27/01/2026
AYAT AL QUR'AN YANG TERAKHIR DIRUNKAN
Apakah
Sering kita membaca atau mendengar ceramah, ayat yang terakhir diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW. adalah Surat Al Maidah ayat 3, benarkah?
Ulama' berbeda pendapat mengenai ayat apakah yang terakhir turun.
Pertama , ayat yang terakhir turun adalah ayat riba, yaitu firman Allah Ta'ala :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ
“ Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba, jika kalian beriman. Jika kalian tidak mau melaksanakannya maka umumkan untuk bertatap muka dengan Allah dan rasul-Nya… ” (QS. Al-Baqarah: 278 sampai ayat 281).
Pendapat ini berdalil dengan keterangan Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam shahihnya (3/59). Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma , membaca ayat tersebut kemudian beliau mengatakan:
آخِرُ آيَةٍ نَزَلَتْ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Ini adalah ayat yang terakhir turun kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam .
Kedua , ayat yang terakhir turun adalah firman Allah, yang menyatakan:
وَاتَّقُوا يَوْماً تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ
“ Dan takutlah kalian terhadap hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak didzalimi .” (QS. Al-Baqarah : 281).
Pendapat ini sebagaimana keterangan dari Ibnu Abbas dan Said bin Jubair yang diriwayatkan An-Nasai.
Ketiga , ayat yang terakhir turun adalah firman Allah tentang utang, itulah ayat terpanjang dalam Al-Quran:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَلا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئاً ….
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang menghitung itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun dari utangnya… ” (QS. Al-Baqarah: 282)
Diriwayatkan dari Said bin Jubair, bahwa telah sampai kepada beliau,
Apa yang Harus Dilakukan Saat Ini?
Bahwa Alquran yang terakhir kali meninggalkan Arsy adalah ayat tentang hutang.
Dari tiga riwayat di atas, ada sebagian ulama yang mengkompromikan, bahwa ayat-ayat di atas turun secara bersamaan, sebagaimana urutan dalam mushaf. Kemudian sahabat dan tabi'in menyebutkan bahwa ayat-ayat itu adalah yang terakhir turun.
Keempat , ayat yang terakhir turun adalah firman Allah:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلامَ دِيناً
“ Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu .” (QS. Al-Maidah : 3)
Ada juga pendapat lain yang menyatakan bahwa ayat yang terakhir turun adalah ayat kalalah (warisan untuk orang yang tidak memiliki orang tua dan anak), yang menyatakan:
يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ الْكَلَالَةِ إِنِ امْرُؤٌ هَلَكَ لَيْسَ لَهُ وَلَدٌ وَلَهُ أُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ وَهُوَ يَرِثُهَا إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهَا وَلَدٌ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah) .
Pendapat ini berdasarkan keterangan dari sahabat al-Barra bin Azib radhiallahu 'anhu , yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.