11/12/2025
Hari Minggu pagi di rumah kami selalu penuh suara tawa dan kecil-kecilan rusuh. Hana sibuk merapikan bonekanya, Fajar menyeret tikar ke halaman, dan si bungsu Mala mengikuti sambil membawa botol minum terbalik.
Aku mengenakan Abaya ASMA dari My Klambi, karena kalau sudah bersama tiga anak, aku butuh pakaian yang ringan, longgar, dan nggak cepat kusut.
“Umi, kita piknik di halaman aja ya!” kata Fajar.
“Setuju!” jawabku, sambil membantu mereka menggelar tikar. Abaya dengan lipatan depan dan belakang itu membuatku bebas jongkok dan bergerak tanpa ribet.
Hana membawa buku gambar.
“Mi, Umi gambar juga ya…”
Aku mengambil pensil warna dari saku abaya, dan Hana langsung tertawa,
“Umi punya saku rahasia!”
Kami duduk bersama, menggambar matahari, kucing, bunga, dan sesuatu yang Mala sebut “balon” padahal bentuknya lebih mirip kentang. Lengan lurus abaya bergerak lembut saat aku membantu mereka mewarnai. Kancing goldnya membuat Hana berkata,
“Umi kayak princess!”
Setelah itu, mereka minta main kejar-kejaran.
“Umi harus tangkap kami!”
Aku berdiri dan mengejar mereka perlahan. Abaya ASMA yang flowy membuat langkahku tetap ringan meski aku sedikit ngos-ngosan mengejar tiga bocah kecil yang penuh energi.
“Umi superhero!” teriak Fajar sambil tertawa.
Aku pura-pura terjatuh pelan, dan mereka semua menindihku dengan pelukan kecil.
Kami beristirahat sambil makan snack sederhana. Matahari hangat, angin sepoi-sepoi, dan anak-anak bersandar di pangkuanku.
“Umi cantik hari ini,” kata Hana pelan.
Aku mengusap kepalanya. “Kalian yang bikin Umi bahagia.”
Hari itu sederhana. Hanya halaman rumah, anak-anak yang riuh, dan Abaya ASMA yang membuat semua gerakan—duduk, jongkok, lari, memeluk—terasa nyaman dan lembut.
Kadang, momen terbaik keluarga memang sesederhana ini.