01/02/2024
Day 22
-SI (sabar ikhlas) part 2-
Singkat cerita tentang sakit bapak,
Bapak terkena serangan stroke ke 5, yang menyebabkan penyumbatan saraf ke bagian tenggorokan dan pita suara.
Makan minum harus di bantu dengan selang,
Waktu itu aku seperti putus harapan, aku kira bapak di kondisi kritis, namun tidak
Bapak masih semangat, bapak masih bersuara walaupun hanya mengerang, aku tau sakitnya, tetapi aku berusaha tidak akan menangis di depan bapak.
Di kondisi itu, aku sedang hamil, tetapi alhamdulillah Allah kasi kesejukan lewat anak-anak dan suami yang selalu support.
Di rumah sakit, tiba-tiba Husien menghampiriku
“Umi, bunga ini untuk umi. Husien sayang umi”
Di selasar rumah sakit itu aku terdiam, senang, aku tersadar akan janji Allah jika kita memuliakan orang tua, kelak anak kita pun akan mengikuti, masyaaAllah, tabarakallah.
Iya, itu hal sederhana, tetapi benar2 seperti mengisi energiku yang terkuras selama ini.
Selama 9 bulan, bapak menahan rasa sakit yang teramat, tubuh bapak semakin kurus karena asupan makan hanya lewat selang,
Usia kehamilanku pun semakin bertambah,
Dengan keadaan bapak yang tak bisa bicara itu, kami tetap deeptalk, itu yang sering bapak lakukan dengan ku sedari dulu.
Kami tertawa bersama, saat aku tak tau apa yang bapak pinta, aku tertawa, bapak juga. Mengingat tawa itu, aku merasa di beri pesan sama bapak, sesakit apapun kita jangan sungkan tertawa.
Hmmmm, jika aku ceritakan lebih jauh tentang sakit bapak, terus terang aku saja tidak mampu 🥀