17/01/2019
Anak sering bertanya
Dulu anak bunda yang tadinya kecil, lucu, imut, menggemaskan kini tumbuh dan berkembang menjadi anak yang pandai berbicara.
Suatu hari ia bertanya, bunda kenapa turun hujan ? Bunda kenapa pelangi warna warni ? Bunda kenapa harus kerja ? Dan masih banyak lagi!
Eitssss... Tenang bunda jangan pusing dulu.
Bun, jangan heran kalau anak kita seperti tak henti-hentinya bertanya. Karena menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris tahun 2013 lalu, seorang anak mampu mengajukan hingga 300 pertanyaan setiap hari, dan terungkap juga bahwa anak gadis 4 tahun lebih banyak bertanya dibandingkan anak laki-laki.
Mengapa ia bertanya?
Menurut para ahli perkembangan anak, usia 2 hingga 4 tahun adalah masa pembentukan kemampuan kognitif untuk memahami mengapa suatu hal dapat terjadi dan membuat koneksi logis antara satu hal dengan hal lainnya. Maka sangat penting bagi bunda ntuk memberikan jawaban yang masuk akal.
Pertanyaan diajukan anak bukan untuk mengganggu bunda, melainkan sebuah tanda kehausannya akan pengetahuan. Segera obati pusing tujuh keliling bunda karena mengajukan pertanyaan adalah bagian penting dari perkembangan mental anak.
Biarkan ia bertanya apapun pada bunda.
Hal yang pertama bunda lakukan adalah : sabar. Dengan situasi hati yang tenang Anda akan dapat menjawab semua pertanyaan โbosโ kecil tanpa mematikan rasa keingintahuan sekaligus meningkatkan keinginannya untuk terus belajar.
Konsisten dengan fakta
Misalnya anak bertanya 'kenapa air di kolam renang dingin bun ?'
Jangan berikan jawaban seperti 'karena gak ada kompor dibawahnya'. Itu jawaban yg tak logis. Atau karena sudah lelah ditanya terus jadi jawabannya 'karena dari dulu emang gitu sayang' big NO.
Berikanlah jawaban yabg sesuai dengan fakta atau kenyataan yang berlaku secara umum tapi jangan yg terlalu rumit. Jelaskan saja dengan bahasanya balita. Membaca buku bergambar bersama adalah salah satu hal baik untuk mempertahankan rasa keingintahuan anak.
Ajarkan caranya
Dalam benak sang anak, bunda adalah sosok yg bisa membatunya dan bunda adalah segalanya. serba tau, serba bisa. Bunda sudah berusaha mengupdate khasanah pengetahuan tapi tetap merasa kewalahan menjawab pertanyaan si kecil.
Berterusterang saja pada anak bun kalau bunda tidak bisa menjawab. Dan ajak si kecil untuk melakukan 'riset'untuk mencari jawabannya. Atau bunda bisa sarankan untuk bertanya pada ayah, kakek atau siapapun sementara bunda mencari jawaban dari pertanyaan si kecil.
Ajak ia pergi ke perpustakaan atau selalu sediakan buku-buku bergambar di rumah (karena balita tak wajib untuk bisa membaca sebelum masuk TK). Bawalah ia pergi berjalan-jalan ke tempat umum seperti taman, stasiun kereta, kantor pos, dll. agar ia melihat banyak hal yang akan membantunya membentuk sebuah jawaban.
Dengan demikian bunda akan membiasakannya untuk belajar dan mampu menumbuhkan kegembiraan tertentu setelah berhasil mengetahui sesuatu. Yah, semacam sesuatu yang membuat Archimedes berkata, โEureka!โ
Kalau bunda masih tetap kewalahan juga dan tidak tau harus berbuat apa, bunda bisa sediakan buku Wawasan Wiyata Pertama di rumah. Selain membantu menjawab pertanyaan sang anak, buku ini juga bergambar dan bisa melatih kelancaran berbicara anak karena banyak kosakata di dalamnya. Bunda juga bisa belajar bersama dengan anak.. ๐