Koko Muslim Azhar

Koko Muslim Azhar KokoAzhar.id adalah Toko online Koko pria dengan model dan desain yang unik dan berbeda dari koko biasanya.

Bersabar menerima segala unjian dari AllahAllah sudah menyiapkan yang lebih spesial setelah ini 😊
13/06/2020

Bersabar menerima segala unjian dari Allah

Allah sudah menyiapkan yang lebih spesial setelah ini 😊

Yang pasti pasti aja betul?Hal yang membuat dilarangnya pacaran dalam agama adalah perilaku yang menyimpang. Ada pejuang...
12/06/2020

Yang pasti pasti aja betul?

Hal yang membuat dilarangnya pacaran dalam agama adalah perilaku yang menyimpang.

Ada pejuang halal disini? 😁

Mending yang pasti redy aja
Hanya di .id 😀

Order klik link di boi 😊

Mau kasih hadiah untuk keluarga terkasih?Bolehnih cocok Kurta Fardha, tidak terlihat nora meski pakai baju koko ☺️Kira-k...
12/06/2020

Mau kasih hadiah untuk keluarga terkasih?

Bolehnih cocok Kurta Fardha, tidak terlihat nora meski pakai baju koko ☺️

Kira-kira mau kasih siapa nih sahabat azhar, kalau dapat baju seperti ini? 😀


Bismillah..Siapa bilang make baju koko ketinggalan jaman?. Tampil keren dengan menggunakan "KOKO KURTA FARDHA"Deskripsi ...
11/06/2020

Bismillah..
Siapa bilang make baju koko ketinggalan jaman?. Tampil keren dengan menggunakan
"KOKO KURTA FARDHA"

Deskripsi Produk:
- Bahannya ringan dan menyerap keringat
- Warna tidak mudah luntur
- Tidak transparan
- Permukaan kain lebih mengkilap

Berat : 400 gr
Bahan: Katun Slub
Order via WA : 0887779575333

Assalamualaikum..Bagaimana nih kabarnya sahabat azhar?Akhirnya .id kembali setelah sekian lama tidak posting 😃          ...
10/06/2020

Assalamualaikum..

Bagaimana nih kabarnya sahabat azhar?
Akhirnya .id kembali setelah sekian lama tidak posting 😃

Koko Kurta Keren Simple dan EleganKURTA ARMAN⠀Kurta Arman terbuat Katun Linen yang karakteristik Tekstur kainnya lembut,...
11/03/2020

Koko Kurta Keren Simple dan Elegan

KURTA ARMAN

Kurta Arman terbuat Katun Linen yang karakteristik Tekstur kainnya lembut, permukaan kain halus dan rapih, serabut kain tidak mudah terburai, dan katun linen sendiri termasuk jenis kain yang terbuat dari serat alami.

KEUNGGULAN KOKO.

- Desain Elegan.

- Pilihan kombinasi warna yang elegan.

- Bahan Aman, adem dan Nyaman di kulit.

- Keren ketika di gunakan.

- harga sangat terjangkau untuk produk kelas PREMIUM.

Size Chart :

Ukuran S :
L B : 52cm, P B : 85cm, Panjang tangan : 35cm

Ukuran M
L B : 54cm , P B : 87cm, Panjang Tangan : 37cm

Ukuran L
L B : 56cm , P B : 89 cm , Panjang Tangan : 39cm

Ukuran XL
L B : 58 cm , P B : 91 cm , Panjang Tangan : 41cm

Ukuran XXL
L B : 60 cm , P B : 93cm , panjang Tangan : 43cm


08/01/2017

Tidak Ada Masa Lalu atau Masa Depan, Hanya Masa Sekarang

Sistem psikis manusia sejatinya dirancang untuk mengalami hal-hal yang baik, terutama emosi positif yang menyertai atau lekat pada rekam jejak kejadian yang mengkristal dalam wujud memori. Saat seseorang mengalami kejadian bermuatan emosi positif, ia merasa girang, bahagia, senang, nyaman. Dan setelah ingar bingar perasaan mereda, ia kembali ke kondisi normal seimbang. Di kemudian hari, saat mengingat kembali pengalaman ini, ia dapat mengalami kembali perasaan yang sama seperti dulu. Ini hal normal dan baik adanya.

Namun tidak demikian dengan pengalaman bernuansa emosi negatif. Emosi negatif adalah virus yang mengganggu dan menggoyahkan sendi-sendi keseimbangan sistem psikis. Berbeda dengan emosi positif, yang seiring waktu berjalan akan memudar, emosi negatif, sesuai sifatnya, tidak dapat pudar dengan sendirinya. Emosi negatif ibarat api yang terus menyala, berkobar, membara hingga suatu saat dipadamkan secara sengaja atau sadar. Bila tidak, emosi ini akan terus menganggu keseimbangan sistem psikis individu dan terwujud dalam beragam simtom baik di aspek mental maupun fisik. Bila individu kembali meningat kejadian masa lalu yang bermuatan emosi negatif maka terjadi efek penguatan, emosi ini menjadi semakin kuat.

Emosi negatif ini, dalam situasi tertentu, seolah telah padam, tidak lagi dirasakan keberadaannya, secara sadar. Namun bila terpicu, ia kembali akan naik ke permukaan dan menimbulkan masalah. Emosi ini tetap ada di pikiran bawah sadar, seolah tertidur lelap, menunggu situasi atau saat yang tepat untuk menggeliat bangun dan kembali menunjukkan keberadaannya. Ini disebut dengan padam semu. Padam semu dapat diakibatkan oleh beberapa hal, antara lain, represi yaitu emosi ditekan sehingga “tenggelam” di kedalaman pikiran bawah sadar, distraksi atau pengalihan di mana individu menyibukkan diri dengan kegiatan lain sehingga tidak merasakan emosi ini, atau “dijinakkan” dengan obat-obatan. Padam semu ini ibarat bom waktu yang sangat destruktif bila suatu saat meledak. Semakin intens emosi, semakin besar energi yang dikandungnya, semakin tinggi daya ledaknya.

Curhat atau meluapkan emosi dalam bentuk ekspresi tertentu, misal verbal atau fisik, yang biasa disebut abreaksi, benar dapat memberi kelegaan, sesaat, namun tidak mampu memadamkan api emosi. Selang beberapa saat, individu akan mengalami simtom yang sama seperti sebelumnya.

Fenomena emosi dan memori, dalam konteks hipnoterapi klinis, sangatlah menarik untuk dikaji. Memori adalah rekaman peristiwa, bukan apa adanya, yang telah dibumbui makna berdasar persepsi atau pemahaman individu. Pemberian makna selanjutnya memunculkan salah satu dari tiga bentuk emosi, positif, netral, atau negatif. Emosi ini dengan sendirinya lekat pada memori. Dan yang selalu menjadi sumber masalah bukan pengalaman atau memori namun emosi. Emosi adalah kunci penyelesaian masalah.

Pandangan awam yang sering mengatakan waktu akan menyembuhkan luka hati/batin akibat pengalaman negatif. Faktanya, waktu tidak dapat menyembuhkan. Luka hati atau batin beda dengan luka fisik. Tubuh fisik bekerja mengikuti hukumnya sendiri dan ini beda dengan hukum yang mengatur kerja pikiran bawah sadar, yang oleh awam disebut sebagai hati.

Pengalaman klinis membuktikan bahwa emosi yang, bahkan, berasal dari pengalaman semasa dalam kandungan tetap eksis dan terus muncul, lebih tepatnya dimunculkan oleh pikiran bawah sadar, sehingga dirasakan dan diketahui keberadaannya oleh individu. Tujuannya satu, ia perlu segera dikeluarkan dari sistem psikis agar keseimbangan asal (default equilibrium) kembali tercapai dan individu bisa kembali tenang, damai, dan bahagia.

Sejatinya, tidak ada masa lalu, tidak ada masa depan, yang ada masa sekarang, di sini, saat ini. Inilah satu-satunya waktu yang berlaku di pikiran, tepatnya pikiran bawah sadar. Masa lampau, masa sekarang, dan masa depan adalah kreasi ilusif pikiran sadar guna memudahkan individu meletakkan kejadian atau peristiwa di lini masa. Saat individu berkata, “Oh…waktu saya masih kecil…..”, atau “Tahun lalu, saya mengalami…..”, sebenarnya yang mengutarakan hal ini adalah pikiran sadar seolah-olah kejadian ini terjadi di masa lalu, telah selesai, berlalu. Namun, di pikiran bawah sadar, semua kejadian yang pernah dialami seseorang, kapanpun itu, baik di masa lalu, masa sekarang, atau di masa depan, dalam imajinasi, dan bahkan dalam mimpi sekalipun, semuanya sedang berlangsung, terjadi, serentak, bersamaan, simultan.

Saat individu mengingat kembali kejadian di masa lalu, emosi yang lekat pada memori ini kembali muncul dan dialaminya persis sama seperti dulu, namun ia mengalaminya saat ini, sekarang (revivifikasi). Demikian p**a bila ia membayangkan sesuatu di masa depan, emosi dirasakan saat ini, bukan nanti. Dengan demikian, sejatinya, tidak ada masa lalu dan masa depan, yang ada hanya masa sekarang di pikiran bawah sadar. Dan perlu diingat, pengaruh bawah sadar terhadap diri individu berkisar antara 95% hingga 99%.

Dari perspektif teori Ego Personality (EP), ini menjadi semakin jelas dan menarik. Pengalaman bermuatan emosi netral atau menyenangkan dapat langsung terintegrasi ke dalam memori global, sementara pengalaman dengan emosi negatif, terutama yang intens, akan terpisah dan memiliki kehidupan sendiri. Memori dan emosi spesifik ini dipegang oleh EP spesifik p**a. EP adalah “entitas” dalam diri dengan usia, sikap, pola pikir, karakter, kebiasaan, memori, emosinya sendiri. Ia berlaku seperti “manusia kecil” dalam diri kita. EP bisa aktif kapan saja dan saat aktif, ia yang menjalankan dan mengendalikan tubuh fisik, ia menjadi individu, pada saat itu. EP tidak hidup di masa lalu atau masa depan. EP ada di pikiran bawah sadar, ia bisa dorman, bisa aktif di kedalaman (underlying) atau aktif di permukaan (executive). EP tinggal di masa kini, mengikuti waktu yang berlaku di pikiran bawah sadar.

Uraian di atas menjawab pertanyaan mengapa pengalaman masa lalu terus memengaruhi diri seseorang padahal kejadiannya sudah sangat lama. Benar, kejadian sudah lama menurut pikiran sadar namun di pikiran bawah sadar ini sedang terjadi.

Sumber : Adi W Gunawan

07/01/2017

Apakah Anda langsung "mendidih" ketika seseorang memotong jalan berkendara Anda? Apakah tekanan darah Anda seolah langsung naik ke level tertinggi begitu anak Anda menolak untuk menuruti perkataan Anda?

Bila "iya", maka Anda berisiko tinggi untuk menjadi seorang pemarah. Memang, kemarahan adalah emosi yang normal, bahkan sehat, tapi penting untuk menghadapinya dengan cara yang positif. Kemarahan yang tidak terkontrol dapat membahayakan kesehatan dan hubungan Anda dengan orang lain.

Menurut Mayo Clinic, menjaga emosi adalah tantangan yang menantang untuk ditaklukkan. Mereka memberi 10 saran untuk mengendalikan amarah agar tak meledak-ledak.

Nomor 1: Selalu ingat timeout

Menghitung sampai 10 bukan hanya untuk anak-anak. Sebelum bereaksi terhadap situasi tegang, mengambil beberapa saat untuk bernapas dalam-dalam dan menghitung sampai 10 dapat membantu meredakan emosi Anda. Jika perlu, menyingkir dari orang atau situasi sampai frustrasi Anda berkurang sedikit.

Nomor 2: Setelah Anda tenang, ekspresikan kemarahan Anda

Segera setelah Anda berpikir jernih, ekspresikan rasa frustrasi Anda dengan cara yang tegas, tapi tak konfrontatif. Nyatakan kekhawatiran dan kebutuhan Anda dengan jelas dan langsung, tanpa menyakiti orang lain atau mencoba untuk mengendalikan mereka.

Nomor 3: Lakukan beberapa olah fisik

Aktivitas fisik dapat memberikan manfaat positif untuk emosi Anda, terutama jika Anda akan "meledak". Jika Anda merasa kemarahan Anda meningkat, pergilah ke luar rumah untuk jalan cepat atau lari, atau pergilah untuk menghabiskan waktu dengan melakukan kegiatan fisik lainnya. Aktivitas fisik merangsang berbagai bahan kimia otak yang dapat membuat Anda merasa lebih bahagia dan lebih santai dari sebelumnya.

Nomor 4: Berpikirlah sebelum Anda berbicara

Dalam kondisi "panas", sangat mudah untuk mengatakan sesuatu yang nantinya justru membuat Anda menyesal. Pikirkan sebelum berkata apa pun dan membiarkan orang lain yang terlibat dalam situasi untuk melakukan hal yang sama.

Nomor 5: Mengidentifikasi solusi yang mungkin

Alih-alih berfokus pada apa yang membuat Anda marah, berupayalah untuk menyelesaikan masalah itu. Apakah kamar yang berantakan membuat Anda "gila"? Segeralah tutup pintu dan membenahinya. Apakah pasangan Anda terlambat untuk makan malam setiap malam? Jadwalkan late dinner di malam-malam tertentu atau buat perjanjian untuk boleh makan sendiri. Ingatkan diri Anda bahwa kemarahan tidak akan memperbaiki apa pun dan hanya mungkin membuatnya lebih buruk.

Nomor 6: Fokuslah pada "saya" dan bukan "Anda"

Untuk menghindari mengkritik atau menyalahkan orang lain--yang mungkin hanya meningkatkan ketegangan--gunakan pernyataan "saya" untuk menggambarkan masalah. Sebagai contoh, katakanlah, "Saya marah karena kamu meninggalkan meja tanpa menawarkan untuk membantu membereskan piring," bukan, "Kamu tidak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga."

Nomor 7: Jangan menyimpan dendam

Memaafkan adalah alat yang ampuh untuk mendamaikan hati. Jika Anda membiarkan kemarahan dan perasaan negatif lainnya menutupi perasaan positif, Anda mungkin menemukan diri Anda ditelan oleh kepahitan sendiri atau rasa ketidakadilan. Tapi, jika Anda dapat memaafkan seseorang yang membuat Anda marah, Anda mungkin belajar lebih baik dari situasi. Tidak realistis untuk mengharapkan semua orang untuk berperilaku persis seperti yang Anda inginkan setiap saat.

Nomor 8: Gunakan humor untuk melepaskan ketegangan

Humor ringan dapat membantu mengatasi ketegangan. Jangan gunakan sarkasme karena bagaimanapun bisa melukai perasaan orang lain dan membuat hal-hal buruk terjadi.

Nomor 9: Lakukan relaksasi

Ketika marah, cobalah lakukan relaksasi. Praktek latihan pernapasan, membayangkan adegan santai, atau mengulangi kata atau frase yang menenangkan, seperti, "Tenang saja" sangat membantu. Anda juga bisa menyingkir sejenak untuk mendengarkan musik, menulis, atau melakukan yoga atau apa pun yang diperlukan untuk mendorong relaksasi.

Nomor 10: Tahu kapan untuk mencari bantuan

Belajar mengendalikan amarah adalah tantangan bagi semua orang. Pertimbangkan untuk mencari bantuan jika kemarahan Anda tampaknya di luar kendali, menyebabkan Anda melakukan hal-hal yang Anda sesali di kemudian hari atau membuat sakit orang-orang di sekitar Anda. Dengan bantuan profesional, Anda dapat mempelajari apa itu kemarahan; mengidentifikasi apa yang memicu kemarahan Anda; mengenali tanda-tanda bahwa Anda bakal marah; belajar untuk menanggapi frustrasi dan kemarahan dengan cara terkontrol dan sehat; serta menjelajahi perasaan yang mendasarinya, seperti kesedihan atau depresi.

04/01/2017

ANAK BERMASALAH ATAU ORANGTUA BERMASALAH?

"Pak Adi, bisa tolong terapi anak saya?" tanya seorang ibu.

"Ada apa dengan anak Ibu sampai perlu saya terapi?" saya balik bertanya.

"Anak saya keras kepala. Kalau sudah punya keinginan harus dituruti. Kalau tidak dituruti ia akan menggunakan segala cara untuk bisa mendapatkan yang ia inginkan. Saya sudah angkat tangan menghadapi anak saya ini" keluh si ibu.

Anak jaman sekarang, menurut para orangtua, sering bermasalah.

Masalahnya macam-macam. Ada saja keluhan para orangtua mengenai anak mereka, antara lain:
- keras kepala.
- s**a bicara, tidak bisa diam.
- kutu buku, tidak s**a bergaul.
- terlalu aktif, tidak bisa diam.
- banyak tanya dan kritis.
- s**a mengkhayal.
- pendiam dan hanya s**a musik.
- tidak s**a belajar tapi senangnya main terus.
- dll...dll...dll...

Saya yakin Anda pasti pernah mendengar keluhan di atas. Apakah benar anak-anak kita bermasalah? Ataukah yang bermasalah justru persepsi orangtua yang salah terhadap kelebihan anak yang mereka persepsikan sebagai masalah?

Saya lebih sering menemukan yang bermasalah orangtua, bukan anaknya.

Orangtua sering menggunakan ukuran mereka, yang belum tentu benar dan tepat, untuk menetapkan anak normal, agak kurang normal, atau bermasalah.

Seringkali anak yang dulu dicap atau dianggap bermasalah seperti keras kepala ternyata setelah dewasa adalah seorang pemimpin yang luar biasa.

Anak yang cerewet ternyata setelah dewasa menjadi seorang pembicara, orator, MC, pelawak, atau presenter.

Anak yang terlalu aktif dan tidak bisa diam setelah besar menjadi olahragawan terkenal.

Anak yang banyak tanya dan kritis setelah dewasa menjadi ilmuwan.
Anak yang s**a mengkhayal setelah dewasa menjadi penulis novel terkenal.

Dan masih banyak lagi anak-anak yang dulunya dianggap bermasalah ternyata setelah dewasa menjadi orang sukses.

Namun yang seringkali terjadi adalah label atau cap yang diberikan orangtua pada anaknya telah menjadi stigma yang sangat merusak Konsep Diri anak. Anak tumbuh besar dengan kepercayaan (belief) bahwa ia anak bermasalah, ada yang salah dengan dirinya.

Sungguh sayang, potensi yang sedemikian besar dalam diri anak tidak bisa bertumbuh dan berkembang optimal karena ketidaktahuan, ketidakpedulian, atau bahkan kebodohan orangtua.

Sudah saatnya kita, para orangtua, instrospeksi. Apakah benar anak kita bermasalah? Atau, jangan-jangan justru kita yang bermasalah?
Beri anak kita cinta yang tulus. Hargai mereka sebagai pribadi unik yang ditakdirkan untuk menjadi orang besar (great).

Mengutip Kahlil Gibran, peran kita, orangtua, hanyalah seperti busur tempat anak panah hidup melesat terbang tinggi menjelajahi angkasa raya.

Bagaimana menurut Anda?

Sumber : Adi W Gunawan

Mental blocks, adalah hambatan secara mental / psikologis yang menyelubungi pikiran seseorang. Ia dapat muncul dari keke...
04/01/2017

Mental blocks, adalah hambatan secara mental / psikologis yang menyelubungi pikiran seseorang. Ia dapat muncul dari kekeliruan pengalaman hidup / pergaulan, sisa traumatik masa lalu, sisa luka batin, sisa pengalaman yang tidak mengenakkan ketika kecil maupun karena “kekeliruan” atau kekurangtepatan cara pandang / anggapan terhadap sesuatu bahkan akibat cara belajar/ pendidikan yang tidak tepat. Kemunculannya (manifestasinya) bisa berbentuk kecanggungan bertindak, kesulitan berbicara (apalagi di depan umum), kesulitan mengaktualisasikan diri (walaupun sebenarnya memiliki berbagai kelebihan, misalnya kecerdasan/ kemampuan lain), kadang juga muncul dalam bentuk sindrom “inferior complex” / sindrom rendah diri.

Contoh gampangnya gini deh… Pernah ngelihat sirkus gak? Nah, coba kita amati tuh binatang buas di sirkus ataubinatang gede semacam gajah… Gajah kan punya kekuatan besar dan bisa aja meloloskan diri dari seutas tali kecil yang ditambat ke tiang pancang yang cuma selengan anak kecil… Dengan sekali tarik pasti deh lepas.. Tapi kenyataannya kan enggak… Itu karena si gajah diajari untuk tidak bisa lepas dari tiang pancang itu.. Alhasil sang gajah pun “percaya” dan menganggap dirinya tidak cukup kuat untuk meloloskan diri… Demikian p**a dengan sang Raja Hutan yang menjadi “loyo”…. Pikiran mereka terlanjur “diprogram” untuk melakukan apa-apa yang diinginkan oleh pemilik sirkus! Itulah gambaran sederhana mental block. Mental block menghalangi pikiran sadar seseorang dari tindakan positif yang memberdayakan.

Apa Itu “Program Negatif”

Berkerabat dengan “mental block”, “program negatif” muncul mengiringi kehidupan kita sehari-hari, yakni ketika pikiran kita berhubungan dengan berbagai informasi yang tidak semuanya memberdayakan! Waspadalah!!! Dalam istilah hipnoterapi, pikiran kita diprogram oleh keadaan dan situasi kehidupan di sekitar kita, diprogram oleh televisi, sinetron, dsb…. Kadang diprogram oleh anggapan kita sendiri yang kadang bertentangan dengan produktivitas. Misalnya, kita pernah menganggap bahwa sukses itu hanya milik orang-orang yang berduit banyak, dsb… Jika pikiran kita meyakini hal itu, maka benar jugalah, terjadilah…. kita sulit sukses karena pikiran kita telah menolaknya! Jadilah “mental block”.

Hal yang sama, terjadi di rumah-rumah, ketika orangtua yang sedang marah, mengata-ngatai anaknya dengan ucapan kasar dan “menghukum”/ memvonis, misalnya…”kamu memang anak goblok kok, masak gini aja gak bisa…”, dsb….. Atau, ada lagi variasi lain. Ketika mendapoati anaknya yang nakalnya bukan main (maklum anak-anak, kan gitu biasanya.. ntar kalo dieeem aja, ntar malah jadi patung lhoh…. hehe…), sang ibu ngomel-ngomel di deopan anaknya p**a: “…duh… bandelnya kamu… kayak anak setan…” (naudzubillaah..). Emang seneng kalo anaknya jadi anak setan.. hehehe….

Di sekolah, sering p**a kita temui guru yang seenaknya berucap sembrono (serampangan) kepada murid-muridnya. Kata-kata itu mempengaruhi pikiran anak dan lambat laun berubah menjadi program negatif yang terbawa hingga anak tersebut dewasa kelak!

Itulah beberapa “ketidaksengajaan” atau “kekhilafan” yang berujung FATAL! Dalam bahasa masyarakat umum (masyarakat Jawa) disebut “mandi pangucape” (manjur kata-katanya).

Dalam terminologi hipnoterapi, kata-kata tersebut masuk ke alam bawah sadar si anak dan langsung memprogram pikiran sadarnya! Ingat: kekuatan alam pikiran bawah sadar = 88% ! Cukup kuat untuk memerintah pikiran sadar (yang cuma 12%!) yang selanjutnya, pikiran sadar memerintah organ-organ tubuh (fisik)! Bayangkan dan rasakan akibat kelalaian kecil tadi ! Demikian juga, bila seseorang terbiasa menerima kata-kata negatif yang merendahkan (bahkan mungkin dialami sejak pada masa kanak-kanak) baik oleh orang-orang di lingkungan rumah, sekolah, di lingkungan permainan bersama teman-temannya, dsb. Atau, seseorang yang ketika kecil sering ditakut-takuti, akan tumbuh menjadi pribadi yang canggung, rendah diri, penakut, dsb… Kalau dah gini nih…. bahaya…. Pengalaman pahit tersebut (kadang berupa trauma), dapat berubah menjadi selaput penghalang (blocks) secara mental, yang disebut mental blocks.

Sebenarnya masih sangat banyak kejadian di sekitar kita yang dapat menjelma menjadi mental block, penghalang pemikiran produktivitas kita.

Proses pemrograman pikiran sebenarnya telah terjadi sejak seorang anak masih di dalam kandungan ibunya, sejak ia berusia 3 bulan. Pada saat ini pikiran bawah sadar telah bekerja sempurna, merekam segala sesuatu yang dialami seorang anak dan ibunya. Semua peristiwa, pengalaman, suara, atau emosi masuk ke dan terekam dengan sangat kuat di pikiran bawah sadar dan menjadi program pikiran.

Saat kita lahir, kita lahir hanya dengan satu pikiran yaitu pikiran bawah sadar. Bekal lainnya adalah otak yang berfungsi sebagai hard disk yang merekam semua hal yang kita alami. Sejak lahir, dan sejalan dengan proses tumbuh kembang, kita mengalami pemrograman pikiran terus menerus, melalui interaksi kita dengan dunia di luar dan di dalam diri kita.

Pada anak kecil, yang memprogram pikirannya adalah terutama kedua orangtuanya, pengasuh, keluarga, lingkungan, guru, TV, dan siapa saja yang dekat dengan dirinya. Saat masih kecil pemrograman terjadi dengan sangat mudah karena pikiran anak belum bisa menolak informasi yang ia terima. Ketidakmampuan memfilter informasi ini disebabkan karena pada saat itu critical factor, atau faktor kritis, dari pikiran sadar belum terbentuk. Kalaupun sudah terbentuk critical factor masih lemah.

Pemrograman pikiran saat anak masih kecil terjadi melalui dua jalur utama yaitu melalui imprint dan misunderstanding. Definisi imprint adalah “a thought that has been registered at the subconscious level of the mind at a time of great emotion or stress, causing a change in behavior” atau imprint adalah apa yang terekam di pikiran bawah sadar saat terjadinya luapan emosi atau stress, mengakibatkan perubahan pada perilaku.

Misunderstanding adalah salah pengertian yang dialami seseorang saat memberikan makna kepada atau menarik simp**an dari suatu peristiwa atau pengalaman.

Baik imprint maupun misunderstanding, setelah terekam di pikiran bawah sadar, akan menjadi program pikiran yang selanjutnya mengendalikan hidup seseorang.

Satu hal yang perlu kita mengerti yaitu bahwa semua, saya ulangi… semua, program pikiran adalah baik. Program pikiran selalu bertujuan membahagiakan kita. Program pikiran diciptakan atau tercipta demi kebaikan kita berdasarkan level kesadaran dan kebijaksanaan kita saat itu.

Program pikiran menjadi mental block apabila bersifat menghambat kita dalam mencapai impian atau tujuan kita. Sebaliknya program pikiran akan menjadi stepping block, batu lompatan, bila bersifat mendukung kita.

Anda jelas sekarang? Atau masih bingung?

Ok, saya kasih contoh ya biar lebih jelas.

Ini dari kasus klinis yang pernah saya tangani. Ada seorang wanita, sebut saja Rosa, cantik, ramah, cerdas, pintar cari uang, dan mandiri tapi sampai saat bertemu saya, usianya saat itu 35 tahun, masih jomblo alias single, belum dapat jodoh.

Rosa juga bingung mengapa ia sulit dapat jodoh. Ada banyak pria yang s**a padanya. Namun setiap kali pacaran dan jika sudah masuk ke rencana untuk menikah, selalu muncul masalah sehingga hubungan mereka akhirnya putus.

Setelah dicari akar masalahnya, saya menemukan program pikiran, di pikiran bawah sadarnya, yang sangat baik namun justru bersifat menghambat dirinya untuk bisa dapat jodoh.

Apa itu?

Ternyata ayah Rosa meninggal saat ia masih kecil, usia 7 tahun. Sejak saat itu ibunya yang bekerja keras menghidupi keluarga mereka. Bahkan pernah sampai jatuh sakit dan hampir meninggal.

Nah, pas saat ibunya sakit keras,Rosa berdoa dan mohon kesembuhan untuk ibunya. Dan dalam doanya ia berjanji bahwa ia akan membalas semua pengorbanan ibunya, setelah ia dewasa kelak, dengan selalu menyayangi dan mendampingi ibunya.

Janji ini ternyata masuk ke pikiran bawah sadarnya dan menjadi program. Benar, sejak saat itu dan hingga ia dewasa Rosa adalah anak yang begitu sayang pada ibunya. Selama ini program pikirannya telah sangat membantu Rosa dalam menjalani hidupnya. Rosa bekerja keras, menjadi anak yang sangat mencintai ibunya. Dan ibunya juga begitu bersyukur dan bahagia karena mempunyai anak yang begitu menyayanginya. Nah, program yang sangat positif ini tiba-tiba berubah menjadi program yang menghambat (baca: mental block) saat Rosa ingin berkeluarga.

Program ini mensabotase setiap upaya Rosa untuk mendapat pasangan hidup. Saat saya berdialog dengan “bagian” (baca: program) yang tidak setuju bila Rosa menikah, saya mendapat jawaban yang jelas dan lugas. Ternyata “bagian” ini khawatir Rosa tidak bisa menepati janjinya, menyayangi dan mendampingi ibunya karena bila menikah, menurut pemikiran “bagian” ini, Rosa harus mengikuti suaminya dan meninggalkan ibunya sendiri. “Bagian” ini tidak setuju dengan hal ini.

Nah, anda jelas sekarang?

Saya beri satu contoh lagi biar lebih jelas.

Saya mendapat email dari seorang pembaca buku, sebut saja Bu Asri, yang mengeluh bahwa ia telah berusaha keras untuk menaikkan penghasilannya namun selalu gagal. Setelah membaca buku The Secret of Mindset dan mendengarkan CD Ego State Therapy ia menemukan program pikiran yang menghambat dirinya, khususnya di aspek finansial.

Ternyata dulu, saat akan menikah, ia mendapat wejangan dari ibunya, “Nak, ingat ya… nanti waktu menjadi seorang istri, cintai suamimu dengan tulus, baik di kala s**a mapun duka, layani dengan sepenuh hati, tempatkan suami sebagai kepala rumah tangga, jaga perasaan dan harga diri suami, jangan melebihi suamimu…….”

Pembaca, wejangan (baca: program) ini tentu sangat baik. Namun menjadi masalah karena program ini justru menghambat upaya Bu Asri meningkatkan penghasilannya. Selidik punya selidik ternyata penghasilan Bu Asri saat ini sama dengan penghasilan suaminya. Makanya saat ia berusaha menaikkan income-nya selalu saja ada hambatan. Program ini yang menghambat dan tujuannya juga sangat “positif” yaitu agar Bu Asri bisa menjadi istri yang baik sesuai wejangan ibunya.

Bagaimana, jelas sekarang?

Suatu program, selama tidak bersifat menghambat diri kita maka jangan diutak-atik. Biarkan saja. Nggak usah bingung. Ada rekan yang, setelah membaca buku dan mengerti soal mental block, begitu giat mencari berbagai mental blocknya. Bahkan sampai mengeluh,”Pak, saya kok nggak menemukan mental block saya ya?”.

Lha, kalo memang nggak ada trus apa harus dipaksakan ada? Bukankah lebih baik bila waktu yang ada digunakan untuk belajar dan mengembangkan diri? Kekhawatiran karena tidak menemukan mental block justru bisa menjadi mental block baru.

Lalu, bagaimana sikap yang benar?

Ya, santai saja lah. Nggak usah aneh-aneh. Kita harus netral saja. Selama hidup kita happy, usaha lancar, semua berjalan seperti yang kita rencanakan dan harapkan maka nggak usah pusing soal mental block. Paham..?

Mental block akan kita rasakan saat ada penolakan atau hambatan untuk mencapai suatu target yang lebih tinggi. Penolakan ini juga timbul saat kita ingin berubah.

Perasaan malas, mengantuk, dan berbagai perasaan lain yang menghambat upaya untuk berubah ini adalah ulah nakal dari mental block kita. Nah, ini saatnya kita perlu menemukan dan mengenali mental block ini. Setelah ditemukan… ya dibereskan. Gitu aja kok repot.

Intinya, jika anda telah menetapkan target yang lebih tinggi, dari apa yang telah anda capai saat ini, dan anda merasa ada yang tidak enak di hati anda maka ini indikasi adanya mental block.

Atau jika anda mengalami kegagalan yang beruntun atau yang mempunyai pola kegagalan yang sama, maka ini indikasi sabotase diri alias mental block.

Mental block ini ada juga yang baik. Misalnya anda telah berkeluarga. Dan ada kesempatan untuk selingkuh namun anda tidak mau. Alasannya bisa macam-macam. Bisa takut dosa, takut masuk neraka, takut malu, takut ketahuan, bisa karena anda tidak ingin melukai hati pasangan anda, atau anda setia pada janji pernikahan anda, atau alasan apapun. Yang pasti, ada satu program pikiran yang menghambat anda melakukan sesuatu. Mental block ini tentunya perlu dipertahankan.

So… bersikaplah netral… jadilah orang yang Non Block. Artinya anda tidak neko-neko atau aneh-aneh. Cari mental block sesuai kebutuhan. Kalo sedikit-sedikit cari mental block … sedikit-sedikit cari mental block… maka saya khawatir anda akan menghabiskan waktu, tenaga, pikiran, dan resource yang anda miliki untuk sesuatu yang tidak produktif. Kalo seperti ini…anda masuk kategori Go Block. Hehe…. betul..?

Sumber: Adi W. Gunawan

Address

Purwakarta
41162

Telephone

+6287779575333

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Koko Muslim Azhar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Koko Muslim Azhar:

Share