22/06/2020
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء
“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Sifat malu adalah sifat yang sangat agung dalam Islam. Berikut adalah poin-poin mengapa sifat malu adalah sifat yang sangat agung:
Malu adalah bagian dari iman, dan setiap yang termasuk iman adalah sesuatu yang agung.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Iman itu ada 70 atau 60 sekian cabang. Yang paling tinggi adalah perkataan ‘laa ilaha illallah’ (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan sifat malu merupakan bagian dari iman.”
Dalam hadits lain disebutkan bahwa iman dan malu tidak bisa dipisahkan. Satu hilang, maka yang lain akan hilang. Jika rasa malu hilang, maka iman akan hilang. Sebaliknya pun jika tidak ada iman, maka tidak akan ada rasa malu.
“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.” (HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu p**a Adz Dzahabi)
Rasa malu yang merupakan sebagian dari iman, merupakan kunci utama masuk surga.
“Rasa malu adalah bagian dari iman. Dan iman tempatnya di dalam surga.”(HR. At tirmidzi, Al Hakim, Al Baihaqi).
Berdasarkan hadits tersebut dan penjelasan sebelumnya, maka iman tidak akan ada tanpa rasa malu, dan iman adalah kunci utama untuk masuk surga. Maka dapat disimpulkan bahwa rasa malu merupakan kunci utama untuk masuk surga.
Rasa malu adalah akhlak khas dari ajaran agama Islam.
Setiap agama mempunyai ajaran-ajaran khas sendiri, dan rasa malu adalah khas dari ajaran agama Islam.