12/04/2024
Pemuda dan Cahaya Tauhid
Di suatu desa yang terpencil, hiduplah seorang pemuda yang hatinya selalu diliputi kerinduan pada Sang Pencipta. Ia berjalan di atas pasir kehidupan, mencari makna cinta yang hakiki. Suatu hari, di bawah naungan langit yang luas, pemuda itu bertemu dengan seorang gadis yang keanggunannya bagai rembulan di malam hari.
Gadis itu berkata, “Wahai pemuda, tahukah engkau bahwa cinta sejati adalah cinta yang tercurah dari hati yang bersih dan penuh tauhid kepada Allah?”
Pemuda itu menatap dalam ke dalam mata gadis tersebut dan menjawab, “Aku tahu, dan aku telah mencari cinta itu dalam setiap doa dan dzikirku.”
Mereka berdua lalu duduk bersama di tepi sungai, memandang aliran air yang tenang, dan pemuda itu mengambil sejumput tanah, menggenggamnya erat di tangannya.
“Seperti tanah ini,” ujarnya, “begitu p**a hatiku; padat dan penuh, namun hanya akan berbuah jika disiram dengan cinta dan kasih sayang dari-Nya.”
Gadis itu tersenyum, dan bersama mereka mengucapkan doa yang terdapat dalam Al-Quran:
“Rabbana atina min ladunka rahmatan wa hayyi’ lana min amrina rashada.” (QS. Al-Kahf: 10)1
“Doa ini,” lanjut gadis itu, “adalah permohonan kita untuk rahmat dan petunjuk dari Allah, agar cinta yang kita semai dapat tumbuh dalam kebenaran dan kebaikan.”
Kisah mereka berdua menjadi legenda, sebuah cerita tentang pencarian cinta yang tidak pernah padam, cinta yang berakar dalam tauhid dan tumbuh dalam doa.
Semoga kisah ini dapat menginspirasi dan mengingatkan kita semua tentang esensi cinta yang sejati, cinta yang terjalin dalam keimanan dan ketakwaan kepada Yang Maha Kuasa. 🌹