Sahabat Muslimah

Sahabat Muslimah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Sahabat Muslimah, Baby Goods/Kids Goods, Samarinda.

Batasan Minum Susu Pada BalitaDok, untuk anak yang sudah disapih apakah perlu minum susu formula sebagai tambahan? Kalau...
26/10/2016

Batasan Minum Susu Pada Balita

Dok, untuk anak yang sudah disapih apakah perlu minum susu formula sebagai tambahan? Kalau perlu, berapa batasan mengonsumsi susu per harinya?

Ina, Jakarta



Ibu Ina, ketika seorang anak sudah berusia di atas satu tahun, maka susu (baik air susu ibu maupun susu sapi) bukanlah makanan utamanya, melainkan hanya tambahan. Hal terpenting adalah orangtua memahami konsep makan, yaitu dalam satu sajian terdiri atas karbohidrat, protein (dan kaya zat besi), sayur-mayur, dan buah-buahan, dalam porsi yang kurang lebih seimbang antara keempat bahan pangan ini. Susu melengkapinya, dalam jumlah yang tidak melebihi 500 mililiter atau 2 gelas dalam seharinya.

Justru tidak ada yang namanya kebutuhan minimum mengonsumsi susu, tetapi yang ada adalah jumlah maksimum susu yang bisa diminum. Mengapa demikian? Susu dibutuhkan oleh anak, terutama untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D, yaitu sekitar 700 miligram kalsium dan 600 international units vitamin D dalam sehari. Susu dianggap memenuhi sebagian besar kebutuhan kedua zat gizi ini.

Namun susu juga mengandung lemak. Artinya, konsumsi susu berlebih dapat menyebabkan berlebihnya asupan lemak pada anak. Ini sebabnya anak berusia di atas 2 tahun disarankan minum susu yang rendah lemak (low fat) saja. Kelebihan susu akan menyebabkan anak menjadi kenyang, akibatnya anak relatif malas makan.

Dampak negatif lainnya, mengurangi penyerapan zat besi di usus sehingga berisiko membuat anak mengalami anemia akibat kekurangan (defisiensi) zat besi. Untuk itu, pilihlah sumber makanan lain yang tinggi kalsium, misalnya kacang kedelai, kacang merah, produk susu lain, seperti keju, yoghurt, dan brokoli.



*Rubrik ini diasuh oleh dr. Arifianto, SpA atau akrab dipanggil Dokter Apin. Selain aktif berpraktik sebagai dokter anak, beliau juga menulis buku "Orangtua Cermat Anak Sehat"

sumber: http://ummi-online.com/berita-984-batasan-minum-susu-pada-balita.html

Artikel online tentang ibu dan anak, parenthing,kesehatan, asi sangat bermanfaat buat para ibu

26/10/2016

Repost dari grup ASI-X

"Bayi saya pilek. Umurnya baru 1 bulan." Ibu muda ini membawa bayinya yang tidak terlihat pilek sama sekali di hadapanku.
"Pilek atau grok-grok, Bu?" tanyaku.
"Iya, ada bunyi grok-grok. Sudah 2 minggu seperti ini. Dikasih obat apa ya?" tanya si Ibu.

Di lain waktu....

"Bayi saya sering terdengar napasnya berbunyi grok-grok. Kata orang, waktu lahir tidak disedot sampai bersih ya lendirnya?"

Di tempat lain....

"Bayi saya berbunyi grok-grok. Dia tidak dapat ASI, tapi susu formula. Harus diganti ya susunya. Katanya bisa jadi alergi susu sapi."

Faktanya....

Bunyi grok-grok ternyata wajar dan sering sekali dijumpai pada bayi, khususnya dalam 6 bulan pertama usianya. Sebabnya adalah bayi cenderung bernapas lewat hidung saja (nose-breather). Maka jika ada ludah yang banyak di rongga mulut dan tidak langsung ditelan, bunyi grok-grok terdengar sembari bernapas. Kadang juga terdapat ingus atau lendir di dalam lubang hidung bayi, dan terdengarlah bunyi grok-grok ini. Padahal air liur yang banyak, ingus dan lendir di dalam hidung sering didapatkan pada bayi sehat. Bayi kadang tidak mau langsung menelan ludahnya. Lingkungan berdebu juga merangsang produksi lendir di dalam hidung, meskipun bayi tidak pilek. Ditambah lagi saluran napas bayi yang masih kecil (sempit), menambah kerasnya volume grok-grok. Seiring waktu, diameter saluran napas melebar, kemampuan koordinasi menelan ludah membaik, dan bunyi grok-grok pun menghilang.

Bunyi "berisik" ini dikhawatirkan jika disertai dengan:
- sesak napas, yaitu frekuensi napas lebih dari 60x/menit disertai tarikan di sela-sela iga
- adanya napas cuping hidung
- bibir menjadi biru (sianosis)
- anak tampak lemas, dan banyak tidur
- bunyi menetap lebih dari 6 bulan, dan dicurigai laringomalasia

Jadi....berbeda dengan pilek (selesma), dan juga bukan alergi protein susu sapi ya. Apalagi lendir yang tidak disedot saat lahir. Kejauhan waktunya soalnya, dengan peristiwa saat baru lahir. Lagipula lendir bayi baru lahir ya ditelan sendiri oleh bayinya

*dr. Arifianto Apin

10/08/2016

Menurut B J Habibie, Kegiatan ini merupakan proses transfer data kecerdasan.

Waspada Risiko Komplikasi Bayi Sungsang Saat Melahirkan    Posisi bayi sungsang menjelang lahir dapat menambah kekhawati...
03/07/2016

Waspada Risiko Komplikasi Bayi Sungsang Saat Melahirkan

Posisi bayi sungsang menjelang lahir dapat menambah kekhawatiran menjelang persalinan. Harus diketahui lebih lanjut risiko komplikasi bayi sungsang, baik untuk persalinan normal ataupun caesar.

Posisi bayi sungsang umum terjadi ketika kehamilan memasuki trimester ketiga. Umumnya ibu hamil akan merasa tidak nyaman di bawah tulang iga, sering sesak napas dan merasakan tendangan tepat di kandung kemih.



Jika ini merupakan kehamilan pertama, maka kemungkinan saat menginjak usia 36 minggu akan kembali ke posisi normal. Hanya sekitar 3% kondisi bayi sungsang bertahan hingga menjelang persalinan.

Meski tidak diketahui dengan pasti alasan bayi sungsang hingga persalinan, namun diketahui beberapa faktor yang meningkatkan risiko kondisi tersebut. Contohnya persalinan prematur, kehamilan kembar dua atau lebih, cairan ketuban terlalu sedikit atau terlalu banyak, bentuk rahim tidak normal atau mengalami pertumbuhan abnormal, atau plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan rahim (placenta previa). Selain itu, sebagian bayi dengan kelainan bawaan juga kemungkinan dalam kondisi sungsang menjelang lahir.

Salah satu pilihan mengubah posisi bayi sungsang menjelang lahir yaitu dengan menggunakan metode external cephalic version (ECV). Umumnya dilakukan pada saat kehamilan menginjak usia 36 minggu untuk kehamilan pertama, sedangkan untuk kehamilan kedua dan seterusnya, biasa dilakukan pada usia 37 minggu. Untuk wanita hamil yang pernah mengalami perdarahan ataupun bayi kembar, tidak diperbolehkan melakukan metode ini.

Namun, jika kondisi bayi sungsang tidak berubah hingga menjelang persalinan, sebaiknya waspada. Berikut beberapa risiko komplikasi yang perlu diperhatikan berdasarkan cara persalinan :

Persalinan normal
Bayi yang lahir dengan proses normal dalam kondisi sungsang akan didahului dengan kaki, badan hingga kepala. Risiko yang muncul adalah bagian badan bayi tidak membuka rongga dan mulut rahim cukup besar, sehingga kemungkinan bahu atau kepala bayi tertahan pada bagian panggul.


Risiko lain persalinan normal kondisi sungsang yaitu tali pusat bayi jatuh ke va**na sebelum bayi lahir, hal ini dapat menekan tali pusat atau terjepit sehingga mengurangi aliran darah dan oksigen pada bayi. Jika seorang wanita hamil ingin melahirkan bayi sungsang secara normal, sebaiknya minta saran dokter secara rinci mengenai manfaat dan risikonya.

Persalinan normal untuk bayi sungsang kemungkinan besar dapat dilakukan jika tidak ada faktor risiko lain, bukan persalinan normal yang pertama, terdapat tim dokter yang berpengalaman, serta tersedianya fasilitas tindakan caesar jika sewaktu-waktu diperlukan.

Persalinan caesar
Melahirkan bayi sungsang secara caesar akan memberi waktu perencanaan yang lebih panjang, sehingga memungkinkan ibu hamil lebih siap. Proses operasi caesar untuk bayi sungsang kemungkinan tidak jauh berbeda dengan operasi caesar pada umumnya. Hanya saja, dokter akan mengeluarkan kaki atau bokong bayi terlebih dahulu sebelum kepala.

Meski demikan melahirkan secara caesar memiliki berbagai risiko seperti infeksi, pendarahan maupun cedera pada organ dalam. Sebagaimana operasi besar lain, caesar yang menggunakan anastesi kemungkinan dapat menyebabkan gangguan pada sebagian orang.

Selain itu, tindakan caesar juga dapat berpengaruh pada kehamilan selanjutnya seperti gangguan penanaman plasenta pada dinding uterus atau robekan dinding rahim. Risiko ini semakin meningkat, jika operasi caesar semakin sering dilakukan.

Beberapa kondisi bayi sungsang yang kemungkinan besar disarankan untuk persalinan caesar seperti, kaki bayi dibagian bawah bokongnya (posisi bersimpuh) atau posisi berlutut, bayi kembar atau yang salah satu bayi dalam posisi sungsang.

Selain itu, persalinan caesar juga akan dilakukan jika perkiraan bayi lebih dari 4 kg atau kurang dari 2 kg, pernah melahirkan secara caesar dengan panggul yang tergolong kecil, posisi plasenta terlalu rendah, kondisi pra-eklampsia, dan kondisi berbahaya lain.

Persalinan prematur
Untuk persalinan bayi sungsang prematur, sebagian bukti penelitian mengungkap lebih aman kelahiran dilakukan dengan operasi caesar. Sebagian dokter kandungan lebih memilih tindakan tersebut. Meski demikian, jika tidak ada komplikasi yang mengikuti persalinan, masih dimungkinkan untuk persalinan normal. Tim dokter akan memberikan saran terbaik untuk dipertimbangkan.

Persiapan persalinan bayi sungsang harus memperoleh perhatian khusus. Pilihan persalinan harus dipertimbangkan dengan baik antara orangtua dan tim dokter, guna menghindari komplikasi bayi sungsang.

Alodokter adalah situs kesehatan nomor 1 di Indonesia yang memberikan berbagai informasi tentang penyakit, pengobatan serta panduan hidup sehat untuk pribadi dan keluarga. Mari berbagi di Komunitas Alodokter.

Hipoglikemia Pada Bayi Baru Lahir (Kadar gula darah rendah)	Ketakutan terhadap rendahnya kadar gula darah pada bayi baru...
03/07/2016

Hipoglikemia Pada Bayi Baru Lahir (Kadar gula darah rendah)

Ketakutan terhadap rendahnya kadar gula darah pada bayi baru lahir menjadi alasan baru “yang lumrah” untuk memisahkan ibu dengan bayinya, dan memberikan bayi tambahan susu formula pada masa awal setelah bayi lahir. Alasan kekhawatiran para dokter anak dan ahli neonatal tersebut adalah karena kadar gula darah yang rendah dapat menyebabkan kerusakan pada otak, sehingga hal ini menjadi sesuatu yang sangat diperhatikan. Bagaimanapun, telah terbentuk perhatian yang berlebihan mengenai kadar gula darah rendah yang sebenarnya tidak diperlukan. Pada kenyataannya, kebanyakan bayi yang diuji kadar gula darahnya sebetulnya tidak membutuhkan pengujian tersebut, dan mereka yang menerima susu formula sebenarnya tidak memerlukan susu formula. Dengan memberikan susu formula, khususnya karena hampir selalu diberikan dengan botol, kita telah mengganggu proses menyusui dan telah memberi kesan bahwa formula adalah obat yang bagus.
Beberapa fakta mengenai hipoglikemia pada bayi baru lahir

Cara terbaik untuk mencegah kadar gula darah rendah adalah dengan memberi susu kepada bayi. Bagaimanapun, antara susu formula dan ASI (khususnya kolostrum pada hari-hari awal) tidaklah sebanding, dan kolostrum jauh lebih baik untuk mencegah dan mengatasi kadar gula darah rendah daripada formula (lihat poin #5 di bawah). Sedikit kolostrum mampu menjaga kadar gula darah lebih baik daripada formula dalam jumlah banyak. 1, 2, 3
Membiarkan bayi kontak kulit dengan ibunya segera setelah lahir dapat menjaga kadar gula darah bayi lebih tinggi daripada bila ia dipisahkan dari ibunya. (Lihat lembar informasi tentang “Pentingnya Kontak Kulit/The Importance of Skin to Skin Contact)
Tidak ada standar tentang kadar gula darah terendah yang disepakati secara umum, yang dapat mengindikasikan bayi memiliki kadar gula darah yang rendah. Karena atmosfir “perhatian yang berlebihan” tentang kadar gula darah rendah, level kadar gula terus ditingkatkan hingga menjadi absurd. Saat ini, di banyak rumah sakit, 3.4 mmol/L (60 mg %) dianggap sebagai kadar gula darah terendah yang dapat diterima. Hal ini jelas-jelas menyimpang dan tidak ada bukti yang memperkuat level tersebut sebagai konsentrasi kadar gula terendah yang dapat disepakati.
Tidak ada metode yang bisa diandalkan untuk mengukur kadar gula darah selain di laboratorium. Penggunaan strip kertas untuk mengukur kadar gula darah tidak bisa diandalkan. Strip kertas cenderung menurunkan hasil pengukuran yang sebenarnya. Hanya laboratorium yang dapat memberikan pengukuran yang dapat diandalkan terhadap kadar glukosa atau gula dalam plasma (plasma adalah bagian dari darah yang tidak mengandung sel darah merah, itu yang sesungguhnya membuat kami tertarik, tapi kita tidak akan membicarakan hal ini).
Jika kadar gula darah bayi rendah, tidak berarti ia akan mengalami kerusakan otak. Hal ini berdasarkan fakta bahwa ada konstituen yang dilepaskan di dalam tubuh bayi yang akan melindungi otaknya. Ini termasuk senyawa-senyawa yang disebut badan keton, begitu juga asam laktat dan asam lemak bebas. Bahkan, bayi yang mendapatkan kolostrum atau ASI memiliki kadar badan keton yang lebih tinggi, misalnya, dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula atau bahkan bayi yang diberi tambahan susu formula1.
Bayi yang lahir dari kehamilan dan kelahiran normal, cukup bulan dan berat badan baik tidak perlu diuji kadar gula darah. Tetapi, begitu menjalarnya kecemasan terhadap kadar gula darah rendah hingga semakin banyak unit postpartum yang melakukan pengujian kadar gula darah rendah kepada setiap bayi. Hal ini menyakitkan bagi bayi, menyebabkan kecemasan bagi staf dan para orangtua, mahal, tidak bermanfaat dan bertentangan dengan bukti2.
Adalah sesuatu yang normal bila kadar gula darah merosot pada jam pertama atau kedua setelah persalinan. Nyatanya saat ini bayi-bayi di uji dahulu saat lahir dan satu jam kemudian dan diberikan susu formula karena kadar gula darahnya menurun. Bayi-bayi di uji tanpa alasan, kemudian diberikan susu formula karena kondisi normal! Kadang-kadang, bahkan saat bayi tidak disusui, kadar gula darahnya akan naik kembali setelah penurunan awal yang sebenarnya normal1,3.
Bayi tidak memiliki resiko kadar gula darah rendah karena berat badannya besar, jika ibunya tidak menderita diabetes. Tapi banyak rumah sakit yang memiliki protokol untuk secara otomatis menguji kadar gula darah bayi, dan bahkan beberapa secara otomatis memberikan susu formula (tidak dapat dipercaya) jika berat badan bayi lebih dari 4 kg (8 lb 12 oz); beberapa menetapkan 4,5 kg (10 lb). Pendekatan ini sepertinya diawali karena bayi dari ibu yang menderita diabetes cenderung memiliki berat badan lahir yang sangat besar. Kenyataannya, bayi besar yang ibunya tidak menderita diabetes tidak lebih beresiko memiliki kadar gula darah rendah2. Kenyataannya, mereka memiliki resiko yang lebih kecil karena hati (liver) mereka dipenuhi glikogen (molekul glukosa yang saling terhubung membentuk rantai) yang siap untuk melakukan tindakan yang disebabkan oleh kebutuhan tambahan gula, dan mereka juga memiliki banyak lemak yang siap untuk menghasilkan badan keton, asam laktat dan asam lemak bebas.
Bayi yang terlahir kecil dibandingkan usia kehamilan (di bawah 2.5 kg atau 5 lb 8 oz jika dilahirkan pada waktunya atau cukup bulan) menjaga kadar gula darahnya sama baiknya dengan diberi susu formula ataupun disusui2. Tentu saja, penting bagi bayi untuk menyusu. Lihat juga video klip bayi-bayi muda menyusu.
Bagaimana cara mencegah kadar gula darah rendah?

Ibu diabetes, khususnya tipe 1 (ketergantungan insulin, usia muda), adalah resiko tinggi bagi bayi. Hal ini disebabkan karena saat persalinan kadar insulin yang tinggi pada bayi (sebagai akibat dari tereksposnya bayi dengan kadar gula tinggi selama kehamilan) tidak hanya menurunkan kadar gula darahnya, namun juga menghalangi tubuhnya membentuk badan keton, asam laktat dan asam lemak bebas. Untuk itu bayi perlu dipantau dan mungkin memerlukan infus untuk mempertahankan kadar gula darahnya.
Kontrol yang baik terhadap diabetes selama kehamilan dapat membantu mencegah kadar gula darah rendah.
Kontrol yang baik terhadap diabetes selama proses persalinan dan kelahiran juga penting.
Kami, dan bagian postpartum/pasca persalinan di seluruh dunia (khususnya di Selandia Baru dan Australia), menyarankan pada pasien kami yang bayinya memiliki resiko tinggi untuk memerah kolostrum mereka sebelum bayi lahir, dimulai sejak kehamilan berusia sekitar 35 atau 36 minggu. Sebagian besar diantara mereka dapat memperoleh beberapa mililiter setiap hari dengan memerah menggunakan tangan dan seringkali seorang ibu dapat memiliki simpanan sebanyak 30 atau 40 ml sebelum bayinya lahir. Jika bayinya memerlukan suplemen untuk mengontrol gula darahnya, bayinya akan diberikan kolostrum, bukan susu formula.
Infus intravena cairan mengandung glukosa (biasanya) diberikan kepada ibu secara cepat, harus dihindari. Bila toleransi glukosa ibu (kemampuan ibu untuk menerima glukosa) terganggu, banyak glukosa yang diberikan padanya dapat meningkatkan gula darahnya dan memicu respon serupa pada bayinya, yang juga meningkatkan sekresi insulin bayi.
Yang terbaik adalah meletakkan bayi dengan kontak kulit kepada ibunya segera setelah kelahiran. Seperti yang telah disebutkan di atas dan pada lampiran informasi “Pentingnya Kontak Kulit/The Importance of Skin to Skin Contact”, bayi mepertahankan gula darahnya lebih baik saat kontak kulit dengan ibunya. Bayi dikeringkan tapi tidak dimandikan, sebelum dilakukan kontak kulit dengan ibunya. Bahkan jika ibu menjalani operasi caesar, meletakkan bayi kontak kulit pada ibunya adalah memungkinkan dan diperlukan.
Bayi harus didorong untuk menyusu segera setelah kelahirannya. Kontak kulit antara ibu dan bayi sangat membantu karena bayi dapat melakukan pelekatan sendiri. Pelekatan yang baik juga membantu, agar bayi mendapatkan kolostrum. Tekanan pada payudara saat menyusui membuat bayi mendapatkan kolostrum lebih banyak. Lihat juga video klip.

Penanganan kadar gula darah rendah
Bila ada kekhawatiran gula darah bayi merosot terlalu cepat, atau terlalu rendah dan menyusui yang benar sepertinya tidak menyelesaikan masalah, bayi seharusnya mendapatkan infus intravena yang berisi glukosa daripada diberikan susu formula. Bayi seringkali memuntahkan susu formula pada hari-hari pertama karena minum terlalu banyak susu formula. Bila benar-benar ada kekhawatiran, mengkonsumsi susu formula melalui mulut tidak menjamin gula darah meningkat.
Setiap unit postpartum harusnya memiliki persediaan ASI. Persediaan ASI perah sebagai suplemen lebih baik daripada susu formula, jika suplementasi benar-benar dibutuhkan. Bahkan jika bayi membutuhkan penanganan karena kadar gula darah rendah, sangat jarang ada alasan untuk tidak terus menyusu. Bayi tetap dapat disusui secara langsung walaupun ia sedang diinfus. Bayi bisa mendapatkan suplemen (lebih baik kolostrum yang telah diperah sebelumnya atau ASI perah) walaupun ia sedang disusui.

Referensi:
De Rooy L, Howden J. Nutritional factors that affect the postnatal metabolic adaptation of full-term small and large for gestational age infants: Pediatrics Vol. 109 No. 3 March 2002, pp. e42
Cornblath M, Hawdon JM, Williams AF Aynsley-Green A, Ward-Platt MP, Schwartz R, Kalhan SC. Controversies regarding definition of neonatal hypoglycemia: suggested operational thresholds. Pediatrics 2000;105:1141-5
Hoseth E, Joergensen A, Ebbesen F, Moeller M. Blood glucose levels in a population of healthy, breastfed, term infants of appropriate size for gestational age. Arch Dis Child Fetal Neonatal Ed 2000;83:F117-9

Lihat juga dokumen WHO tentang hipoglikemia di
http://www.who.int/child_adolescent_health/documents/chd_97_1/en/index.html
Pertanyaan? Pertama-tama kunjungi laman nbci.ca atau drjacknewman.com. Jika informasi yang Anda butuhkan tidak ada, klik Contact Us dan tulis pertanyaan Anda ke dalam email. Informasi juga tersedia di dalam Dr. Jack Newman's Guide to Breastfeeding (atau The Ultimate Breastfeeding Book of Answers); dan/atau DVD kami, Dr. Jack Newman's Visual Guide to Breastfeeding (tersedia dalam bahasa Perancis atau dengan teks dalam bahasa Spanyol, Portugis dan Itali); dan/atau The Latch Book and Other Keys to Breastfeeding Success; dan/atau L-eat Latch and Transfer Tool; dan/atau GamePlan for Protecting and Supporting Breastfeeding in the First 24 Hours of Life and Beyond.
Untuk membuat perjanjian dengan klinik kami kunjungi www.nbci.ca. Jika Anda kesulitan mengirim email atau mendapat akses internet, hubungi (416) 498-0002.
Information sheet Hypoglycaemia, Jack Newman MD, FRCPC, IBCLC, 2009©
Revised by Edith Kernerman, IBCLC, 2009©


About UsContact UsSupport ibcH1N1 Statement
ibc - International Breastfeeding Centre

This review provided background information (Physiology, pathology, definitions) and recommendations for the prevention and management of hypoglycaemia of the newborn.

03/07/2016

Pre-eklampsia atau preeklampsia adalah sindrom yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kenaikan kadar protein di dalam urin (proteinuria), dan pembengkakan pada tungkai (edema).[1][2] Pre-eklampsia dialami oleh ibu yang sedang hamil, terutama para ibu muda yang baru pertama kali hamil.[1][2][3] Penyebab pasti pre-eklampsia belum diketahui, sehingga masih sulit untuk dicegah kemunculannya.[1][3] Jika pre-eklampsia bertambah parah pada masa kehamilan, maka akan menyebabkan eklampsia yang dapat berujung pada kematian

03/07/2016

Bayi buang air (BAB) atau enggak di dalam perut/ kandungan?

Nah ini dia poin penting dari tulisan ini. Normalnya sih enggak. Janin dalam kandungan tidak BAB karena kotoran yang dihasilkannya terserap oleh tubuhnya sendiri. Namun, jika asupan oksigen dan makanan pada janin terhambat akibat lilitan tali pusat atau tali pusat tertekan oleh janin maka a**s janin akan melemah sehingga kotorannya keluar. Hal ini juga bisa terjadi pada kehamilan lewat waktu (42 minggu). Karena usia janin dalam perut terlalu tua, pencernaan janin mulai berfungsi sehingga ia mampu BAB. Akibat dari janin yang buang kotoran ini air ketuban menjadi tercemar dan bisa menimbulkan keracunan pada janin karena kotoran tertelan oleh janin dan masuk ke dalam paru-paru. Air yang berwarna hijau kecoklatan menandakan kemungkinan bayi telah buang air (BAB) dan jika air ketuban berwarna merah kehitaman merupakan indikator terjadinya pendarahan, misal: lepasnya ari-ari.

11/06/2016
24/05/2016
21/05/2016

Kumpulan tips kesehatan

20/05/2016

Tutorial pijat tuina, solusi untuk masalah buah hati yang susah makan, dirangkum dari berbagai sumber. Klik LIKE di page ini dan SHARE untuk menyimpan tutorial ini secara otomatis.

20/05/2016

Address

Samarinda

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sahabat Muslimah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share