21/10/2025
MENANTU INI PERMALUKAN IBUNYA YANG PEMULUNG, TEPAT DIACARA RESEPSI PERNIKAHAN MEREKA
------------
“BU! JANGAN MASUK SINI!”
Suara Raka menggema di ruang resepsi. Tamu-tamu menoleh. Seorang wanita tua dengan kebaya lusuh berdiri di depan pintu, memegang karung di pundaknya. Semua terdiam. Musik berhenti.
Raka sudah berjanji pada dirinya: hari ini harus sempurna. Tak boleh ada noda dari masa lalunya yang kelam—apalagi ibunya yang pemulung. Tapi takdir punya cara sendiri untuk menampar anak durhaka.
“Ibu cuma mau ngucapin selamat, Nak…,” ucap Lastri lirih, senyum kecil di wajah tuanya.
Raka menatap dengan dingin, lalu berkata ke petugas, “Tolong, keluarkan wanita itu.”
Beberapa tamu menahan napas. Nadya, sang pengantin, menutup hidung sambil berbisik ke temannya, “Ih, itu beneran ibunya Raka?”
Lastri ditarik keluar perlahan, tanpa melawan. Hanya suaranya yang tersisa, “Maaf ya, Nak. Ibu cuma pengen lihat kamu bahagia.”
Dan di sana, di tengah dekorasi bunga dan lampu megah, seorang ibu dipermalukan oleh darah dagingnya sendiri.
Seminggu kemudian, video kejadian itu viral. Raka jadi bahan hujatan. Ia mencari ibunya, tapi terlambat. Lastri sudah tiada, meninggalkan surat kecil di kantong bajunya:
“Ibu bangga pernah jadi alasan kamu bisa berdiri setinggi itu. Meski akhirnya, Ibu yang harus jatuh.”
Raka menangis di depan makam ibunya.
Untuk pertama kalinya, ia sadar… yang ia buang bukan sekadar ibu, tapi satu-satunya cinta yang tulus di dunia.