Walang GK

Walang GK Cinderamata Aseli GK
call/sms : 081.771.8162 / 0856.4335.9006
BBM : 32F84AF8

Industri kreatif di bidang clothing dan merchandise aseli Gunung Kidul, Yogyakarta
Reseller are welcome! Ordering:
call/sms/whatsapp/line : 0817.718.162 or 0856.4335.9006
BBM : 32F84AF8 / 20D97279

02/02/2019
Segenap keluarga besar Walang GK mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Mohon Maaf Lahir & Batin 🙏🙏🙏
05/07/2016

Segenap keluarga besar Walang GK mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Mohon Maaf Lahir & Batin 🙏🙏🙏

Ayo kito wiwiti dino kanti ndedongo. Nyawang donya kanti   kanggo nglakoni opo  sing kudu dilakoni mugo dinane ngrejeken...
16/06/2016

Ayo kito wiwiti dino kanti ndedongo. Nyawang donya kanti kanggo nglakoni opo sing kudu dilakoni mugo dinane ngrejekeni...

Ideologi bukan hanya sekadar kata, namun jati diri bangsa untuk dijunjung & diwujudkan sepanjang masa
01/06/2016

Ideologi bukan hanya sekadar kata, namun jati diri bangsa untuk dijunjung & diwujudkan sepanjang masa

”Goenoengkidoel, wewengkon pareden wetan lepen opak. Poeniko siti maosan dalem sami kaliyan Montjanagari ing zaman kino,...
27/05/2016

”Goenoengkidoel, wewengkon pareden wetan lepen opak. Poeniko siti maosan dalem sami kaliyan Montjanagari ing zaman kino, dados bawah ipun Pepatih Dalem. Ing tahoen #1831 Nagoragung sarta Mantjanagari-nipoen Ngajogjakarta sampoen dipoen perang-perang, Mataram dados 3 wewengkon, dene Pangagengipoen wewengkon satoenggal-satoenggalipoen dipoen wastani Boepati Wadono Distrik kaparingan sesebatan Toemenggoeng, inggih poeniko Sleman (Roemijin Denggong), Kalasan serta Bantoel. Siti maosan dalem ing Pengasih dipoen koewaosi dening Boepati Wedono Distrik Pamadjegan Dalem. Makanten oegi ing Sentolo wonten pengageng distrik ingkang kaparingan sesebatan Riya. Goenoengkidoel ingkang nyepeng siti maosan dalem sesebatan nipoen Riya.”
~Mr. R.M Suryodiningrat dalam bukunya ”Peprentahan Praja Kejawen”~

Memayu hayuning bawana memang upaya melindungi keselamatan dunia baik lahir maupun batin.Orang Jawa merasa berkewajiban ...
22/04/2016

Memayu hayuning bawana memang upaya melindungi keselamatan dunia baik lahir maupun batin.Orang Jawa merasa berkewajiban untuk memayu hayuning bawana atau memperindah keindahan dunia, hanya inilah yang memberi arti dari hidup. Di satu fisik secara harafiah, manusia harus memelihara dan memperbaiki lingkungan fisiknya. Sedangkan di pihak lain secara abstrak, manusia juga harus memelihara dan memperbaiki lingkungan spritualnya. Pandangan tersebut memberikan dorongan bahwa hidup manusia tidak mungkin lepas dari lingkungan. Orang Jawa menyebutkan bahwa manusia hendaknya arif lingkungan, tidak merusak dan berbuat semena-mena.

Kartini adalah suluh yang menerangi cermin pemantul jati diri setiap hati, agar setiap hati memandang jelas hakikat manu...
21/04/2016

Kartini adalah suluh yang menerangi cermin pemantul jati diri setiap hati, agar setiap hati memandang jelas hakikat manusia dalam diri seorang wanita, hakikat hidup yang setara.

"T-shirt PINDUL cave tubing ada 3 design dan 3 warna hitam, biru dongker dan merah maroon. Ready mulai esok hari di obje...
17/02/2016

"T-shirt PINDUL cave tubing ada 3 design dan 3 warna hitam, biru dongker dan merah maroon. Ready mulai esok hari di objek wisata Goa Pindul, Gunungkidul, ada di salah satu toko di Dewabejo dan Pancawisata. Dukung walangGK sebagai salah satu produk lokal yang menjamin kualitas terbaik..."

27/12/2015

“FAKTAPSIKOLOGI – Kump**an fakta sehari-hari mengenai kepribadian, watak, zodiak, golongan darah. . Serta fakta unik lainnya yang wajib diketahui bersama…”

Kidung Birahi   sebagai Penanda Musim . Garengpung adalah serangga yang mirip lalat besar. Biasanya Garengpung "bernyany...
12/04/2015

Kidung Birahi sebagai Penanda Musim .

Garengpung adalah serangga yang mirip lalat besar. Biasanya Garengpung "bernyanyi" dengan menggesekkan kedua sayapnya saat pagi menjelang siang. Uniknya, Garengpung hanya muncul ketika musim hujan telah berakhir dan musim kemarau tiba. Serangga berwarna abu-abu dan berukuran sekitar 4 cm ini muncul sekitar bulan April dan Mei.

Garengpung adalah serangga yang masuk ke dalam keluarga . Ada 3 spesies, yaitu Magicicada Septendenci, Magicicada Cassini, dan Magicicada Septendecula. Di Indonesia yang beriklim tropis, Garengpung muncul setahun sekali yaitu di awal musim kemarau. Sedangkan di Amerika Serikat, ada juga serangga sejenis Garengpung tetapi hanya muncul 17 tahun sekali. Ada juga yang siklus kemunculannya 13 tahun sekali.

Pada akhir musim penghujan dan memasuki musim kemarau yang biasa disebut dengan , serangga ini keluar dari tanah, bermetamorfose menjadi serangga sempurna dan memasuki masa dewasa. Hanya garengpung jantan saja yang mampu menghasilkan suara. Karena memiliki organ timpana sebagai alat penghasil resonasi bunyi yang terdiri dari tiga lapis membran. Alat tersebut terletak di bagian torak yang berwarna oranye. Sedangkan betinanya tubuh sedikit lebih besar dibandingkan yang jantan, tetapi tidak memiliki organ timpana. Tubuh yang jantan lebih langsing. Sedangkan timpana adalah alat yang berfungsi sebagai daya tarik sexual terhadap betina. Seperti halnya ayam merak, hanya yang jantan memiliki bulu indah yang digunakan untuk menarik perhatian betina. memikat serangga betina.

Pengenalan akan karakter garengpung digunakan oleh para leluhur sebagai penanda musim. Rentang waktu 1-25 Maret dikenal sebagai mangsa kasanga (ke 9) atau Jita, mangsa rendheng–pangarep-arep. Sebagai candra penciri adalah wedharing wacånå mulyå (“munculnya suara-suara mulia” yaitu beberapa hewan mulai bersuara untuk memikat lawan jenis).

merupakan kekayaan kearifan lokal, membaca dan memaknai tanda-tanda alam dan menjadikannya sebagai ketentuan/tuntunan/pedoman aktivitas yang bergantung pada kondisi alam seperti kegiatan bertani secara alami. Ketentuan tersebut bersifat lokal/regional dan temporal karena sangat dipengaruhi oleh kosmografi dan klimatologi setempat.

Hampir setiap daerah memiliki semacam pranatamangsa ini, Bali yang kental dengan budaya dan pertanian memiliki , etnik Jerman mengenal atau “penanggalan untuk petani”, Jepang juga menganut tanda-tanda alam untuk aktivitasnya. Pengetahuan dan kearifan lokal yang sangat membantu petani yang memaknai kegiatan bertani adalah menari bersama alam dalam tarian ibadah pemujaan syukur.

Kenthongan : Broadcast Message Tradisional Zaman sudah semakin modern, akselerasi teknologi informasi dan komunikasi yan...
07/04/2015

Kenthongan : Broadcast Message Tradisional

Zaman sudah semakin modern, akselerasi teknologi informasi dan komunikasi yang ditandai produk-produk mutakhir secara terus menerus telah “menggempur” kebiasaan lokal dan seolah memaksa manusia menyesuaikan dengan kondisi kekinian. Era industri yang kini berkembang menjadi era informasi sejak tahun 2000-an sangat mempengaruhi pola hidup, termasuk pola komunikasi terutama di negara-negara sedang berkembang.

Namun demikian, khususnya di Gunungkidul bukan berarti serta merta kehadiran teknologi informasi modern mampu melenyapkan segala jenis media komunikasi yang ada. Pada kenyataannya keberadaan media komunikasi tradisional yang sering disebut kenthongan, tak juga enyah karena secara turun temurun sarana komunikasi praktis, ekonomis dan membumi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sosial.

Kenthongan biasa ditemui di hampir setiap rumah penduduk dan pos kamling terutama di perdesaan. Kenthongan dengan segala modifikasinya telah dijadikan aksesoris unik, apalagi ditempatkan (biasanya digantung) di lokasi yang strategis - sehingga menambah kesan artistik dan menjadikan lingkungan bernuansa masa lalu.

Kenthongan terbuat dari bahan sederhana yaitu bambu/kayu yang di bagian tengah dilobangi memanjang ini awalnya sebagai alat komunikasi antar warga.

Sebagai alat komunikasi tradisional, tentu saja untuk menabuh kenthongan ada aturan-aturan tertentu yang menghasilkan bunyi atau tanda/simbol yang memiliki arti tersendiri. Artinya, setiap jenis pukulan kenthongan mempunyai maksud supaya dimengerti oleh warga di sekitarnya.

Misalnya kenthong menandakan bahwa di sekitar kampung/desa setempat ada pembunuhan, demikian p**a jika kentongan dipukul dua kali berturut-turut dengan sela atau jeda menandakan ada maling atau pencuri masuk di lokasi setempat. Tiga kali pukulan kentongan berturut-turut dengan jeda menandakan bahwa di sekitar kampung/desa ada kebakaran (rumah terbakar).
Sedangkan untuk menyebarkan informasi bencana alam atau banjir bandang kenthongan dipukul empat kali berturut-turut diselingi waktu jeda. Bunyi kentong yaitu lima kali pukulan berturut-turut dengan waktu jeda sejenak menandakan bahwa di kampung setempat ada pencurian (hewan). Sedangkan bunyi kenthong yaitu satu kali pukulan diselingi jeda dan diteruskan pukulan delapan kali berturut-turut dengan spasi atau jeda ditambah pukulan satu kali menunjukkan suasana atau situasi dan kondisi kampung/desa dalam keadaan aman.

Monggo yang jago bikin design silahkan berpartisipasi utk Gunungkidul tercinta...
17/02/2015

Monggo yang jago bikin design silahkan berpartisipasi utk Gunungkidul tercinta...

Tentang Gunungkidul dari sisi kami memandang.

Address

Karangmojo A, Grogol
Paliyan
55871

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Walang GK posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Walang GK:

Share

Category