30/01/2023
*Puasa Sunah pada Bulan Rajab, Adakah?*
Oleh: K.H. M. Shiddiq al-Jawi
Muslimah News, FIKIH โ Tanya :
Ustaz, mohon dijelaskan tentang puasa sunah pada bulan Rajab. Adakah dalilnya? (M. Qibtiyah, Depok)
Jawab:
Para ulama berbeda pendapat mengenai puasa sunah pada bulan-bulan haram (Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab) dalam tiga versi.
Pertama, menurut ulama Malikiyah dan Syafiโiyah, disunahkan berpuasa pada seluruh bulan haram.
Kedua, ulama Hanabilah hanya menyunahkan puasa bulan Muharam saja, berdasarkan sabda Nabi saw.,
ุฃูููุถููู ุงูุตููููุงู
ู ุจูุนูุฏู ุฑูู
ูุถูุงูู ุดูููุฑู ุงูููููู ุงููู
ูุญูุฑููู
ู ูุฃูุถู ุงูุตูุงุฉ ุจุนุฏ ุงููุฑูุถุฉ ุตูุงุฉ ุงูููู
โPuasa paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa bulan Muharam, dan salat paling utama setelah salat wajib adalah salat lail.โ (HR Muslim).
Ketiga, ulama Hanafiyah berpendapat yang disunahkan dari bulan-bulan haram hanya tiga hari pada masing-masing bulan haram, yaitu Kamis, Jumat, dan Sabtu (Wahbah Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, 2/590; Abdurrahman Jaziri, Al-Fiqh ala Al-Madzahib Al-Arbaโah, 1/378; Al-Mausuโah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, 28/81; Yusuf Qaradhawi, Fiqh as-Shiyam, hlm. 125 dan 141).
Menurut kami, pendapat yang rajih (lebih kuat) adalah pendapat pertama yang menyunahkan puasa pada seluruh bulan haram (Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab), berdasarkan dalil umum yang ada dalam masalah ini (Imam Nawawi, Al-Majmuโ Syarah al-Muhadzdzab, 6/386; Imam Syaukani, Nailul Authar, hlm. 880; Mahmud Abdul Lathif Uwaidhah, Al-Jamiโ li Ahkam as-Shiyam, hlm. 152).
Dalilnya hadis dari Abu Mujibah al-Bahiliyah ra. dari ayahnya atau pamannya,
ุฃุชูุชู ุงููููุจููู ุตูููู ุงูููููู ุนูููู ูุณูููู
ู ููููุชู : ูุง ูุจููู ุงูููููู ุฃููุง ุงูุฑููุฌูู ุงูููุฐู ุฃุชูุชููู ุนุงู
ู ุงูุฃููููู ุ ูุงูู : ูู
ุง ูู ุฃุฑู ุฌูุณู
ููู ูุงุญููุง ุ ูุงูู : ูุง ุฑุณููู ุงูููููู ู
ุง ุฃููููุชู ุทุนุงู
ูุง ุจุงูููููุงุฑู ุ ู
ุง ุฃููููุชููู ุฅูููุง ุจุงููููููู ุ ูุงูู : ู
ู ุฃู
ุฑููู ุฃู ุชุนุฐููุจู ููุณููู ุ ููุชู : ูุง ุฑุณููู ุงูููููู ุฅูููู ุฃูููู ุ ูุงูู : ุตูู
ุดูููุฑู ุงูุตููุจุฑู ุ ูููู
ูุง ุจุนุฏููู ููุชู : ุฅูููู ุฃููู ุ ูุงูู : ุตูู
ุดูููุฑู ุงูุตููุจุฑู ุ ูููู
ูููู ุจุนุฏููู ูููุชู : ุฅูููู ุฃูููู ุ ูุงูู : ุตู
ุดูููุฑู ุงูุตููุจุฑู ุ ูุซูุงุซุฉู ุฃูููุงู
ู ุจุนุฏููู ุ ูุตูู
ุฃุดููุฑู ุงูุญุฑูู
ู
โAku pernah mendatangi Nabi saw. lalu berkata, โWahai Nabi Allah, saya laki-laki yang pernah datang kepadamu pada tahun awal [hijrah].โ Nabi saw. berkata,โLalu mengapa saya lihat tubuhmu jadi kurus?โ Ia menjawab, โWahai Rasulullah, aku tidak makan pada siang hari, aku hanya makan pada malam hari.โ Nabi saw. bertanya, โSiapa yang menyuruh kamu menyiksa dirimu?โ Aku menjawab, โ\โWahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini kuat.โ Nabi saw. berkata, โBerpuasalah pada bulan sabar (Ramadan), dan satu hari setelah Ramadan.โ Aku berkata,โAku masih kuat.โ Nabi saw. berkata,โBerpuasalah pada bulan sabar, dan dua hari setelah Ramadan.โ Aku berkata,โAku masih kuat.โ Nabi saw. berkata,โBerpuasalah pada bulan sabar, dan tiga hari setelah Ramadan, dan berpuasalah pada bulan-bulan haram.โ.โ (HR Ibnu Majah No. 1741; Abu Dawud No. 2428, Ahmad No. 20589).
Imam Syaukani menerangkan,
ููู ุฏููู ุนูู ู
ุดุฑูุนูุฉ ุตูู
ูุง
โDalam hadis ini terdapat dalil pensyariatan puasa pada bulan-bulan haram.โ (Imam Syaukani, Nailul Authar, hlm. 881).
Sebagian ulama seperti Nashiruddin al-Albani dalam Dhaโif Abu Dawud menganggap lemah hadis di atas karena terdapat ketidakpastian nama periwayat hadis dari kabilah Al-Bahilah itu.
Namun, Imam Syaukani tetap menguatkan hadis tersebut dengan menukil pendapat Imam Mundziri yang menyatakan perselisihan nama sahabat semacam itu tidak membuat cacat suatu hadis (Imam Syaukani, Nailul Authar, hlm. 881; Wablul Ghamam ala Syifa` alโAwam, 1/514).
Adapun dalil-dalil khusus yang mensyariatkan puasa pada Rajab, menurut para ulama hadis-hadisnya memang lemah (dhaif).
Imam Syaukani meriwayatkan dari Ibnu Subki, dari Muhammad bin Manshur as-Samโani yang berkata,โTidak ada dalil hadis yang kuat yang menyunahkan puasa Rajab secara khusus. Hadis-hadis yang diriwayatkan dalam masalah ini berstatus waahiyah (sangat lemah) yang tidak menggembirakan ulama.โ (Imam Syaukani, Nailul Authar, hlm. 881).
Imam Syaukani mengatakan, meski tidak ada dalil khusus yang layak menjadi dasar puasa pada bulan Rajab, tetapi dalil umum tentang anjuran puasa bulan-bulan haram tetap dapat diamalkan.
Jadi, puasa pada bulan Rajab hukumnya tetap sunah, hanya saja sebaiknya tidak berpuasa sebulan penuh, mengingat hadis Nabi saw.,
ุตูู
ู
ูู ุงูุญูุฑูู
ู ูุงุชุฑูู ุตูู
ู
ูู ุงูุญูุฑูู
ู ูุงุชุฑูู ุตูู
ู
ูู ุงูุญูุฑูู
ู ูุงุชุฑูู ููุงูู ุจุฃุตุงุจุนููู ุงูุซูููุงุซุฉู ูุถู
ูููุง ุซู
ูู ุฃุฑุณูููุง
โBerpuasalah kamu pada bulan-bulan haram dan berbukalah (diucapkan tiga kali), Nabi saw. lalu memberi isyarat dengan tiga jarinya, menghimpun tiga jari itu lalu menguraikannya.โ (HR Abu Dawud, No. 2428). (Imam Syaukani, Nailul Authar, hlm. 880). Wallahualam. [MMews/Rgl]
=============================
Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
==============================
Facebook : https://www.facebook.com/Komunitas-Perindu-Jannah-106590268061027/
Instagram: https://www.instagram.com/perindu_jannahid/
Telegram : t.me/KomunitasPerinduJannah