09/02/2020
Batik Lasem Naga memiliki karakteristik yang berbeda dengan batik naga dari daerah lain. Dari detil ornamennya, gambar naga di batik Lasem tampak sangat orientalis. Tampilan naga dengan tanduk, sungut, dan cakar, menandakan hewan yang disebut Liong atau Lung ini begitu dominatif. Dominasi Liong dipertegas stailisasi Kilin yang bersuka ria memperebutkan bola api di tumpal. Isen-isen Phoenix, atau Burung Hong yang bersimbiosis dengan aneka flora semakin memperdalam eksistensi Lung dalam ragam hias Batik Lasem.
Motif Naga diintepretasikan sebagai refleksi harapan-harapan mulia, serta simbolisasi perjalanan spiritualisme. Dalam tradisi Cina, Naga berkaitan erat dengan sumber kekuatan alam. Wajar jika akhirnya Sang Naga selalu melambangkan kekuatan alam yang maha dahsyat layaknya angin taufan.
Tidak hanya itu, Naga juga dipersonifikasi sebagai penjelmaan roh orang suci yang belum bisa masuk surga. Roh orang suci menjelma menjadi Naga kecil yang masuk ke bumi untuk tidur dan meditasi dalam waktu lama. Setelah tubuh tumbuh membesar, Naga bangun, bangkit, dan terbang ke surga. Warna Naga juga bermakna filosofis. Naga Merah, Naga Biru, Naga Putih, hingga mencapai Naga Emas, merupakan simbol tingkat spiritualisme masyarakat Tionghoa.
Perbedaan warna naga ini bermakna perjalanan langkah demi langkah menuju nirwana. Namun, Batik Lasem Naga tetaplah multitafsir. Stailisasi dan visualisasi Naga dalam ornamen utama motif Batik Lasem selalu terbuka bagi tumbuh berkembangnya intepretasi lintas tradisi.
_
_