Pusat Aneka Organizer

Pusat Aneka Organizer 0838.6739.2777 PRODUSEN JUAL RAK MULTIFUNGSI, RAK TAS GANTUNG, JILBAB ORGANIZER, TAS UNDERWEAR, CHAR

Order: 516A8385Tikar buat duduk2 di taman kota, pantai dllUtk outdoor gitu S**a piknik ? S**a main ke pantai ? Malas baw...
12/10/2016

Order: 516A8385

Tikar buat duduk2 di taman kota, pantai dll
Utk outdoor gitu

S**a piknik ? S**a main ke pantai ? Malas bawa tikar yang besar ? Atau capek keluar uang untuk terus-terus sewa tikar di tempat wisata ?
Gak usah kuatir lagi. Sekarang ada tikar lipat yang praktis, hemat tempat, anti air dan nyaman dibawa dengan motif trendy.
material : oxford fabric
MUDAH DiCUCI TAHAN AIR
size : 150 cm x 180 cm
size setelah dilipat : 20 x 25 cm
Ready motif
1. Biru garis
2. bunga coklat,
hijau
4. oren garis

Tikar 125.000

Selamat Siaang :)JAS HUJAN GAMIS banyak pilihan warna cantiknya di September Ceria iniOh yaa, yg katanya bulan September...
02/09/2016

Selamat Siaang :)

JAS HUJAN GAMIS banyak pilihan warna cantiknya di September Ceria ini

Oh yaa, yg katanya bulan September musim hujan mulai datang gak ada salahnya d**g sedia Jas Hujannya duluuu..

Sekarang aja yg biasanya musim kering ttp hujan ajah ;)

Kekinian, warna-warni ngetrend , gak bikin ribet dan nyaaman dipake, apalagi yang biasa pake gamis :*

Bisa langsung diorder
ecer ataupun grosir

Yuks gapake mihil :D
516a8385

24/06/2016

MOHON MAAF ATAS RESPON YG SANGAT LAMBAT DI INBOX, BARU SADAR TERNYATA ADA 100AN INBOX DARI SEJAK TAHUN 2014 :(

ORDER
BBM 516A8385
WA 081328698246

Sering banget Kita jumpai nih :)**BERI SEDEKAH PADA PENGEMIS YANG PURA-PURA MISKIN ,BOLEHKAH ? Muhammad AbduhTuasikal, M...
26/02/2016

Sering banget Kita jumpai nih :)

**BERI SEDEKAH PADA PENGEMIS YANG PURA-PURA MISKIN ,BOLEHKAH ?

Muhammad AbduhTuasikal, MSc

Bolehkah kita beri sedekah pada pengemis yang pura-pura miskin?

Hukumi Seseorang Sesuai Lahiriyah
Ingatlah kita hanya punya tugas
menghukumi seseorang sesuai lahiriyah yang kita lihat, karena tak bisa menerawang isi hati
nya. Pelajaran ini bisa kita ambil dari kisah Usamah bin Zaid berikut ini.

Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
mengutus kami ke daerah Huraqah dari suku Juhainah, kemudian kami serang mereka
secara tiba-tiba pada pagi hari di tempat air mereka. Saya dan seseorang dari kaum Anshar bertemu dengan seorang lelakui dari golongan mereka. Setelah kami dekat dengannya, ia lalu mengucapkan laa ilaha
illallah. Orang dari sahabat Anshar menahan diri dari membunuhnya, sedangkan aku
menusuknya dengan tombakku hingga membuatnya terbunuh.

Sesampainya di Madinah, peristiwa itu didengar oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau bertanya padaku,
« ﻳَﺎ ﺃُﺳَﺎﻣَﺔُ ﺃَﻗَﺘَﻠْﺘَﻪُ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ
ﺍﻟﻠَّﻪُ » ﻗُﻠْﺖُ ﻛَﺎﻥَ ﻣُﺘَﻌَﻮِّﺫًﺍ . ﻓَﻤَﺎ ﺯَﺍﻝَ
ﻳُﻜَﺮِّﺭُﻫَﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻤَﻨَّﻴْﺖُ ﺃَﻧِّﻰ ﻟَﻢْ ﺃَﻛُﻦْ
ﺃَﺳْﻠَﻤْﺖُ ﻗَﺒْﻞَ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ
“ Hai Usamah, apakah kamu membunuhnya setelah ia mengucapkan laa ilaha illallah?”
Saya berkata, “Wahai Rasulullah, sebenarnya orang itu hanya ingin mencari per
lindungan diri saja, sedangkan hatinya tidak meyakini hal itu.”

Beliau bersabda lagi, “ Apakah
engkau membunuhnya setelah ia mengucapkan laa ilaha illallah? ” Ucapan itu terus menerus diulang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saya mengharapkan
bahwa saya belum masuk Islam sebelum hari itu.”
(HR. Bukhari no. 4269 dan Muslim no. 96)

Dalam riwayat Muslim disebutkan, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ﺃَﻗَﺎﻝَ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﻗَﺘَﻠْﺘَﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﻗُﻠْﺖُ ﻳَﺎ
ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻗَﺎﻟَﻬَﺎ ﺧَﻮْﻓًﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴِّﻼَﺡِ .
ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻓَﻼَ ﺷَﻘَﻘْﺖَ ﻋَﻦْ ﻗَﻠْﺒِﻪِ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻌْﻠَﻢَ
ﺃَﻗَﺎﻟَﻬَﺎ ﺃَﻡْ ﻻَ ﻓَﻤَﺎﺯَﺍﻝَ ﻳُﻜَﺮِّﺭُﻫَﺎ ﻋَﻠَﻰَّ ﺣَﺘَّﻰ
ﺗَﻤَﻨَّﻴْﺖُ ﺃَﻧِّﻰ ﺃَﺳْﻠَﻤْﺖُ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ
“Bukankah ia telah mengucap
kan laa ilaha illallah, mengapa engkau membunuhnya?”
Saya menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengucapkan itu semata-mata karena takut dari senjata.” Beliau bersabda, “Mengapa engkau tidak belah saja hatinya hingga engkau dapat mengetahui, apakah ia
mengucapkannya karena takut saja atau tidak?” Beliau mengulang-ngulang ucapan
tersebut hingga aku berharap seandainya aku masuk Islam hari itu saja.”

Ketika menyebutkan hadits di atas, Imam Nawawi menjelas
kan bahwa maksud dari
kalimat “Mengapa engkau tidak belah saja hatinya hingga engkau dapat mengetahui,
apakah ia mengucapkannya karena takut saja atau tidak?” adalah kita hanya dibebani
dengan menyikapi seseorang dari lahiriyahnya dan sesuatu yang keluar dari lisannya . Sedangkan hati, itu bukan urusan kita . Kita tidak punya kemampuan menilai isi hati. Cukup nilailah seseorang dari lisannya saja (lahiriyah saja). Jangan tuntut lainnya. Lihat Syarh Shahih Muslim , 2: 90-91.
Setiap Orang Akan Diganjar Sesuai yang Ia Niatkan

Coba ambil pelajaran dari hadits berikut.
Dari Abu Yazid Ma’an bin Yazid bin Al- Akhnas radhiyallahu ‘anhum , -ia, ayah dan kakeknya termasuk sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, di mana Ma’an berkata bahwa ayahnya yaitu Yazid pernah
mengeluarkan beberapa dinar untuk niatan sedekah. Ayahnya meletakkan uang tersebut
di sisi seseorang yang ada di masjid (maksudnya: ayahnya mewakilkan sedekah tadi para orang yang ada di masjid, -pen).
Lantas Ma’an pun mengambil uang tadi, lalu ia menemui ayahnya dengan membawa uang dinar tersebut. Kemudian ayah Ma’an (Yazid) berkata, “Sedekah itu sebenarnya
bukan kutujukan padamu.” Ma’an pun mengadukan masalah tersebut kepada
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻟَﻚَ ﻣَﺎ ﻧَﻮَﻳْﺖَ ﻳَﺎ ﻳَﺰِﻳﺪُ ، ﻭَﻟَﻚَ ﻣَﺎ ﺃَﺧَﺬْﺕَ ﻳَﺎ
ﻣَﻌْﻦُ
“ Engkau dapati apa yang engkau niatkan wahai Yazid. Sedangkan, wahai Ma’an, engkau boleh mengambil apa yang engkau dapati .”
(HR. Bukhari no. 1422)

Dari hadits ini, Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, “Orang yang bersedekah akan dicatat pahala sesuai yang ia niatkan baik
yang ia beri sedekah secara lahiriyah pantas menerimanya ataukah tidak.”
( Fath Al-Bari, 3: 292)

Hal di atas sesuai p**a dengan hadits Umar, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻻِﻣْﺮِﺉٍ ﻣَﺎ ﻧَﻮَﻯ
“ Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan .” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)

Misal, ada pengemis yang mengetok pintu rumah kita, apakah kita memberinya
sedekah ataukah tidak? Padahal nampak secara lahiriyah, dia miskin. Jawabannya, tetap diberi. Kalau pun kita keliru karena di balik itu, bisa jadi ia adalah orang yang kaya raya, tetap Allah catat niat kita untuk bersedekah Sedangkan ia mendapatkan
dosa karena memanfaatkan harta yang sebenarnya tak pantas ia terima.

Begitu p**a kalau ada yang menawarkan proposal pem
bangunan masjid. Secara
lahiriyah atau zhahir yang nampak, kita tahu yang sodorkan proposal memang benar- benar butuh. Lalu kita berikan bantuan.

Bagaimana kalau dana yang diserahkan disalahgunakan? Apakah kita tetap dapat pahala? Jawabannya, kita mendapatkan
pahala sesuai niatan baik kita. Sedangkan yang menyalahguna
kan, dialah yang mendapatkan dosa.Subhanallah … Mulia sekali syariat Islam ini.

Jangan Manjakan Pengemis dan Pengamen Jalanan
Kami hanya nasehatkan jangan manjakan pengemis apalagi pengemis yang malas bekerja seperti yang berada di pinggiran
jalan. Apalagi dengan mengamen, melantunkan nyanyian musik yang haram
untuk didengar. Kebanyakan mereka malah tidak jelas agamanya, shalat juga tidak.

Begitu p**a sedikit yang mau perhatian pada puasa Ramadhan yang wajib. Carilah orang yang shalih yang lebih berhak untuk diberi, yaitu orang yang miskin yang sudah
berusaha bekerja namun tidak mendapatkan penghasilan yang mencukupi kebutuhan keluarganya.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻟَﻴْﺲَ ﺍﻟْﻤِﺴْﻜِﻴﻦُ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﺗَﺮُﺩُّﻩُ ﺍﻷُﻛْﻠَﺔُ
ﻭَﺍﻷُﻛْﻠَﺘَﺎﻥِ ، ﻭَﻟَﻜِﻦِ ﺍﻟْﻤِﺴْﻜِﻴﻦُ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﻟَﻴْﺲَ
ﻟَﻪُ ﻏِﻨًﻰ ﻭَﻳَﺴْﺘَﺤْﻴِﻰ ﺃَﻭْ ﻻَ ﻳَﺴْﺄَﻝُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ
ﺇِﻟْﺤَﺎﻓًﺎ
“ Namanya miskin bukanlah orang yang tidak menolak satu atau dua suap makanan. Akan
tetapi miskin adalah orang yang tidak punya kecukupan, lantas ia pun malu atau tidak meminta dengan cara mendesak.”
(HR.Bukhari no. 1476)
Wallahu waliyyut taufiq. Hanya Allah yang memberi taufik.

Selesai disusun di
Darush Sholihin, Panggang,Gunungkidul ,
3 Muharram1437H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.Com

🍃 🍃 🍃

Bagaimana cara kita bisa membagi waktu dengan baik? Ini sangat mudah dimanfaatkan ketika seseorang ingin meraih ilmu agama sembari meraih dunia atau belajar ilmu dunia.

[ JANGAN BAPER ]Ukhti,Bila ada ikhwan yang bersikap baik padamu, terjemahkan itu sebagai hal yang ilmiah. Sebab sudah na...
24/01/2016

[ JANGAN BAPER ]

Ukhti,
Bila ada ikhwan yang bersikap baik padamu, terjemahkan itu sebagai hal yang ilmiah. Sebab sudah naluri laki-laki bersikap baik pada perempuan.

Bila bukumu jatuh dan dia ambilkan, itu normal. Tidak ada yang spesial. (Jangan baper)

Bila kamu bertemu di jalan dan dia mengucapkan salam, bukan berarti dia tertarik, dia sedang menjalankan sunnah. Bila di antara teman-temanmu hanya kamu yang disapa, jangan baper, bisa saja kebetulan dia hanya ingat namamu. Kebetulan. (Jangan baper)

Bila suatu saat dia membalas chatmu memakai emot, bukan berarti dia ada rasa, bisa saja sebagai pencair suasana pertemanan. Cukup itu saja. (Jangan baper)

Pada dasarnya rasa kecewa itu karena diciptakan sendiri, dimunculkan sendiri karena keliru dalam menanggapi sikap lawan jenis. Sudah sifat asli perempuan mudah terbawa perasaan, oleh karena itu:

Akhi,
Bila ada perempuan yang sedang bersedih, jangan kamu datang sendiri menghibur, biarkan teman perempuannya yang mendatangi. (Jangan biarkan dia baper)

Tak perlu menawarkan bantuan bila kau lihat dia bisa melakukan sendiri atau sahabatnya bisa membantu (Jangan biarkan dia baper)

Jangan mencandainya perihal hati, bercanda tentang perasaan pada lawan jenis bukanlah hal yang lucu (Jangan biarkan dia baper)

Jaga selalu kehormatan dengan tidak menebar pesona. Jaga kehormatan perempuan dengan tidak bersikap terlalu manis pada mereka. Bersikaplah sewajarnya. Banyak hal yang tidak disengaja bisa menimbulkan baper. Tinggal bagaimana kita pandai-pandai mengelola perasaan kita.
Jangan lupa share dan tandai sahabatmu.
Semoga bermanfaat

22/01/2016

Coba deh direnungi, ada benarnya nih :D

💚 BAHAGIA ITU SEDERHANA 💚

🍀🌷🌷🌷🌷🌷🌷🍀
Mendengar isteri cerewet di rumah , berarti aku masih punya isteri.

🌹💚💚💚💚💚💚🌹
Mendengar suami masih mendengkur di sebelahku berarti aku masih punya suami.

💚🌹🌹🌹🌹🌹🌹💚
Mendengar ayah dan ibu menegurku dengan tegas berarti aku masih punya ibu & ayah.

💛💐💐💐💐💐💐💛
Merasa letih dan jemu menasihati anak yang nakal , berarti aku masih punya anak yang mewarnai hidupku.

🌸💛💛💛💛💛💛🌸
Merasa letih setiap malam selepas bekerja , itu berarti aku masih mampu bekerja keras.

💙🍇🍇🍇🍇🍇🍇💙
Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah , itu berarti aku punya teman.

🍇💙💙💙💙💙💙🍇
Pakaianku terasa agak sempit , itu berarti aku makan cukup.

❤🌺🌺🌺🌺🌺🌺❤
Mencuci dan menyetrika timbunan baju , itu berarti aku memiliki pakaian.

🌺❤❤❤❤❤❤🌺
Membersihkan halaman rumah , mengepel lantai , itu berarti aku memiliki tempat tinggal.

🌟🍒🍒🍒🍒🍒🍒🌟
Mendapatkan banyak tugas pekerjaan itu berarti aku dipercayai dapat melakukannya.

🍒🌟🌟🌟🌟🌟🌟🍒
Mendengar bunyi klakson itu berarti aku masih bisa mendengar.

💥🌹🌹🌹🌹🌹🌹💥
Mendengar kicau burung di pagi hari , itu berarti aku masih hidup.

🌹💥💥💥💥💥💥🌹
Akhirnya banyak hal yang dapat kita syukuri setiap hari.

🌷🍅🍅🍅🍅🍅🍅🌷
Aku juga bersyukur mendapatkan pesan ini , karena secara tidak sadar aku masih memiliki sahabat dan keluarga yang peduli padaku.

🌹🍅🍅🍅🍅🍅🍅🌹
Seseorang yang peduli tentang aku telah mengirimkan nya kepadaku.

🌾🌼🌱🌾🌼🌱🌼🌾
Dan karena aku peduli tentangmu maka aku mengirimkannya juga kepadamu.

🌺🌱🌺🌾🌺🌱🌺🌾
Berhenti mengeluh dan bersyukurlah.
Bersyukur dalam setiap keadaan meski tak ada alasan untuk bersyukur sekalipun.

💐🌱🌾💐🌱🌾🌱
Ayo kita sama2 mencoba untuk bersyukur walau keadaan tak seperti apa yang kita harapkan sebab ada hikmah dibaliknya.

Janganlah menunggu bahagia baru bersyukur , tapi bersyukurlah maka engkau akan bahagia 👍😃 Awali dengan Senyuman 🙏🏻🙏

Selamat pagi ......... tersenyumlah, maka dunia akan tersenyum padamu. 😃😎😜

Semoga Allah mencukupkan... Aamiin...
21/01/2016

Semoga Allah mencukupkan... Aamiin...

20/01/2016

Malam-malam dapat tulisan kayak gini, rasanya seperti ditampol bolak-balik Jakarta-Beijing nggak bales. Kena banget. Memang benar, rejeki dari Alloh itu pasti cukup buat hidup, tapi tak akan cukup buat gaya hidup.
Alhamdulillah dapat istri yang selalu mengingatkan saya, "rejeki sudah ada yang atur, yang penting jangan pernah berhenti berdoa dan berusaha"
Aahhh istriku, aku jadi semakin sayang sama kamu.

---------------------------------------------------------------------------------

KAMU SUDAH KAYA? ATAU MASIH MISKIN?

Kenalan saya seorang perencana keuangan di Jakarta punya banyak klien dari kalangan artis, dia cerita waktu itu pernah dicurhati seorang artis yang tiap hari nongol di tv, terkenal dimana-mana, tapi buat bayar cicilan mobil 5 juta saja tidak punya.. Gaya hidup akhirnya meremukkan hidupnya.

Saya pernah kenal seorang presenter TV nasional, kalo sedang tampil rapi pakai jas rapi sekali, hanya sekali ketemu di seminar, dia minta nomer HP. Sebulan kemudian dia SMS..
"Mas, saya pinjam uangnya 1 juta bisa? Minggu depan saya kembalikan.."
Walaaah..

Tahun 2009 malah ada vokalis band terkenal, saya kenal sejak 2003 ketika dulu masih kerja di EO sering saya ketemu waktu saya jadi stage manager. Lagunya ngehits di semua radio, satu sore ngajak ketemu.. Ujung-ujungnya pinjam uang dengan alasan ini itu.. Dan sampai hari ini tidak pernah dikembalikan hingga tahun-tahun berlalu..

Kisah Ustad Luqmanul Hakim gak kalah unik, waktu masih kuliah S2 di Malaysia dia diundang makan di sebuah restoran mewah oleh salah satu kawannya. Ustad Luqman bahkan diminta memindahkan parkiran motor bututnya agar tidak menggangu pemandangan di halaman depannya. Usai makan, kawannya justru curhat dan minta nasehat, sambil menunjuk mobil mewah di halaman depan yang sudah 6 bulan cicilannya belum terbayar..

Betul kan, rejeki dari Allah itu PASTI CUKUP untuk hidup, tapi TAK AKAN CUKUP untuk gaya hidup..

Kisah nyata sebaliknya dari Ustad Luqman,
Seorang ibu tua dengan kain jarik datang ke sebuah masjid usai jumatan, panitia dan takmir sedang berkumpul sambil duduk menghitung uang hasil infak jamaah hari itu. Ketika ibu itu datang dengan baju sangat biasa dan berkain jarik, salah seorang dari mereka berdiri, mendekati ibu itu sambil berkata, "maaf bu, disini tidak menerima sumbangan.."
Ibu itu membuka lipatan kain jariknya, mengeluarkan uang berwarna merah, biru, merah, biru, merah, biru.. berlembar-lembar banyaknya, sambil berkata
"Maaf nak, saya mau ikut bersedekah untuk pembangunan masjid ini.. Ini uangnya mohon diterima.."
Seketika para takmir itu menunduk, tak ada yang berani memandang wajah ibu itu.. Salah tingkah dan menahan malu...

----------
Tulisan dari Ustad Salim A. Fillah ini juga menarik, menahan nafas membacanya..
Tertulis dalam bukunya "Barakallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta"

"Suatu malam, Ustadz Muhammad Nazhif Masykur berkunjung ke rumah. Setelah membicarakan beberapa hal, beliau bercerita tentang tukang becak di sebuah kota di Jawa Timur"

Ustadz Salim melanjutkan, “Ini baru cerita, kata saya. Yang saya catat adalah, pernyataan misi hidup tukang becak itu, yakni:
(1) jangan pernah menyakiti
(2) hati-hati memberi makan istri."

“Antum pasti tanya,” kembali Salim melanjutkan ceritanya sembari menirukan kata-kata Ustadz Muhammad.
"Tukang becak macam apakah ini, sehingga punya mission statement segala?".
Saya juga takjub dan berulang kali berseru, “Subhanallah,” mendengar kisah hidup bapak berusia 55 tahun ini.

Tukang becak ini Hafidz Qira’at Sab’ah! Beliau menghafal Al-qur’an lengkap dengan tujuh lagu qira’at seperti saat ia diturunkan: qira’at Imam Hafsh, Imam Warasy, dan lainnya.
Dua kalimat itu sederhana. Tetapi bayangkanlah sulitnya mewujudkan hal itu bagi kita.

Jangan pernah menyakiti. Dalam tafsir beliau di antaranya adalah soal tarif becaknya.
Jangan sampai ada yang menawar, karena menawar menunjukkan ketidakrelaan dan ketersakitan.

Misalnya ada yang berkata, “Pak, terminal Rp 5.000 ya." Lalu dijawab,“Waduh, enggak bisa, Rp 7.000 Mbak."
Itu namanya sudah menyakiti. Makanya, beliau tak pernah pasang tarif.
“Pak, terminal Rp 5.000 ya.” Jawabnya pasti OK. “Pak, terminal Rp 3.000 ya."
Jawabnya juga OK. Bahkan kalau,“Pak, terminal Rp 1.000 ya.” Jawabnya juga sama, OK.

Gusti Allah, manusia macam apa ini!

Kalimat kedua, hati-hati memberi makan istri. Artinya, sang istri hanya akan makan dari keringat dan becak tuanya. Rumahnya berdinding gedek. Istrinya berjualan gorengan. Stop! Jangan dikira beliau tidak bisa mengambil yang lebih dari itu. Harap tahu, putra beliau dua orang. Hafidz Al-qur’an semua.

Salah satunya sudah menjadi dosen terkenal di perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Jakarta. Adiknya, tak kalah sukses. Pejabat strategis di pemerintah. Uniknya, saat p**ang, anak-anak sukses ini tak berani berpenampilan mewah. Mobil ditinggal beberapa blok dari rumah. Semua aksesoris, seperti arloji dan handphone dilucuti. Bahkan, baju parlente diganti kaus oblong dan celana sederhana.

Ini adab, tata krama.

Sudah berulang kali sang putra mencoba meminta bapak dan ibunya ikut ke Jakarta. Tetapi tidak pernah tersampaikan. Setiap kali akan bicara serasa tercekat di tenggorokan, lalu mereka hanya bisa menangis.

Menangis. Sang bapak selalu bercerita tentang kebahagiaannya, dan dia mempersilakan putra-putranya menikmati kebahagiaan mereka sendiri.

Ustadz Salim melanjutkan, “Waktu saya ceritakan ini pada istri di Gedung Bedah Sentral RSUP Dr. Sardjito keesokan harinya, kami menangis.

Ada banyak kekasih Allah yang tak kita kenal."
Ah, benar sekali: banyak kekasih Allah dan "manusia langit" yang tidak kita kenal.

Oleh:
Ustadz Salim A.Fillah

-------------
Kawanku.. Hari terus berganti, matahari datang pagi ini, dan menghilang sore nanti..
Usia kita terus bertambah, tanpa sadar banyak hal yang begitu saja kita lewatkan hanya untuk mengejar dunia yang sementara..
Padahal esok pada waktunya, kita semua saat p**ang ternyata hanya dibungkus kain kafan tak bersaku.. Tak ada bekal uang yang berlaku..

Semua harta yang selama ini kita kejar habis-habisan, ternyata semu belaka.. Pangkat, jabatan, kemewahan yang selama ini dibanggakan akan berakhir ditimpun tanah kuburan..

Banyak orang yang mengejar label kaya dengan menggadaikan dunianya, harga diri sudah musnah entah kemana..
Sementara, banyak orang yang diam-diam ternyata kaya raya, dan lebih s**a mencari muka hanya pada Tuhannya..

Benar kata kawan saya Mas Arief Budiman..
ORANG KAYA adalah orang yang selalu merasa cukup, sehingga dia terus berbagi..

ORANG MISKIN adalah orang yang selalu merasa kurang, hingga dia terus meminta-minta...

Salam,
— with Bayu Widodo and Ikhsanudin.

09/01/2016

“Pandangan mata itu adalah benar, jika ada satu perkara yang boleh mendahului qadar (ketetapan Allah), maka ‘ainlah yang boleh mendahuluinya”. [Diriwayatkan oleh Muslim]

Masya Allah ..alhamdulillah
atas ijin Allah memberikan kesembuhan kepada putri dr sahabat Fb yang terindikasi terkena ain dr ayahnya sendiri

setelah malam sebelumnya sang ayah memuji anak tersayangnya,besoknya
sang anak jatuh sakit (inilah ain karena takjub)

setelah membaca dan sharing
selengkapnya tentang ain
APAKAH MUNGKIN pengaruh ‘ain timbul dari orang yg menyayangi kita?

Ya, sangat mungkin pengaruh ‘ain berdampak justru dari orang-orang terdekat dan paling sayang terhadap kita. Karena tidak ada ketentuan dalam ‘ain itu timbul hanya karena adanya hasad atau dengki dari orang lain saja. Bahwasannya ‘ain adalah : “Menentukan sifat tertentu yg kemudian membuat setan itu takjub lalu kemudian ia meluncur dan menyakiti orang yang disifatkan.” Maka hal tsb sangat memungkinkan terjadi dari orang yg sayang kepadanya, Syaikh Hazim al- Hamdiy mengisahkan tentang kisah seorang ayah yang menyebabkan dampak ‘ain kepada putranya hingga menyebabkan putranya lumpuh. Ia telah membawanya kesana kemari untuk berobat tapi tak kunjung sembuh, akhirnya setelah dibacakan doa-doa ruqyah kepada anak tersebut, anaknya muncul rasa curiga kepada ayahnya, maka ia pun meminum bekas air yg diminum oleh ayahnya. Maka ketika itu juga anaknya langsung bisa berdiri..!!! ‘Ain juga bisa timbul dari orang-orang yang shaleh, dalil kuat mengenai hal ini adalah kisah Sahal bin Hunaif dan ‘Amir bin Rabi’ah di atas, mereka adalah shahabat Rasulullah, mereka juga orang-orang yang amat dicintai dan sangat dekat dengan Rasulullah, ridha Allah atas mereka semua.

Maka siapakah kita sekarang ini dibanding mereka sehingga aman dari dampak pengaruh ‘ain?

MEMAHAMI AIN dan ANTISIPASINYA
http://infoherbalis.com/2015/12/memahami-ain-atau-bencana-pandangan-jahat-takjub-dan-tehnik-pengobatannya.html

======================
Join juga di Group Penyembuhan Qurani
https://www.facebook.com/groups/917360628299652/

Sharing dan share Ruqyah syari
082138064460

09/01/2016

Info Bagus:

YANG RUMAHNYA BANYAK TIKUS COBA LIHAT ALAT INI. TIKUS DATANG SENDIRI, LANGSUNG TERPERANGKAP SECARA MASSAL

Tikus di rumah bikin emosi, rumah jadi kotor dan bau. Cara atasinya jangan pake racun. Ini caranya, ampuh banget: http://mdk.to/0KwL

09/01/2016

Filosofi ...
M A T E M A T I K A

1) Mengapa PLUS dikali PLUS hasilnya PLUS?

2) Mengapa MINUS dikali PLUS atau sebaliknya PLUS dikali MINUS hasilnya MINUS?

3) Mengapa MINUS dikali MINUS hasilnya PLUS?

Hikmahnya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH

1. Mengatakan BENAR thd sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.

Rumus
+ x + = +

2. Mengatakan BENAR thd sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH thd sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.

Rumus matematikanya:
+ x – = -
– x + = -

3. Mengatakan SALAH thd sesuatu yg SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.

Rumus matematikanya:
– x – = +

Pelajaran matematika ternyata sarat makna. Kebenarannya pasti/exact, yg bs kita ambil sebagai Pelajaran Hidup.

Untuk matematika pembagian, adalah sbb:
1 ÷ 1 = 1
1 ÷ 2 = 1/2
1 ÷ 10 = 1/10
1 ÷ 100 = 1/100
Sedangkan 1 ÷ 0 = ~ ( tak terhingga).

Maknanya adalah:
- Kalau kita melakukan perbuatan baik, spt sedekah misalnya, kemudian kita mengharapkan balasan atas perbuatan itu, mk semakin kita banyak berharap hasilnya akan semakin kecil (1/100 dst).

Tetapi ketika kita melakukannya dgn Ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu imbalan apa pun atau 1 ÷ 0, maka hasilnya akan "Tak Terhingga" yang artinya Allah akan memberikan balasan atas keikhlasan kita dengan balasan yang tak terhingga (Penuh Keberkahan)

✔ Tatkala dirimu memperbaiki niatmu, saat itulah Allah memperbaiki keadaanmu

✔ Ketika dirimu menginginkan kebaikan utk org lain, maka kebaikan itu datang kepadamu dari arah yang tidak dirimu kira

✔ Di saat kita hidup untuk membuat orang lain bahagia, Allah menjadikan orang lain membahagiakan kita

✔ Maka carilah selalu celah untuk "memberi", bukan "mengambil"

✔ Setiap kali dirimu memberi maka di saat itulah dirimu diberi (oleh Allah) tanpa dirimu meminta.

08/01/2016

Banyak pemilik mobil yang menjadikan ini prosedur baku, dengan segera menyalakan hazard kala hujan, padahal ini tidak tepat. Bahkan hal ini bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Apalagi dalam kondisi bawah guyuran hujan jalanan licin, jelas kegiatan itu amat membahayakan.

Di dunia internasional menyalakan hazard kala mobil bergerak, apalagi ketika hujan, adalah pelanggaran berat atas aturan lalu lintas darat.

Kendaraan yang menyalakan lampu hazard bila akan berpindah jalur tidak akan ketahuan. Sebaiknya jangan pernah menyalakan lampu hazard, cukup menyalakan lampu utama dan berhati-hati saat hujan deras.

Bagi pengendara di jalanan, penggunaan lampu hazard harus dilakukan saat kondisi tepat misalnya:

1. Saat kendaraan mengalami malfungsi yang menyebabkan kendaraan berjalan lebih lambat atau berhenti.

2. Saat akan memberitahu kendaraan yang di belakangnya kalau di depan ada gangguan seperti adanya kecelakaan, tanah longsor dll.

3. Saat sesuatu terjadi pada kendaraan yang kita tumpangi dan kendaraan harus segera menepi atau berhenti.

4. Saat kendaraan berjalan di luar jalur yang seharusnya dilalui.

Nah, mulai sekarang biasakan menggunakan lampu hazard sebagaimana mestinya, jangan sampai membahayakan pengemudi lain. Yang terpenting jadilah pelopor yang baik dalam berlalu lintas.

Address

Muntilan
Magelang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pusat Aneka Organizer posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share