30/12/2014
Pelet dan susuk adalah solusi yang telah dicoba
oleh beberapa orang untuk membuat wanita yang
mereka s**ai menjadi jatuh cinta kepadanya.
Tips cinta ini katanya telah terbukti dan bisa
dihandalkan. Ilmu pelet pemikat hati wanita ini
juga bisa dipakai saat ikut casting sinetron dan
iklan agar bisa terpilih menjadi bintang di
kemudian hari. Lihat bagaimana penuturan orang
yang mengenakan pelet dari seorang dukun
berikut ini:
“Awalnya saya takut mau pasang susuk,tetapi
setelah saya konsultasi panjang lebar problem
yang saya alami saat ini dengan pak Supri,saya
jadi mantap,karena saya di beri penjelasan
tentang kasiat dan manfaat setelah menggunakan
susuk. Dan alhamdulilah puji tuhan pacar saya
yang tadinya sudah berpaling dengan
saya,setelah saya pasang susuk di tempat pak
supri. Kurang dari satu bulan pacar saya kembali
lagi ke saya.Anehnya dia semakin lengket seperti
kena pellet saja,aku jadi heran sendiri sepertinya
dia takut kalau kehilangan saya,saya ucapkan
trimakasih pada pak supri yang telah berkenan
membantu.salam sukses selalu thx….”
Kesyirikan pada Susuk dan Pelet
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa
beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda,
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺮُّﻗَﻰ ﻭَﺍﻟﺘَّﻤَﺎﺋِﻢَ ﻭَﺍﻟﺘِّﻮَﻟَﺔَ ﺷِﺮْﻙٌ
“ Sesungguhnya mantera-mantera, jimat-jimat
dan pelet adalah syirik ” (HR. Abu Daud no.
3883, Ibnu Majah no. 3530 dan Ahmad 1: 381.
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini
shahih ).
Tiwalah yang dimaksud dalam hadits ini adalah
sesuatu yang dibuat dan diklaim bisa membuat
perempuan lengket pada suami dan sebaliknya
(Lihat Kitab Tauhid , Syaikh Muhammad At
Tamimi). Jadi bisa saja tiwalah itu berupa pelet,
jimat, susuk, dan bulu perindu. Namun sebagian
ulama mengatakan bahwa tiwalah yang dimaksud
adalah jika berasal dari sihir (Lihat Syarh Kitab
Tauhid , hal. 62). Al Hafizh Ibnu Hajar
mengatakan bahwa tiwalah ini diperoleh dari
jalan sihir ( Fathul Bari , 10: 196). Sehingga jika
pemikat hati atau pemikat cinta berupa susuk,
jimat dan bulu perindu, maka termasuk dalam
kategori tamimah (jimat-jimat). Dan jimat-jimat itu
terlarang sebagaimana telah disebutkan p**a
dalam hadits di atas.
Memakai pelet termasuk syirik karena di
dalamnya ada keyakinan untuk menolak bahaya
dan mendatangkan manfaat dari selain Allah
Ta’ala (Lihat Fathul Majid , 139). Syaikh
Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin berkata,
“Tiwalah tergolong syirik karena tiwalah bukanlah
sebab syar’i (yang didukung dalil) dan bukan
p**a sebab qodari (yang dibuktikan melalui
eksperimen).”
Cincin Kawin yang Berbuah Petaka
Cincin kawin bisa termasuk terlarang jika diyakini
bahwa jika cincin tersebut jika dilepas dari
pasangan bisa mendatangkan bahaya. Artinya,
cincin kawin bisa jadi masalaha besar jika
disertai keyakinan keliru. Rumah tangga bisa
abadi atau tidak tergantung dikenakannya cincin
tersebut, ini keyakinan keliru.
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin
rahimahullah berkata, “Jika cincin kawin tersebut
diyakini bisa mendatangkan manfaat dan
menolak bahaya. Jika ada keyakinan bahwa
cincin tersebut masih ada di tangan suami, maka
ikatan pernikahan akan terus terjalin. Jika tidak
dikenakan, maka akan rusak. Jika niat seperti ini
yang ada ketika menggunakan cincin kawin,
maka termasuk syirik ashgor (kecil).
Jika niat seperti ini tidak ada –dan tidak mungkin
ia berniat seperti itu (artinya: cuma sekedar
memakai cincin kawin), maka cincin kawin masih
tetap terlarang karena termasuk bentuk tasyabuh
(meniru-niru adat non muslim).
Jika cincin kawin yang dikenakan berasal dari
emas, maka terlarang dikenakan oleh pria. Ini sisi
terlarang ketiga dari cincin tersebut.
Intinya cincin kawin bisa berbuah masalah yaitu
bisa termasuk syirik, bisa menyerupai adat
Nashrani (non muslim), atau bisa terlarang
karena berasal dari emas dan digunakan oleh
pria. Jika terlepas dari tiga masalah tadi (tidak
ada unsur syirik, tidak ada unsur tasyabbuh,
tidak menggunakan cincin dari emas tetapi dari
logam lainnya), maka boleh.” (Al Qoulul Mufid, 1:
182).
Jodoh Tak Kan Ke Mana
Jodoh jelas tidak akan ke mana. Yang Allah telah
takdirkan, itulah yang kita peroleh dan tidak akan
luput dari kita. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣَﻘَﺎﺩِﻳﺮَ ﺍﻟْﺨَﻼَﺋِﻖِ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﻳَﺨْﻠُﻖَ ﺍﻟﺴَّﻤَﻮَﺍﺕِ ﻭَﺍﻷَﺭْﺽَ ﺑِﺨَﻤْﺴِﻴﻦَ ﺃَﻟْﻒَ
ﺳَﻨَﺔٍ
“ Allah telah mencatat takdir setiap makhluk
sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit
dan bumi ” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah
bin ‘Amr bin Al ‘Ash).
Dalam hadits dalam kitab Sunan disebutkan,
ﺃَﻥَّ ﻣَﺎ ﺃَﺻَﺎﺑَﻚَ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻟِﻴُﺨْﻄِﺌَﻚَ ﻭَﺃَﻥَّ ﻣَﺎ ﺃَﺧْﻄَﺄَﻙَ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻟِﻴُﺼِﻴﺒَﻚَ
“ Apa saja yang ditakdirkan akan menimpamu,
maka tidak akan luput darimu. Apa saja yang
ditakdirkan akan luput darimu, maka tidak akan
menimpamu” (HR. Abu Daud no. 4699. Syaikh Al
Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Beriman kepada takdir, inilah landasan kebaikan
dan akan membuat seseorang semakin ridho
dengan setiap cobaan. Ibnul Qayyim
mengatakan, “Landasan setiap kebaikan adalah
jika engkau tahu bahwa setiap yang Allah
kehendaki pasti terjadi dan setiap yang tidak
Allah kehendaki tidak akan terjadi”
Lantas mengapa mesti memikat pasangan atau
jodoh dengan pelet dan susuk? Ini tanda kurang
percaya pada takdir ilahi. Cuma kita saja yang
berusaha dengan cara yang halal.
Bagaimana Memikat Hati Pasangan?
Cara ampuh bagi yang sudah memiliki pasangan
agar tetap lengket kayak perangko dengan
pasangannya tidak ada jalan lain selain
melakukan kewajibannya sebagai suami atau
istri. Mengapa mesti ke dukunn untuk minta
suami dipelet, tetapi di rumah tidak pernah
berdandan cantik di hadapan suami dan tidak
pernah melakukan kewajiban lainnya. Cobalah
jadi istri yang taat, maka ia akan mendapatkan
keutamaan berikut ini.
ﺇِﺫَﺍ ﺻَﻠَّﺖِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺧَﻤْﺴَﻬَﺎ ﻭَﺻَﺎﻣَﺖْ ﺷَﻬْﺮَﻫَﺎ ﻭَﺣَﻔِﻈَﺖْ ﻓَﺮْﺟَﻬَﺎ ﻭَﺃَﻃَﺎﻋَﺖْ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ
ﻗِﻴﻞَ ﻟَﻬَﺎ ﺍﺩْﺧُﻠِﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻣِﻦْ ﺃَﻯِّ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺷِﺌْﺖِ
“ Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima
waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan
Ramadhan), serta betul-betul menjaga
kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-
benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada
wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah
dalam surga melalui pintu mana saja yang
engkau s**a .” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu
Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth
mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Dalam hadits lain disebutkan mengenai perintah
bagi wanita untuk selalu berpenampilan cantik di
hadapan suaminya,
ﻗِﻴﻞَ ﻟِﺮَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻱُّ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺗَﺴُﺮُّﻩُ
ﺇِﺫَﺍ ﻧَﻈَﺮَ ﻭَﺗُﻄِﻴﻌُﻪُ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻣَﺮَ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺨَﺎﻟِﻔُﻪُ ﻓِﻲ ﻧَﻔْﺴِﻬَﺎ ﻭَﻣَﺎﻟِﻬَﺎ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻜْﺮَﻩُ
Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling
baik? ” Jawab beliau, “ Yaitu yang paling
menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati
suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi
suami pada diri dan hartanya sehingga membuat
suami benci ” (HR. An-Nasai no. 3231 dan
Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan
bahwa hadits ini hasan shahih). Cobalah lihat
bagaimana jika istri taat pada Allah dengan rajin
ibadah dan selalu berpenampilan istimewa di
hadapan suami, tentu akan membuat suami
semakin lengket.
Sedangkan bagi yang belum dapat jodoh,
teruslah perbaiki diri menjadi lebih baik. Dan
perbanyaklah do’a, maka jodoh pun tak kan ke
mana. Do’a yang bisa dipanjatkan untuk
mendapatkan jodoh adalah do’a sapu jagad,
karena do’a ini mencakup kebaikan dunia dan
akhirat. Termasuk di dalamnya adalah jodoh.
Do’a tersebut adalah,
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺁَﺗِﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟْﺂَﺧِﺮَﺓِ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻗِﻨَﺎ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
“ Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia
dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari
siksa neraka ” (QS. Al Baqarah: 201).
Walau Ampuh, Tidak Bisa Dikatakan
Halal
Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa (1: 264)
memberikan pelajaran bahwa walau tercapainya
tujuan dalam sebagian cara, tidak bisa
menghalalkan cara tersebut. Begitu p**a dalam
hal ini, walau pelet dan susuk terlihat ampuh dan
terbukti bagi sebagian orang, maka tidak
menunjukkan perbuatan tersebut halal. Syirik
jelas saja terlarang walaupun tercapai maksud.
Seperti dicontohkan oleh Ibnu Taimiyah mengenai
tercapainya tujuan tidak menunjukkan halalnya
cara yang dilakukan, ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﻣُﺠَﺮَّﺩُ ﻛَﻮْﻥِ ﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀِ ﺣَﺼَﻞَ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻤَﻘْﺼُﻮﺩُ ﻣَﺎ ﻳَﺪُﻝُّ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧَّﻪُ ﺳَﺎﺋِﻎٌ ﻓِﻲ
ﺍﻟﺸَّﺮِﻳﻌَﺔِ ﻓَﺈِﻥَّ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻜَﻮَﺍﻛِﺐِ
ﻭَﺍﻟْﻤَﺨْﻠُﻮﻗِﻴﻦَ ﻭَﻳَﺤْﺼُﻞُ ﻣَﺎ ﻳَﺤْﺼُﻞُ
“Tidaklah tercapainya do’a yang dimaksud
menunjukkan sesuatu itu boleh menurut syari’at.
Lihatlah tidak sedikit yang berdo’a pada selain
Allah, seperti meminta pada bintang-bintang dan
meminta do’a pada makhluk (bukan pada Allah),
do’anya terkabul (padahal perbuatannya keliru
dan termasuk syirik, pen)” (Majmu’ Al Fatawa,
1: 264).
Semoga Allah menyelamatkan kita dan keluarga
kita dari berbagai macam bentuk penghambaan
kepada selain Allah serta menjauhkan kita dari
berbagai kesyirikan.
Wa billahit taufiq.
Referensi:
1. Al Qoulul Mufid, Syaikh Muhammad bin
Sholeh Al ‘Utsaimin, terbitan Dar Ibnul
Jauzi, cetakan kedua, tahun 1424 H.
2. Fathul Majid, Syaikh ‘Abdurrahman bin
Hasan Alu Syaikh, terbitan Darul Ifta’,
cetakan ketujuh, 1431 H.
3. Syarh Kitab Tauhid, Syaikh Hamd bin
‘Abdillah Al Hamd, terbitan Maktabah Ar
Rusyd, cetakan kedua, 1431 H.
@ Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 2 Jumadats
Tsaniyah 1433 H
www.rumaysho.com
sumber : http://rumaysho.com/aqidah/
kesyirikan-pada-pelet-dan-susuk-pemikat-
hati-2397