02/02/2018
:: Aku Harus Seperti Apa ke Orang yang Berbeda Agama? ::
“Bunda, tadi di sekolah ada murid baru. Namanya Made,” kata Alif menceritakan harinya di sekolah.
“Oh, iya. Made orangnya seperti apa, Alif?” tanya ibunya.
“Made baik Bunda. Dia senang bermain bola, tadi kita main bola bareng-bareng pas jam istirahat. Oia Bunda, tapi Made tidak shalat. Pas Alif tanya kenapa, Made bilang agamanya Hindu. Kok bisa ya agamanya beda ya dengan kita?” tanya Alif.
“Iya Alif, di dunia ini agama ada bermacam-macam. Ada Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan masih banyak agama lain,” jawab ibu.
“Kalau tidak shalat itu bukannya dosa ya, Bunda? Apa Alif harus memaksa Made shalat biar dia tidak dosa,” tanya Alif.
“Iya, Alif. Rasulullah mengajari kita kalau shalat itu wajib, jadinya kalau tidak shalat ya dosa. Tapi Alif, agama Made berbeda dengan kita. Ingat Alif, Allah memberi pilihan pada tiap orang untuk masuk Islam atau tidak. Tidak ada paksaan dalam agama. Begitu p**a kita tidak boleh memaksa orang yang berbeda agama untuk mengikuti agama kita. Made punya cara ibadahnya sendiri di agama Hindu. Kita harus menghormati agama dan cara ibadah tiap orang,” jelas ibunya.
“Oooh begitu ya, Bunda. Alif mengerti,” angguk Alif.
“Bunda jadi mau tanya. Setelah tahu agama Made beda, Alif tetap mau berteman dan bermain dengan Made?” tanya ibunya.
“Mau d**g Bunda. Alif dan Made kan tetap bisa berteman dan bermain walau beda agama,” kata Alif.
“Benar Alif. Kita selalu bisa berteman dengan siapa pun. Kalau ada perbedaan, kita hormati pilihan teman kita,” balas ibunya.
Ayah Bunda, dunia adalah tempat manusia diuji. Salah satunya ujiannya adalah manusia diberi pilihan untuk memeluk agama yang ia yakini. Itulah sebabnya menjadi ada banyak agama di dunia ini.
Namun batasan dalam Islam mengenai perbedaan agama cukup jelas. Setidaknya ada 3 batasan yang perlu kita pegang.
Batasan yang pertama adalah Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Hal ini difirmankan oleh Allah dalam surat Ali Imran ayat 85, yang terjemahannya, “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”
Keimanan bahwa Islam satu-satunya jalan yang benar ini perlu dibarengi dengan batasan yang kedua, yakni sikap menghormati orang-orang yang berbeda agama. Dalam Al-Baqarah ayat 256, Allah berfirman yang terjemahannya, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam).” Kita perlu mengajarkan kepada anak-anak untuk menghormati keputusan keimanan tiap orang.
Batasan yang ketiga adalah kita tidak boleh mencampuradukkan masalah agama ini dengan agama yang lain. Karena jelas bahwa agama yang berbeda itu tidak sama, maka jangan dipersamakan. “Untukmu agamamu, untukku agamaku.” (QS Al Kafirun: 6).
Mengajarkan perbedaan kepada anak-anak itu penting. Anak perlu tumbuh menjadi manusia yang memegang teguh agama yang ia yakini, namun dibarengi dengan adab dan perilaku yang menghormati orang-orang yang berbeda keyakinan.
Dengan anak-anak seperti ini, Bhinneka Tunggal Ika yang kita semua impikan di negeri ini akan tercapai, bukan?
Yuk SHARE sebanyak-banyaknya Ayah Bunda. Agar pesan kebaikan ini tersebar luas dan in syaaAllah menjadi amal jariyah kelak.
Dan jangan lupa berikan komentarmu juga untuk kami agar kami dapat terus memperbaiki konten-konten yang kami berikan yaa :)
Mau Beli Produk Afrakids?
KLIK : bazarafra.com
Mau Daftar sebagai reseller Afrakids ?
KLIK : afra.id/agen
Subscribe YouTube AfrakidsTv di
afra.id/AfrakidsTv
Cek Inovasi Terbaru Afrakids
KLIK : afrakids4d.com
follow juga instagram kita di dan yaa