01/05/2022
Kala itu, Rasulullah saw tengah berjalan menuju tempat salat Idulfitri. Dalam perjalanannya, ia melihat sekelompok anak-anak yang sedang asyik bermain. Tetapi di balik keceriaan itu, ada salah satu anak yang terlihat sedang menangis.
Rasulullah pun mendatangi anak tersebut dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Wahai engkau, apa yang membuatmu menangis? tanya Nabi saw kepada anak tersebut.
Sambil tertunduk dan terus menangis, anak itu pun menceritakan kesedihan yang ia alami tanpa tahu bahwa yang sedang mengajaknya bicara adalah Nabi Muhammad saw.
Doakanlah aku! Bapakku wafat dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah saw, lalu ibuku menikah dengan orang lain. Mereka mengambil rumahku juga memakan hartaku. Jadilah aku seperti yang engkau saksikan ini, telanjang, kelaparan, sedih dan hina. Ketika tiba hari raya, aku melihat teman sebayaku bermain, aku jadi tambah sedih. Lalu aku menangis, cerita anak tersebut.
Mendengar cerita itu, hati Nabi Muhammad saw langsung terketuk dan seketika dihinggapi kesedihan.
Nabi pun lantas berkata, Wahai anak kecil, maukah kamu jika aku jadi bapakmu, Aisyah jadi ibumu, Fathimah jadi saudara perempuanmu, Ali jadi pamanmu, Hasan dan Husein menjadi saudara lelakimu?
Jawaban Nabi Muhammad itu pun membuat anak tersebut terkejut. Ia tidak menyangka bahwa yang sedang berbicara dengannya adalah baginda Rasulullah saw.
Anak itu pun langsung setuju dengan tawaran Nabi sehingga ia langsung dibawa ke rumah Nabi.
Sesampainya di rumah, anak itu diberi pakaian, makan dan kebutuhan lainnya hingga membuatnya tersenyum. Saking bahagianya, anak itu melupakan kesedihannya dan keluar bermain bersama teman-temannya.