24/02/2018
(Kabar Gembira bagi kolektor kitab)
Al-Majmu’ (المجموع) adalah syarah kitab Al-Muhadzdzab karya Asy-Syirozi. Sebenarnya ada dua syarah Al-Muhadzdzab yang terkenal dan tercetak, pertama Al-Bayan (البيان) karya Yahya Al-‘Imroni ( 558 H), yang kedua adalah Al-Majmu’ karya An-Nawawi ini. Tapi Al-Majmu’ lebih populer dan lebih mendapatkan perhatian karena kedudukan besar An-Nawawi sebagai muharrir dalam madzhab Asy-Syafi’i.
Sebagai referensi untuk mengetahui pendapat mu’tamad madzhab Asy-Syafi’i, posisi Al-Majmu’ berada di urutan kedua setelah kitab At-Tahqiq. Jadi, bisa disimpulkan Al-Majmu’ adalah di antara referensi terbesar dan terpenting yang berada di deretan kitab posisi puncak dalam madzhab Asy-Syafi’i. Bukan hanya penting dalam madzhab Asy-Syafi’i, tetapi juga rujukan penting untuk fikih Islam secara umum. Hal itu dikarenakan Al-Majmu’ menyajikan uraian perbandingan madzhab sebagaimana gaya penulisan Al-Umm karya Asy-Syafi’i, Al-Muhalla karya Ibnu Hazm, Al-Mughni karya Ibnu Qudamah, Al-Mabsuth karya As-Sarokhsi, Bidayatu Al-Mujtahid karya Ibnu Rusyd, Al-Fiqhu Al-Islami Wa Adillatuhu karya Wahbah Az-Zuhaili dan lain-lain. Jadi, Al-Majmu’ adalah rujukan penting jika berbicara ensiklopedi fikih klasik maupun modern.
Keistimewaan Al-Majmu’ adalah membahas pendapat madzhab-madzhab lain secara komperhensif, lengkap dengan dalilnya kemudian mentarjih pendapat terkuat juga lengkap disertai dalil yang mendukungnya.
Demikian bermutu isi Al-Majmu’ sampai-sampai Al-Isnawi dan Ibnu Al-Mulaqqin berkata,
ليته أكمله، وانخرمت باقي كتبه
Artinya;
“Andai saja beliau menyelesaikannya, dan (tidak masalah) lenyap semua kitab-kitab beliau yang lain..”
Adz-Dzahabi juga berkomentar, “sangat bagus dan berkualitas!”
Ibnu Katsir memuji, “Seandainya (Al-Majmu’) selesai (ditulis) semua maka tidak ada kitab yang dikarang yang bisa menandinginya!”
Hal lain yang menunjukkan tingginya kualitas Al-Majmu’ adalah berita bahwa Taqiyyuddin As-Subky, ulama Asy-Syafi’iyyah abad 8 H (yang selalu didorong untuk melanjutkan syarah An-Nawawi dan menyempurnakan Al-Majmu) selalu maju mundur karena merasa tidak pantas. Beliau baru berani maju menulis syarah setelah beristikhoroh.
Adapun sistematikanya, kata As-Suyuthi, Al-Majmu’ ditulis dengan gaya seperti Al-Mughni karya Ibnu Qudamah. Secara ringkas, sistematika penulisan An-Nawawi pada saat menulis Al-Majmu’ dan masih banyak kelebihan-kelebihan dari kitab ini yang belum tertulis di sini.
Sebegitu luas dan banyaknya kelebihan kitab ini, tunggu apalagi mari kita berinvestasi untuk anak cucu kita dengan berbagai kitab karangan ulama-ulama besar ternama.
Ayo buruan di order sebelum kehabisan masa diskonnya.