Launching International Batik Center
Tentu saja bagi siapapun ingin rasanya IBC atau International Batik Center yang terletak di Kabupaten Pekalongan ini dapat segera dibuka secara resmi oleh pejabat setempat. Terlebih lagi bagi yang memiliki toko di International Batik Center, pastinya lebih tidak sabar lagi ingin mendemonstrasikan produk batik kahas pekalongan pada Grosir batik bertaraf Internat
ional. Berkaitan dengan akan di bukanya secara resmi atau launching International Batik Center ini akan di hadiri oleh Ibu Ani Yudoyono yang akan menjadi saksi peresmian International batik center di Wiradesa ini. Kios yang hampir 95% terjual ini akan menampilkan produk terbaik mereka pada event launcing yang akan diselenggarakan pada tanggal 03 Maret 2012. Berdiri di atas lahan seluas lebih dari 4 hektare di jalur Pantura, tepatnya di jalan A Yani Nomor 573 Wiradesa Kabupaten Pekalongan, International Batik Center (IBC) akan menjadi sebuah ikon baru Pekalongan. KEHADIRAN sentra batik dengan label Internasional ini akan semakin menguatkan posisi Pekalongan sebagai pusat batik dan tekstil dunia. Selain itu, adanya IBC diharapkan mampu menarik hati pemerintah untuk membangun bandara di Pekalongan. Direncanakan, peletakan batu pertama pembangunan IBC akan dimulai, Kamis (23/12) mendatang. Menempati tempat bekas pabrik tekstil PT Gunatex Jaya, terletak di sisi selatan jalur pantura, IBC nantinya akan terdiri dari 700 dengan berbagai ukuran, area workshop batik, food court (pujasera), sarana ibadah, tempat parkir luas, serta dilengkapi dengan Museum Batik. IBC merupakan sebuah kompleks yang dirancang untuk dapat menampung kegiatan transaksi perdagangan dan pemasaran batik baik dalam partai kecil, menengah ataupun besar, dalam skala lokal, regional maupun internasional. Dilatarbelakangi dari adanya pengakuan batik sebagai salah satu warisan budaya dunia tak benda asal Indonesia oleh UNESCO pada 2 Oktober tahun lalu, dijadikan sebagai momentum yang tepat untuk membangun batik. Seperti yang dituturkan oleh salah seorang Marketing IBC Tim Pekalongan, Drs Sony Hikmalul MSi, saat ditemui Radar di kantor IBC kemarin. “Apalagi Pekalongan secara luas merupakan kota yang diwarisi oleh nenek moyang kita budaya batik sejak ratusan tahun lalu,” katanya. Dikatakan, bahwa IBC ini dibangun dengan konsep yang berbeda dengan beberapa pasar grosir batik yang telah ada di Kota dan Kabupaten Pekalongan. IBC tidak hanya dikunjungi oleh pembeli mancanegara saja, tetapi juga para pengunjung domestik yang melewati jalur pantura. Filosofi bangunan IBC dikatakan mempunyai daya tarik tersendiri khususnya untuk para pembeli, yaitu dengan filosofi ‘Ngadepake Bandaran Ghede Mungkurake Pagunungan’.
“Kawasan ini memang kita desain tidak hanya sebagai kawasan perdagangan batik semata, seperti pasar-pasar yang telah ada. Kalau di tempat lain kan hanya sebagai tempat penjualan batik semata,” ungkap Sony. Penekanan pada sisi budaya tersebut, lanjutnya, akan ditampilkan dalam suasana di IBC, bentuk bangunan, serta fasilitas-fasilitas penunjang lainnya, seperti kehadiran museum batik mini di kompleks IBC “Disini nanti dilengkapi museum batik, tempat edukasi tentang batik, business center, serta fasilitas lainnya, seperti joglo, yang bisa digunakan untuk menyelenggarakan berbagai event,” paparnya. Sony tidak setuju, jika kehadiran IBC nantinya dianggap akan mematikan grosir-grosir batik yang ada, baik itu di wilayah Kabupaten Pekalongan, seperti Grosir Batik Pantura, maupun grosir batik di Kota Pekalongan.
“Justru akan menghidupkan grosir-grosir itu. Dengan dibangunnya IBC ini, kita akan membuat jaringan secara internasional di mancanegara, sehingga mampu menambah kunjungan wisatawan kemari. Kita ingin meneruskan pembangunan Pekalongan. Jika berhenti sebentar saja, pasti akan ketinggalan dengan daerah lain,” ujar pria yang juga Ketua Politeknik Batik Pusmanu Pekalongan ini. Kemudian, jaringan investor internasional yang telah dibangun tersebut akan menjadi ‘rel’ jaringan batik Pekalongan ke mancanegara. BANDARA
Adanya rencana dari pemerintah pusat yang akan membangun jalan tol dari Brebes yang melewati wilayah Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu alasan mengapa IBC dinyatakan sangat tepat untuk dibangun di wilayah Wiradesa. Pasalnya, kata Sony, direncanakan simpul atau pintu masuk dari jalan tol menuju ke Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan terletak di daerah Bojong, yang notabene tidak jauh dari Wiradesa. Pada tahun 2012, pembangunan ‘double track’ atau rel ganda jalur kereta di Pantura diperkirakan akan selesai. Dengan adanya rel ganda tersebut, calon pengunjung dari Jakarta akan lebih cepat dan mudah menuju ke Pekalongan. Dengan kereta eksekutif, dari yang semula sampai ke Pekalongan menempuh waktu hingga 4 jam, nantinya akan lebih singkat 1 jam. Sementara, keberadaan stasiun Kereta Api Pekalongan, yang terletak 3 kilometer di sebelah timur IBC “Dengan begitu, para pengunjung yang akan ke sini tidak akan kesulitan, karena dekat dengan sarana transportasi,” ujarnya. Selain itu, adanya wacana pembangunan Bandara Internasional di luar Kota Semarang oleh pemerintah karena Bandara Ahmad Yani yang ada sekarang dinilai sudah tidak layak, dijadikan sebagai momentum yang sangat tepat bagi pengembang IBC. Seperti yang telah dikatakan oleh beberapa tokoh nasional, bahwa rencana pembangunan bandara saat ini direncanakan kalau tidak di Demak yang di wilayah Kendal. Sementara, tanah di Demak cenderung labil, sedangkan di Kendal juga kurang mendukung karena dipenuhi dengan bukit-bukit atau pegunungan.
“Akhirnya, pilihan tepat untuk dibangun bandara ya di wilayah Kabupaten Pekalongan, terutama di sekitar Wiradesa. Selain masih banyak lahan yang tersedia, juga karena kondisi perekonomian disini berkembang pesat,” tandasnya. Sony, mengutip pendapat beberapa tokoh, mengharapkan dengan adanya IBC mampu menarik perhatian pemerintah pusat untuk melirik Pekalongan terutama Wiradesa sebagai lokasi yang tepat untuk membangun bandara. DIDUKUNG
Rencana pembangunan IBC telah mendapatkan dukungan dari banyak pihak, baik kalangan swasta, tokoh agama/ulama terutama ulama Khasrimatik Pekalongan Habib Lutfi Bin Ali Yahya, serta pemerintah daerah setempat. Seperti yang terungkap dalam “Sarasehan Bisnis” Kabupaten Pekalongan yang dilaksanakan pada 18 November lalu. Bupati Pekalongan Dra Hj Siti Qomariyah MA menerangkan, pihaknya mendukung dengan adanya rencana pembangunan IBC, karena selain melestarikan budaya yang telah diakui UNESO sebagai warisan budaya tak benda, juga akan dapat menampung kegiatan transaksi perdagangan dan pemasaran batik, baik dalam partai kecil maupun besar, skala lokal, regional maupun Internasional. “Pekalongan merupakan produsen batik paling besar, produknya mencapai 60 persen di Indonesia,” ucapnya. Pada kesempatan yang sama, Top Marketing International Marketing Consultant, Hadi Irawan menjelaskan, pengusaha memerlukan nilai tambah untuk memasarkan produknya, dan sikap kreatif dengan membangun sistem. “Sehingga akan menjadikan usahanya tetap laris di pasaran, meski dijual dengan harga yang tinggi, tentunya dengan menjadikan produknya berkualitas,” ucapnya. Usaha IBC, lanjutnya, merupakan bentuk usaha yang prospektif dan mempunyai sejarah tinggi tentang keberadaan batik di tanah air, sehingga optimis saja kesuksesan bakal diperolehnya. Sementara Preskom PT Guna Group, Yusuf Gunawan menerangkan, niat untuk membuat IBC merupakan sebuah jalan usaha yang dirintis dengan campur tangan Tuhan, sehingga mudah dan dapat terjadi begitu saja, dengan berbagai eleman pendukungnya. “Tujuan saya hanya agar dapat berguna bagi orang lain,” ucapnya. PUBLIKASI yang dilakukan wartawan dengan medianya masing-masing dinilai akan sangat berperan dalam mempromosikan keberadaan International Batik Center (IBC) ke tingkat nasional dan internasional. Demikian dikatakan Bupati Pekalongan Dra Hj Siti Qomariyah MA dalam sambutannya pada acara Doa Bersama dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan International Batik Center di lahan yang akan digunakan untuk pembangunan IBC di bekas bangunan PT Gunatex Jaya, jalan raya Wiradesa nomor 573 Pekalongan, Kamis (23/12).
“Para wartawan juga berperan besar untuk berpartisipasi mengenalkan IBC ke masyarakat luas. Kalau bisa, pembangunan IBC ini tidak hanya dijadikan sebagai ide lokal semata, tetapi ide nasional,” ujarnya. Qomariyah menjelaskan, seluruh bangsa Indonesia bertanggung jawab dengan kemajuan negerinya. “Jadi, yang bertanggung jawab untuk memajukan IBC ini bukan hanya pengelolanya saja, apakah itu pak Yusuf Gunawan (Preskom Guna Group, red) dan lainnya, tetapi kita semua,” tegasnya. Menurutnya, keberadaan IBC merupakan momentum dan pembelajaran yang sangat penting untuk mengelola batik dengan gaya baru. “Sementara, pasar-pasar yang ada tetap berkembang terus, dengan segmentasi yang berbeda,” imbuhnya. Ditambahkan, Kabupaten Pekalongan yang selama ini sudah dikenal luas dengan batiknya harus tetap bisa menjaga image tersebut. Dan salah satunya, adalah dengan membuat pusat batik yang tidak hanya sebagai tempat belanja semata, melainkan juga sebagai pusat budaya, dan kegiatan lainnya tentang batik dan masyarakatnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua penyelenggara kegiatan Drs Sony Hikmalul MSi menjelaskan tentang latar belakang pembangunan IBC, yang diprakarsai oleh tiga tokoh internasional, yakni Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya, Tet Siong (mantan penasehat ekonomi negeri Cina, saat ini menjadi salah seorang penasehat pariwisata Indonesia) serta Yusuf Gunawan, presiden Komisaris PT Guna Group.
“Dibangunnya IBC adalah gagasan untuk menjadikan Pekalongan sebagai pusat batik dunia. Terlebih setelah batik diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda asli Indonesia,” ujarnya. Sedangkan yang berperan sebagai perancangnya, adalah Bambang Panuju (konsultan teknik tingkat internasional) pemilik PT Bina dari Bandung. Dijelaskan pula, bahwa pengelolaan IBC diserahkan kepada tiga tokoh pemrakarsanya, untuk kemudian menunjuk pelaksananya yang berkompeten yang berasal dari kalangan pengusaha di Pekalongan. Kapolres Pekalongan AKBP Edhie Murbowo, yang turut memberikan sambutan menggarisbawahi tentang arti pentingnya keamanan di Kabupaten Pekalongan. Dikatakan, bahwa diperlukan komitmen bersama untuk mewujudkan rasa aman. “Karena pembangunan ekonomi dan keamanan saliong berkaitan.” tegasnya. Sementara itu, Ulama kharismatik Pekalongan yang juga salah seorang pemrakarsa IBC Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya, memberikan gambaran tentang karya budaya bangsa Indonesia pada masa dulu, yakni candi Prambanan dan Borobudur yang sampai sekarang masih memberikan income besar untuk bangsa Indonesia.
“Padahal itu hanya berbentuk batu yang dihias dengan ukiran indah. Itu saja masih bisa mendatangkan turis dan pendapatan bagi Indonesia. Juga makam para wali, yang sudah meninggal ratusan tahun lalu, masih pula memberikan pemasukan secara ekonomi bagi masyarakat sekitarnya,” paparnya. Maka, Habib Luthfi ingin, agar masyarakat Pekalongan menjawab tantangan untuk membuat ramai IBC yang mulai dibangun itu. “Jangan dijawab tidak, tetapi jawablah dengan perbuatan,” pungkasnya. Setelah pembacaan doa oleh Habib Luthfi, dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan IBC tahap pertama oleh ulama kharismatik tersebut. Dilanjutkan secara berturut-turut oleh Bupati Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan, Kapolres Pekalongan, serta Preskom PT Guna Group Yusuf Gunawan. Acara yang dihadiri jajaran Muspida Kabupaten Pekalongan dan beberapa tokoh masyarajat tersebut juga mengawali secara resmi pemesanan kios oleh para pengusaha yang berminat. Tampak diantaranya, mantan Wakil Walikota Pekalongan H Abu Al Mafachir, Ketua Apindo Kabupaten Pekalongan HA Failasuf, dan Ketua Apindo Kota Pekalongan Umar Ahmad
* Perkembangan Batik di Indonesia *
Kerajinan batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa adalah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan adalah Batik Tulis sampai awal abad ke-XX dan Batik Cap mulai dikenal sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia. Pekalongan
Batik Pekalongan sudah ada sejak sekitar tahun 1800. Namun, perkembangan secara signifikan baru terjadi setelah Perang Diponegoro atau disebut Perang Jawa (1825-1830) di kerajaan Mataram. Perjumpaan masyarakat pekalongan dengan bangsa China, Belanda, Arab, India, Melayu, dan Jepang pada masa lampau telah mewarnai khasanah perbatikan di Pekalongan, baik motif maupun tata warnanya. Seperti Batik Jlamprang yang diilhami dari India dan Arab, Batik Encim dan Klengenan dipengaruhi dari peranakan China, Batik Pagi sore diilhami dari Belanda dan Batik Hokokai diilhami dari Jepang. Perkembangan batik di pekalongan tidak sepenuhnya dikuasai pengusaha bermodal besar, akan tetapi juga sangat bertopang pada ratusan pengusaha kecil dan hampir semua dikerjakan di rumah-rumah. Keanekaragaman tersebut membuktikan bahwa Pekalongan adalah tempat berkumpulnya para penjual dan pembeli yang berasal dari berbagai macam suku bangsa. Batik Pekalongan ini menyatu erat dengan kehidupan masyarakat sehingga Pekalongan merupakan kota yang paling dinamis dalam mengembangkan batik dan merupakan industri batik terbesar di Indonesia dan sudah selayaknya kalau dijuluki sebagai Kota Batik. International Batik Center ( IBC )
Dengan dikenalnya Pekalongan sebagai pusat kerajinan batik, maka International Batik Center (IBC) akan memfasilitasi serta memberikan kemudahan bagi para pengrajin Batik Nusantara untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam memasarkan serta suatu area perdagangan terpadu. International Batik Center menyediakan 700 unit usaha (kios) AC dan Non AC dengan berbagai ukuran yang didukung oleh fasilitas penunjang seperti museum batik, kursus membatik, sarana ibadah, area wisata kuliner dan area bermain anak serta ditunjang oleh area parkir yang luas. Dengan adanya IBC sebagai Pusat Perdagangan Batik yang bersifat Nasional serta International, maka disediakan juga jasa expedisi atau pengiriman barang. Keunggulan International Batik Center
IBC menampung kegiatan transaksi perdagangan dan pemasaran batik dalam partai kecil, menengah maupun besar, skala lokal, skala regional dan skala international. Berlokasi di jalur utama pantura yang merupakan jalur perdagangan di Pulau Jawa, IBC menyediakan fasilitas antara lain: Business Center, ATM Center, Ruang serba Guna, Sistem Keamanan 24Jam, pemadam kebakaran, car call, dan sound system, serta dilengkapi sertifikat HGH Murni dan IMB. Untuk membantu pengusaha kecil maka disediakan juga fasilitas kredit perbankan. International batik center (IBC) di Pekalongan adalah sebuah kompleks yang dirancang untuk dapat menampung kegiatan transaksi perdagangan dan pemasaran batik, baik dalam partai kecil, menengah, maupun besar, dalam skala lokal, regional, maupun internasional. Filosofi International Batik Center
Filosofi bangunan IBC yang mempunyai daya tarik tersendiri khususnya untuk para pembeli, yaitu dengan filosofi "Ngadepke Bundaran Ghede Mungkurake Pagunungan". Dengan konsep yang bersahabat bagi para pembelinya, IBC ini dirancang dengan fasilitas 700 kios dengan berbagai ukuran, area workshop batik, museum batik, food court, sarana ibadah dan area parkir yang sangat luas. Keuntungan, Kemudahan, dan Kenyamanan
Berlokasi di jalan utama Pantura, IBC tidak hanya akan dikunjungi oleh pembeli mancanegara saja, tetapi juga oleh para pengunjung domestik yang sedang melewati jalur utama antar kota tersebut. Sekilas Kota Pekalongan
Dilihat dari budaya dan sejarah batiknya, Pekalongan adalah sebuah kota kecil yang berada di pantai Utara Jawa tengah. Kota ini terkenal akan seni batiknya. dalam sejarahnya, motif Batik Pekalongan diperkenalkan melalui pengaruh dari Belanda, Arab dan China. Pekalongan pernah menjadi pusat batik bagi bangsa Belanda pada tahun 1840 hingga 1940. Ada dua daerah utama yang memproduksi batik di Kota Pekalongan, yaitu Kedungwuni dan Wiradesa. Pengaruh budaya China sangat mem-pengaruhi motif yang tersirat pada batik jenis ini, seperti motif naga, burung Hong dan lain-lain. Dengan eksistensi IBC ini, Pekalongan akan makin dikenal sebagai salah satu kota wisata batik di Indonesia yang dikelola oleh manajemen yang profesional, aktifitas pemasaran yang atraktif serta kalender even yang berkesinambungan. Alamat Lengkap International Batik Center
Business Park Kebon Jeruk Blok I No. 5-6
Jl. Meruya Ilir No. 88 Meruya Utara, Jakarta
Tel. 62-21 30067863, Fax : 62-21 30067861
Jl. Yani (Raya Wiradesa) No. 573, Kabupaten Pekalongan
PO Box 9 PKL, Kode Pos 51152
Tel: 62-285 4416958, 62-285 7865846, Fax (0285) 4416705