Gamis Busui

Gamis Busui Gamis Busui menyediakan baju gamis dan busana muslimah untuk wanita dan remaja putri, model terbaru dengan harga istimewa

Gamis Busui menyediakan model gamis terbaru dan baju muslimah untuk wanita dan remaja putri dengan harga murah. Koleksi kami meliputi gaun pesta brokat, gamis couple/sarimbit, gamis denim, jeans, etnik, batik, kaftan, busana muslim syar'i set, long dress modern remaja casual, formal maupun semi formal, dan koleksi hijab jilbab terkini beserta aksesorisnya. order (pilih salah satu)
Admin 1
WA/SMS : 0812 16 656565
BB : 2B10C72E
Admin 2
WA/SMS : 08 9898 33 987
BB : 7D5D90C6

DiaIya, diaaa...Yang kau jatuh cinta kepadanya beberapa tahun yang laluYang kau pilih untuk menemani sisa hidupmu. Yang ...
16/11/2016

Dia
Iya, diaaa...
Yang kau jatuh cinta kepadanya beberapa tahun yang lalu
Yang kau pilih untuk menemani sisa hidupmu.
Yang kau jadikan ayah dari anak-anakmu.
Yang tak henti-hentinya kau coba merubahnya, sejak hari kesatu.

Dia
Yang kau seret ke parenting event bersamamu
Yang kau harapkan memiliki lebih banyak waktu...
Untuk sekedar bercengkrama denganmu dan anak-anaknya..
Yang SANGAT TERAMAT sering kau limpahkan beban pengasuhan, di detik ketika sepatunya menapak depan rumahmu.

Dia
Yang kau harapkan agak lebih sedikit mirip ayahmu.
Yang kau ajukan metode-metode baru mendidik anak terkini
Yang terkadang bikin kau kesel dan keki
Yang kurang menolongmu mencuci piring hari ini

Pernahkah ?
Engkau sedikit menata hati?
Melihat dari sisi si dia yang begitu engkau cintai?
Walaupun dia tidak di rumah sepanjang hari,
Kerjaannya cukup menguras akal dan energi.

Pantaskah engkau meminta ganti? Karena menurutmu, engkau sudah letih sepanjang hari bersama si kecil dan si mungil yang tidak berhenti-henti...nya mengoceh sepanjang hari. Menumpahkan susu, menaburkan makanan, mengganti baju sampai lima kali???

Engkau ingin dia paham
Dia bertoleransi
Tapi engkau lupa, ia juga manusia, ia letih.
Tahukah kau bahwa, ibunya tidak pernah membayangkan bahwa anak laki2 nya akan menjadi semandiri ini???

Iya, saya paham.
Zaman sudah beganti
Laki -laki sudah bukan zamannya dilayani sepanjang hari.
Zaman ini adalah zaman dimana ayah di elu-elukan perannya dirumah untuk samg buah hati.
Zaman dimana ayah adalah faktor penentu yang penting dalam pengasuhan masa kini.

Tapi, sekali kali saja...

Pernahkah? Engkau rasakan letihnya harinya? Transportasinya dari dan ke kantor utk ke rumah. Pekerjaannya yang tak kunjung habisnya? Bos yang terkadang menjengkelkan, namun ngak kemana diceritakan... karenaaaa....

Belum apa-apa, kau sambut ia dengan 'cerita anak hari ini', dengan si fulan dan fulanah yang begitu dan begini. Dengan rasa pegal di kaki, dan kaku di lehermu ini.
Oh ya, kan kau masih punya sisa 7,000 kata lagi sehari???!

Sementara dia..
Hanya bisa menyunggingkan senyum ketika, anak berganti tangan.. Cerita mengalir bagaikan gerakan buaian, badan yang penat tidak lagi terasa...

Yang ada tumpukan daftar pekerjaan rumah yang hrs ia kerjakan sampai nanti menjelang anak ditidurkan. Tidak jauh beda dengan harinya tadi pagi dikantoran, sudah ditunggu oleh setumpuk kerjaan.

Dia
Juga manusia
Juga lelah
Juga butuh tarik nafas
Juga pengen belajar pengasuhan, tapi jangan dipaksa
Cara belajarnya beda
Kata ibu saya "jika kamu berharap ia melakukan hal persis seperti dirimu, kenapa tidak kau pakaikan dia rok saja??"
Jleb

Dia, yang tersimpan rapi dihatimu penuh cinta...
Juga lelah sepertimu, namun tak ia rasa
Bolehkah sekali dalam seminggu, lau merasakan 'memakai sepatunya' ??

Jadi kau bisa sedikit bertoleransi, bertenggang rasa.
Percayalah, ia hanya ingin yang terbaik untuk keluarganya. Yang damai, dan tentram, oleh sebab itu, ia lebih sering mengalah.
Bolehkah atau bisakah kita mulai suatu tindakan kecil setiap harinya???

Sebelum tidur, bisikkan padanya:
"Terima kasih, sudah menjadi Ayah terhebat sedunia! Sudah menjadi Suami yang penyayang dan super siaga!!"
💋
Selamat malam, cintaa ❤️

Wa billahi taufik wal hidayah,
di copas dari status Wina Risman

Mohon dimaklumi kalo istri punya bayi,pagi bau ASI,siang bau terasi,malam bau ASI,yah namanya juga ibu rumah tangga seja...
15/09/2016

Mohon dimaklumi kalo istri punya bayi,pagi bau ASI,siang bau terasi,malam bau ASI,yah namanya juga ibu rumah tangga sejati,ga jauh-jauh dari profesi koki dan ibu menyusui.

Kasihan sebenarnya para suami kalo keluar rumah lihatnya perempuan beraroma wangi,dirumah bau ASI lagi ASI lagi,duh gusti ini lah yang namanya cobaan cinta sejati,tak peduli istrimu tampak pucat pasi,bau ASI,make daster yang itu lagi itu lagi,cobalah tetap setia menemaniku sampai mati.

Cobalah dimaklumi ya para suami kondisi seperti ini,ga lama kok cuma sampai anak sudah berhenti tanpa ASI eh tapi beda cerita lagi kalo nanti hamil lagi..*eeaaa

Kalo eneg lihat emaknya yang bau ASI coba lihat anaknya yang sehat dan senyum berseri baunya wangi bak kesturi bikin gemes deh mau cium lagi lagi dan lagi.Kalo lagi jenuh liat emaknya yang pake daster lagi daster lagi coba deh lihat isi dompetmu yang menghemat puluhan juta gegara tak harus membeli susu sapi.

Sekali lagi mohon dimaklumi yee duhai para suami kondisi seperti ini sebagaimana dulu kami memaklumimu saat melamar kami yang hanya bermodalkan sarung dan peci *dududu

Cukup sekian dan terima gaji,salam ibu menyusui

Repost from : Ummu Nazma

Sekarang Gamis Busui juga produksi atasan menyusui loh..untuk kenyamanan dan kualitas, tetep ya nomer 1 :)yuk..yuk..di l...
10/09/2016

Sekarang Gamis Busui juga produksi atasan menyusui loh..

untuk kenyamanan dan kualitas, tetep ya nomer 1 :)

yuk..yuk..di lihat lihat trus di order :)

Penting di ketahui para bunda nih, simak yuk :D
23/08/2016

Penting di ketahui para bunda nih, simak yuk :D

Bayi yang menerima ASI eksklusif berusia 0-6 bulan TIDAK Perlu diberikan Air Putih / cairan lain secara rutin !

Saya ulangi definisi ASI Eksklusif yang diberikan sejak bayi lahir hingga berusia 6 bulan :
Pemberian ASI eksklusif / menyusui eksklusif selama 6 bulan adalah memberikan hanya ASI SAJA pada bayi dan tidak memberi makanan/minuman lain, termasuk air putih (di Indonesia juga umumnya diberi air madu, air gula, air teh manis, dll) selama 6 bulan sesuai rekomendasi WHO, UNICEF dan organisasi2 kesehatan internasional lainnya termasuk IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).

Lalu bila karena berbagai kondisi ASI Ibu tidak mencukupi, Ibu tidak memiliki ASIperah, dan ASI donor tidak memungkinkan, maka pilihan berikutnya yang aman adalah memberikan PASI yaitu Susu Formula (Sufor) khusus bayi, bukan sembarang susu bubuk (whole milk). Hingga usia setahun bayi/anak tidak boleh meminum susu whole milk seperti susu sapi/kambing dll segar pasteurisasi maupun bubuk (rencana pengen nulis hal ini tapi masih antri tulisan2 lain).

Allah subhanahuwaTa’ala sudah merancang ASI sesuai dengan kebutuhan bayi setiap waktunya, baca tulisan saya The Magic of Breastmilk, bagaimana perbedaan Kolostrum/ASI Awal, yang berubah menjadi ASI transisi lalu menjadi ASI matang :

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10203751176805778&set=a.1070999501093.13218.1409280466&type=1&theater

Lalu setiap sesi menyusuipun berubah dari ASI awal/Foremilk yang lebih encer kaya Laktosa hingga ASI akhir/Hindmilk yang lebih pekat-creamy kaya lemak.

Lalu bisa dilihat di gambar berdasarkan penelitian dr Ruth Lawrence (teman diskusi saya, ahli laktasi dunia yang disegani) , komposisi ASI itu 88,1 % adalah Air. Sisanya adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dll, sementara Air zam zam walau memiliki kelebihan dibanding air putih biasa (memiliki kandungan fluoride dan ion kalsium yang lebih tinggi) TIDAK mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dll yang sangat dibutuhkan bayi.

Jadi.. bayi-bayi yang menerima ASI, TIDAK PERLU tambahan air putih & sejenisnya secara rutin. Bahkan walau kolostrum/ASI awal jumlahnya baru tetesan pun cukup untuk menjaga bayi tetap terhidrasi dengan baik (tetap pantau tanda2 kecukupan ASInya ya, baca tulisan saya Apakah ASI Cukup :

http://theurbanmama.com/articles/apakah-asi-saya-cukup.html ).

Berdasarkan Panduan AAP (American Academy of Pediatrics) : Suplementasi (air putih, air gula, susu formula dan cairan lain) TIDAK BOLEH diberikan pada bayi baru lahir kecuali ada indikasi medis yang memerlukannya berdasarkan anjuran dokter. Bahkan saat cuaca sangat panas bayi tidak memerlukan tambahan cairan lain, bayi yang menyusu sesuai keinginan (Nursing On Demand) akan meminta menyusu lebih sering untuk mengkompensasi kebutuhan tubuhnya akan cairan.

Jadi, apa bahaya bagi bayi menerima air putih rutin?

1. Kadar bilirubin tubuh bayi dapat meningkat dan menyebabkan Jaundince/Kuning.

2. Terlalu banyak asupan air putih dapat menyebabkan kondisi serius yang dinamakan Oral water intoxication. Gejalanya berupa muntah, diare , suhu tubuh rendah (hypothermia), bahkan kejang karena kekurangan natrium (hyponatremic seizure).

3. Bayi dapat kekurangan gizi/malnutrisi – pertumbuhan lambat (Slow Growth) hingga gagal tumbuh (Failure To Thrive / FTT), karena bayi terlanjur kenyang/kembung minum air dan tidak mau menyusu.

4. Akibat lebih lanjut no 3, bila Ibu tidak rajin memerah rutin maka produksi ASI Ibu dapat terganggu (berkurang).

5. Akibat lainnya bayi kurang menyusu maka bayi kurang mendapat antibodi alias kurang terproteksi dari berbagai penyakit. Seperti diketahui ASI mengandung berbagai macam antibody untuk melindungi bayi dari penyakit2 umum/ringan .

Saat bayi sudah mulai menerima MPASI yaitu usia 6 bulan, hingga usia 1 tahun, ASI tetaplah yang utama , bukan MPASI. Boleh saja bayi diberikan air putih, sedikit saja, dalam sehari panduannya tidak melebihi 2 ounces atau 60 ml. Bila bayi haus ya susui, saat bayi makan MPASI ya berikan saja ASIperah untuk minumnya.

Pada beberapa kondisi khusus misalnya bayi usia 4-6 bulan meminum suplemen zat besi yang bikin neg, dari banyak pengalaman para Ibu bila langsung disusui maka bayi akan muntah, jadi boleh saja berikan air putih beberapa tetes (pastikan air matang berasal dari air bersih). Hal ini TIDAK termasuk pemberian suplemen air putih rutin dan tidak menggagalkan ASI eksklusif. Tapi bila bayi baik2 saja pasca diberi suplemen zat besi/obat tanpa perlu air putih, ya tidak perlu berikan air putih.

Semoga bermanfaat ya, yuk ah berikan bayi2 haknya mendapatkan ASI eksklusif :)

Sumber2 :

1. Breastfeeding Guide for Medical Profession by dr Ruth A Lawrence (Distinguished Alumnae Professor University of Rochester New York & Chief Editor Academy of Breastfeeding Medicine-ABM).
2. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9374582
3. http://www.stlouischildrens.org/articles/wellness/water-intoxication-in-infants
4. http://www.breastfeedingbasics.com/qa/do-breastfed-babies-need-water
5. http://www.babycentre.co.uk/x554860/does-my-breastfed-baby-need-water-in-hot-weather
6. http://kellymom.com/nutrition/starting-solids/baby-water/
7. http://drjaygordon.com/faq/breastfeeding/supplementalwater — in Rochester, New York.

Saya sedang melihat sebuah foto keluarga orang. Istrinya putih, cantik dan langsing. Anaknya yang Cuma satu juga lumayan...
12/08/2016

Saya sedang melihat sebuah foto keluarga orang. Istrinya putih, cantik dan langsing. Anaknya yang Cuma satu juga lumayan.

Suaminya…..GUEDEEEEEE dengan wajah yang…ya gitulah. (kan katanya nggak boleh menghina ciptaan Allah, jadi bayangkan saja lah deskripsi itu, terserah imajinasi masing2.

Kalau Cuma bilang bahwa beliau gede mah kan nggak menghina atuh, itu mendeskripsikan, hehehe). Datang anak sulung saya menghampiri dan bertanya, “itu siapa ma?”. “temen mama”, jawab saya pendek.

Penasaran apa yang Raia pikirkan ketika melihat foto yang menurut saya jomplang secara fisik itu, saya tanya “Rai..apa yang raia lihat pertama kali di foto ini? Apa yang paling mencolok menurut Raia?”

Berharap dia juga menyebutkan pria super besar itu.
“Emm.. itu kan tempat itu yang pernah kita datengin waktu Raia kecil”, jawabnya sembari menunjuk dan menyebutkan sebuah tempat wisata yang jauh di belakang gambar keluarga itu,

besar gambar tempat wisata itu Cuma seujung kuku kelingking dan saking tubuh si bapak mengambil semua atensi saya, saya bahkan tidak menyadari mereka di mana.

Sangat kaget dan tidak percaya bahwa dia kok bisa nggak melihat itu bapak, saya tanya sekali lagi..
“apa lagi? Yang paliiingggg menarik perhatian dari gambar ini?”,
“Hmm….banyak pohon nya?” tebak Raia, mencoba mendapatkan jawaban yang dia tau sedang saya harapkan darinya tapi belum tepat.

Ya ampun, betapa negative thinking nya saya. Dan bersihnya dia. Dia tidak menghakimi fisik seseorang. Yang dia liat adalah sebuah kewajaran. Ayah, ibu, anak mereka, sedang berlibur, ke tempat yang dia pernah datangi. Tempatnya hijau, asri, banyak pohon.

Entah kenapa saya punya feeling kalau pun saya paksa untuk dia menyebut 5 hal lain yang mencolok baginya, fisik bapak itu bahkan nggak berhasil masuk top 5 on his list.

Luar biasa betapa kita sudah terwarnai dengan banyak hal negatif sehingga kita s**a tidak bisa melihat sisi positif dari sesuatu. Dan ironisnya, kita tanpa sengaja sering mewariskan kekotoran hati dan pikiran itu ke anak-anak kita yang di lihat dari sisi manapun akan merusak.

Masa sih? Gak percaya? Ini contoh sederhananya saja.
“ma, kenapa sih tante itu nggak pake jilbab”, --> “mungkin dia ngga tau kali jilbab itu wajib”

Siapa bilang dia nggak tau? Jawaban begitu, seakan menilai bahwa tante itu bodoh, dan kita pintar. Lha buktinya kita tau dan dia tidak. Lagip**a di era digital bgini, unless you live di pelosok Timbuktu, nggak mungkin lah ya gak bisa mendapatkan info hukum pemakaian jilbab itu gimana.

Khusnudzon daripada bilang dia nggak mau? Bisa jadi dia emang beneran nggak mau. Jadi jawaban ‘dia nggak tau’ itu bisa jadi salah.

Daripada nebak2 suruh aja anaknya nanya ke tantenya. Jawabannya jelas lebih pasti. Plus kalo kita jwb begitu, anak akan belajar bahwa ‘oh.. nggak papa melakukan kesalahan kalau belum tau, nggak usah mencari tau aja, biar nggak dosa”. Padahal mah, kan nggak begitu juga hukumnya.

Kok Benny boleh loncat-loncat di tempat tidur, Aku nggak? --> tau, mama nya nggak ngajarin bahwa itu nggak boleh kali.

Woy.. siapa bilang? Cuma pas mama nya ngajarin sampe bibir nya dower, kita nggak denger.

Bisa jadi Benny sudah di cubit, pukul, jewer, sudah menggunakan segala cara, tetep nggak Benny nya nggak patuh juga, bisa kan? Bisa jadi juga ibunya sudah ngelarang tapi ayahnya membolehkan nya.

Pengasuhan dua cara ini membuat Benny jadi patuh untuk nggak loncat2 di tempat tidur di rumahnya biar mama nya nggak marah, tapi jadi nya dia loncat2 di tempat tidur ketika berada di rumah org lain, karena ayahnya membolehkannya loncat2 di tempat tidur.

Betul, bisa jadi juga mamanya bener2 nggak ngajarin, tapi bisa nggak kita nggak nebak-nebak kalau kita nggak tau? Apalagi nyuruh2 anak kita untuk jadi anaknya emaknya Benny kalau dia mau ikut2an loncat2 di tempat tidur juga. Klise.

“Kok kakak itu pegangan tangan sama abang itu sih ma, itu siapa nya?” --> karena sudah kadung kepergok, yang ini nggak bisa pendek jawabannya, mumpung! langsung deh apalagi kalau emak2, biasanya 2.5 bab keluar tanpa henti “itu namanya pacaran , nggak boleh. HARAM! Nggak ada dalam islam. Kalau mau begitu harus sudah menikah dulu…bla bla bla bla bla bla bla (padahal anaknya ngerti haram aja nggak).

SIAPA BILANG ITU PACARNYA? Siapa tau itu adiknya yang kangeeennn bgt sm abangnya yang baru p**ang dari mana gitu, udah nggak ketemu bertahun dan mereka Cuma 2 bersaudara yang dulunya emang sangat dekat.

Boleh d**g pegangan tangan sama abangnya. Tapi mereka kan nggak mirip? Hidih, anak-anak saya juga gak mirip, bukan berarti mereka bukan adik kakak kaan? Sudah lah nge-cap orang, bohong p**a.

Tau nggak bahwa bohong sama anak kecil sama dosa nya sama dengan bohong kepada orang dewasa? Gak enak nanya sama mereka?

Ya jawab yang jujur dan sederhana saja: Mama/Ayah tidak tau nak.

Nggak tau itu nggak hina kok… dan walaupun kita orang tua, kita Cuma manusia. Gak perlu tau segalanya. Mengakui ketidaktahuan kita mengajarkan pada anak untuk
1. Jujur.
2. Menyadari ilmu manusia terbatas
3. Tidak menghakimi orang lain dengan keterbatasan ilmu yang kita punya.

Jawaban-jawaban yang tampaknya sepele seperti ini tanpa sengaja membentuk cara pandang anak kita untuk melihat ke-negatifitas-an atas segala sesuatu.

Belum di tambah dengan gaya pengasuhan yang umumnya ‘nila setitik, rusak susu sebelanga’. Anaknya di ajak arisan keluarga besar 5 jam.

Di jam ke 4 mulai rewel yang berujung tantrum. Akhirnya dimarahin, di ancam dan di hukum karena orgtuanya kesal karena jadi terpaksa p**ang lebih awal sebelum acara benar-benar selesai.

Kagak keliatan itu 4 jam pertama yang tenang, aman, damai, gemah ripah loh jinawi. Yang keliatan yang jeleknya aja. Mata pelajaran di sekolah ada 15. Yang jelek 3. Udah deh.. yang 12, mau dapet cepek nggak ngaruh juga.

Walhasil ya.. kacamata yang di pake minus mulu, lahir bathin.

Saya saja, yang orang tuanya tidak pernah perduli nilai skolah saya bagaimana, dari gambar yang indah itu saya hanya melihat ayah yang super besar, samaaaa sekali nggak keliatan itu tempat wisata.

Belum lingkungan sekitar. Infotainment menyiarkan kasus saiful jamil lbh lama drpd kalau ada artis yang dpt penghargaan karena karya nya mendunia.

Belum sinetron yang isinya iri, selingkuh dan kecelakaan saja. Berita? apalagi.
Kayaknya isi nya hampir buruk semua. Iya sih, untuk tv bad news is good news, tapi bisa nggak kita tidak melihat sesuatu dari sisi jeleknya saja.

Jgn isinya Cuma siapa yang korupsi berapa, siapa mensodomi siapa, dan berapa banyak dari Indonesia yang sudah di jual ke siapa.

Berita buruknya kita perlu tau juga tapi mbok ya jangan mendominasi berita sampai2 benar2 tidak ada good news nya!

Jadi.. sudahlah harta nggak seberapa, janganlah mewarisi su’udzon, negative thinking, dan ketrampilan menghakimi orang lain tanpa sengaja lewat pengasuhan yang salah karena ilmu yang tidak ada.

Raia mengingatkan saya untuk tidak melakukan ini melalui foto itu. Siapa tau bapak yang sedikit berlebih berat badan itu baik hati, super alim dan very romantic.

Siapa tau bapak itu lucu, mudah bergaul dan sudah mencoba menurunkan berat badannya dengan segala cara tapi belum bisa juga.

Siapa tau bapak itu nyaman dengan ukuran tubuhnya, dan memiliki 2jt kelebihan di banding saya. Siapa tau kepercayaan diri nya yang sudah mencapai tingkat dewa itu yang justru membuat istrinya jatuh cinta.

Kita sudah tua (Kita??? :D). Sudah waktunya pakai kacamata yang plus dan melihat segala sesuatu yang baik2nya saja. Kalau tidak tau jawabannya, mengaku saja lah. Kala melihat yang jelek, bungkam, alihkan mata.

Belajar dari anak-anak untuk memiliki hati yang bersih dan pandangan yang jernih. Jangan kotori jiwa anak anda yang masih putih.

Kalau orangtuanya hanya memiliki kuas ber-cat-kan warna hitam, ya otomatis anaknya akan bgitu juga. Jadi sudah waktunya kita berubah.

Ini bagian yang paling susah, karena kita dibesarkan dengan cara ini, dan cara ini p**a kita biasanya membesarkan anak-anak kita.

Entah kenapa setelah Raia membuat saya memperhatikan betapa hijaunya dan indahnya daerah wisata itu, bapak itu tidak lagi tampak terlalu besar :)

Ayo.. ganti kacamata!

by

*tidak perlu izin utk men-share tulisan ini.

Mereka yang memiliki anak di skitar usia 2-3 tahun hafal betul kalimat:”biarin aku aja!” “aku bisa!” “aku mau ngerjain i...
11/08/2016

Mereka yang memiliki anak di skitar usia 2-3 tahun hafal betul kalimat:”biarin aku aja!” “aku bisa!” “aku mau ngerjain itu sendiriiii”.

Apakah itu mandi, sikat gigi, atau memainkan sebuah mainan baru yang bahkan sebetulnya mereka tdk bisa dan tahu cara memainkannya.

Anak manusia pada dasarnya mau mandiri dari usia yang begitu dini. Hanya saja, para orang tua, sering sekali terburu-buru, tdk tega, sok tau, sehingga keukeuh merekeuuhhh ngebantuin anaknya untuk melakukan segala rupa.

Jangan menjepit sayap mereka dari fitrah kemandirian yang telah allah berikan scr alamiah.

Biarkan mereka merapikan mainan mereka sendiri, mencuci piring mereka sendiri, membersihkan meja, memakai baju dan sepatu, walau hasilnya pasti tidak sesempurna bila anda yang melakukannya.

Kalau ketidaksempurnaan itu mengganggu mata (dan kewarasan anda), jgn lihat.

Dengan melakukannya secara tidak sempurna, mereka akan belajar untuk memperbaiki diri. Alah bisa karena biasa, bukan? Anda tdk akan hidup selamanya untuk membantu mereka melakukan hal-hal tersebut.

Dan kalau anda meninggal dunia, dan mereka tdk bs melakukan semua yang selama ini anda bantu, bagaimana?
“Hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah” (Q.S 4:9)

“Bukan apa yang anda lakukan untuk anak-anda anda, tapi apa yang anda telah ajarkan mereka lakukan untuk diri mereka sendirilah, yang akan membuat mereka manusia-manusia yang sukses “–Ann Landers

by

“Abisin makanannya, nanti mama kasih es krim deh”“Kalau kamu bisa rangking 1, papa beliin sepeda yang kamu minta itu”“Ay...
11/08/2016

“Abisin makanannya, nanti mama kasih es krim deh”

“Kalau kamu bisa rangking 1, papa beliin sepeda yang kamu minta itu”

“Ayo.. mandi dulu.. nanti kita main ke playground depan”

“Setelah kamu hafal dulu juz 30, ayah janji kasih tab nya”

Nyogok.

Hal yang terlalu sering kita lakukan… tanpa sadar. Kita terus menerus meletakkan wortel di depan kelinci.. agar kelinci terus melompat. Apa yang terjadi ketika wortel tidak lagi ada?

Akhirnya.. anak makan, karena eskrim, bukan karena merasa lapar, atau untuk menjaga kesehatan tubuh. Anak belajar, bukan untuk pintar dan memahami materi.. tapi untuk bisa sepedaan dengan tetangga sebelah yang baru pindah itu
Anak mandi bukan agar segar, bersih dan wangi, tapi murni karena dia mau main keluar rumah.
Setelah tab di tangan.. hafalan juz 30 nya? Nguap semua. Ayo di muraja’ah lagi hafalannya. Kalau aku muraja’ah, dpt apa?

Iming-iming akan terus bertambah. Kalau tidak dalam jumlah, dalam harga. Anak 3 tahun masih bisa di sogok sama eskrim dan permen untuk ngabisin makanannya.. ketika tanggung jawab sudah semakin berat, bayarannya juga semakin besar. Secara gak mungkin kan kalimatnya: ayo, kalau kamu menang lomba pidato itu, Abi kasih eskrim? Yang ada anaknya sinis tertawa.
Saling memberi hadiah ada hadist nya.. saya tau. Dan saya super duper setuju memberi reward atas usaha, kerja keras dan prestasi yang sudah anak lakukan. Saya Cuma menyarankan untuk tidak dijanjikan di depan. Karena tidak tahukah anda bahwa ada p**a hadistnya tentang dilarangnya penyuapan?

Anak harus tau bahwa ada eskrim ataupun tidak..dia tetap harus makan.
Sepeda di belikan atau tidak, sekolah itu perlu, dan kalau dia muslim, menuntut ilmu menjadi sebuah kewajiban
Main ke luar atau tidak, kudu mandi eniwei, karena kalau gak gatel. Bau dan keringetan.
Dan jadi penghafal qur’an itu mulia, berpahala, tab jadi atau tidak di belikan
Kalau di janjikan di dpn, bayangkan saja kalau ternyata habis mandi.. hujan lebat. Jadi tidak bisa main ke playground di luar. Betapa kecewa?
Bayangkan binar matanya kalau dia rangking satu, terus tiba2 besoknya ayah p**ang membawa sepeda? Atau setelah makan, tiba2 dapet eskrim sebagai pencuci mulutnya?
Yang paling sering kita dengar dlm 1,5bln ke dpn adalah: kalau kamu puasanya sebulan penuh.. mama/papa akan kasih…(isi sendiri)

Walaupun saya gak pernah kasih apa-apa untuk anak saya jika dia puasa sebulan penuh, saya mempersilahkan para orangtua memberikan hadiah atas usaha anak-anak itu. tapi please jgn di janjikan di awal. Kasih uang, hape, atau trip keliling dunia, sesuaikan saja dengan keadaan kantong masing2 keluarga, tapi kalau di sogok dari awal, puasanya murni untuk itu saja. Tanpa di sogok di dpn saja, kalau 1x ramadhan di kasih hadiah, biasanya th dpn nya ngarepin lg, dan gak mau dlm jumlah yang sama dengan tahun sebelumnya. Lalu apa yang terjadi? Ini mjd ‘wabah lebaran’, dimana si tante itu ngasihnya nggak sebanyak om ini. Karena biasa dapet yang merah, yang biru nggak mau lagi. Boro2 yang ungu.. idih.. cuih2.

Itukah kesan yang anda inginkan bagi anak anda ketika hari raya tiba? Boro2 maaf2an dan kembali fitri, anak akan silaturrahmi murni karena di akhir hari bergelimang rupiah.

Saya tekankan lagi, karena biasanya bakal banyak yang salah paham. Saya tidak anti dengan memberi hadiah, saya hanya tidak mau anak-anak melakukan sesuatu dengan niat yang salah. Apa saja, tidak hanya puasa.

Kalau anak saya tidak mau makan? Ya sudah. Berarti dia sedang tidak lapar. Atau porsinya saat itu terlalu besar. Bisa dihabiskan lain waktu. Atau jadi pelajaran agar tidak mengambil porsi sebesar itu. sedikit2 dulu. Kalau makanannya habis dan mau saya kasih eskrim or permen setelah itu.. s**a-s**a saya. Toh kalau saya tiba2 berubah pikiran, tidak terjanjikan sebelumnya. Karena tidak berharap, anak pun tidak kecewa.

Kalau saya mau anak menghafal sebuah surat, saya harus hafal surat itu terlebih dahulu. Atau minimal berlomba2 siapa yang bisa hafal duluan. Kalau dia menang (secara otak saya Pentium 2, dia Pentium 9) gak masalah kalau saya mau memberinya roller blade yang sudah lama dia idam2kan.

Umumnya, saya berikan pilihan sebagai prasyarat. Misalnya saya harus menjemput abangnya sekolah dan saya mau si tengah tidur siang. Saya kasih pilihan: kalau mau ikut jemput abang, kamu harus tidur siang dulu. Kalau tidak mau tidur siang..tidak apa. Tidak ada yang memaksa. Cuma jadi tidak bisa ikut jemput abang. Kamu bisa stay di rumah sama mbak. Jadi dia akan memilih untuk tidur apa tidak. Seberapa besar keinginannya untuk tidur atau tidak. Dia bisa menimbang2 kengantukan dirinya. Sebanding tidak dengan trip menjemput abangnya? Jadi ada hari2 yang dia memutuskan untuk tidur siang, dan ada hari2 yang dia tidak mau. Kalau tidak mau, tidak apa. Tidak ada hukuman. Orang gak ngantuk kok di paksa tidur. Nggak masuk akal. Anda mau di paksa?

Kecilnya eskrim, permen dan sepeda. Besarnya? “Kalau bapak menangkan saya tender ini, bapak mendapatkan 20M.” Familiar?

Pantas sajalah korupsi merajalela di negeri ini. Mungkin mereka dulu waktu kecil selalu diiming2i. di janjikan hadiah sebelum pekerjaannya dilakukan. Di sogok dulu, baru proyeknya jalan.

Kalau dulu begitu kita dibesarkan, maklumi sajalah. Jaman orangtua kita mjd orangtua, ilmu parenting belum sebegininya. Tapi masa kita mau mengulang kesalahan lama, yang bisa merusak mental anak-anak kita juga?

Mengasuh itu nggak bisa Cuma diliat pada kejadian saat itu saja. Harus dipertimbangkan efek jangka panjangnya. Cara yang salah akan membentuk masa depan bukan hanya anak, tapi cucu kita juga. Karena besar kemungkinan mereka akan membesarkan anak2nya dengan cara kita mengasuhnya.

Harapan dari artikel ini sebetulnya sederhana, 20th ke depan, tidak perlu ada lagi KPK di Indonesia :)

by

ASI: Makanan dan Minuman Dalam Satu PaketPayudara hanya memproduksi satu macam ASI. Setelah bayi selesai menyusu, laktos...
11/08/2016

ASI: Makanan dan Minuman Dalam Satu Paket

Payudara hanya memproduksi satu macam ASI.

Setelah bayi selesai menyusu, laktosa dari ASI yang tertinggal di saluran ductus payudara akan menarik air dari sekelilingnya sehingga membuatnya kaya air, rendah lemak, encer dan lebih bening.

ASI bening yang kaya air ini akan lebih dahulu keluar. ASI yang keluar di awal waktu menyusui atau memerah ASI disebut foremilk.

Sementara itu, lemak-lemak ASI terikat pada dinding sel alveolus. Lemak-lemak ini baru akan terhisap setelah seluruh foremilk keluar.

ASI yang keluar tampak lebih kental karena kaya lemak. ASI yang keluar di akhir waktu menyusui atau memerah ASI disebut hindmilk.

Foremilk dan hindmilk sama pentingnya bagi bayi supaya sehat dan tumbuh berkembang dengan baik.

Bayi akan tercukupi kebutuhan cairannya dan sekaligus akan mendapatkan makanan yang menyamankan perutnya serta terpenuhi kebutuhan asupan kalorinya.

Foremilk dan hindmilk. Tidak ada yang lebih superior dibanding yang lain.

Sehingga penting bagi bayi untuk mendapatkan foremilk dan hindmilk secara seimbang.

Ikuti kemauan bayi, biarkan bayi menyusu tanpa dibatasi. Jangan interupsi ketika bayi sedang aktif menyusu.

Biarkan bayi selesai menyusu di payudara pertama, baru kemudian coba ditawarkan payudara yang lain.

Saat haus bayi akan mengambil foremilk dengan menyusu sebentar. Saat lapar bayi akan sering minta menyusu hingga kenyang.

Semua ibu memiliki foremilk dan hindmilk untuk mencukupi kebutuhan bayi yang disusuinya.

Ibu tidak perlu repot-repot merawat payudara untuk mendapatkan proporsi foremik dan hindmilk yang seimbang.

Mengocok payudara juga tidak memberi efek bagi proporsi foremilk dan hindmilk.

Ibu cukup melakukan manajemen menyusui yang baik dan makan+minum yang cukup.

Selamat menyusui

Menyusui vs Kerusakan Gigi AnakHingga saat ini pemberian ASI dan menyusui dalam jangka panjang terutama menyusui dengan ...
10/08/2016

Menyusui vs Kerusakan Gigi Anak

Hingga saat ini pemberian ASI dan menyusui dalam jangka panjang terutama menyusui dengan posisi berbaring miring (side lying) saat malam hari dipercaya menjadi salah satu penyebab kerusakan gigi pada anak-anak.

Sehingga banyak Mama yang menghindari untuk menyusui dengan posisi berbaring miring bahkan menghentikan menyusui pada malam hari. Padahal menyusui dengan posisi berbaring miring sangat membantu Mama untuk beristirahat serta manfaat menyusui pada malam hari juga banyak baik bagi bayi dan juga Mama.

Umumnya masyarakat berpendapat bahwa menyusui bayi pada malam hari hingga bayi tertidur akan sama efeknya (merusak gigi) seperti pada bayi / anak yang menyusu dengan botol dot.

Sebelum ditemukannya botol dot, kerusakan gigi pada gigi bayi/anak sangat jarang. Drg Brian Palmer dan Harold Torney telah melakukan penelitian panjang dan mendalam terhadap tengkorak manusia (sampel hidup pada 500-1.000 tahun yang lalu) dan berdasarkan hasil penelitian mereka disimpulkan bahwa menyusui tidak menyebabkan kerusakan gigi.

Jadi faktanya ASI dan menyusui dapat melindungi bayi/anak dari kerusakan gigi, dan kebalikannya, pemberian susu formula dan penggunaan botol dot sebagai media asupan bayi/anak (bottle feeding) berperan dalam perkembangan kerusakan gigi bayi/anak sejak dini. ASI mengandung antibodi (Secretory IgA & IgG) yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri jahat seperti Steptococcus mutans (S.mutans) yang menyebabkan kerusakan gigi.

Selain itu ASI mengandung protein Laktoferin yang dapat membunuh S.mutans. Hal lainnya, S.mutans menggunakan sukrosa yang terkandung dalam susu formula untuk menghasilkan asam yang akan merusak gigi, sementara ASI mengandung laktosa dan tidak dapat digunakan (S.mutans) untuk menghasilkan asam. Susu formula juga berperan dalam pengikisan enamel gigi, secara signifikan mengurangi pH dan meningkatkan perkembangan bakteri-bakteri jahat lainnya.

AAP (the American Academy of Pediatrics) pada tahun 2007 telah mempublikasikan penelitian yang menyatakan tidak ada hubungan antara menyusui dan Early childhood caries (ECC).

Terdapat perbedaan mencolok antara menghisap botol dot dan menghisap payudara (menyusu). Bila bayi menghisap botol, maka isi botol akan keluar di mulut bagian depan dan sekitar gigi, sementara saat menyusu, puting Mama akan meregang, tertarik jauh ke dalam mulut sehingga ASI akan dilepaskan langsung ke arah kerongkongan dan menstimulasi bayi untuk menelan.

Perbedaan kedua, ketika bayi tertidur dengan kondisi botol dot di dalam mulut bayi maka botol dot akan terus mengalirkan isi botol ke dalam mulut bayi/anak, sementara payudara Mama tidak akan mengeluarkan ASI bila tidak dihisap dengan aktif.

Walau bayi menyusui secara eksklusif dan setelah menerima MPASI tetap menerima ASI/disusui, bayi bisa menderita kerusakan gigi karena berbagai faktor.

Faktor-faktor tersebut diantaranya :

1. Bayi mengkonsumsi makanan minuman dengan kadar gula tinggi

2. Steptococcus mutans (S.mutans) yang masuk ke mulut bayi karena ditularkan oleh orang tua, pengasuh, dll. Beberapa tindakan yang dapat menularkan kuman ini misalnya mencium mulut bayi/anak, memakai sikat gigi bersama, sendok/garpu yang digunakan bersama, mengunyahkan makanan bayi, dll.

3. Kelainan produksi air liur (saliva). Seperti yang telah diketahui bahwa air liur membantu tubuh melawan S.mutans dengan cara membersihkan gula dari gigi dan menyediakan lapisan yang dapat melindungi gigi dari asam. Air liur berkurang produksinya secara alamiah selama tidur dan pada beberapa kondisi seperti menderita asma, diabetes, bayi preterm/prematur, malnutrisi, penggunaan beberapa jenis obat (obat asma, antihistamin, anti mual, dll).

4. Riwayat trauma kehamilan dan penyakit selama kehamilan sehingga Mama perlu mengkonsumsi obat-obatan seperti Antibiotik

5. Mama yang merokok selama kehamilan

6. Pola makan (diet) yang buruk di keluarga

7. Keluarga yang tidak terbiasa menjaga kesehatan gigi dan mulut

8. Faktor keturunan

Langkah-langkah mencegah kerusakan gigi bayi/anak sedini mungkin (selain menyusui dan tidak memberikan asupan melalui botol dot) adalah sebagai berikut :

1. Ketika gigi bayi pertama muncul (yang umumnya terjadi sejak usia bayi 6 bulan hingga 1 tahun) mulailah membersihkan gigi bayi dengan sikat gigi khusus bayi.

Bagaimana dengan pasta gigi mengandung fluoride? Panduan lama menyatakan bahwa pasta gigi mengandung fluoride baru boleh diberikan setelah anak berusia 2 tahun. Tetapi panduan ADA (American Dental Association) terbaru tahun 2014 menyatakan sejak gigi pertama bayi muncul maka sikatlah gigi bayi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride sebesar kira-kira 1 butir beras. Sementara untuk anak berusia 3 tahun atau lebih berikan pasta gigi berfluoride sebesar 1 butir kacang polong.

2. Buat jadwal kunjungan pertama ke dokter gigi paling lambat saat bayi berusia 1 tahun

Banyak orang tua yang merasa tidak perlu untuk berkonsultasi dan memeriksakan gigi anak-anaknya, karena dianggap belum lengkap. Padahal dengan berkonsultasi dengan dokter gigi sejak dini, para orang tua bisa mendapatkan informasi status kesehatan gigi-mulut anak dan memahami cara membersihkan gigi-mulut dengan baik dan benar.

3. Beri minum air putih setelah bayi makan MPASI

Bayi yang sudah menerima MPASI (usia 6 bulan ke atas) boleh diberi air putih (bisa dimulai dengan kuantitas 60 ml per hari) setelah makan sehingga membantu membersihkan gigi dan mulut bayi dari sisa makanan yang menempel.

4. Tidak membiarkan dan membiasakan bayi/anak membawa botol minum/cup dalam jangka waktu lama

Walaupun bayi/anak tidak menerima asupan melalui botol dot, seringkali bayi/anak memegang botol minum , cup, training cup dll yang berisikan berbagai macam (bisa jus, susu, teh,dll). Hal inipun dapat menyebabkan kerusakan gigi karena gigi secara konstan bersentuhan dengan sukrosa.

5. Hindari makanan tinggi gula dan jenisnya lengket & perlu waktu lama berada di dalam mulut seperti permen karet, lollipop.

6. Mama Papa menjadi contoh & teladan pola makan & minum yang sehat serta menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Orang tua adalah contoh pertama dan utama yang akan ditiru anak-anak. Jadi orang tua mencontohkan memakan makanan sehat seperti sayur dan buah, membatasi makanan tinggi gula seperti permen, kue-cake, minuman bersoda, syrup dll.

Orang tua juga dapat membuat aktivitas menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut bersama, yang utama membuat rutinitas menyikat gigi dengan cara yang menyenangkan. Bila gigi anak sudah makin banyak maka mulai diajarkan cara memakai benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi.

7. Hindari kontak mulut, memakai peralatan makan dan sikat gigi bersama jika Mama-Papa atau pengasuh memiliki masalah dengan gigi dan mulut.

Semoga bermanfaat, happy breastfeeding

by: Fatimah Berliana Monica

Address

Bagong Karimata
Surabaya
60246

Opening Hours

Monday 08:00 - 20:00
Tuesday 08:00 - 20:00
Wednesday 08:00 - 20:00
Thursday 08:00 - 20:00
Friday 08:00 - 20:00
Saturday 08:00 - 20:00

Telephone

+6281216656565

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gamis Busui posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Gamis Busui:

Share