22/11/2025
Jadi ibu itu seperti dipaksa untuk multitasking. Multitasking yg kumaksud ga cuma sekedar ngerjain kerjaan secara bersamaan, masak, nyapu, nyuci, ngepel ya itu sih bisa dikerjain ART “kalau ada”
Tapi dipaksa pinter di segala hal, managemant uang (ekonomi), ilmu kesehatan (ahli gizi, pengobatan holistic), managemant emosi dan tempat curhat (spikolog), parenting, harus tangguh disegala medan dan cuaca.
Masyaallah ya
Cuma kadang perempuan itu lupa betapa berharganya dia, karena hal sepele saja”Minimnya apresiasi dari orang2 sekitar terutama pasangan” Dan hal ini yg sering merusak segalanya, dari rasa lelah yang tidak terapresiasi dengan baik, ditambah bisikan2 syaitan, plus gejolak hormon yg naik turun, membuat perempuan terkadang tantrum, overthinking, sensi dan macam2lah sebutannya.
Padahal solusinya juga sepele aja. Kadang cuma butuh dipeluk, dipukpuk, sometimes juga pengen didengar aja kalau cerita, nuangin perasaan, butuh temen ngobrol aja. Bukan penolakan atau sanggahan dari perasaan yg diutarakan.
Tapi, ga semua perempuan bisa mengkomunikasikan dengan baik ke pasangan. Ya maklulm, banyak faktor yang membuat komunikasi tidak luwes. Dari karkater aja sdh beda, susuan otak beda, background parenting, budaya dan lain2 banyak banget deh.
Paling tidak kita sadar dulu bahwa perempuan emang diciptakan begitu dengan berbagai lika likunya, hormonnya, susunan otaknya. Selebihnya Sabar… Lillah dan kembalikan ke Allah. Sambil terus belajar, trs upgrade ilmu yang relevan.
Dan jika lagi mentok senjata terampuh adalah doa
“ Ya Allah, aku harapkan pahala dari Mu saja, atas semua lelah dan atas setiap yg aku kerjakan untuk keluargaku ini”
Byiiaaarrr… ringan rasanya untuk mejalani yang lain2 selanjutnya😘
Semangat para ibu dan perempuan dimanapun, yang IRT maupun working mom. Pandai pandailah mom mengapresiai diri sendiri. Semoga Allah selalu kuatkan dan melimpahkan pahala dari setiap yang kita kerjakan. 😘