23/02/2017
JANGAN IRI DAN SELALU BERSYUKUR
Iri... Kata ini cuma terdiri dari tiga huruf tapi hampir setiap orang pernah merasakannya dan bisa menjadi penyakit hati yang mematikan sekaligus menghancurkan
Apalagi dalam dunia usaha. Sering kali kita merasa iri
IRI TERHADAP ORDERAN TEMAN KITA
IRI TERHADAP OMSET TEMAN KITA
IRI TERHADAP KEUNTUNGAN TEMAN KITA
DAN IRI-IRI LAINNYA
Dari zaman bahulak sampai sekarang, rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau
Padahal, Allah sudah berfirman di dalan Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 7 :
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
KUNCINYA AGAR TIDAK IRI ADALAH SELALU BERSYUKUR
Kita ini seharusnya sebelum iri terhadap nikmat orang lain, sebaiknya mengecek dulu. Maksud saya begini. Saya yakin teman-teman semua sepakat kalau Allah itu maha adil.
ADIL BUKAN BERARTI SAMA, TETAPI DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHANNYA.
Saya contohkan. Seorang ibu yang adil kepada anak-anaknya tidak mungkin memberikan uang saku yang sama banyak terhadap anaknya yang sudah SMA dengan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Begitu juga dengan Allah...
Allah memberi rezeki kepada seorang hamba tentu disusaikan dengan kebutuhan mereka.
Saat status anda lajang, lalu anda menjalankan usaha di rumah, dan masih tinggal bersama orang tua, makan juga ditanggung orang tua, tentu saja rezekinya akan berbeda dengan teman kita yang notabene sudah menikah, sewa toko untuk usaha, kontrak rumah, biaya makan sendiri.
Jika rezeki kita yang statusnya masih lajang, sama dengan rezeki teman kita yang statusnya sudah berkeluarga, justru disinilah Allah tidak adil. TAPI KITA TAHU BAHWA ALLAH ITU MAHA ADIL.
JADI SEKALI LAGI KUNCINYA, SELALU BERSYUKUR.
Pesan dari para ulama selalu sama :
1. UNTUK DUNIA LIHATLAH YANG ADA DI BAWAH KITA AGAR SELALU BERSYUKUR
2. UNTUK AKHERAT LIHATLAH KE ATAS AGAR KITA SELALU TERMOTIVASI UNTUK BERIBADAH DENGAN BAIK.