Yuniarhijabos

Yuniarhijabos busana muslim keluarga berkualitas

06/06/2016

Dapatkan produk ini dengan Rp11,000.00 saja! Download aplikasinya sekarang juga: http://goo.gl/DQBBZ6

06/06/2016

Dapatkan produk ini dengan Rp11,000.00 saja! Download aplikasinya sekarang juga: http://goo.gl/DQBBZ6

READY STOCK Kaos Anak Muslim AfrakidsBahan : Cotton Combed 24SSablon : Rubber, bebas toxic tersertifikasiBahan kaos nyam...
16/09/2015

READY STOCK Kaos Anak Muslim Afrakids

Bahan : Cotton Combed 24S

Sablon : Rubber, bebas toxic tersertifikasi

Bahan kaos nyaman buat dipakai anak-anak yang sedang aktif dalam beraktifitas karena bahan menyerap keringat.

Mengajarkan nilai-nilai islam sejak usia dini melalui kaos kesukaan anak karena ingatan dan didikan waktu kecil akan terus diingat oleh anak

Setiap kaos dilengakapi dengan hastaq/ nilai-nilai islam apa yang perlu disampaikan orang tua pada anak-anak sesuai dengan tema kaos yang dipilih

Packing kaos aman, bungkus plastik tebal dan pakai “clip” seperti kaos-kaos distro

Lengan pendek Xs-S = Rp59.000, M-L = Rp75.000 XL = Rp91.000

Lengan Panjang : Xs-S = Rp70.000 M-L = Rp86.000 XL = Rp102.000

ORDER dalam satu chat
Nama - No hp - Alamat - Pesanan
Bbm : 575F8532
WA/Line : 081218224096



Inilah Cara Ampuh Membuat Anak Sholat TANPA Debat, Keringat, Urat & Pengingattidakbiasa.com - Tentunya bagi Anda sebagai...
02/09/2015

Inilah Cara Ampuh Membuat Anak Sholat TANPA Debat, Keringat, Urat & Pengingat

tidakbiasa.com - Tentunya bagi Anda sebagai orang tua ingin memiliki anak-anak yang taat kepada Allah swt. Dan ibadah yang paling utama adalah sholat!

Bagaimana membuat anak-anak Anda taat akan ibadah yang agung ini? Bagaimana membuat anak-anak kita Sholat dengan kesadaran mereka sendiri tanpa diperintah, tanpa berdebat dahulu dan disiplin mendirikannya tanpa perlu diingatkan?

Apakah anak-anak Anda enggan dan malas untuk sholat? Atau bahkan mereka membuat jengkel saat mengingatkan untuk sholat? Mari kita lihat bagaimana kita bisa mengubahnya.

Ini adalah pengalaman seorang wanita yang memiliki anak perempuan yang sudah duduk di bangku kelas 5 SD. Baiklah inilah cerita darinya dengan bahasa yang telah disesuaikan.

Sholat bagi anakku sepertinya hal yg sangat berat, sampai-sampai suatu hari aku berkata kepadanya: "Bangun!! Sholat!!", dan aku mengawasinya dari jauh.

Aku melihatnya mengambil sajadah, kemudian melemparkannya ke lantai. Kemudian ia mendatangiku.

Aku bertanya kepadanya: "Apakah kamu sudah sholat?"
Ia menjawab: " Sudah "?

Kemudian aku marah dengan sangat keras, karena ia berbohong tentang itu. Aku tahu aku salah, tetapi kondisinya memang benar-benar membuatku sedih.

Air mataku tak terbendung disitu...

Aku benar-benar emosi dan marah pada putriku, aku gertak dengan keras dan aku menakutinya dengan siksa neraka.

Tapi apa yang terjadi...ternyata semua ocehanku itu seperti tidak didengar dan tidak bermanfaat sekali.

Hingga suatu hari, seorang sahabatku bercerita ketika ia berkunjung kerumah seorang kerabat dekatnya (seorang yg biasa2 saja dari segi agama) , tapi ketika datang waktu sholat, semua anak-anaknya langsung bersegera melaksanakan sholat tanpa diperintah dan atas kesadaran sendiri.

Aku berkata padanya "Bagaimana anak-anakmu bisa sholat dgn kesadaran mereka tanpa berdebat dan tanpa perlu diingatkan dengan keras tanpa perlu kita marah-marah?"

Ia menjawab: "Demi Allah, aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa sejak jauh sebelum aku menikah aku selalu memanjatkan DO'A ini, dan sampai saat ini pun aku selaku berdoa dengan DO'A tersebut.

Setelah aku mendengarkan nasehatnya, aku selalu tanpa henti berdoa dengan do'a ini.
Dalam sujudku...
Saat sebelum salam...
Ketika witir...
Dan disetiap waktu-waktu yang mustajab...

Wahai saudara-saudaraku...
Anakku saat ini telah duduk dibangku SMA.

Sejak aku memulai berdoa dengan doa itu sampai saat ini, anakkulah yg rajin membangunkan kami dan mengingatkan kami untuk sholat.

Dan adik-adiknya, Alhamdulillah...mereka semua selalu menjaga sholat.

Saat ibuku berkunjung dan menginap dirumah kami, ia tercengang melihat anak perempuanku bangun pagi, kemudian membangunkan kami satu persatu untuk sholat.

Aku tahu Anda semua penasaran ingin mengetahui doa apakah itu?

Doa ini ada di QS.Ibrahim: 40

( رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ
وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء )
(إبراهيم ، 40)

"Robbij 'alnii muqiimash sholaati wa min dzurriyyatii robbanaa wa taqobbal du'aa"

Artinya :
"Ya Robbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat, ya Robb, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim: 40)

Doa...Doa...dan Doa...
Sebagaimana Anda semua tahu bahwa doa adalah senjata seorang mukmin.

Bagikan tulisan ini dengan menekan tombol share ke sosial media kamu agar lebih banyak orang yg mengambil manfaat.

Jika anda terkesan dgn tulisan ini,
katakan: "Semoga Allah merahmati orang yang mengamalkan doa tersebut. Aamiin.

18/06/2015

MasyaAllah, Inilah Tiga Waktu Mustajab Doa Saat Ramadhan
News, RamadhanBy IstihongJune 16th, 2015
Dailymoslem – Sudah sangat manusiawi, jika seorang hamba mendekati pencipta saat ada hajat yang di inginkan. Apalagi saat bulan Ramadhan, dimana doa-doa mudah sekali dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10: 14 mengatakan bahwa perowinya tsiqoh -terpercaya-. Lihat Jami’ul Ahadits, 9: 224) dinukil dari rumaysho.

MasyaAllah. Sungguh sangat beruntung bagi seorang muslim yang umurnya mencapai bulan Ramadhan. Sehingga, mereka bisa berdoa sepuas-puasnya dan mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya dalam bulan penuh barakah tersebut.

Meskipun sebenarnya Allah Maha Mendengar setiap doa yang dilantunkan oleh hamba-hambanya, namun ada tiga waktu yang insya Allah menjadi waktu utama dikabulkannya doa. Waktu-waktu tersebut adalah,

Saat Sahur
Makan sahur dilakukan sebelum adzan subuh. Dimana biasanya pada bulan-bulan selain Ramadhan, kebanyakan orang masih menyelami alam mimpinya. Namun, pada bulan Ramadhan, setiap muslim bangun untuk melaksanakan sahur.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758).

Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32).

Saat Puasa
Inilah salah satu kelebihan bulan Ramadhan dibanding dengan bulan-bulan lainnya. Saat Ramadhan, kita diwajibakn untuk berpuasa dimulai dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari. Jika saat puasa seseorang berdoa maka Allah akan mengabulkan – selama doanya baik – apapun yang diinginkannya. MasyaAllah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu p**a jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.” (Al-Majmu’, 6: 273)

Saat Berbuka
Bukan hanya saat sahur dan puasa saja Allah membuka pintu untuk terkabulnya doa. Namun saat kita berbuka puasa. Saat berbuka, seorang hamba telah menyelesaikan ibadah untuk berpuasa dengan ikhlas dan rendah hati. Sehingga Allah berkenan untuk mengabulkan doa-doanya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7: 278)

Maha Besar Allah atas segala sesuatu yang terjadi di langit dan di bumi. Karunia Allah selalu meliputi kita sejak lahir sampai nanti kita menutup mata. Allah juga telah memberikan berjuta kemudahan agar kita tidak merasa berat melakukan kewajiban dari-Nya. Lalu masihkah kita akan mengenyampingkan aturan-Nya?

03/06/2015
The Biggest Change in My Life - Hijab A Wonderful story about a young muslim girl ..Inspiring !! As salaamu alaykum wara...
31/05/2015

The Biggest Change in My Life - Hijab A Wonderful story about a young muslim girl ..Inspiring !!

As salaamu alaykum warahmatuallaah wabarakatuh, I want to talk to you about my life before and after Hijab. I am a Muslim girl 20 years old from Arabian Gulf ” The original place of Islam.” I used to believe that hijab is not an important issue. And it’s lucking my freedom. So I decided that I would never were Hijab as long as I live. Although my mother wears Hijab but she never convinces my sisters or me to wear it. She thought that you have to believe in it to do it or else you will take it off as soon as we are far away from her. And I think that it might be right in some way. Or it might make hijab more difficult for us when we get older. It is so hard to get used to something for your whole life and change it at once. It will take you a long time to change your mind. Any way, I used to love to show up specially that I am not bad looking at all. And that was the most difficult part. I used to love to dress up and buy expensive clothes and I loved it when every one was looking and pointing at me. I used to love it when some says “wow! She’s beautiful.” After I finished my High school I decided to go to have my degree in the United States. I saw a thing in there that I have not ever seen before. It is Muslim society and community. It’s amazing society with perfect Muslims. They are practicing Islam in a different way that we got used to it. Muslims in Gulf aria have been borne Muslims. Arabs didn’t have to ask any questions because every thing is obvious. We didn’t have to think about faith and how to believe in God, because we were raised and every one around us is Muslim. We didn’t know what’s the real Islam and how does it feel to live between all different religious and a mix society. And I just realized that people in Gulf didn’t practice pure religion, but they had a mixture between Islam and culture. So many things that I thought it was an Islamic terms turned out to be a culture believe. And they are absolutely wrong aspects. I learned that the pure Islam is not the one that we were raised on which is full of nonsense stuff that we had in our culture since a long time ago. The real Islam is only in Quran and Sunah. When people in the states find out that I am Muslim, they always ask so many questions about Islam and most the time I can’t find an answer to their questions. So I started to go searching and looking in Islamic books and in Internet about Islam “the real thing.” I was like someone has not heard any thing about Islam before. I learned so many things that I have not knew.. I started to go to the mosque and sit with so many brothers and sisters talking and discussing Islam matters. I swear that I have never gone to any mosque in my country or even think about it. Although we had thousands of Mosques back home. All the sisters in the mosque were wearing hijab except me. And they were all Americans except me. And they wear all broad about it and I respected them so much for that. I started to think about it all the time. And I started to have so many dreams about me wearing the hijab. I started to have some strange feeling towered my self; I hated it when someone was looking at me. I felt that I was only a picture without a heart or a brain. I finally decided to go for it and wear the Hijab. It was the best choice I have ever had. For the first time in my life; I felt that I am a strong person. Because I will go for what I believe in, and I didn’t care of what people think of it or how they will look at me. First day of Hijab was the best. I never felt so good and broad in my whole life of my self as much as I felt in that day. My friends and relatives didn’t believe that I could do it. And every one said that I won’t keep it for too long. And that maybe one of the things that pushed me to keep it until this day. I had to go through a fight with my self. My self which always loved this life any try to enjoy it as much as I could. Now was time to say stop, and I did. After a while every one started to respect me so much that no one had treat me like that before. Every one believed in me so much because they knew that I am a religious person. And what gave them that expression? It’s the Hijab. I can go every where now and no one would look at me as if I was a picture or a dummy. Never the less I still dress up good and put make up when I am with my sisters and that turned out to be more fun. I believe that God demand Hijab to help us and to make our life easier. It builds respect between men and women. Also, it’s a matter of keeping your body to your self or who God allowed you to show (mahram). It is also a sign that show that you are Muslim, like in all religious. For example, Jewish wears a small cup on top of their heads and Christians wear a cross. And non of those two feels ashamed to show it to public. No man would think badly about a woman who is wearing a hijab so that will provide her to fall in mistakes (khateah) or something that is (haram). A person who can wear Hijab is strong enough to do any thing else and to go through any problems that she may face in all life matter. Every one around you will trust you in every thing because you trust your self. Don’t you think your body is so mportant? And don’t you think your body is that valuable? You don’t need some one to tell you that you’re beautiful because you know that. And you don’t need someone to look at you as if you were a beautiful drawing or a picture because you’re a human been. As salaamu alaykum warahmatallaah wabarakatuh..

~Kisah yang Sangat Inspiratif ~Ada seorang guru agama yang mengajarkan Aqidah kepada murid-muridnya, Dia mengajarkan “La...
31/05/2015

~Kisah yang Sangat Inspiratif ~
Ada seorang guru agama yang mengajarkan Aqidah kepada murid-muridnya, Dia mengajarkan “Laa ilaaha illallaah” kepada mereka dan menjelaskan maknanya, Mendidik mereka dengan keteladanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ketika mengajarkan aqidah, beliau berusaha menanamkanya ke dalam jiwa murid-muridnya.
Sang guru itu senang memelihara burung dan kucing, Lalu seorang muridnya pun menghadiahkan padanya seekor burung kakatua, Makin hari sang guru pun senang dengan burung itu, Dan sering membawanya pada saat mengajar murid-muridnya, Sehingga kakatua itu belajar mengucapkan kalimat tauhid “Laa ilaha illallaah”, Burung kakatua itu pun bisa mengucapkan (laa ilaaha illallaah) siang malam.
Suatu ketika murid-murid mendapati sang guru tengah menangis, Ketika ditanya beliau menjelaskan dengan terbata-bata, Kucing telah menerkam kakatua dan membunuhnya, Merekapun bertanya dengan heran, “Karena inikah engkau menangis?", Kalau anda menginginkan kami bisa datangkan burung lain bahkan yang jauh lebih baik, Sang guru berkata, “Bukan karena itu aku menangis.”
Tetapi yang membuat aku menangis adalah ketika diserang kucing, Burung itu hanya teriak-teriak saja sampai matinya, Padahal dia sering sekali mengucapkan kalimat “laa ilaaha illallaah” Tetapi ketika diterkam kucing ia lupa kalimat itu, Tidak mengucapkan apapun kecuali hanya teriakan dan rintihan, Karena waktu itu ia hanya mengucapkan “laa ilaaha illallaah” dengan lisannya saja, Sementara hatinya tidak memahami dan tidak menghayatinya.
Sang guru pun berkata, Aku khawatir kalau nanti kita seperti kakatua itu, Saat kita hidup mengulang-ulang kalimat “laa ilaaha illallaah”, Dengan lisan kita, tapi ketika maut datang kita pun lupa, Tidak bisa mengingatnya, karena hati kita belum menghayatinya.
Kemudian para muridnya pun menangis, khawatir tidak jujur terhadap kalimat tauhid ini, Dan kita sendiri, apakah kita telah menanamkan kalimat “laa ilaaha illallaah” ini ke dalam hati sanubari kita?
Tidak ada sesuatupun yang naik ke langit yang lebih agung dibanding keikhlasan, Dan tidak ada sesuatupun yang turun ke bumi yang lebih agung dari taufiq Allah, Sesuai kadar keikhlasan kita taufiq Allah kita dapatkan, Ini termasuk hal-hal menarik yang sampai kepadaku.
Hadiah bagi orang-orang yang kucintai
Al-Ustadz Ali

Bakti Seorang Anak Kepada Ibunya yang Memiliki Keterbelakangan Mental ~Oleh : Syaikh Mamduh Farhan al-BuhairySalah seora...
30/05/2015

Bakti Seorang Anak Kepada Ibunya yang Memiliki Keterbelakangan Mental ~

Oleh : Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairy

Salah seorang dokter bercerita tentang kisah sangat menyentuh yang pernah dialaminya…

Hingga aku tidak dapat menahan diri saat mendengarnya…

Aku pun menangis karena tersentuh kisah tersebut…

Dokter itu memulai ceritanya ?dengan mengatakan : “Suatu hari, masuklah seorang wanita lanjut usia ke ruang praktek saya di sebuah Rumah Sakit. Wanita itu ditemani seorang pemuda yang usianya sekitar 30 tahun. Saya perhatikan pemuda itu memberikan perhatian yang lebih kepada wanita tersebut dengan memegang tangannya, memperbaiki pakaiannya, dan memberikan makanan serta minuman padanya…

Setelah saya menanyainya seputar masalah kesehatan dan memintanya untuk diperiksa, saya bertanya pada pemuda itu tentang kondisi akalnya, karena saya dapati bahwa perilaku dan jawaban wanita tersebut tidak sesuai dengan pertanyaan yang ku ajukan.

Pemuda itu menjawab :
“Dia ibuku, dan memiliki keterbelakangan mental sejak aku lahir”
Keingintahuanku mendorongku untuk bertanya lagi : “Siapa yang merawatnya?”

Ia menjawab : “Aku”

Aku bertanya lagi : “Lalu siapa yang memandikan dan mencuci pakaiannya?”

Ia menjawab : “Aku suruh ia masuk ke kamar mandi dan membawakan baju untuknya serta menantinya hingga ia selesai. Aku yang melipat dan menyusun bajunya di lemari. Aku masukkan pakaiannya yang kotor ke dalam mesin cuci dan membelikannya pakaian yang dibutuhkannya”

Aku bertanya : “Mengapa engkau tidak mencarikan untuknya pembantu?”

Ia menjawab : “Karena ibuku tidak bisa melakukan apa-apa dan seperti anak kecil, aku khawatir pembantu tidak memperhatikannya dengan baik dan tidak dapat memahaminya, sementara aku sangat paham dengan ibuku”

Aku terperangah dengan jawabannya dan baktinya yang begitu besar..

Aku pun bertanya : “Apakah engkau sudah beristri?”

Ia menjawab : “Alhamdulillah, aku sudah beristri dan punya beberapa anak”

Aku berkomentar : “Kalau begitu berarti istrimu juga ikut merawat ibumu?”

Ia menjawab : “Istriku membantu semampunya, dia yang memasak dan menyuguhkannya kepada ibuku. Aku telah mendatangkan pembantu untuk istriku agar dapat membantu pekerjaannya. Akan tetapi aku berusaha selalu untuk makan bersama ibuku supaya dapat mengontrol kadar gulanya”

Aku Tanya : “Memangnya ibumu juga terkena penyakit Gula?”

Ia menjawab : “Ya, (tapi tetap saja) Alhamdulillah atas segalanya”

Aku semakin takjub dengan pemuda ini dan aku berusaha menahan air mataku…

Aku mencuri pandang pada kuku tangan wanita itu, dan aku dapati kukunya pendek dan bersih.

Aku bertanya lagi : “Siapa yang memotong kuku-kukunya?”

Ia menjawab : “Aku. Dokter, ibuku tidak dapat melakukan apa-apa”

Tiba-tiba sang ibu memandang putranya dan bertanya seperti anak kecil : “Kapan engkau akan membelikan untukku kentang?”

Ia menjawab : “Tenanglah ibu, sekarang kita akan pergi ke kedai”Ibunya meloncat-loncat karena kegirangan dan berkata : “Sekarang…sekarang!”

Pemuda itu menoleh kepadaku dan berkata : “Demi Allah, kebahagiaanku melihat ibuku gembira lebih besar dari kebahagiaanku melihat anak-anakku gembira…”

Aku sangat tersentuh dengan kata-katanya…dan aku pun pura-pura melihat ke lembaran data ibunya.

Lalu aku bertanya lagi : “Apakah Anda punya saudara?”

Ia menjawab : “Aku putranya semata wayang, karena ayahku menceraikannya sebulan setelah pernikahan mereka”

Aku bertanya : “Jadi Anda dirawat ayah?”

Ia menjawab : “Tidak, tapi nenek yang merawatku dan ibuku.

Nenek telah meninggal – semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmatinya – saat aku berusia 10 tahun”

Aku bertanya : “Apakah ibumu merawatmu saat Anda sakit, atau ingatkah Anda bahwa ibu pernah memperhatikan Anda? Atau dia ikut bahagia atas kebahagiaan Anda, atau sedih karena kesedihan Anda?”

Ia menjawab : “Dokter…sejak aku lahir ibu tidak mengerti apa-apa…kasihan dia…dan aku sudah merawatnya sejak usiaku 10 tahun”

Aku pun menuliskan resep serta menjelaskannya…

Ia memegang tangan ibunya dan berkata : “Mari kita ke kedai..”
Ibunya menjawab : “Tidak, aku sekarang mau ke Makkah saja!”
Aku heran mendengar ucapan ibu tersebut…

Maka aku bertanya padanya : “Mengapa ibu ingin pergi ke Makkah?”

Ibu itu menjawab dengan girang : “Agar aku bisa naik pesawat!”

Aku pun bertanya pada putranya : “Apakah Anda akan benar-benar membawanya ke Makkah?”

Ia menjawab : “Tentu…aku akan mengusahakan berangkat kesana akhir pekan ini”

Aku katakan pada pemuda itu : “Tidak ada kewajiban umrah bagi ibu Anda…lalu mengapa Anda membawanya ke Makkah?”

Ia menjawab : “Mungkin saja kebahagiaan yang ia rasakan saat aku membawanya ke Makkah akan membuat pahalaku lebih besar daripada aku pergi umrah tanpa membawanya”.

Lalu pemuda dan ibunya itu meninggalkan tempat praktekku.Aku pun segera meminta pada perawat agar keluar dari ruanganku dengan alasan aku ingin istirahat…

Padahal sebenarnya aku tidak tahan lagi menahan tangis haru…

Aku pun menangis sejadi-jadinya menumpahkan seluruh yang ada dalam hatiku…

Aku berkata dalam diriku : “Begitu berbaktinya pemuda itu, padahal ibunya tidak pernah menjadi ibu sepenuhnya…

Ia hanya mengandung dan melahirkan pemuda itu…

Ibunya tidak pernah merawatnya…

Tidak pernah mendekap dan membelainya penuh kasih sayang…

Tidak pernah menyuapinya ketika masih kecil…

Tidak pernah begadang malam…

Tidak pernah mengajarinya…

Tidak pernah sedih karenanya…

Tidak pernah menangis untuknya…

Tidak pernah tertawa melihat kelucuannya…

Tidak pernah terganggu tidurnya disebabkan khawatir pada putranya…

Tidak pernah….dan tidak pernah…!

Walaupun demikian…pemuda itu berbakti sepenuhnya pada sang ibu”.

Apakah kita akan berbakti pada ibu-ibu kita yang kondisinya sehat….

seperti bakti pemuda itu pada ibunya yang memiliki keterbelakangan mental???.

Sumber : di ketik ulang dari Majalah Qiblati edisi 03 Thn. IX dalam rubrik Kisah

Start Your Day With Bismillah“Awali hari dengan Bismillah!”Mungkin slogan itu sering kita dengar. Ya, slogan itu sebenar...
27/05/2015

Start Your Day With Bismillah
“Awali hari dengan Bismillah!”
Mungkin slogan itu sering kita dengar. Ya, slogan itu sebenarnya terinspiarasi dari sabda Nabi Muhammad SAW:
"Segala sesuatu (aktivitas yang baik) yang tidak dimulai dengan bismillah, akan terputus (nilai keberkahannya)". (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Setiap Muslim pasti pernah membaca bismillah atau bismillahirrahmanirrahim. Allah juga telah memuliakan bacaan bismillah dengan menjadikannya bacaan pembuka semua surat dalam Al-Qur’an kecuali surat at-Taubah atau al-Bar’ah.
Sehingga kunci dari kehidupan yang baik bermula dari membaca bismillah, jika kita lupa untuk memulai aktivitas kita dengan membaca bismillah maka tidak akan berkah.
Bismillah adalah bacaan yang sangat mulia sehingga Allah SWT menetapkannya sebagai bacaan pembuka bagi kitab suciNya, Al-Qur’an. Bismillah juga merupakan zikir hati yang dapat memancarkan cahaya keagungan Sang Pencipta.
Dengan memahami arti bismillah, kita dapat menambah keyakinan kita bahwa Allah adalah sumber kehidupan, tujuan utama dalam pengabdian, poros kebajikan, dan tempat segala keberkahan. Sebagai makhluk yang diciptakanNya, kita pasti akan selalu membutuhkan pertolonganNya, bersandar kepadaNya, dan selalu bergantung kepadaNya.
Bismillah memberikan motivasi dan kesadaran kita untuk selalu dekat dengan Allah SWT di manapun berada. Bismillah adalah sebuah password kita untuk memulai apapun agar segalanya diberkahi olehNya.Dengan Bismillah yang kita ucapkan rutin, maka akan mendekatkan diri kita untuk mendapatkan ridho Allah SWT.
Membiasakan membaca bismillah sama dengan belajar untuk tidak melupakan Allah. Sebab lupa kepada Allah merupakan penyakit hati yang dapat menyebabkan kefasikan dan hilangnya keberkahan hidup ini.
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS Al-Hasyr [59]: 19).
Ayah, Bunda… ternyata begitu pentingnya bacaan bismillah untuk diri kita dan tentunya anak kita tersayang. Alangkah bahagianya apabila ucapan bismillah selalu terdengar dari mulut-mulut orang yang kita sayangi. Apalagi jika kita melihat anak kita yang selalu berucap semangat ‘bismillah!’ sebelum memulai aktivitasnya. Pasti keluarga kita akan diberkahi olehNya.
Tentunya, sebelum anak kita memulai harinya dengan bismillah. Kita sebagai orangtua harus menjadi contoh yang utama. Yuk, ayah bunda, kita berikan anak kita tauladan terbaik untuknya agar ia menjadi anak yang shalih dan selalu semangat dalam aktivitasnya. Bismillah!

For Order kirim format :
Nama+Alamat+no telp+orderan
Whatsapp : 081218224096
Line : yuniarhijabos

Fokus Pada Prilaku Positif AnakAssalamu’alaikum Momz…Semoga momz dan keluarga sedang dalam keadaan sehat lahir dan batin...
27/05/2015

Fokus Pada Prilaku Positif Anak

Assalamu’alaikum Momz…

Semoga momz dan keluarga sedang dalam keadaan sehat lahir dan batin…

Saya ingin share sebuah kisah menarik nih momz… semoga kita semua dapat mengambil hikmahnya ya.. ^^

Seorang teman yang berprofesi sebagai guru, bercerita pada saya. Di kelas dia mempunyai seorang anak yang berprilaku cenderung negatif, berkelahi, merebut barang teman, berteriak, dan banyak lagi hal negatif yang di lakukannya.

Awalnya sang guru mengajak si anak bicara. Lalu mereka berdua menyepakati jika sang murid nakal, guru anak memberikan kartu merah kepadanya.

Setiap hari, sang anak mendapat kartu merah. Terus saja begitu. Bahkan jumlah kartu merah yang didapatkannya terus bertambah.

Akhirnya sang guru merubah caranya. Dipanggilnya murid tersebut, lalu ia berkata , ” Ibu guru akan memberikan kartu putih kalau kamu bertingkah baik.”

Esok harinya, mulailah sang guru memperhatikan perilaku baik muridnya. Hari pertama, sang anak hanya mendapat satu kartu, esoknya juga. Namun, semakin hari kartu putihnya terus bertambah. Perlahan mulai mengikis prilaku negatifnya. Ia menjadi anak yang mau memperhatikan penjelasan gurunya, senang menolong teman, dan banyak lagi…

Sumber: Buku ” Dari Kecil Jadi Mudah”, Penulis : Nurul Asmayani.

In syaa Allah ada banyak hikmah yang bisa kita petik dari cerita di atas, salah satunya… Ternyata, memperbaiki seseorang (diri sendiri, anak kita, atau siapapun itu) tidak selalu melalui cara “mengoreksi kesalahan” yang telah di lakukan, tetapi sering dengan “menghargai setiap usaha kecil yang dilakukan (oleh diri sendiri, anak kita, atau siapapun itu) untuk memperbaiki diri membuat proses perbaikan diri itu lebih cepat dan menyenangkan.

“Jangan selalu melihat daftar kekurangan kita (atau anak kita), tetapi syukuri setiap usaha dan pencapaian – pencapaian kita (atau anak kita) untuk menjadi yang lebih baik.”

Address

Tangerang
15820

Telephone

+62 812 18224096

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yuniarhijabos posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share