22/06/2024
“Istiqamahlah kalian semua, dan beruntunglah jika kalian istiqamah.” (HR. Ibnu Majah).
Rasulullah menganggap perlu menyampaikan itu karena banyak orang yang mengatakan beriman, namun keimanannya cepat layu dan loyo, keimanan yang tidak subur, keimanan yang kering kerontang. Keimanan tanpa istiqamah akan terus melemah, meredup, keropos, kerontang dan mungkin suatu saat mati. Istiqamah adalah nikmat, istiqamah adalah karunia yang tidak diberikan secara gratis pada siapa saja kecuali bagi mereka yang memang berburu untuk mendapatkannya.
Istiqamah adalah melaksanakan hal-hal fardhu yang Allah perintah, istiqamah tahu perintah Allah lalu mengamalkan ketaatan pada-Nya dan menjauhi maksiat pada-Nya. Senantiasa komitmen mencintai-Nya, ibadah pada-Nya tanpa menoleh kiri dan kanan.
Ibnu Qayyim mengatakan: istiqamah adalah kata yang mencakup semua dimensi agama ini. Dia adalah berdiri di hadapan Allah dengan melakukan kejujuran hakiki, menepati kesepakatan yang berhubungan dengan ucapan, perbuatan dan kondisi jiwa serta niat.
Jika kita ingin anggota tubuh kita istiqamah maka istiqamahkanlah hati kita dengan Iman dan ini tidak akan pernah terjadi kecuali lisan kita telah istiqamah. Sebagaimana yang pernah Rasulullah sebutkan :
“Tidaklah iman seorang hamba itu lurus (istiqamah) hingga hatinya istiqamah, dan hatinya tidak akan istiqamah kecuali lisannya telah istiqamah.” (HR. Ahmad).
Istiqamah harus dipertahankan dengan semangat menyala dengan tujuan untuk kebaikan pribadi, umat, negeri bangsa-bangsa dunia yang kini sedang merana karena minimnya orang-orang yang mau berpegang teguh dengan agamanya, kokoh dengan pondasi imannya.