KedaiAbrisam

KedaiAbrisam Abrisam Store menyediakan kebutuhan Anda akan pakaian muslim yang elegan dipakai setiap saat. Follo

Tshirt HudhudTersedia size LIDR 95K belum ongkirBahan cotton combed, tinta plastisolWA 08158270680
06/09/2020

Tshirt Hudhud

Tersedia size L
IDR 95K belum ongkir
Bahan cotton combed, tinta plastisol

WA 08158270680

06/09/2020

Assalamualaikum
Selamat berakhir pekan.

Ada yang ikut kajian apa pekan ini? Silakan sharing yuks

Sejarah adalah "dzakiratul Ummah", ingatan sebuah umat. Mereka yang mengenal sejarahnya, artinya memelihara ingatan umat...
28/08/2020

Sejarah adalah "dzakiratul Ummah", ingatan sebuah umat. Mereka yang mengenal sejarahnya, artinya memelihara ingatan umatnya. Mereka yang belajar dari sejarahnya, artinya tak membiarkan umatnya amnesia.

Sejarah harus menjadi spirit untuk berbuat, bukan hanya sebatas kenangan yang membuat kita banyak berkhayal tanpa beramal.

Selamat pagi,
Assalamu'alaikum

Testimoni Madu GastriclearBermanfaat untuk kesehatan lambung dan pencernaan.Silakan WA 0815-8270680 untuk konsultasi dan...
28/08/2020

Testimoni Madu Gastriclear

Bermanfaat untuk kesehatan lambung dan pencernaan.

Silakan WA 0815-8270680 untuk konsultasi dan pemesanan ya 😘

Madu GastriclearBermanfaat untuk kesehatan lambung dan pencernaan.Silakan WA 0815-8270680 untuk konsultasi dan pemesanan...
28/08/2020

Madu Gastriclear

Bermanfaat untuk kesehatan lambung dan pencernaan.

Silakan WA 0815-8270680 untuk konsultasi dan pemesanan ya 😘

28/08/2020

Alhamdulilah insya Allah kita akan siapkan herbal alami untuk menjaga kesehatan.

Sebagai buah perwujudan syukur kita kepada Allah untuk menjaga titipannya

Alhamdulillah sudah dihari Jumat kembali. Siapa yang shaum sunnah hari ini? Semoga dimudahkan oleh Allah yah  😍
28/08/2020

Alhamdulillah sudah dihari Jumat kembali. Siapa yang shaum sunnah hari ini?

Semoga dimudahkan oleh Allah yah 😍

  Nah, bayangkan saja, apa yang Allah akan berikan pada kita ketika diri ini memutuskan untuk terus membela Palestina sa...
28/08/2020

Nah, bayangkan saja, apa yang Allah akan berikan pada kita ketika diri ini memutuskan untuk terus membela Palestina sampai akhir menutup mata? Keberkahan itu akan mengalir bersama darah kita, berdenyut bersama nadi kita, bercurah limpah bersama harta kita, mengalir deras di tubuh anak-anak kita.
"Sebab Palestina, berkahnya bukan untuk Palestina saja, bukan untuk orang Arab saja. Melainkan untuk siapapun yang membela kesuciannya", nasihat DR Mahmoud Shiyam, seorang Ahli Kepalestinaan.
Referensi Terkait :
1. Filisthîn; Tarikh Mushawwar, DR Tariq Suwaidan
2. Ensiklopedia Mini Al Aqsha, Asia Pasific Community for Palestine (ASPAC)
3. Al Quds Qadhiyyatu Kulli Muslim
4. Al Quds wal Muqaddasat, DR Faris Shalah Haidar
Wakaf masjid di Gaza Palestina :
https://pedulipalestina.id/product/wakaf-masjid-palestina (link di Bio)

:credit_card: Mandiri Syariah No. 7700-800-002⁠⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
:credit_card: BNI Syariah No. 550-550-4442⁠⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
============================⁠⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
AMAN PALESTIN INDONESIA⁠⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Jawa Barat Jakarta DIY-Jateng .yogyakarta⁣⁣⁣

Apa Makna "Fath" dalam Sejarah Islam?Gen Saladin | .saladin | t.me/gensaladinBanyak sekali yang bertanya-tanya, kenapa G...
20/08/2020

Apa Makna "Fath" dalam Sejarah Islam?

Gen Saladin | .saladin | t.me/gensaladin

Banyak sekali yang bertanya-tanya, kenapa Gen Saladin sering menggunakan kata "Pembebasan" untuk menggambarkan datangnya sebuah kekuatan Islam ke satu negeri. Memangnya kenapa disebut sebagai pembebasan? Kenapa bukan disebut sebagai penjajahan?

Dalam literatur Sejarah Islam, kedatangan Umat Islam ke sebuah negeri untuk mendirikan tonggak dakwah dan memimpin disebut sebagai "Fath", dan bentuk jamaknya adalah "Futuhât." Kata ini tidak memiliki padanan paling pas dalam Bahasa Indonesia, sehingga banyak sejarawan muslim Indonesia menerjemahkannya dengan kata "Pembebasan."

Tidak ada kata "ihtilâl" —penjajahan— dalam sejarah Islam untuk menggambarkan kedatangan Umat Islam pada sebuah negeri, sebab makna penjajahan berkonotasi negatif, lebih dekat dengan eksploitasi, menghinakan penduduknya, menodai kesucian penduduknya dan merendahkan keluruhan negeri yang ditaklukkan itu dengan membiarkan bangsa yang ditaklukkan itu tetap bodoh.

Dengan makna tersebut, "ihtilâl" atau penjajahan sama sekali tidak cocok dan tidak sesuai dengan fakta sejarah ketika Umat Islam datang ke sebuah negeri. Sebab bayangkan, jika penjajahan berusaha membuat bangsa yang dijajah tetap bodoh, Islam justru datang membangun peradaban Ilmu di atas negeri yang dibebaskan.

Ketika penjajah memaksakan kehendak dan menghinakan bangsa yang ditaklukkan, berbeda dengan Umat Islam yang menjaga hak-hak hidup dan kebebasan beragama. Pajak yang sebelumnya tinggi diganti dengan jizyah yang sangat ringan, yang bahkan bisa dihapus oleh pemimpin yang berwenang.

Jika penjajahan menebarkan ketakutan, membantai dan membunuh, bersikap licik pada sebuah bangsa atau kota yang ditaklukkan, maka Umat Islam bahkan memberi ruang bagi orang-orang bangsa itu untuk tetap memiliki jabatan, tetap menjadi tokoh, tetap memiliki status sebagai pemegang kebijakan dalam ranahnya.

Hal itu terjadi pada pembebasan Baitul Maqdis di era Umar bin Khattab, Shalahuddin Al Ayyubi, pada Pembebasan Konstantinopel, Pembebasan Andalusia, Pembebasan Afrika Utara di era Uqbah bin Nafi'.
Coba teman-teman baca sejarah. Kalau penjajah fokus mencari harta dan sumber daya di tanah jajahannya, berbeda dengan Umat Islam yang malah mengorbankan jiwa dan harta demi tersampaikannya dakwah. Membangun masjid, madrasah, rumah sakit, Baitul Maal. Dan itu semuanya adalah fakta yang sangat sulit dibantah.
Dalam waktu dekat, akan kami sampaikan contoh real bagaimana bentuk keadilan Islam bagi negeri-negeri yang dibebaskan. Salam Shalahuddin!
Referensi :
1. Min Rawai Hadharatina, Dr Mustafa As Siba'i
2. Al Hadharah Al Islamiyyah, Dr Abdurrahman Hasan Habannakah
3. Miah Udzama Ummatil Islam Ghayyaru Majra At Târikh, Jihad At Turbani.

Menghadapi Bencana Tanpa Ilmu, Berujung Bertambahnya Petaka, Founder Gen Saladin | .saladin | t.me/gensaladinDalam sejar...
23/03/2020

Menghadapi Bencana Tanpa Ilmu, Berujung Bertambahnya Petaka

, Founder Gen Saladin | .saladin | t.me/gensaladin

Dalam sejarah Islam, kita mengambil banyak hikmah. Tak hanya sekadar menikmati kehebatan masa lalu, tapi juga untuk belajar dari musibah di zaman dulu agar tak terulang lagi di zaman kita. Apalagi dalam bab bencana, ternyata Ulama kita banyak menulis buku-buku tentang treatment menghadapi bencana.

Dr Ali Muhammad Audah menghimpun 24 kitab sepanjang zaman yang mengisahkan bagaimana Umat mengalami bencana —dalam hal ini wabah penyakit— dan bagaimana pemerintah mereka melakukan penanggulangannya. Salah satu pelajaran penting yang perlu kita garis bawahi adalah kisah yang ditulis Imam Ibnu Hajar Al Asqalani. Apa itu?

Dalam kitabnya, 'Badl Al Maun fi Fadhli At Tha'un', Imam Ibnu Hajar mengisahkan bahwa tahun 749 Hijriah atau sekitar tahun 1348 Masehi, terjadi wabah penyakit menyerang Kota Damaskus. Banyak Ulama memberi arahan agar manusia tidak berkumpul dan agar menjauhi keramaian. Namun apa yang terjadi?

Orang-orang malah tak mendengarkan, "kemudian manusia keluar menuju lapangan luas, disertai para petinggi negara. Mereka berdoa dan meminta pertolongan Allah secara beramai-ramai. Tapi wabah itu malah makin besar, padahal sebelum mereka berkumpul, korbannya hanya sedikit." (hal. 329)

Imam Ibnu Hajar pun mengisahkan apa yang terjadi di eranya, "pernah juga terjadi di zaman kita ketika sebuah wabah menjangkiti Kairo. Pada tanggal 27 Rabiul Akhir tahun 833 Hijriah (tahun 1430 Masehi) awalnya korban meninggal kurang dari 40 orang. Namun kemudian orang-orang keluar ke tanah lapang pada 4 Jumadil Ula setelah sebelumnya melakukan puasa 3 hari sebagaimana yang mereka lakukan ketika akan Shalat Istisqa. Mereka berkumpul untuk berdoa kemudian pulang ke rumah masing-masing."

Imam Ibnu Hajar melanjutkan, "tak sampai sebulan setelah mereka berkumpul, jumlah korban malah meningkat menjadi 1000 orang perhari dan terus bertambah." (hal. 329)

Beberapa orang waktu itu asal memberi fatwa bahwa berkumpul untuk berdoa itu perlu karena beranggapan "umumnya begitu", dan ada juga yang bilang bahwa dulu di zaman seorang raja bernama Al Muayyad hal itu terjadi dan wabah bisa hilang.
"Jama'ah dari Ulama kala itu memberi fatwa bahwa tidak berkumpul adalah hal yang utama untuk menghindari fitnah penyakit."
Sahabat, di saat-saat genting seperti ini, sangat penting kita ikut arahan ulama dan ahli medis. Jika hanya bermodal semangat tanpa ilmu, maka akan lebih banyak merusak dibandingkan memperbaiki. Kita hanya takut pada Allah, tak takut pada korona. Betul. Sangat betul. Namun justru karena takut pada Allah maka laksanakanlah sunnatullah yang perlu diikhtiarkan.
Dr Majdi Al Hilali menulis dalam Kitabnya "Innahu al Qur'an Sirru Nahdhatina", bahwa sebuah umat yang menyepelekan ikhtiar manusiawi artinya sudah mengkhianati Allah. Sebab Allah memberikan pada manusia hukum sebab-akibat, dan yang tak peduli dengan itu tandanya tidak mensyukuri nikmat Allah.
Ikhtiar manusiawi itu bisa dalam bentuk physical distancing, di rumah aja. Dengarkan fatwa Ulama tentang menghindari keramaian, termasuk himbauan untuk sementara waktu tidak shalat Jum'at dulu di masjid. Keputusan itu semuanya dengan dalil dan dengan musyawarah yang panjang. Bukan dengan ego dan kepentingan pribadi.
Sebab nyawa seorang manusia itu mahal harganya. Umar bin Khattab imannya tinggi, tapi ketika diberi pilihan suatu hari untuk datang ke daerah wabah atau kembali ke Madinah, Umar memilih untuk pulang ke Madinah. Kalimatnya terkenal, "kita pergi dari takdir Allah ke takdir Allah yang lain."
Maka ambillah pelajaran dari sejarah ini. Agar kita mawas dan tak jatuh dua kali. Agar kelak ketika wabah selesai, masjid kembali ramai dengan kamu. Agar kajian bisa kembali penuh dengan kamu. Semuanya bermula dari jaga dirimu dan ikuti arahan orang-orang berilmu.

23/03/2020

Assalamualaikum, apa kabar Sobat?

Diantara segala keprihatinan yang ada, semoga Allah jaga iman dan tauhid kita agar selalu berharap padaNya selalu.

Turut berduka atas korban wafat pasien Covid19. Semoga husnul khotimah.

Address

KH Hasyim Ashari
Tangerang
15145

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

+628158270680

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KedaiAbrisam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to KedaiAbrisam:

Share