardhana merupakan seorang saudagar besar yang terkenal. Sri Rajasa Dhuhitandu Dewi meninggal pada tahun 1382, dan jasadnya dibakar di Gunung Argopuro disebelah timur kuil Ganapati. Suaminya Radjasa Wardhana meninggal setahun kemudian dan dibakar di tempat yang sama. Kekuasaan di Lasem diambil alih oleh anak mereka yang bernama Badra Wardhana.

Badra Wardhana - setelah memerintah selama 30 tahun - memberikan kekuasaannya kepada putranya yang bernama Wira Badra pada tahun 1413. Pada periode ini ada seorang saudagar dari luar Lasem - Bi Nang Oen- yang berlabuh di Pantai Bonang, sampai saat ini namanya juga terkenal dengan Pantai Binangun. Ia adalah salah seorang anak buah dari Laksamana Cheng Ho yang bepergian dari China ke Asia Tenggara pada masa Dinasti Ming.
Kedatangan Laksamana Cheng Ho, bertujuan untuk mendatangi kerajaan Majapahit. Bi Nang Oen ingin tinggal di Lasem untuk menyebarkan Agama Islam diantara penduduk lokal. Akhirnya niat Bi Nang oen tersebut dipersilakan oleh Wira Badra, dan memberinya wilayah Kemandung untuk tempat bermukim.

Selanjutnya - pada abad 16 – peristiwa penting di Lasem mulai munculnya perumahan warga Tionghoa (pecinan) di tepi sungai Babagan. Tepian sungai menjadi pilihan warga Tionghoa untuk mengembangkan kehidupan, karena aliran sungai merupakan akses perdagangan dan transportasi masyarakat pada saat itu.

Peristiwa penting berikutnya, ketika Pangeran Teja Kusuma I (Adipati Lasem) membangun masjid di Desa Karangturi – terkenal dengan daerah Kauman – dengan dibantu oleh Sam Bwa Smarakandi (menantu Pangeran Teja Kusuma I) – oleh masyarakat Lasem lebih dikenal dengan Mbah Sambu.

Watu Layar Batik

“KAU menginginkan SEGALA HAL, tapi yang kau BUTUHKAN sebenarnya sudah ada di HATIMU” ~ WatuLayarBatik
10/03/2015

“KAU menginginkan SEGALA HAL, tapi yang kau BUTUHKAN sebenarnya sudah ada di HATIMU” ~ WatuLayarBatik

“Kalau Anda Mencari AMAN-nya saja dalam KEHIDUPAN, berarti anda sudah MEMUTUSKAN bahwa anda TIDAK ingin BERKEMBANG lagi”...
06/03/2015

“Kalau Anda Mencari AMAN-nya saja dalam KEHIDUPAN, berarti anda sudah MEMUTUSKAN bahwa anda TIDAK ingin BERKEMBANG lagi” ~ Shirley Hufstaedler

“CITA-CITA yang paling MUSTAHIL dan ASAL-ASALAN kadang-kadang telah membawa seseorang kepada KESUKSESAN yang LUAR BIASA”...
03/03/2015

“CITA-CITA yang paling MUSTAHIL dan ASAL-ASALAN kadang-kadang telah membawa seseorang kepada KESUKSESAN yang LUAR BIASA”
~ Vauvenargues

"Apa yang kita ALAMI demi teman kadang-kadang melelahkan & menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat PERSAHABATAN mempun...
01/03/2015

"Apa yang kita ALAMI demi teman kadang-kadang melelahkan & menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat PERSAHABATAN mempunyai NILAI yang INDAH"

Address

Lasem
59271

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Watu Layar Batik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Watu Layar Batik:

Share