15/08/2026
Bismillah
Lelah. Sungguh lelah.
Berapa banyak dari kita yang terjebak mengoleskan krim setiap hari? Menghitung jam, berharap keajaiban. Lalu saat salah sedikit saja... wajah langsung meradang, memerah, dan jerawat kembali merajai p**i. Sangat membuang waktu.
April 2025 adalah titik balikku. Keputusan lepas total dari kosmetik membawa badai. Jerawat merah memenuhi p**i, digantikan noda hitam. Selama 4 bulan, aku kehilangan keberanian untuk sekadar melihat cermin. Putus asa.
Sampai akhirnya, aku berhenti berperang dengan tubuh sendiri.
Keyakinanku berubah: jika tidak aman dimakan, jangan oleskan ke kulit. Aku mulai memperbaiki isi piring. Melalui kearifan Traditional Chinese Medicine (TCM), aku belajar mendengarkan makanan yang cocok untuk tubuhku. Minum minyak zaitun, VCO, rempah, dan realfood menjadi obatku.
Aku berdamai dengan kulit yang tanning karena matahari. Kulitku tak harus seputih kapas atau semulus porselen untuk membuatku berharga.
Tahun berikutnya, aku melangkah lebih dalam. Mengurai sumbatan titik wajah, totok, mandi rempah, hingga grounding—membumikan pikiran yang selama ini mengawang penuh kecemasan. Tubuh ini akhirnya kuajak rileks.
Keajaiban sejati justru lahir dari dalam. Saat pikiran tenang, inner beauty muncul lewat senyuman tulus dan rasa syukur yang tak putus.
Perjalanan menemukan diri ini tidak instan. Ia mengalir melalui journaling, reparenting, dan reframing atas luka lama. Kini, aku tidak lagi diperbudak oleh rutinitas krim yang melelahkan. Aku telah pulang ke rumah yang aman: diriku sendiri.
Jika kamu juga sedang lelah, asing dengan dirimu, atau sedang berjuang menyembuhkan luka yang tak tampak... kamu tidak harus berjalan sendirian.
Mari mengurai sumbatan itu bersama. Menemukan kembali ketenangan, dan bertumbuh dalam ruang yang paling aman.
Sampai jumpa di Samuroh Assana | Counselor CPS — tempat teraman untuk jeda, menyembuhkan, dan kembali bertumbuh. ✨