Dyaz Dita Collection

Dyaz Dita Collection Menjual produk-produk kebutuhan anak dan ibu

Salah satu doaku setiap usai sholat adalah "Ya Allah, jadikanlah anak anak ku anak yang sholeh dan sholehah, tunjukkanla...
26/08/2019

Salah satu doaku setiap usai sholat adalah "Ya Allah, jadikanlah anak anak ku anak yang sholeh dan sholehah, tunjukkanlah mereka jalan yang lurus dan benar, lindungilah mereka dari orang orang yang berniat berbuat dzalim terhadap mereka, kumpulkanlah kami kembali di surgaMu. Aamiin yaa robbal alamin 😇😇"

💖 Bismillahirrahmanirrahim💖🌷TUTU DRESS by LABELLA⁣🌷Kode : MS3-JTW 14🌷Warna : Hijau⁣🌸 Deskripsi 🌸⁣==========⁣Tutu dress b...
22/08/2019

💖 Bismillahirrahmanirrahim💖
🌷TUTU DRESS by LABELLA⁣
🌷Kode : MS3-JTW 14
🌷Warna : Hijau

🌸 Deskripsi 🌸⁣
==========⁣
Tutu dress by Labella ini terbuat dari bahan katun Jepang dengan motifnya yang cantik dan dikombinasikan dengan bahan tile yang lembut sebagai tutu. Dipadu dengan jilbab yang terbuat dari bahan wollycrape. Kelebihan bahan wollycrape ini adalah tidak mudah kusut dan cukup adem sehingga putri sholehahnya bunda akan tetap merasa nyaman memakai jilbab⁣

🌸 Detail Size 🌸⁣
============⁣
Size M : Rp. 215.000⁣
Lebar dada 31 cm, panjang baju 75 cm, prakiraan usia 3-4 tahun ⁣

Size L : Rp. 215.000⁣
Lebar dada 34 cm, panjang baju 85 cm, prakiraan usia 5-6 tahun⁣

Size 6 : Rp. 245.000⁣
Lebar dada 37 cm, panjang baju 95 cm, prakiraan usia 6-7 tahun⁣

Size 8 : Rp. 245.000⁣
Lebar dada 40 cm, panjang baju 100 cm, prakiraan usia 8-9⁣

Note : Size bisa berubah tergantung ukuran besar atau kecil tubuh anak

🌸 Info dan Pemesanan 🌸⁣
==================⁣
WA/SMS : 0813 8565 4623⁣
IG : ⁣

💖 Bismillahirrahmanirrahim💖🌷TUTU DRESS by LABELLA⁣🌷Kode : MS3-JTW 13🌷Warna : Ungu⁣🌸 Deskripsi 🌸⁣==========⁣Tutu dress by...
22/08/2019

💖 Bismillahirrahmanirrahim💖
🌷TUTU DRESS by LABELLA⁣
🌷Kode : MS3-JTW 13
🌷Warna : Ungu

🌸 Deskripsi 🌸⁣
==========⁣
Tutu dress by Labella ini terbuat dari bahan katun Jepang dengan motifnya yang cantik dan dikombinasikan dengan bahan tile yang lembut sebagai tutu. Dipadu dengan jilbab yang terbuat dari bahan wollycrape. Kelebihan bahan wollycrape ini adalah tidak mudah kusut dan cukup adem sehingga putri sholehahnya bunda akan tetap merasa nyaman memakai jilbab⁣

🌸 Detail Size 🌸⁣
============⁣
Size M : Rp. 215.000⁣
Lebar dada 31 cm, panjang baju 75 cm, prakiraan usia 3-4 tahun ⁣

Size L : Rp. 215.000⁣
Lebar dada 34 cm, panjang baju 85 cm, prakiraan usia 5-6 tahun⁣

Size 6 : Rp. 245.000⁣
Lebar dada 37 cm, panjang baju 95 cm, prakiraan usia 6-7 tahun⁣

Size 8 : Rp. 245.000⁣
Lebar dada 40 cm, panjang baju 100 cm, prakiraan usia 8-9⁣

Note : Size bisa berubah tergantung ukuran besar atau kecil tubuh anak

🌸 Info dan Pemesanan 🌸⁣
==================⁣
WA/SMS : 0813 8565 4623⁣
IG : ⁣

Ada seorang anak pengidap diabetes yang tinggal di satu desa yang sama dengan Gandhi. Anak itu sangat s**a gula dan memu...
22/08/2019

Ada seorang anak pengidap diabetes yang tinggal di satu desa yang sama dengan Gandhi. Anak itu sangat s**a gula dan memutuskan bahwa dia tidak mau berhenti mengkonsumsinya. Diabetesnya sudah begitu mengganggu sampai menyebabkan bisul besar bernanah yg banyak di sekujur tubuhnya. Orang tuanya sudah mencoba segala cara untuk menghentikan anaknya mengkonsumsi gula, tapi tidak kunjung berhasil. Setelah lama, mereka memutuskan untuk meminta pertolongan Gandhi agar ia berbicara pada anak mereka agar ia mau menghentikan konsumsi gula. Ketika bertemu dan diceritakan kasusnya, Gandhi mengatakan: berikan saya 15 hari, nanti kembalilah kemari. saya akan bicara kepada anakmu. Setelah 15 hari berlalu, orang tua tersebut kembali dengan anaknya. Gandhi, sesuai dengan perjanjian semula, mengajak anak itu bicara beberapa menit dan setelah kembali ke orang tuanya anak itu berjanji bahwa dia tidak akan mengkonsumsi gula lagi. Orang tuanya sangat heran bagaimana Gandhi bisa merubah anaknya dan mengapa dibutuhkan 15 hari? Apa ada doa atau racikan yang ia harus persiapkan terlebih dulu? Ia menjawab: tidak ada. 15 hari yang lalu ketika Anda datang dan meminta untuk berbicara kepada anak Anda agar menghentikan mengkonsumsi gula, saya masih mengkonsumsi nya juga. Saya perlu 15 hari untuk menghentikan gula agar saya bisa mengatakan padanya bahwa hal tersebut bisa dilakukan dalam 15 hari. Tidak mungkin saya menasehatinya utk melakukan sesuatu yang bahkan tidak bisa saya lakukan. Sekarang karena saya mencontohkannya lebih dahulu, dia jadi tahu kalau dia pun bisa, demi kebaikan dirinya.

Ketika sy membaca kisah diatas, sy jd merenung. Kita sering sekali mengharapkan anak bisa melakukan banyak hal yang kita ingin mereka lakukan padahal belum tentu kita bisa, misalnya berkata baik atau diam, selalu melakukan pekerjaan yang bermanfaat, patuh kepada Allah dalam segala hal, jangan bosan menuntut ilmu, mampu mengelola emosi dg baik, tidak menunda2 pekerjaan atau bahkan yang sangat populer adalah menghafal Quran. Ribuan, jika tdk jutaan, orang tua mengirim anaknya ke sekolah hafal Quran ketika ia aja sendiri saja belum tentu hafal sebanyak yang ia harapkan anaknya hafal, atau dikirim ke pesantren agar memiliki ilmu agama yang lebih baik dari orang tuanya. Jangan lgs emosi , TIDAK ADA YANG SALAH dengan harapan dan pengiriman ke pesantren, tapi kenapa anak harus LEBIH baik daripada orang tuanya? Kenapa tidak SAMA baiknya? Kalau kita mau MENDAPATKAN mahkota kelak sehingga kita mendorongnya dengan segala rupa agar ia menghafal Quran, kenapa kita tidak menjadi PEMBERI mahkota ke orang tua kita? Tidak kah mereka juga mau mahkota tersebut? kenapa kita mengharapkan anak kita MENYERET kita ke surga? Kenapa kita enggak jadi PENYERETNYA ? Kenapa kita jadi penikmat? bukan pelaku?

Gandhi tampaknya mengambil ilmu dari Alquran karena kalimat tersebut sudah tertulis dalam al-quran hampir 1500 tahun yang lalu. Bukankah rasulullah jg mencontohkan bgitu? Beliau bersuara Alquran dan menyatakan nya dalam laku? Tidak ada salahnya membuat orang menjadi lbh baik lagi, tapi Islam juga ingin agar kita menjadi seperti yg kita nasihati.

"Hai org2 yg beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan". (Q.S Ash-shaff 2-3)

May your life preach more loudly than your lips.

Walk the talk,


*jika dirasa manfaat, tdk perlu izin untuk membagikan artikel ini.
**mohon utk tdk menuliskan pertanyaan pada kolom komen. Khawatir tidak terjawab. Terima kasih.

💖 BENERAN KAPAN LAGIII ?...😍⁣⁣💖 Labella memberikan PROMO untuk menjadi RESELLER nya 😍⁣⁣💖 SAYANG Banget Kalau Di Lewatkan...
21/08/2019

💖 BENERAN KAPAN LAGIII ?...😍⁣

💖 Labella memberikan PROMO untuk menjadi RESELLER nya 😍⁣

💖 SAYANG Banget Kalau Di Lewatkan 😍⁣

💖 Yakin nggak NYESELLL kalau kamu nggak daftar ?⁣

💖 Untuk info lebih lanjut, WA aku yaa di 0813 8565 4623 😍⁣

💖 Aku Menanti Dengan Setia 😍⁣

💖 BENERAN KAPAN LAGIII ?...😍⁣⁣💖 Labella memberikan PROMO untuk menjadi SUB AGEN nya 😍⁣⁣💖 SAYANG Banget Kalau Di Lewatkan...
21/08/2019

💖 BENERAN KAPAN LAGIII ?...😍⁣

💖 Labella memberikan PROMO untuk menjadi SUB AGEN nya 😍⁣

💖 SAYANG Banget Kalau Di Lewatkan 😍⁣

💖 Yakin nggak NYESELLL kalau kamu nggak daftar ?⁣

💖 Untuk info lebih lanjut, WA aku yaa di 0813 8565 4623 😍⁣

💖 Aku Menanti Dengan Setia 😍⁣

Bunda sholehah, ingin anaknya sholehah juga kan? 😍Kita meminta anak kita mengaji, tapi kita sendiri tidak mengaji.Kita m...
30/07/2019

Bunda sholehah, ingin anaknya sholehah juga kan? 😍

Kita meminta anak kita mengaji, tapi kita sendiri tidak mengaji.
Kita meminta anak kita menghapal Al-Quran, tapi kita sendiri juga tidak menghapal Al-Quran.
Kita meminta anak kita s**a membaca buku, tapi lagi lagi kita sendiri lebih s**a menonton drama Korea dibanding membaca buku. Hehe...

ayooo siapa yang merasa seperti itu...😄

Yuk Bunda,
Mari kita sendiri terrrrus berusaha menjadi Bunda yang sholehah buat mereka. Supaya mereka pun menjadi anak sholehah seperti yang kita idamkan. Aamiin yaa robbal alamin...😇

Duhai anak lelaki ku, Kelak engkau akan menjadi pemimpin, Bagi keluargamu, adik-adik perempuanmu, umatmuMaka engkau, Jad...
30/07/2019

Duhai anak lelaki ku,
Kelak engkau akan menjadi pemimpin,
Bagi keluargamu, adik-adik perempuanmu, umatmu

Maka engkau,
Jadilah lelaki tangguh, berakhlak mulia, bertaqwa dan selalu berada di jalan yang lurus dan benar.
Yaitu jalan yang Allah ridhoi

BERPIKIR VS MENGHAFALPada hari Selasa, 28 Maret 2016, dua tahun yang lalu ada temanku, seorang guru, bertanya padaku : “...
30/07/2019

BERPIKIR VS MENGHAFAL

Pada hari Selasa, 28 Maret 2016, dua tahun yang lalu ada temanku, seorang guru, bertanya padaku :
“Na... kamu kan mendalami ilmu psikologi, critical thinking dan edukasi, kira-kira gimana cara menyiapkan generasi mendatang?”

Aku bertanya balik :
“Lha apa yang diperlukan oleh anak-anak di masa depan?”
“Menghafal ilmu pengetahuan? Buat apa menghafal? Google sudah ada, Wikipedia juga. Search engine lain juga bermunculan. Kalau mau tahu sesuatu, tinggal comot buku atau tinggal click internet. Ya kan?”

“Iya, apalagi ilmu pengetahuan juga terus berkembang. Banyak temuan baru, sehingga ilmu lama jadi obsolate sudah nggak berlaku lagi”, jawabnya.

“Nah itulah, kan?”

“Jadi bagaimana, masa anak-anak nggak perlu sekolah karena semua informasi dan ilmu sudah ada di internet?” dia menggaruk-garuk kepalanya.

Aku ketawa. Ingat nasibku sendiri.
“Ku kasih tahu ya, aku ini sebenernya kewalahan lho dengan arus informasi seperti sekarang. Rasanya seperti kena banjir bandang.”

“Kenapa seperti kena banjir bandang?”

“Bayangkan saja, setiap hari kita dikepung dengan berita. Aku harus TERUS-TERUSAN menganalisis data & informasi. Lalu memilah-milahnya : mana yang benar dan mana yang hoax. Belum lagi mencermati mana tulisan yang satir. Beberapa kali aku upload berita dan foto hoax. Padahal sudah kupilih sumbernya. Masih saja kecolongan.”

“Lalu?”

“Ya artinya, masalah generasi mendatang bukanlah KEKURANGAN ILMU, tapi apakah MAMPU BERPIKIR untuk mengolah atau memproses semua informasi yang ada..”

Lalu aku meneruskan,
“Artinya, sekolah-sekolah harus MEROMBAK KURIKULUMNYA. Harus mulai mengajarkan THINKING SKILL ke anak didik untuk memproses banyaknya info dan pengetahuan tersebut.”

Aku lalu bercerita.......

Beberapa tahun lalu, seorang ahli pendidikan dari Cambridge datang ke sekolah anakku. Bikin seminar singkat buat para orang tua murid.

Dia cuma mengajukan 3 pertanyaan yang bikin kami mikir jungkir-balik ketika itu :

1. Sambil mengacungkan HPnya ke atas, dia tanya "Dua puluh tahun lalu adakah yang bisa membayangkan bahwa telepon akan seperti sekarang ini? Bisa memotret, mencatat resep, berkirim surat dan dokumen, berkirim foto? Bisa menampilkan peta dan rute jalanan, bahkan bisa merekam kegiatan fisik anda sudah berjalan kaki sejauh berapa kilometer & sudah membakar berapa kalori? Sebuah telepon yang bisa dipakai membuat presentasi dan mengirimkannya ke benua lain?"

Saat itu ruang auditorium bergemuruh dengan suara-suara orang tua saling diskusi.

Dulu telpon cuma bisa buat bicara saja ya? Dan bisa SMSan saja sudah berasa canggih..

Lalu profesor dari Cambridge itu bertanya lagi :

2. “Sekarang, bisakah kita membayangkan, alat ini akan bisa apa saja dalam 10 th ke depan atau 20th ke depan?”

Ruang auditorium jadi senyap...
Entah apa yang ada di kepala orang-orang tua tsb, tapi aku berpikir jangan-jangan, 20 tahun lagi alat telpon sudah bisa jadi moda transport ke dimensi lain.

Sang profesor bertanya lagi :
“Jika kita bahkan tidak bisa membayangkan 25 th lagi kemajuan akan seperti apa... lalu bagaimana kita sebagai orang tua dan guru, bisa memberikan BEKAL? Bekal yang mana yang harus diberikan?”

Aku merasa seperti ulu hatiku ditonjok dengan keras.

Benar sekali..
Membayangkan masa depan saja, kita tidak mampu, bagaimana bisa memberi bekal ke anak-anak untuk menghadapi masa depan?

Tiba tiba guru itu, berseru,
“ROMBAK ULANG SEMUA MATA PELAJARAN...”

Betul. Sejak itu, sekolah anakku merombak sistem belajarnya:
70% waktu dipakai untuk belajar berpikir.
30% nya untuk mendalami materi.

Sebuah mata pelajaran baru diciptakan, namanya :

1. INQUIRY LEARNING.
Di pelajaran ini, anak-anak diajarkan :

—> CARA BERTANYA. Kenapa? Karena, dengan skill bertanya yang baik, seseorang akan mendapatkan banyak jawaban.
Ingat Najwa Shihab? Dia tidak akan banyak mendapatkan informasi kalau nggak pintar bertanya.

—> MENCARI JAWABAN SECARA MANDIRI. Berapa banyak orang yang punya gadget? Hampir semua orang punya. Mulai dari anak SD, ibu rumah tangga, tukang jual bakso, sampai direktur. Tapi berapa banyak yang mampu mencari jawaban lewat internet lalu memilah-milah mana informasi yang valid dan yang hoax?

—> THINKING SKILLS (kemampuan berpikir kritis dan konstruktif)

2. Pelajaran Matematika juga dirombak. Memakai metode baru di mana rumus tidak lagi harus baku, tapi guru memberikan kebebasan bagi murid untuk mencari jawaban dengan aneka cara, proses, dan jalan. Bahkan, guru matematika melarangku memasukkan anakku ke les matematika yang bersifat drilling. Kenapa..? Karena yang dituju saat ini adalah : terbangunnya LOGIKA MATEMATIKA pada anak didik. Bukan cepet-cepetan memberikan jawaban, hasil dari drilling. Well, akhirnya terbukti sih. Anakku pernah jadi juara dua lomba matematika se Asia Tenggara, padahal gak pernah les apa-apa.

Lalu anak didik mulai diajak melakukan :
3. Experimental Science.

4. Riset dan presentasi.

5. Membaca 1 buku setiap hari.

Di sekolah anakku, kewajiban membaca ini 'dipaksakan' dari kelas 1 SD sampai kelas 4 SD. Tiap hari harus mengisi reading log/daftar bacaan yg sudah selesai dibaca, dan ortu harus ikut baca dan kasih tanda tangan.

Anak harus ditanya :
- apa yg kamu tangkap dari bacaan ini?

Besoknya anak disuruh cerita di kelas, tentang isi bacaannya.
Guru-guru dituntut untuk menyemaikan thinking skills, salah satunya dengan cara membiasakan diskusi 2 arah untuk membangun keterampilan berpikir.

Topik geografi & sejarah, tetap diajarkan, tapi HANYA SEBAGAI MATERI BAHASAN (alias dipakai sebagai bahan diskusi) untuk mengembangkan KETERAMPILAN BERPIKIR yang tertuang di nomor 1, 3, dan 4 di atas. Topik politik, agama, dinamika sosial juga dipakai (dengan cacatan : bukan sebagai bahan hafalan, tetapi latihan berpikir kritis dan mengembangkan nurani)

Praktek ini berlaku untuk SD & SMP.
Thinking skills harus digarap dengan sangat fokus di masa-masa ini.

Setelah ‘processor’ di kepalanya jadi, anak-anak akan siap memproses apa saja. Memikirkan & merenungkan apa saja.

Mereka akan siap menghadapi jaman, yang kita (para guru dan ortu) tidak mampu membayangkan....

Dulu, tahun 1970an, kakekku pernah berpesan :
“Banyaklah belajar, jadilah GUDANG ilmu”.

Tapi, di tahun 2019 ini aku akan berpesan ke generasi muda:
“Banyaklah berpikir, jadilah PABRIK ilmu. Menciptakan ilmu dan temuan baru. Bukan cuma jadi gudang penyimpan ilmu. Urusan itu biar dilakukan oleh Google....”

Terima kasih

*Note : Penulis "No Name"

Address

Purwakarta
41119

Telephone

+6281385654623

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dyaz Dita Collection posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Dyaz Dita Collection:

Share