Distro Dakwah

Distro Dakwah kaos islami , jual baju, baju distro, kaos dakwah baju pria

Kalau lunasi semua, malah kena pinalti # Harus Semakin Giat Edukasi Anti-RibaMasyarakat sangat butuh edukasi anti-riba k...
17/12/2020

Kalau lunasi semua, malah kena pinalti
# Harus Semakin Giat Edukasi Anti-Riba
Masyarakat sangat butuh edukasi anti-riba karena oknum dan badan-badan riba mulai dari yang besar sampai kecil-kecilan semakin gencar dan menjemput bola bahkan datang ke kampung-kampung kecil untuk mendorong agar mau pinjam uang riba dari mereka dengan berbagai iming-iming, pujian bahkan menghalalkan berbagai cara.
Jelas saja mereka berusaha sebisa mungkin mencari klien (baca: korban), cara riba adalah cara paling enak cari uang (baca: santai-santai) di atas keringat bahkan penderitaan oran lain.
Sebagai contoh kisah yang kami dengar dan saksikan langsung:
1. Ada yang baru saja selesai menyicil motor dengan cara riba (leasing), tiba-tiba besoknya ditelpon oleh seseorang, katanya mau pinjamkan 14 juta lagi, dengan jaminan BPKB motor baru lunas dan mencicil lagi sesuai dengan cicilan motor tersebut sebelumnya.
Tentu orang tersebut mengatakan:
"Lebih baik saya ambil motor baru kalau begitu, nanti kalau uang 14 juta, akan habis karena tergiur beli ini dan itu"
Tapi ia tidak jadi mengambil 14 juta tersebut. selang beberapa pekan, orang tersebut menawarkan kembali pinjam 14 juta, ia langsung menolak. Ia heran dari mana orang tersebut bisa mendaparkan nomornya dan sempat mendatangi pihak leasing cicilan untuk mengatakan jangan dikasi siapa-siapa nomornya. Eh, selang beberapa lama orang itu menelpon kembali menawarkan 14 juta akhirnya ia agak dimarahi dan sudah tidak telpon-telpon lagi
2. Ada orang baru saja pensiun, tiba-tiba datang berbagai telpon dan berbagai WA (orang ini juga heran, darimana nomor telpon ia diketahui dan mereka tahu bahwa ia baru saja pensiun). Tawaran-tawaran tersebut adalah tawaran pinjaman uang riba, yaitu akan keluar ratusan juta sebagai penghibur di awal pensiun atau usaha awal di masa pensiun nanti bisa dicicil dengan gaji pensiun
3. Ada seorang asisten rumah tangga, orangnya baik dan polos, tapi jadi agak sering berbohong karena ingin pinjam uang untuk bayar cicilan hutang serta berbohong karena belum bisa mengembalikan. Ternyata di kampung, ia sering didatangi rentenir, pinjamkan uang untuk beli motor baru dan berbagai peralatan rumah, bahkan pinjam uang juga bisa.
4. Kami pribadi di RS tempat bekerja, pernah didatangi tim bank yang menawarkan kemudahan pinjam uang untuk beli rumah, mobil dan lain-lain. Kedatangan tim bank tidak sekedar datang, tapi datang membawa bonus bagi yang pinjam hari itu juga serta promo-promo menarik.
Mereka mengatakan khusus dokter hanya cukup KTP saja hari itu, dana sudah cair.
5. Leasing dan KPR yang semakin mudah dengan uang muka sangat rendah, bahkan ada yang tanpa uang muka. Orang-orang yang sejatinya tidak mampu, tetap nekad ambil cicilan karena gengsi dan pola hidup. Akhirnya bisa ditebak, mereka tidak mampu bayar cicilan dan barang disita.
Tentu banyak kisah-kisah lainnya dari pengalaman dan dengar cerita lainnya di mana mereka benar-benar super aktiv dan benar-benar "menjemput bola" bahkan membujuk-bujuk
Pinjaman riba dan rentenir benar-benar memanfaatkan psikologi seseorang untuk menjeratnya:
1. Dengan memegang uang tunai pinjaman riba, orang merasa senang hari itu saja, padahal besok hidupnya merana, hina siang hari dan tidak tenang malam hari
2. Dengan memegang uang tunai, seseorang akan belanja suatu hal yang terkadang tidak penting dan tidak butuh-butuh banget, padahal ia lupa itu uang pinjaman
Karenanya kita semuanya harus semakin semangat mendakwahkan anti-riba, dengan cara:
1. Menjelaskan bahaya riba baik bahaya bagi diri pribadi, masyarakat (gaya hidup naik) dan negara (inflasi terus-menerus)
2. Menjelaskan bahwa hidup sederhana apa adanya itu jauh lebih baik daripada hidup dengan gengsi dan gaya tapi penuh utang dan cicilan
3. Menjelaskan agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming kemudahan (cukup KTP saja, tanpa uang muka), atau iming-iming:
"Anda terpercaya bisa melunasi, karenanya kami hanya tawarkan anda dan beberapa orang saja promo ini"
Padahal apabila mereka percaya, tentu tidak minta "jaminan"
4. Memberikan edukasi agar memperhatikan lingkungan dan teman bergaul, apabila kita bergaul dengan teman-teman yang s**a makan gengsi, maka kita akan ikut-ikutan, tetapi sering lah bergaul dengan orang-orang yang hidup sederhana apa adanya dan menjauhi riba
5. Pengurus kampung, RT, RW maupun badan tertentu sepakat agar tidak mrmbolehkan rentenir masuk ke kampung mereka, karena nanti akan ada yang "terjerat" dengan berbagai iming-iming kemudahan
Semoga kita semua dijauhkan dari riba dan utang yang menjerat.
Silahkan baca tulisan-tulisan kami terkait tiba, utang dan gaya hidup di web muslimafiyah(dot)com dan muslim(dot)or.id
@ Lombok, Pulau Seribu Masjid
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com
https://muslimafiyah.com/harus-semakin-giat-edukasi-anti-riba.html

Follow juga:



Entah tulisan siapa ini? Menyentuh dan sangat mengharu biru kan 😭KETIKA ALLAH SWT  TAK MAU MENERIMA KITA DI RUMAHNYA. TA...
22/03/2020

Entah tulisan siapa ini? Menyentuh dan sangat mengharu biru kan 😭

KETIKA ALLAH SWT TAK MAU MENERIMA KITA DI RUMAHNYA.
TANYA KENAPA.

Allah SWT menurunkan mahluk-Nya yang tak dapat dilihat mata karena terlalu kecil;
bernama CORONA di awal November,
di sebuah negeri yang tak mengenalNya : Wuhan.

Kini si mahluk kecil itu memporak porandakan segala sendi kehidupan 2/3 dunia.
Ekonomi global mengalami anomali yang sulit dinalar.

Ketakutan dimana mana.
Kematian cukup banyak hanya dalam waktu singkat saja.

Saat umroh dilarang oleh otoritas Saudia,. kita masih tidak terlalu risau karena hanya orang mampu dan terpanggil yang bisa melakukannya.

Kita masih bisa berapologi :
" ...Ah umroh kan gak wajib. Lagian rumah Allah kan bukan cuma di Mekkah Madinah.. masih ada Masjid².. Gak masalah Umroh ditutup..."

Pada detik itu,
Hanya berfikir : Allah menutup pintu rumah besarNya hanya untuk kaum - kaum jauh.
Allah hanya memberikan kesempatan pada penduduk sekitar dan para pelayan sejati yang diperbolehkan bertawaf di baitul atiqNya...

Namun tadi malam,. Majelis Ulama Indonesia MUI mengeluarkan fatwa pelarangan Sholat Jumat, Taraweh Ramadhan dan pelaksanaan Sholat Iedul fitri untuk daerah terdampak corona yg ditetapkan pemerintah.
Dan bisa jadi meluas dari yang sekarang.
Bahkan Mudikpun akan dilarang..

Bertanya dalam renung.
Apakah Engkau marah Rabb-ku ?
Ketika sebelum ini :
Masjid² Megah namun Sepi..
Musholla² Bertebaran namun Berdebu...
Taraweh Ramai namun hanya di Awal Ramadhan..
Lebaran katanya Mudik, namun tetap hanya notifikasi WA-lah yang saling Bermaafan...

Ya Rabb..

Saat tak dibebaskan lagi bagi kami bersujud di rumahMu yang suci,
Saat terbatasi bagi kami berjamaah dengan para jamaah saudara seiman kami,
Baru kami Paham :
Arti Kehilangan..

Betapa mulai sunyi pengeras suara masjid disekitaran kami dari celoteh kanak² dan pujian²..

Betapa sepi jalanan depan rumah kami dari ramainya TPA dan ibu² yang hendak pengajian...

Betapa terasa saat semua hal yang selama ini kami abaikan itu, telah selanjutnya jadi pelarangan..

Nikmat yang Dicabut itu,
Barulah menggerogoti Relung Kedamaian..

Ya Allah,
Pesan Cinta apa yang ingin Kau sampaikan?

Atau memang sudah tak sudi lagi,
Engkau melihat wajah kami, mendengar keluh kesah kami, menatap tangis kami dan meraba senyum bahagia kami di Rumah²Mu ?

Ya Rabb sekarang kami bisa merasakan bagaimana perasaan saudara kami di Uiyghur, Myanmar, Suriah dan Palestina yang harus berjuang untuk bisa berada di masjid²Mu.

Sementara kami,
Malah sering dan seringkali malas menuju masjid yg hanya beberapa langkah dengan aman dan nyaman..

Ya Rabb kini kami sadar arti silahturahmi yang dulu kami anggap hanya basa basi.
Sekarang kami tak bisa dalam kerumunan dan forum dakwah yang mendatangkan banyak orang lagi..

Corona..
Mahluk Kecil Tak Nampak oleh Mata..
Namun mampu merusak Tatanan Ketenangan dunia..

Ya Rabb jangan kau buat ramadhan kami nanti akan terasa sepi hambar.
Membayangkan tak ada sholat taraweh berjamaah, tadarrus ramai ramai, dan membangunkan sahur sambil berkeliling kampung.
Apalagi membayangkan : Tak ada lagi mudik berdesakan...

Jangan ya Rabb...
jangan ya Rabb...
Jangan Kau cabut Nikmat yang berpuluh tahun kami nikmati namun telah kami abaikan..

Apa Engkau Menyentil kami?
Ketika ada kesempatan,
Kami malah cukup mengumbar WA KoPas-an untuk bermaafan?

Apa Engkau MengKapoki kami?
Ketika takziah yang 1 kota saja,
Kami hanya titip kalimat Innalillah melalui Grup Rekan dan Teman?

Jangan Kau cabut Nikmat ini ya Rabb..
Karena kini,
kami akhirnya benar² hanya bisa bertemu dalam tegur WA atau Kalimat Telpon dan Pesan..

Engkau menuruti kami Ya Rabb..
Menuruti pengabaian kami..
Yang kami ciptakan sendiri..

Maafkan kami Rabbi..
Maafkan kami..

Masihkah ada kesempatan lagi?
Bukankah Maha PengasihMu,
Melebihi MurkaMu pada kami ?

Ya Rabb..
Hidupnya Mahluk Corona adalah semata mata atas KehendakMu.
Engkau yang Menghidupkan segalanya..
Engkaupun yang Mematikan segalanya..

Mohon Ya Rabb
Panggil kembali mahluk corona ke tubuh tubuh hewan seperti sebelumnya.
Cukupkan tugas mereka untuk mengingatkan kami semua.

Ya Allah,
Berilah obat untuk wabah ini.
Dan Berilah tobat bagi kami..

Pertemukan kami dengan ramadhan penuh berkah,
Tanpa Corona antara Kita.

Aamiin ya rabbal alamin.

KEHILANGAN SHOLATTak kenal maka tak sayang. Peribahasa ini nampaknya menjadi sebab utama, kenapa banyak dari kaum muslim...
26/08/2019

KEHILANGAN SHOLAT

Tak kenal maka tak sayang. Peribahasa ini nampaknya menjadi sebab utama, kenapa banyak dari kaum muslimin tidak mengerjakan shalat. Tak usah jauh-jauh untuk melaksanakan sholat sunnah, sholat 5 waktu yang wajib saja mereka tidak kerjakan padahal cukup 10 menit waktu yang diperlukan untuk melaksanakan shalat dengan khusyuk

Bukan sesuatu yang mengherankan, banyak kaum muslimin bekerja banting tulang sejak matahari terbit hingga terbenam. Pertanyaannya, kenapa mereka melakukan hal itu? Karena mereka mengetahui bahwa hidup perlu makan, makan perlu uang, dan uang hanya didapat jika bekerja. Karena mereka mengetahui keutamaan bekerja keras, maka mereka pun melakukannya

Bagaimana dengan sholatmu kawan?
Bukankah ia adalah kewajiban. Yang harus kamu penuhi sebagaimana perutmu yang membutuhkan makanan?

Jagalah sholatmu, jangan sampai kehilangan satu rakaatpun. Jika tidak, maka kamu akan kehilangan segalanya. Amalanmu nggak bakalan diterima. Percuma dan sia-sia.

Jika sholat tak lagi menjadi tuntutan, maka jangan salahkan Tuhan jika kamu salah arah dan tujuan. Lagi-lagi sholat adalah kuncinya. Sekaya apapun hidupmu, secantik bagaimana pun pasanganmu, tetaplah tak ada harganya jika sholat disepelekan. Kamu siapa? Gajimu berapa? Sampai-sampai dengan mudahnya meninggalkan sholat?

Kuy, saadarlah bray!!...............................
Jagalah sholatmu karena saat kamu kehilangan sholat, maka kamu akan kehilangan segalanya (Umar bin Khattab Rhadiyallahu ‘anhu)

Saya seorang guru muda yang berumur 23 tahun, lulusan Universitas Nusa Cendana 2017, jurusan Pancasila dan Kewarganegara...
18/08/2019

Saya seorang guru muda yang berumur 23 tahun, lulusan Universitas Nusa Cendana 2017, jurusan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Saya asli orang Timor Leste, tapi saya cinta Merah Putih. Ayah saya kembali memilih Timor leste, tetapi saya dan ibu memilih Indonesia pada saat jejak pendapat.

Dan terpaksa Saya dan Ibu harus berpisah dengan Ayah sampai sekarang. Kami hanya bertemu di pintu batas.

Bagi saya merupakan suatu pengalaman yang luar biasa ketika harus berhadapan dengan kehidupan yang jauh berbeda dari kehidupan di kota sebelumnya.

“Tanah kami tanah kaya,kami berenang di atas minyak,tidur di atas emas…..”

Secuil lirik dari Edo Kondologit di atas membuat saya yakin anak Papua itu bisa. Dulunya ( Nopember 2018 ), anak-anak SDI Kaibusene sama sekali tidak bisa menyebutkan identitas negara Indonesia. Mereka menyebutkan warna bendera Indonesia adalah Bintang Kejora. Indonesia Raya pun tak bisa dinyanyikan oleh murid kelas 6, paling fatal lagi Pancasila tdk bisa dihafalkan sama sekali.

Saya menangis pertama kalinya mau di bahwa kemana nasib anak anak ini? Mau salahkan siapa? Kondisi sekolah yang terbatas dgn segala fasilitasnya. Ruangan cuma 3 sehingga harus bercampur, atau karena kurangnya tenaga pendidik? atau karena malasnya pendidik turun tinggal di daerah sejuta rawa dan ikan betik itu?

Yang pasti bukan salah anak didik saya. Hal kecil tapi sangat miris ketika di dengar.

Beda dgn sekarang semenjak bulan Februari 2019, anak-anak didik saya mengalami banyak perubahan. Mereka punya mimpi yg sangat besar. Mereka berkata: Ibu sa su cape ka begini terus saya mau naik pesawat kayak bapak2 dorang di jakarta sana, naik mobil mewah, sa tra pernah naik mobil Ibu guru, sa mau tidur di atas spon, Sa mau minum air bersih, Sa mau jadi orang hebat ibu…

Dengan niat mengubah nasib mereka giat belajar walau kadang dengan segala keterbatasan buku mereka tetap harus mau latihan membaca dan menulis. Mereka mau lakukan semuanya sebab mereka mulai paham pendidikan itu merupakan pedoman menuju kehidupan yang layak.

Mereka tidak lagi ke hutan. Kami guru bersikeras berkata kepada orangtua, “cukup mace dan pace saja ke hutan anak dorang dengan kita belajar supaya besok besok mereka bisa beli berasa kasih pace dorang makan ka”

Sekarang semua lagu nasional mereka sudah bisa menyanyikan, bahkan bahasa Inggris ajaran dasar pun sudah bisa mereka sebutkan dan pahami maksudnya.

Saya percaya ketika seorang guru bekerja dgn niat baik, leluhur dan nenek moyang orang papua merestui bahkan Tuhan melihat semua ketulusan kita maka diberkati semua usaha kita, walau kadang banyak yg berkata, “kalian bertahan?” Kalau bukan kita siapa lagi? Saya Papua, Saya Indonesia

Anak didik saya bermimpi suatu saat nanti seiring matahari terbit di ufuk timur ini kami yg kulitnya hitam dan rambutnya keriting bisa menjadi orang No 1.

Aamiin Nak….semuanya bisa. Yang rajin belajar dan berdoa…” Mimpi itu Luka, tapi luka jika diobati akan sembuh.

Sebagai seorang guru kami menyiapkan perpustakan mini dgn jumlah buku 500 buah utk dibaca setiap jam 16.00 WIT di rumah kami

Anak anak didik saya berkata yg paling membuat saya terharu,” Ibu guru pisang goreng ni kenapa harus orang kulit putih ee yang jual, padahal kami pisang banyak sekali yg ditanam?”

Saya menjawab,:”Karena kamu selama ini malas, coba kamu pikir kamu jual pisang kasih orang orang kulit putih mereka buat pisang goreng kamu beli lagi..yang untung siapa?? Lebih baik mari sini ibu ajar kamu buat pisang goreng supaya kamu tahu dan menghasilkan uang utk beli buku,”

Penulis: Diana Cristiana Da Costa Ati, S.pd, – Guru Penggerak daerah terpencil SDI Kaibusene Distrik Haju, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua.
From : peloporwiratam

Esok sudah tidak bisa mengubah yg berlaku hari ini tetapi hari bisa mengubah apa yang akan terjadi pada hari esokMau gab...
16/08/2019

Esok sudah tidak bisa mengubah yg berlaku hari ini tetapi hari bisa mengubah apa yang akan terjadi pada hari esok

Mau gabung jadi Reselle daftar disini =>>
Wa : bit.ly/2yIc1Cb / 085241541482
Atau klik http://jual.kaosdakwahislami.id

ORDER FAST RESPON:💥 WA: 0852.4154.1482~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Pengiriman CEPAT - Stok Kaos READY - Design RATUSANMau gabun...
16/08/2019

ORDER FAST RESPON:
💥 WA: 0852.4154.1482

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pengiriman CEPAT - Stok Kaos READY - Design RATUSAN

Mau gabung jadi Reseller daftar disini =>>
Hubungi WhatsApp klik Otomatis terhubung
☎ bit.ly/2yIc1Cb
☎ bit.ly/2yIc1Cb
☎ bit.ly/2yIc1Cb

Atau nomor Whatsapp
📞 085241541482
📞 085241541482
📞 085241541482

Terima Kasih 🙏😊

Pesan pagi Iman tampa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Namun ilmu tampa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri. "...
11/08/2019

Pesan pagi
Iman tampa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Namun ilmu tampa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri. "Buya Hamka"

Wa : bit.ly/2yIc1Cb / 085241541482
Atau klik http://jual.kaosdakwahislami.id

Pesan Siang *_Tantangan kita yg pertama sebenarnya bukan kegagalan, melainkan pikiran takut gagal._*  _Kemampuan kita un...
10/08/2019

Pesan Siang

*_Tantangan kita yg pertama sebenarnya bukan kegagalan, melainkan pikiran takut gagal._*

_Kemampuan kita untuk berhasil didasarkan pada kesediaan kita untuk mengalami kegagalan._

krn ini yang saya lakukan dgn anak semata wayang saya Syafiq Prawira Habibie Cienaga.. Bukan gak punya duit untuk mnurut...
08/08/2019

krn ini yang saya lakukan dgn anak semata wayang saya Syafiq Prawira Habibie Cienaga.. Bukan gak punya duit untuk mnuruti kemauannya,,,

::perlu di praktekkan ketika anak merengek memaksakan kehendaknya🤔🤔🤔🤔

Mendengar ocehan orang lain itu memang kadang-kadang bikin panas kuping::

Namun hidup ini bukan buat menyenangkan orang lain

Kitalah yang bertanggung jawab atas hidup kita sendiri, betul?

Ketika anak saya yang sulung sedang tantrum, menangis, merengek, lalu menjatuhkan dirinya sendiri ke tanah

Saya hanya melihatnya sembari menunggunya, menawarkan air minum untuknya, sambil sesekali bertanya: "sudah belum?", "Sudah mau bangun?", "Oke daddy tunggu ya"

Sedangkan istri saya senyum-senyum sembari mengambil foto

Lucunya, orang yang lalu lalang di sekitar kami seolah menyindir, nyinyir, berbicara sok tahu:

"Itu anak di tolongin dulu kek.."
"Duh kasian, minta apa sih? Mainan? Diturutin d**g, kok dibiarin gitu sih..."
"Kejam nih orang, anaknya dibiarin gitu aja, malah di foto-foto p**a.."
..dan semacamnya

Kami tetap tenang, sambil menunggu anak kami yang berusia hampir 3 tahun ini bangkit sendiri

Dalam proses ini jangan ada kontak mata dengan si anak, jangan di tinggal, tetap Awasi

Mengapa...?

Karena tantrum itu artinya si anak sedang belajar mengendalikan diri, agar dia mampu mengelola emosi

Menuruti kemauannya tidak akan menyelsaikan masalah, karena menjadi tidak jelas, akan jadi serba salah semuanya

Ini juga mengajarkan tidak semua yang diinginkannya di dunia bisa teralisasi, juga bukan karena ortunya rezeki itu ada

Setelah dia bangkit, barulah sejajarkan posisi tubuh dengannya, minta dia mengatakan dengan jelas apa keinginannya

Untunglah saat itu di gembira loka zoo yang terik, coba kalau di mall, bisa lama adegan seperti ini

Alhamdulillah dengan penanganan tantrum yang benar, anak kami tidak terlalu sering begini, dia telah belajar bahwa tidak semua keinginannya bisa terwujud saat itu juga, dia belajar untuk mengendalikan emosi, dia sadar bukan begitu caranya meminta sesuatu

Jadi jika kelak anak Anda tantrum, biarkan saja sambil diawasi, tenangkan saja, sembari tanyakan apakah sudah mau menyelsaikan rengekannya

Mau yang lebih cepat lagi penyelsaiannya, Anda ikutan gulung2 di lantai, jamin si anak batal tantrum...hehehe...serius lho ini, kalau Anda cukup punya mental boleh saja lakukan yang ini

Salam Cemerlang
sumber :: Prastya Budi‎ Karawang Info

Lidah itu sangat kecil danringan. tapi, bisa mengangkatmuke derajat yang paling tinggidan bisa menjatuhkanmu ke derajat ...
06/08/2019

Lidah itu sangat kecil dan
ringan. tapi, bisa mengangkatmu
ke derajat yang paling tinggi
dan bisa menjatuhkanmu
ke derajat paling rendah.

(Imam Al Ghazali)


Di jalan banyak rencana,Sampai Kantor bingung mulai dari mana, daripada bingung mending ngopi dululah
06/08/2019

Di jalan banyak rencana,
Sampai Kantor bingung mulai dari mana, daripada bingung mending ngopi dululah



Address

Bukit Sangkal
Palembang
30961

Opening Hours

Monday 08:00 - 20:00
Tuesday 08:00 - 20:00
Wednesday 08:00 - 20:00
Thursday 08:00 - 20:00
Friday 08:00 - 20:00
Saturday 08:00 - 20:00
Sunday 10:00 - 17:00

Telephone

+6285241541482

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Distro Dakwah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Distro Dakwah:

Share