16/11/2018
β’ β’ β’
Hari ini baca lagi berita seorang ibu yang menghabisi nyawa anak kandungnya. Di Cengkareng, kemarin kejadiannya. Ibu yang dikenal pendiam & tanpa masalah membunuh, memutilasi anak keduanya yang berusia 1 tahun. Suaminya anggota provost di Polda Metro Jaya.
Peristiwa ini membuat saya teringat kasus Maria Ayama. Tanggal 30 Mei 1990, dia menggunakan pisau dapur untuk menggorok leher 4 anaknya yang berumur 3 - 11 tahun.
Kasus psikologi ekstrem yang mendunia, Andrea Yates, tanggal 3 Mei 2001, dia menghabisi nyawa 5 anaknya dengan cara menenggelamkan di bath up. 14 Mei 2001 dia didiagnosis menderita depresi berat pasca melahirkan. Semua peristiwa memilukan ini dilakukan ketika suami-suami mereka sedang bekerja.
Depresi pasca melahirkan terdengar menyeramkan ya? Barangkali ini yang namanya BABY BLUES. Faktanya hampir 70% ibu melahirkan mengalaminya. Mulai dari yang levelnya paling rendah, baby blues syndrome sampai psikosis seperti Andrea & Ayama.
Kenapa wanita begitu rapuh? Plis d**g ah, wanita itu agamanya kurang & akalnya cuma setengah, itu kata agama. Tentu butuh sosok yang bisa menambah agama & bisa menggenapkan akal kan? Siapa? Tentu saja orang terdekat yaitu suami.
Jangan tuduh wanita cengeng kalo kamu belum pernah ada di posisinya. Kesusahan selama hamil hampir 10 bulan & kesakitan saat melahirkan bahkan Allah sebutkan dalam Al Quran.
Menyusui selama 2 tahun, mengatur uang belanja, memastikan anak & suami makan, lantai mengkilat, dapur bersih, kasur nyaman dll.
Wahai para suami, hentikan sejenak aktivitas sosmedmu, mancingmu, nongkrong di warkop, dll. Pulang, peluklah istrimu, pandanglah wajahnya yang lelah tidak secantik dulu waktu pertama kali kau lihat.
Sekali-kali gantikanlah tugasnya sebentar, buatkan dia teh manis hangat & belai lembut rambutnya. Ucapkan terima kasih untuk jihadnya selama ini. Anak-anakmu sehat & aman bersamanya.
Kamu pun tenang dalam bekerja mencari nafkah. Ucapkan terima kasih, dia bertaruh nyawa melahirkan keturunan yang kau banggakan. Ia rela meninggalkan kenikmatan bersama orang tuanya demi merajut hidup bersamamu.
Maafkan kekurangannya, Luangkan waktumu. Cintai & berterimakasihlah.
Thanks to