30/12/2025
“Di zaman ayah saya dulu,
di kampung kami hanya ada dua orang yang ikut kursus menjahit.”
“Tapi dari dua orang itu,
yang benar-benar bisa menjahit dan bertahan,
hanya ayah saya.”
“Bukan karena paling pintar,
tapi karena mau terus mengerjakan,
meski hasilnya belum seberapa.”
“Seiring waktu, mulai bermunculan orang-orang yang kursus jahit.
Satu per satu.
Terutama sejak tahun 90-an sampai sekarang.”
“Tapi kenyataannya,
tidak semuanya melanjutkan.
Banyak yang berhenti di tengah jalan.”
“Ada yang hanya sampai bisa,
tapi tidak membuka usaha sendiri.”
“Dari situ saya belajar satu hal:
ilmu itu penting, tapi konsistensi lebih menentukan.”
“Menjahit bukan cuma soal bisa pegang mesin,
tapi soal mau bertahan,
mau belajar dari kesalahan,
dan mau memulai meski dengan alat sederhana.”
“Dan nilai itulah yang saya pegang sampai hari ini,
dalam membangun An Nabil Boutique.”