10/11/2016
‘UMAR IBNU ALKHATHAB
‘Umar Ibnu Al-Khathab (581-November 644) adalah khalifah kedua dari empat khulafaur rasyidin (13-23 H/634-644 M) setelah Abu Bakar as-Shidiq. Dalam sebuh riwayat Ia lahir 40 tahun sebelum Hijrah, Nama lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza, dilahirkan di Mekkah, dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy. Ayahnya bernama Khaththab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya Hantamah binti Hasyim.,
Amirul Mukminin ‘Umar Ibnu Al khathab adalah pribadi yang rendah hati dan sederhana, namun ketegasannya adalah karakter khas yang melekat padanya. Sifat adil, bijaksana serta dermawan sangat identik dengannya, tubuhnya besar dan kuat jika ia duduk di atas seekor kuda maka kakinya akan menempel tanah.
Ketegasan dan keberanian ‘Umar Ibnu Al khathab mampu membuat orang kafir tunggang langgang menghadapinya, hingga setan pun lari jika menjumpainya. Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda : “ Wahai Ibnul Khathab, demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah setan bertemu dengan mu di suatu jalan melainkan ia akan mengambil jalan lain dari jalanmu.” (HR. Bukhari)
Di antara tradisi orang-orang Arab, selain nama asli, mereka memiliki nama kuniyah(panggilan) dan laqab (julukan/gelar). Termasuk ‘Umar Ibnu Al-khathab pun mempunyai beberapa julukan diantaranya adalah Abu Hafsh, Al-Faruq dan Amirul Mukminin.
Adapun gelar al faruq langsung diberikan oleh Rasulullah kepada ‘Umar Ibnu Al Khathab
Mengapa ‘Umar Ibnu Al-Khathab mendapat gelar al faruq?
Al faruq juga berarti memisahkan.
“Allah telah menempatkan kebenaran di lisan dan hati Umar,” sabda Rasulullah dalam riwayat Ahmad, “Dialah al faruq yang memisahkan yang haq dan yang batil.”
Ketegasan Umar bin Khattab dalam banyak hal menunjukkan bahwa gelar pemberian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini sangat tepat.
Ada p**a makna lain dari al faruq sebagai penjaga Rasulullah dan pencerai berai barisan kaum kafir. Dalam banyak peperangan, Umar adalah tak terkalahkan. Ia melindungi Rasulullah dan melindungi Islam, hingga kelak dipilih menggantikan Abu Bakar sebagai kepala negara.
Ada banyak ragam makna al faruq; pembeda, yang memisahkan, penjaga. Yang kesemuanya memiliki benang merah bahwa ketika Umar bin Khattab telah masuk Islam, ia menjadi pembeda dan pemisah antara yang haq dan yang batil sekaligus menjaga yang haq dan melindunginya dari yang batil.
Hari-hari pertama masuk Islam, Umar bin Khattab bertanya kepada Rasulullah. “Wahai Rasulullah, bukankah kita hidup dalam kebenaran dan mati dalam kebenaran?”
Rasulullah menjawab tegas, “Ya. Demi Allah, hidup dan mati kita dalam kebenaran.”
“Jika demikian, mengapa kita sembunyi-sembunyi dalam mendakwahkan ajaran kita. Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, telah tiba saatnya untuk keluar.”
Rasulullah mengamini usulan Umar. Maka itulah kali pertama umat Islam menampakkan diri secara terang-terangan. Para sahabat dibagi menjadi dua barian; satu barisan dipimpin Hamzah dan satu barisan dipimpin Umar. Kemudian mereka menuju ka’bah dan tak satu pun orang Quraisy berani mengganggu mereka. Sejak saat itulah Umar dipanggil dengan julukan al faruq
wallahu a'lam bishawab.