03/03/2024
بِسْـــــمِـ اللّٰهِ الرّٰحْمَنِ الرَّحِيْمِـ
اَلسَّــــلَامُـ عَلَيْكُمْـ وَرَحْمَةُاللّٰهِ وَبَرَكَاتُهْ
اَللّٰهُمَّـ صَلِ عَلَی سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَی اَلِ سَيْدِنَا مُحَمَّدﷺ
آللَّــــــــهُمَّ آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ
آمِـــــــــــــــــــــــــيْن يَارَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْن
KEHILANGAN ISTRI
Usia pernikahan kami sudah memasuki tahun ke Lima
Pasang surut ombak badai pernikahan sudah sering terjadi. Tapi syukur semua dapat dilalui dengan baik.
2 tahun pertama menjadi titik terberat ketika kami yang notabene masih pasangan tidak memahami karakter masing-masing.
Aku yang periang dengan istriku yang sama periang sama - sama grusa-grusu dan ceplas-ceplos.
Istriku yang masa bodo terhadap omongan orang lain berbanding terbalik dengan aku yang gampang sakit hati kalau dapat omongan miring sedikit dari orang lain.
Dia akan betah menangis berjam-jam karna merasa sakit hati. Dan aku hanya mampu membiarkannya. Karena dinasehati atau dibujuk pun orang tua ku akan tetap seperti itu saat mendengar ejekan orang lain.
Di tahun awal-awal pernikahan istriku sering meminta untuk dibelikan baju, skin care atau sekedar perabotan rumah.
Temen - temen ku sering menggosipkan tentang kami katanya. Walau sudah punya rumah sendiri tapi masih kosong.
Ya, aku memang sudah memiliki rumah dari aku masih bujangan. Tapi aku tak pernah menuruti kemauannya. Bagiku pantang mendengar istriku
Istriku tetap sering mengeluh ini dan itu. Minta ini dan itu. Biar dia gak sakit hati dikatain para temen - temen ku begitu dalihnya.
Aku tetep kekeh menolak. Karna semua keuangan memang aku yang pegang. Kalau bukan hal penting jangan sampai menghambur-hamburkan uang. Itu prinsipku.
Hingga akhirnya aku kehilangan istriku. Tidak, dia tidak meninggal dunia atau pergi meninggakan aku. Tapi aku kehilangan sosoknya yang ramai.
Itu terjadi setelah Ramadhan di tahun ke dua pernikahan kami.
Kami sudah lelah hidup bersama Padahal aku dan anakku sudah saling menyayangi
Sampai akhirnya aku lelah dan menyuruhnya pergi . Kulihat dia ingin mengatakan sesuatu. Kupaksa dia untuk bicara.
Akhirnya dia bilang dia hanya ingin berahlak baik Saat terakhir masa perpisahan
Pikirku jika diberikan uang aku akan rugi kepada istri ku uang nafkah bulanan Aku menolak akhir nya aku pergi meninggalkan istri ku bersama anakku
Akhir nya aku kehilangan istriku selama 3 tahun lamanya karena selalu mendengar apa kata temen - temen ku .
Dalam masa perpisahan banyak hal yg aku jumpai beberapa wanita yang tidak sesuai dengan keinginan ku .
Aku bertemu kembali dengan istriku dalam keadaan kesusahan karena aku meninggalkan istri ku
Saat aku mengajaknya lagi untuk bertemu dia hanya diam. Aku yang jengkel akhirnya memutuskan untuk pulang.
Sepanjang perjalanan dia tetap diam tanpa suara.
Aku berniat nanti saja akan ku beri dia uang untuk memberikan uang untuk membeli kebutuhan Beberapa hari berlalu istriku tetap diam.
Dia berubah menjadi pendiam. Meskipun tugasnya sebagai istri tetap dia kerjakan seperti biasa.
*****
5 tahun kemudian sejak hari itu. Aku tak lagi mendapati istriku yang cerewet, ramai dan ceria. Yang ada kini hanya sosok pendiam, irit sekali bicara, tapi masih mengurus rumah tangga dengan baik.
Pernah aku memberinya uang dalam jumlah sedikit untuk membeli apapun yang dia mau. Istriku menerimanya.
Ku perhatikan istriku kini semakin kurus, wajahnya begitu kusam, dan tak pernah ada senyuman di sana. Dan hari ini ketika dia menghadiri rapat wali murid kudapati dia memakai baju yang sudah pudar warnanya.
Dipadu rok hitam dari jaman dia masih gadis. Ketika hendak naik motor ku lirik sandal jepit yang sudah tipis dan gempil di beberapa sisi yang ia kenakan.
Hatiku benar-benar terenyuh. Sebegitu sakitkah luka yang pernah kutorehkan sampai-sampai dia tak pernah lagi memintaku ini dan itu.
Hujan membuatku lari tergopoh-gopoh untuk mengambil jemuran. Tiba-tiba tanganku tertusuk benda tajam. Sebuah peniti di bra istriku.
Kupandangi baju-baju yang ada semua pun sudah pudar dan beberapa ada yang berbintik hitam.
Mungkin karna cuci kering pakai oleh istriku. Sedangkan pakaianku semuanya bersih tanpa noda.
Sakit di hati ini begitu terasa. Maafkanlah aku istriku. Aku menunggunya pulang dan saat dia pulang aku semakin merasa sakit luar biasa.
Uang ku ada berkecukupan
Karena aku tahu uang itu terlalu haram jika kugunakan untuk kebutuhanku sendiri, jadi kukembalikan sisa-sisanya." ucapnya dengan buliran bening menyembul disudut mata sayunya.
para laki² tau..
Betapa Berharganya seorang istri.
Rela meninggalkan ayah ibunya untuk tinggal dngan suaminya... Maka berikan yg terbaik untuk istrimu.. 😭