The Exclusive jaket

The Exclusive jaket terima pesanan jaket timbal-balik, info lebih lanjut hubungi 085756276489 (Arie) ,,, jangan lupa di

menerima pesanan jaket... timbal-balik... info lebih lanjut hubungi 085756276489 (Arie)

12/12/2025

Gubuk di Hutan Cangar - Cerita Hantu

Nama saya Rama Sudharma, dan apa yang akan saya ceritakan ini adalah sesuatu yang benar-benar terjadi pada saya, bukan sekadar kisah untuk menakut-nakuti atau membuat Anda membayangkan hal-hal yang tidak masuk akal. Saya menulis ini dengan pikiran yang belum pulih sepenuhnya, tapi saya harus membagikannya sebelum suara-suara di kepala saya kembali menguat sampai saya tidak mampu membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya bayangan. Kejadian ini terjadi di Hutan Cangar, Jawa Timur, tempat yang bagi kebanyakan orang hanyalah kawasan wisata alam biasa, tapi bagi saya, tempat itu adalah ruang yang hidup, mengawasi, dan memiliki kehendak sendiri.

Saya datang ke sana sebagai bagian dari tugas dokumentasi untuk pekerjaan freelance saya. Saya sering diminta memotret lokasi wisata, jalur hutan, atau objek-objek alam yang memerlukan katalog visual. Tidak ada perasaan buruk saat saya tiba di masuk kawasan hutan. Justru cuaca cerah, udara segar, dan suara air mengalir dari kejauhan membuat saya merasa semuanya akan berjalan lancar. Namun ada sesuatu yang berubah ketika saya mulai masuk lebih dalam, jauh dari jalur yang dilewati wisatawan.

Awalnya, hanya suara angin yang terasa berbeda. Lebih berat. Seolah bukan angin alam, melainkan hembusan napas dari sesuatu yang tersembunyi. Daun-daun bergerak, tapi tidak bersuara. Langkah kaki saya bergema, tapi gema itu terasa terlalu dekat, seolah ada yang berjalan tepat di belakang saya meski tidak ada apa pun ketika saya menoleh.

Saya mencoba mengabaikannya. Saya memotret pepohonan besar yang ditumbuhi lumut, jalan setapak yang basah oleh sisa hujan, dan beberapa batu besar yang tertutup dedaunan kering. Namun setiap foto yang saya ambil seperti memiliki bayangan tambahan. Setiap kali saya memeriksa hasil jepretan, bentuk aneh muncul samar di antara pepohonan. Panjang. Hitam. Tidak wajar.

Sesekali saya mendengar bunyi ranting patah, padahal tidak terasa ada angin yang cukup kuat. Bunyi itu diikuti gerakan sesuatu di belakang semak, seperti langkah-langkah berat yang berusaha menyembunyikan dirinya. Semakin saya berjalan ke dalam, semakin jelas terasa bahwa saya tidak sedang masuk hutan—tapi memasuki sesuatu yang jauh lebih besar daripada ruang alam biasa.

Saat mencapai area yang lebih gelap, saya mulai merasa kehilangan arah. GPS di ponsel terus berputar-putar tanpa titik pasti. Kompas manual yang saya bawa bergerak sendiri seperti ditarik medan magnet liar. Ketika saya mencoba kembali ke jalur awal, jalan setapak yang saya lalui sebelumnya seolah menghilang. Semuanya menjadi lebih rapat, lebih gelap, lebih asing.

Saya mulai panik. Namun saya mencoba mengendalikan diri karena panik hanya akan membuat saya tersesat lebih jauh. Saya berhenti di sebuah batu besar untuk menarik napas. Saat itulah saya mendengar suara pertama itu. Suara perempuan. Pelan. Sangat dekat. Memanggil nama saya.

“Rama…”

Suara itu seperti keluar dari bawah tanah. Atau dari balik batang pohon besar di depan saya. Bulu kuduk saya berdiri. Saya memaksa diri untuk berkata bahwa itu hanya suara imajinasi akibat ketakutan. Tapi suara itu terdengar lagi.

“Raaamaaa…”

Suara itu bukan manusia. Tapi bukan p**a hewan. Suaranya seperti berasal dari tenggorokan yang penuh lumpur, seolah seseorang yang sudah lama tidak menggunakan pita suaranya mencoba bicara lagi.

Saya memutuskan untuk pergi. Namun setiap saya mencoba berjalan, suara langkah kaki saya ditiru. Tidak hanya ditiru, tapi diperbesar. Jika saya melangkah satu langkah, ada dua langkah lain yang datang dari belakang. Jika saya berhenti, langkah itu berhenti. Jika saya mempercepat, langkah itu berlari pelan di antara pepohonan.

Saya menoleh. Tidak ada siapa pun. Tapi pohon di belakang saya bergerak sedikit, seperti ada sesuatu yang baru saja bersembunyi di baliknya.

Ketika saya kembali melangkah, saya melihat sesuatu. Di sudut mata kanan saya, sebuah bayangan panjang melintas cepat, lebih cepat dari manusia berlari. Saya mengernyit, mengangkat kamera, dan memotret tanpa pikir panjang. Kilatan cahaya kamera memantul di pepohonan. Dan ketika saya melihat layar, ada sosok tinggi—terlalu tinggi—berdiri di kejauhan. Hitam. Menyatu dengan pepohonan. Tapi saya bisa merasakan matanya mengarah tepat pada saya.

Saya menghapus foto itu. Tapi bayangannya tetap membekas di kepala saya.

Tiba-tiba, hutan menjadi hening. Hening yang tidak wajar. Bahkan suara napas saya pun terasa terlalu keras. Seperti hutan sedang menahan napas, menunggu sesuatu terjadi. Saya merasakan tekanan sakit di kepala, seperti seseorang menempelkan tangan dingin di tengkuk saya. Saya mulai gemetar.

Saya memutuskan berlari. Tidak peduli arah mana. Yang penting menjauh dari suara itu, dari bayangan itu, dari hutan yang terasa seperti menutup dirinya di belakang saya. Setiap langkah terasa makin berat, seolah tanah mencoba menahan kaki saya. Seperti akar-akar kecil meraih tumit saya.

Ketika saya berhenti untuk mengambil napas, saya baru menyadari saya berada di sebuah area yang berbeda. Lebih gelap. Pepohonannya lebih rapat. Ada gubuk kayu kecil di depan saya—gubuk yang tidak ada di peta mana pun. Gubuk itu rusak, pintunya menggantung, dan dari dalamnya keluar bau tanah basah bercampur bau busuk seperti daging membusuk.

Saya ingin mundur. Tapi sebelum saya sempat melangkah, pintu gubuk itu bergerak.

Berderit pelan.

Lalu terbuka sedikit.

Dan dari kegelapan di dalamnya, muncul suara napas panjang—sangat panjang—seperti seseorang yang baru bangun setelah tidur beberapa tahun.

Saya mundur perlahan, namun tanah di belakang saya tiba-tiba retak kecil. Saat saya menoleh, saya melihat jejak kaki di tanah. Jejak kaki wanita. Kecil. Tapi sangat dalam, seperti pemiliknya menapak dengan berat tidak wajar. Jejak itu mengarah langsung ke belakang saya. Jejak itu baru.

Saya menahan napas.

Kemudian suara itu memanggil lagi.

“Rama… masuk…”

Saya berlari. Kali ini tidak peduli apa pun. Saya menabrak ranting, semak berduri, bahkan jatuh beberapa kali, tapi saya terus berlari sampai tiba-tiba saya melihat cahaya. Cahaya kuning yang sangat familiar—lampu pos jaga hutan.

Saya keluar hutan sambil terengah-engah, hampir jatuh. Penjaga pos terkejut melihat saya. Katanya, saya terlihat seperti orang yang baru saja ditarik sesuatu dari dalam tanah.

Saya tidak menjelaskan apa pun.

Ketika saya sampai rumah, saya mencoba tidur. Tapi setiap kali saya memejamkan mata, saya melihat gubuk itu. Pintu yang terbuka. Bayangan tinggi di balik pepohonan. Dan jejak kaki kecil yang mengikuti saya.

Selama beberapa minggu setelahnya, saya menghindari tempat gelap. Saya tidak berani melihat cermin saat malam. Bahkan suara ketukan AC kamar bisa membuat dada saya sesak. Semua itu memperparah keadaan ketika saya mulai menemukan daun-daun basah di dekat ranjang saya, seolah ada sesuatu dari hutan yang datang masuk.

Suara perempuan itu mengikuti saya. Kadang muncul dalam mimpiku, kadang muncul ketika saya sedang sendiri. Kadang terdengar seperti berbisik di balik tirai kamar mandi. Kadang tepat di belakang telinga ketika saya sedang memotong makanan.

Saya berkali-kali meyakinkan diri bahwa itu hanya trauma.

Namun ada satu hal yang membuat saya benar-benar tidak bisa menyangkal kenyataan.

Pada suatu pagi, ketika saya membuka aplikasi galeri untuk memeriksa foto pekerjaan lain, saya menemukan satu foto baru. Foto yang saya yakin bukan saya yang ambil.

Gubuk itu.

Tapi pintunya terbuka lebih lebar.

Dan di dalam kegelapan itu… ada wajah seseorang. Wajah pucat dengan mata cekung yang mengarah tepat ke kamera. Dan di bawahnya, tulisan samar seperti goresan kuku:

“Kamu belum kembali.”

Saya tidak tidur sejak itu. Dan sampai sekarang, ketika saya menulis cerita ini, saya bisa mendengar langkah pelan di luar kamar. Langkah yang terlalu ringan untuk laki-laki, tapi terlalu berat untuk anak kecil.

Saya menuli…
…sebentar.

Ada yang mengetuk jendela.

Pelan.

Teratur.

Dan suara itu memanggil lagi…

“Raaamaaa…”

12/12/2025
12/12/2025
12/12/2025

Sosok Putih di Waktu Subuh - Dikirim oleh: Willma Rasyida

Pagi ini aku ada seminar diluar kota yang mengharuskanku berangkat lbh awal dari biasanya.Dan aku tidak punya apa-apa untuk sarapan dan bekal jadi aku ingin membeli saja di warung nasi Mak Nah.Selepas sholat shubuh akupun bergegaslah ke warung makan nah,waktu aku melewati kebun sengon yang luas dan gelap tak ada apapun yang aneh,aku juga tidak merasa takut karena waktu sudah shubuh,orang2 di masjid dan musholapun masih belum p**ang.

Sampai di kedai Mak nah akupun membeli nasi dan lauk pauknya lalu segera p**ang.Aku p**ang lewat kebun sengon yang luas itu lagi karena jalan itulah yang terdekat,tapi pas habis melewati musholla ujung jalan dan mulai mau lewat kebun aku melihat ada sesosok orang tiba tiba ada di depanku,aku terkejut.Sejak kapan munculnya dan ketika ku perhatikan dia agak pendek pakai baju mirip mukena,kupikir orang p**ang dari musholla.

Biar ada teman jalan kukejarlah dia,tapi semakin kukejar dia tambah cepat jalannya dan bertambah tinggi badannya.Karena penasaran kupanggilah dia,maak...maak tunggu kita barengan...gitu teriakku tapi dia diam saja,hingga sampailah di tikungan arah rumahku dia belok akupun belok,pas kulihat kok dia jadi setinggi plafon pakai jubah putih yang ada tutup kepalanya dan masuk ke garasi rumahku aku cepat cepat lari dan memastikan siapa dia.Anehnya pas aku sampai di garasi tidak ada siapapun disana dan pintu masuk masih terkunci.Tapi aku mencium bau seperti parfum Arab yang sampai sekarang aku masih ingat.

Dari teman teman disini kira kira ada yang tahu siapa dia?

12/12/2025
12/12/2025

Dikirim oleh: Sri Lestari

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh, ini cerita reel/ nyata kualami sendiri di rumah ngontrakanku, aku, ibuku dan putra ragilku yang tinggal di rumah itu rmh nya tetangga banyak maklum perumahan (P) maaf gak saya sebutkan, waktu masuk rmh saya juga sudah mengadakan selamatan dengan tetangga yang dulu juga tetangga baru.

Awalnya aku gak peduli pada cerita tetangga baru bahwa rmh itu singup karena para tetangga sering melihat malam2 sosok wanita berbaju putih dengan potongan rambut sebahu sering petik2 bunga melati di halaman aku gak percaya dengan itu, tapi anehnya saya ingat kok lampu ruang makan itu tidak menyala sdh dipasangi lampu mati terus... Ruang makan berdekatan dengan kmr kosong yang selalu fi kunci dan tidak bisa dibuka... Dan orang yang sering membantuku itu tidak mau masuk rumah nunggu aku p**ang kerja, saya tanya gak berani masuk sendirian katanya...

Suatu malam ku kedatangan tamu 2 bapak Ustadz yang mengaduh keagamaan anakku... Akhirnya aku ke dapur untuk membuatkan kopi pas mengaduk kopi tiba2 muncul wanita berbaju putih rambut sebahu menutupi mukanya lewat di belakangku persis dia keluar dari kamar kosong tengkukku berdiri aku tidak bisa bergerak mau mengucapkan do'a2 aja mulut terkunci pokoknya kaku dia berjalan kearah tangga naik ke atas tempat jemur baju.... Pas dia menghilang baru aku bisa bergerak cepat angkat baki ke ruang tamu. Tapi aku gak cerita tentang pengalamanku kepada bapak Ustadz tadi...

Baru paginya aku undang teman2 ku yang tahu tentang spiritual dan menceritakan pengalamanku, dia nyarani segera tebang gerombolan bunga melati dan mlamnya dia datang bersama teman2nya untuk sholat Mahgrib berjama'ah langsung mengaji surat Yasin sebanyak 7 kali... Masih banyak cerita seram di rumah itu tapi sekian dullu aku mau sholat Azar dulu, terima kasih jika pengalaman seramku di publikasikan

12/12/2025
12/12/2025

Dikirim oleh: Sam

Mau cerita jg nih KA pengalaman aku ketika baru pindah rumah.
Waktu itu aku baru pindah rumah .kebetulan samping kiri rumah ku sawah dan samping kanan rumahku kebun tetangga. Di belakang rumah aku ada rumah kosong. Tapi rumah kosong itu milik buyut aku yg udh lama bgt ga di tempati sama anaknya. Singkat cerita. Aku blm ada dana buat pasang listrik. Alhasil aku nyalur listriknya ke rumah kosong itu KRNA memang masih terpasang liatriknya. Tapi anehnya setiap suami kerja sif MLM lampu nya mati. Tdinya aku kira mati lampu trnyata cuma lampu rumahku aja yg mati.

Setiap jam 1 MLM pasti ada suara sreekk..sreek.. dan posisinya sllu ketika suamiku kerja sif Mlm.dan juga kalo suami p**ang MLM kena sif 2 .dya kalo p**ang pasti ketok kaca kamar. Naah satu ketika kaca kamar ku ada yg ketok 3x ku kira suamiku aku tengok jendela tak ada orng .akhirnya aku liat di kaca pintu pun ngga ada orang .pas aku liat jam 23:30.
Dari situ aku bilang k suami kalo udh nyampe rmh klakson aja motornya biar aku kebangun kalo lagi tidur.
Tapi alhmdulilah dengan brjalannya waktu skrng aku bisa beradaptasi dengan lingkungan ku .walau pun sekelilingku sepi.

12/12/2025

Santet dari Istri Baru Suamiku dan Berakhir ke Anakku - Dikirim oleh: Ara

aku tidak pernah berfikir bahwa dunia begitu kejam dengan kuu.

sebelumnya hai kenalin aku rima,anak dari kedua orang tua yg saat ini ingin sekali aku berbagi cerita tentang mereka,kebetulan aku sendiri sebagai anak juga terlibat dalam santet ibu tiri ku,
dan alhamdulillah aku berhasil selamat dari santet ibu tiriku,tapi tidak dengan ibuku.

oke kita mulai saja,ini kisah ibuku.
dimulai saat pertama aku menikah dengan seorang lelaki yang tidak di sengaja ku temui,lelaki itu sangat baik awalnya,saat itu tepat 23 juli 1993,aku menikah dengan lelaki itu,dia mengutarakan niat baiknya,apa salahnya kita menerima.

di awal pernikahan aku di karuniai seorang anak perempuan yang aku beri rima,dia anak pertamaku dengan lelaki itu.
dan di usia pernikahan ku sudah memasuki tahun ke 5 akupun mengandung dan melahirkan anak perempuan lagi,(nama anak kedua saya samarkan,karena disini yang ingin saya bahas hanya ibu dan anak perempuan pertama bernama rima).

begitu seterusnya hingga di bawah nya masih ada 3 orang adik,satu lelaki dan dua dibawahnya perempuan.
pernikahan yang menurut saya sampai di hari tua,hampir tidak pernah terjadi percekcokan antara saya dan suami saya,masalah ekonomi pun tidak pernah di permasalahkan,karena sudah takdir mau bagaimana lagi.

hidup serba berkecukupan tidak menjadi penghalang untuk saya tetap mencintai suami saya.
hingga sekarang anak sudah pada besar pun rasa kasih dan sayang saya tidak pernah berkurang sedikitpun untuk suami saya,begitu juga untuk anak-anak.

pada pertengahan tahun 2017,suami saya yang biasanya selalu bertanya,bagaimana harini cape??,walaupun saya hanya irt(ibu rumah tangga),tapi beliau tidak pernah lupa untuk bertanya gimana keadaan saya dan anak-anak dirumah.

tapi pada saat itu suami saya,p**ang kerja,lebih sering diam,saya berfikir positif mungkin hanya faktor kecapean.
tidak sampai disitu,menjelang beberapa tahun belakangan itu,saya hampir sudah terbiasa dengan,sifat dingin&cuek suami saya.
apalah daya seorang istri yg harus memahami keadaan suami saat p**ang kerja,padahal istri juga butuh di fahami sama suami,dan sedikit perhatian darinya.
dri pertengahan tahun 2017 itulah saya bertahan sampe di akhir tahunnya menuju tahun 2018,saya di kejutkan oleh kabar mulut kemulut dari tetangga saya,bahwa dia melihat suami saya,mengantarkan seorang perempuan di persimpangan jalan,awalnya tetangga saya mengira bahwa itu saya,setelah di perhatikan ternyata wanita itu bukan saya.
wanita itu mengenakan pakaian dinas guru.
tetangga saya ini cepat-cepat melaporkan kejadian ini ke saya,awalnya saya hanya berfikir positif bahwa,suami saya hanya sekedar membantu orang lain.

tapi setelah b*k beredarnya informasi dari tetangga saya,saya sedikit manaruh curiga terhadap suami saya sendiri,sebab setiap bepergian yang biasa nya dia tidak pernah rapi,apalgi wangi,dan saat ini dia berubah drastis,pakaian terlihat sangat rapi,dan memakai wewangian.

ada rasa was was bercampur curiga di hati saya,tapi apalah daya,saya seorang wanita,yang mempunyai anak kecil,sulit untuk meninggalkan mereka,bila saya mensusul suami saya diam-diam dari belakang dan meninggalkan anak-anak saya.

maka saya urungkan niat untuk mengikuti kemana suami saya pergi saat itu.
selang beberapa hari,ada tamu seorang lelaki bertamu di rumah saya,saat itu dirumah hanya ada saya dan anak-anak,suami saya seperti biasa sedang bekerja.

lelaki ini bertamu dan mengaku bahwa dia adik kandung dari istri baru suami saya,dia menceritakan dari awal sampe akhir maksud kedatangan dia kerumah saya,memberi tahu bahwa kakak dia menikah dengan suami saya secara siri.
saya terkejut bukang kepalang,dan hampir kehilangan kesadaran diri,lelaki itu cepat-cepat pamit p**ang sebab melihat saya hampir mau pingsan itu.

seperti biasa suami saya p**ang kerja sama dengan raut wajah cuek dan dinginnya,tetapi saya tetap menutupi masalah ini seolah tidak terjadi apa apa dalam hubungan rumah tangga saya.

tetapi lambat laun suami saya terus terang ke saya,bahwa dia sudah menikah lagi,dan ingin segera bercerai dengan saya.
awalnya saya menolak karena demi anak-anak,saya pun tidak bekerja hanya irt,tetapi suami saya berkata,jangan risaukan persoalan anak-anak ini,suami saya yang menanggung biaya sekolah dan tetap bertanggung jawab,hanya saja,kurangnya,dia sudah tidak bersama saya lagi.

seiring berjalannya waktu,anak saya sering di bawa ke rumah istri baru suami saya,terkadang tidur di sana,dikarenakan dia ayah dari anak-anak saya,saya mempercayai nya.

namun sepertinya,istri barunya tampak cemburu terhadap anak-saya,karena suami saya masih bertanggung jawab atas keperluan anaknya,baik uang jajan atau uang sekolah,namanya dia ayah kandung nya pantas seorang ayah tidak melupakan tanggung jawabnya.

istrinya barunya juga seperti cemburu terhadap saya,karena suami saya,tidak pernah lupa mengirim uang untuk saya dan anak-anak.
beberapa bulan lamanya,saya mendadak muntah darah hingga sakit keras,saya juga sempat periksa kedokter,cuma dokter belum mengetahui lelak penyakit dalam tubuh saya.
saya jatuh sakit saat itu selama 2 tahun lamanya,setalah itu saya di bawa berobat ke dukun kampung oleh ibu kandung saya,nenek dari
anak-anak.

di saat itulah saya menemukan titik permasalahan yang ada di dalam tubuh saya,ternyata saya di kirim penyakit oleh istri barunya suami saya,saya bermaksud ingin mengetahui nya saja,tidak bermaksud ingin mengirim kembali atau membalas.
saya juga di beri pegangan,dan ternyata pegangan itu tidak bertahan lama,kalau kata orang,lebih kuat lawan nya.

bertahun tahun saya sakit keras hingga badan saya kurus mirip tengkorak hidup,akibat penyakit yg saya derita,
saya tidak bertahan lama,saya wafat pada tahun 2022,dari tahun 2020 saya berjuang melawan sakit yang tidak jelas sakitnya ini.

sungguh kejam manusia yang telah mengirim penyakit ke tubuh saya,sehingga saya meninggalkan anak-anak saya yang masih kecil.

penderitaan di rumah tangga saya tidak sampai di titik saat saya wafat saja,ternyata penyakit saya turun ke anak perempuan pertama saya.
neneknya juga sudah curiga bahwa palakunya pasti orang yg sama,ternyata benar,istri baru mantan suami saya.

dia iri dan syirik terhadap anak saya rima,yang pada saat itu sudah bekerja,dan sukses.

padahal anak-anak saya sudah lama tidak di nafkahi oleh suami saya,setelah pasca ketahuanya istri barunya mengirim sakit ke saya,dengan beralasan mantan suami saya takut saya dan anak-anak kenapa napa makanya dia tidak mengirimkan nafkah lagi ke kelurga saya,sebab suami saya tahu bahwa istri barunya cemburu mantan suami saya kirim uang ke kelurga saya.

balik cerita ke rima anak perempuan pertama saya,istri baru mantan suami saya,iri dengan kesuksesan rima,setelah di bawa berobat ke dukun kampung oleh neneknya,ketahuan bahwa dialah biang dari semua permasalahan selama ini,dia mengirimkan sakit melalui makanan anak saya,yaitu bakso.

anak saya berhnti kerja sebab sakit keras yang di derita nyaa,sama halnya dengan saya,berobat ke dokter pun sia-sia,tidak terbaca penyakit di tubuhnya.

tapi saat itu nenek nya rima tidak diam saja,dia coba cari orang pandai yang dapat mengobati rima,agar tidak terjadi hal yang sama seperti musibah lalu yang saya alami.

dan alhamdulillah sekarang dia sudah di obati oleh orang pandai,sekarang keadaan rima lebih baik dari sebelumnya,yang awalnya tidak mau makan,sekarang mau makan.
tapi balik ke diri sendiri,saya juga tidak membenarkan main orang pandai atau dukun,tapi ya namanya dunia ini kejam,ada orang jahat ada orang baik,dan tidak semua sakit bisa di tangani dengan medis saja.

sekian terimakasih semoga s**a dengan cerita nyata saya!
saya rima see you!

12/12/2025
12/12/2025

Hantu Minta Sate - Dikirim oleh: Willma Rasyida

Kisah ini kudapat waktu KKN di salah satu desa terpencil di Purwodadi.Kami satu posko terdiri dari 5 orang,3 perempuan dan 2 laki laki.Mahasiswa cewek tidur di rumah Pak Kadus yang cowok tidur di posko.Di desa itu walaupun jaman sudah modern tapi listriknya masih kiyep-kiyep alias remang remang karena warga jarang memasang lampu penerangan di luar rumah menjadikan suasana kampung menjadi gelap dan seram di malam hari apalagi disana masih banyak rumpun bambu petung.

Di desa itu ada warung sate yang terkenal enak,namanya warung sate Cak shakera,satenya empuk dan bumbu melimpah harganyapun murah.Satu porsi 10 tusuk sate harganya Rp.12.000.Warung sate itu laris sekali.

Suatu malam teman kami yang cowok kan tidur di posko sebutlah namanya Budi dan Agus keduanya sedang terlelap tidur kelelahan karena aktivitas yang padat siang tadi,jam 11 Budi membangunkan Agus.Budi bilang dia kelaparan dan ingin makan sate,lalu dia mengajak Agus membeli sate di warung sate Cak shakera.Awalnya Agus menolaknya karena selain masih ngantuk juga capek dan lagi hari sudah larut malam mungkin sudah tutup.Tapi Budi memaksa, akhirnya Agus mau menemani Budi membeli sate.Tak lama keduanya sudah sampai di warung pak Shakera yang ternyata masih buka,dan Budi memesan 100 tusuk.Agus kaget buat apa sate sebanyak itu,tapi Budi bilang aku lapar klo sisa bisa bisa disimpan buat sarapan besok pagi.Singkatnya mereka baliklah ke posko,dan Budi makan sate dengan lahap sementara Agus lanjut tidur karena masih mengantuk dan tidak selera makan.

Pagi harinya waktu mereka berdua bangun betapa kagetnya karena tusuk sate banyak bertebaran dimana mana dan piring bekas makan sate berlumpur hitam.Lalu Agus menuduh Budi makan sate rakus banget sampai 100 tusuk dimakan sendiri habis itu jorok lagi tusuknya bertebaran kemana mana.Budinya bingung di bilang "Kamu ngomong apa Gus?Aku malam2 beli sate?Kapan aku ngajak kamu,kan kamu sama aku tidur,aku juga baru bangun bareng kamu pagi ini"

Gantian Agus yang bingung,lalu dia cerita ke Budi tentang yang dialaminya katanya tadi malam Budi lapar dan minta diantar ke warung sate dan pesan 100 tusuk sampai di posko Agus balik tidur dan sementara Budi makan sate.Budi heran bukan main,mana mungkin aku sanggup makan sate 100 tusuk lagip**a uang darimana.Kabar itu disampaikan ke pak Kadus dan dari pak Kadus mereka tahu bahwa itu perbuatan mahluk halus yang menyerupai Budi.

Yang bikin heran apakah hantu juga s**a makan sate?

12/12/2025

Address

Palu
40241

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when The Exclusive jaket posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to The Exclusive jaket:

Share

Category