Doni Canio Secondstore

Doni Canio Secondstore Info Harian Palembang Seller sepatu impor Preloved/thrift/second

Kabar gembira buat mangcek bikcek yang hobi nonton bola, bakal diadoke Nonton Bareng Semifinal AFF Suzuki Cup j2016 Timn...
30/11/2016

Kabar gembira buat mangcek bikcek yang hobi nonton bola, bakal diadoke Nonton Bareng Semifinal AFF Suzuki Cup j2016 Timnas Indonesia vs Vietnam dan El Clasico: Barcelona vs Real Madrid di Stadion Bumi Sriwijaya, 3 Desember 2016

Buat yang nak beli tiket pre-salenyo (sampe tgl 2 Desember) biso hubungi:
Aan 082177229569 pin bbm d33b171b

Empat anak siswa SD berbincang saat jam istirahat, tentang ayah mereka.Edi : "Ayahku hebat. Ia pilot pesawat terbang. Ti...
21/04/2016

Empat anak siswa SD berbincang saat jam istirahat, tentang ayah mereka.
Edi : "Ayahku hebat. Ia pilot pesawat terbang. Tiap hari ayahku mengelilingi Indonesia dengan pesawatnya".
Andi : "Ayahku lebih hebat. Ia bisnis eksport import. Tiap hari ia mengurus bisnisnya ke berbagai negara, bukan hanya Indonesia".
Eko : "Ayahku lebih hebat. Ia bekerja di PBB. Tiap hari ia keliling dunia, bukan hanya ke berbagai negara".
Amin : "Ayahku lebih hebat lagi. Ia bekerja di sini saja, di SD ini, sebagai petugas kebersihan".
Edi, Andi dan Eko tertawa bersama.
"Apanya yang hebat dari ayahmu, kalau ia hanya bekerja menjadi petugas kebersihan di sini?"
Amin : "Ayahku selalu ada untukku. Aku berangkat dan p**ang sekolah bersama ayah. Waktu di rumah, aku bisa bermain bersama ayah. Di sekolah pun, aku selalu melihat ayahku bekerja. Aku senang di dekat ayah".
Amin sangat merasakan kehadiran ayah di dekatnya. Ia bangga memiliki ayah yang terus ada untuknya.
Sudahkah anda menjadi ayah hebat yang selalu dirasakan kehadirannya oleh anak-anak?
(Cahyadi Takariawan)
dari fp indahnya menikah full barokah

07/04/2016
Makan Ta'un 😁
07/03/2016

Makan Ta'un 😁

Rasulullah Merindukan Umat Akhir ZamanSaat itu ia mengumandangkan Adzan yang begitu merdu. Berbeda dengan adzan yang dik...
24/12/2015

Rasulullah Merindukan Umat Akhir Zaman

Saat itu ia mengumandangkan Adzan yang begitu merdu. Berbeda dengan adzan yang dikumandangkannya pada saat awal pengangkatannya sebagai muadzin masjid nabawi sesaat setelah selesai dibangun. Suaranya kali ini terdengar begitu Indah, merdu, nyaring. Dan membuat orang di seantero pasar Madinah kala itu tertegun.

Barang dagangan segera ditinggalkan untuk memenuhi panggilan Adzan itu. Sontak seluruh warga madinah membanjiri halaman masjid. Mereka melihat di puncak menara bangunan persegi sederhana itu ada sesosok manusia berkulit hitam, yang konon dahulu ia adalah budak yang dibeli oleh Abu bakar dari Abu Jahl.

Ia adalah Bilal Bin Rabah yang didaulat oleh Nabi Muhammad saw sebagai Muadzin Masjid Nabawi di Madinah. Dan tugasnya adalah mengumandangkan Adzan saat memasuki waktu Shalat. Sebenarnya Adzan pada saat itu tidak hanya digunakan untuk panggilan shalat saja. Tetapi Adzan kala itu adalah digunakan p**a sebagai sarana untuk memanggil para penduduk agar datang ke masjid walaupun bukan waktu shalat. Seperti pada waktu Rasululla mengumpulkan para sahabat dan penduduk madinah saat mengumumkan perang badar.

Adzan kali ini memang berbeda. Suara Bilal kian merdu, itu bertepatan dengan 9 hari sebelum wafatnya Rasulullah SAW. Saat haji Wada’ itu, turunlah firman Allah SWT ”Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan nitmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS.al-Maidah:3). Sejak itu tanda-tanda kesedihan dari diri manusia mulia itu telah tampak. Para sahabatpun menangkap Isyarat dari ayat yang turun itu. Terlebih Abu Bakar yang perasaannya begitu sensitif. Dia menangis sesenggukan dihadapan Orang yang begiru ia cintai. Bersabdalah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam kepadanya “Apa yg membuatmu menangis dalam ayat tersebut?”

Abu Bakar menjawab:” Ini adalah berita kematian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.”

Benarlah firasat Abu Bakar, hari demi hari, Rasulullah semakin menampakkan sakit beliau. Abu bakar selalu ingin berada di dekat Rasulullah. Dan pada suatu hari, Sekembalinya Rasulullah dari haji Wada’ kurang dari tujuh hari wafat beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, turunlah ayat al-Qur’an paling akhir yg artinya: “Dan peliharalah dirimu dari (azab yg terjadi pada) hari yg pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yg sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS.al-Baqarah:281).

Hari itu seketika beliau menyatakan keinginannya untuk ziarah ke makam para syuhada uhud. Keesokan paginya Beliau pergi ke lokasi makam dengan ditemani beberapa sahabat beliau termasuk Abu Bakr. Sesampainya beliau di makam para syuhada uhud beliau berdiri di tepi makam para sahabatnya yang begitu beliau cintai itu.

Rasulullah berkata “Assalamu’alaykum ya syuhada uhud, Kalian telah lebih dahulu dan kami akan menyusul kalian, dan kami Insya Allah akan bertemu kalian dalam perjalanan p**ang”.

Sekian lama beliau berdiri di tepi makam, Hatinya yang lembut itu meleleh dan bergetar. Entah kapan hal itu terjadi tiba tiba saja p**i putihnya basah oleh air mata. Rasul SAW menangis, para sahabat kaget dan kemudian bertanya tentang sebab tangisannya.

Suasana di majelis pertemuan itu hening sejenak. Semua yang hadir diam membatu. Mereka seperti sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi Sayyidina Abu Bakar. Itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihi melafazkan pengakuan sedemikian.
Seulas senyuman yang sedia terukir di bibirnya pun terungkai. Wajahnya yang tenang berubah warna.
“Apakah maksudmu berkata demikian, wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?” Sayyidina Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mula menyerabut pikiran.
“Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku (ikhwan),” suara Rasulullah bernada rendah.
“Kami juga ikhwanmu, wahai Rasulullah,” kata seorang sahabat yang lain p**a.
Rasulullah menggeleng-gelangkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum. Kemudian Baginda bersuara,
“Saudaraku ialah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku sebagai Rasul Allah dan mereka sangat mencintaiku. Malahan kecintaan mereka kepadaku melebihi cinta mereka kepada anak-anak dan orang tua mereka.”
**
Pada ketika yang lain p**a, Rasulullah menceritakan tentang keimanan ‘ikhwan’ Baginda:
“Siapakah yang paling ajaib imannya?” tanya Rasulullah.
“Malaikat,” jawab sahabat.
“Bagaimana para malaikat tidak beriman kepada Allah sedangkan mereka sentiasa dekat dengan Allah,” jelas Rasulullah.
Para sahabat terdiam seketika. Kemudian mereka berkata lagi, “Para nabi.”
“Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka.”
“Mungkin kami,” celah seorang sahabat.
“Bagaimana kamu tidak beriman sedangkan aku berada di tengah-tengah kalian,” pintas Rasulullah menyangkal hujjah sahabatnya itu.
“Kalau begitu, hanya Allah dan Rasul-Nya saja yang lebih mengetahui,” jawab seorang sahabat lagi, mengakui kelemahan mereka.
“Kalau kamu ingin tahu siapa mereka, mereka ialah umatku yang hidup selepasku. Mereka membaca Al Qur’an dan beriman dengan semua isinya. Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku. Dan tujuh kali lebih berbahagia orang yang beriman denganku tetapi tidak pernah berjumpa denganku,” jelas Rasulullah.
“Aku sungguh rindu hendak bertemu dengan mereka,” ucap Rasulullah lagi setelah seketika membisu. Ada berbaur kesayuan pada ucapannya itu.
Begitulah nilaian Tuhan. Bukan jarak dan masa yang menjadi ukuran. Bukan bertemu wajah itu syarat untuk membuahkan cinta yang suci. Pengorbanan dan kesungguhan untuk mendambakan diri menjadi kekasih kepada kekasih-Nya itu, diukur pada hati dan terbuktikan dengan kesungguhan beramal dengan sunnahnya.
Dan insya Allah umat akhir zaman itu adalah kita. Pada kita yang bersungguh-sungguh mau menjadi kekasih kepada kekasih Allah itu, wajarlah bagi kita untuk mengikis cinta-cinta yang lain. Cinta yang dapat merenggangkan hubungan hati kita dengan Baginda Rasulullah saw.
Allahumma shalli ala Muhammad wa ala alihi wa shahbihi ajma’in

Selamat Hari Guru Nasional buat Para Guru tercintaSemoga semakin semangat mencerdaskan anak bangsa dan semoga kesejahter...
25/11/2015

Selamat Hari Guru Nasional buat Para Guru tercinta
Semoga semakin semangat mencerdaskan anak bangsa dan semoga kesejahteraan guru meningkat, aamiin.
Buat mangcek bikcek sebutke namo guru yg pernah ngajar kamu yg paling kamu inget teros di sekolah mano?

Sampe kapan?
21/09/2015

Sampe kapan?

Dimanola ini?
14/09/2015

Dimanola ini?

17/07/2015

PALEMBANG ASLI Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H
Mohon maaf lahir bathin 👳😇😁

29/06/2015

Apa itu IMSAK ?

Imsak hanya dikenal di Asia Tenggara (Khususnya Indonesia & Malaysia).

kemungkinan yg membuat ajaran Imsak ini berniat baik, agar kita ada waktu untuk bersiap diri melaksanakan sholat & mempersiapkan waktu terbitnya fajar.

Namun dia lupa bahwa Islam yg diajarkan Rasulullah Solallohualaihi wasallam sudah sempurna sehingga tidak perlu ditambah atau dikurangi.

Akibatnya pada hari ini banyak umat menganggap batas akhir makan sahur adalah Imsak.

Sehingga menghilangkan ajaran Rasulullah Solallohualaihi wasallam yg sesungguhnya.

Dalil: Sabda Nabi Solallohualaihi wasallam
“Jika salah seorg dari kamu mendengar Adzan sedangkan ia masih memegang piring (makanan), maka janganlah ia meletakkannya hingga ia menyelesaikan hajatnya (makannya).”
[HR.Imam Ahmad, Abu Dawud, Hakim, dishahihkan oleh Adz Zahabi]

Ibnu Umar berkata, "Alqamah Bin Alatsah pernah bersama Rasulullah, kemudian datang Bilal akan mengumandangkan adzan, kemudian Rasulullah Solallohualaihi wasallam bersabda, “Tunggu sebentar wahai Bilal..! Alqamah sedang makan sahur”.
[Hadith ini dihasankan oleh Syaikh Al Albani]

“Dan makan dan minumlah kamu hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam yaitu Fajar”.
(QS Al Baqarah 2 : 187).

Jadi sahabatku, batas makan sahur adalah waktu fajar (saat adzan subuh/fajar), Bukan IMSAK. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah”. (QS Al Hasyr 59 : 7)

Mohon disebarkan, agar tidak makin tersebar kesalahan dan kekeliruan di dalam masyarakat, terutama keluarga kita dalam melaksanakan amalan di bulan Ramadhan.

Selamat menjalankan ibadah puasa...

23/06/2015

Jangan biarke bulan puaso ini lewat-lewat bae lor... Payo kito isi dengan ibadah dan kebaikan... Katek yang tau (kecuali Allah) apo kito ketemu lagi atw idak dg bulan Ramadhan tahun depan.

Address

Palembang
30000

Telephone

+6282184419787

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Doni Canio Secondstore posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share