Novia Dwita Sari

Novel "Keberuntungan Tukang Service"Rina baru saja pulang kerja pukul 8 malam. Apartemen tipe studio di kawasan itu tera...
30/05/2026

Novel "Keberuntungan Tukang Service"

Rina baru saja pulang kerja pukul 8 malam. Apartemen tipe studio di kawasan itu terasa pengap. AC sentral mati total sejak dua hari lalu. Udara Jakarta yang lembab membuatnya gerah dan lelah.

Ia membuka aplikasi servis rumah dan memesan teknisi AC. Jam 09.15 malam, pintu diketuk.

"Malam, Bu. Saya Andi dari service AC."

Pria itu berdiri di depan pintu dengan kaos polo biru tua yang agak ketat di dada dan lengan, celana cargo hitam, dan tas perkakas. Tinggi, kulit sawo matang, rambut pendek acak-acakan karena helm, dan ada bekas minyak kecil di lengan bawahnya. Usia sekitar 32 tahun.

Rina mengangguk. "Masuk, Mas. AC-nya mati total."

Andi bekerja dengan tenang. Ia tidak banyak bicara, hanya sesekali bertanya teknis. Rina duduk di sofa sambil melihat pria itu naik ke tangga, otot lengannya menegang saat membuka cover AC. Ada sesuatu yang maskulin dan tenang dari cara kerjanya.

"Kompresornya masih bagus, Bu. Cuma ada yang bocor di p**a freon. Bisa diperbaiki malam ini."

Selesai jam 10.45. Rina membayar dan memberi tip.

"Terima kasih, Mas Andi."

Andi tersenyum tipis.

"Kalau ada masalah lagi, langsung hubungi saya saja. Nomor saya ada di struk."

Lima hari kemudian, kran air di dapur bocor parah. Rina kembali menghubungi nomor Andi.

Kali ini Andi datang siang hari, Sabtu. Ia memakai kaos hitam polos yang sudah agak usang. Keringat menempel di lehernya karena panas.

Rina memakai tank top longgar dan celana pendek rumah. Ia sadar Andi sempat melirik sekilas ke kakinya yang putih, tapi langsung mengalihkan pandangan dengan sopan.

Sambil bekerja, mereka mulai mengobrol ringan.

"Anda tinggal sendiri, Bu?" tanya Andi.

"Iya. Baru cerai enam bulan lalu," jawab Rina jujur.

Andi mengangguk pelan. "Berat ya sendirian."

Percakapan mengalir pelan. Andi ternyata bukan hanya teknisi biasa. Dulu ia sempat kuliah teknik mesin tapi berhenti di tengah jalan karena biaya. Sekarang ia punya tim kecil servis rumah.

Selesai memperbaiki, Andi mencuci tangan di wastafel. Rina memberinya air dingin. Saat Andi minum, Rina memperhatikan gerakan tenggorokannya yang naik turun. Ada desir kecil yang muncul di perutnya.

Dua minggu berikutnya, Andi datang lagi karena lampu kamar mandi sering kedip dan stop kontak longgar. Kunjungan yang seharusnya sekali jadi tiga kali karena Rina sengaja mencari alasan kecil.

Setiap kali Andi datang, ia selalu sopan, rapi, dan tidak genit. Tapi tatapannya mulai berbeda. Lebih lama saat Rina tersenyum. Lebih hati-hati saat Rina berdiri dekat.

Suatu sore hujan deras. Andi baru selesai memperbaiki mesin cuci yang rusak.

"Mas Andi, hujannya deras banget. Tunggu reda dulu sini," kata Rina.

Mereka duduk di ruang tamu. Hanya ada lampu temaram. Obrolan kali ini lebih dalam. Rina bercerita tentang pernikahan yang gagal, kesepian yang ia rasakan. Andi mendengarkan dengan baik, sesekali memberi tanggapan pelan.

Saat hujan reda, Andi berdiri hendak pulang. Rina ikut berdiri di depannyaa.

"Mas..." Rina ragu sejenakk. "Terima kasih ya sudah sering datang."

Andi menatapnya lama. "Sama-sama, Bu Rina."

Tangan mereka bersentuhan saat Rina memberikan amplopp tip. Sentuhan itu agak lama. Jari Andi kasar, hangat, dan kuat.

Panggilan keempat. Kali ini AC rusak lagi di malam hari. Andi datang jam 10 malam.

Setelah selesai, Rina menawarkan makan malam sederhana yang ia masak. Mereka makan bersama di meja kecil. Anggur murah yang Rina beli beberapa hari lalu ikut dibuka.

Satu gelas jadi dua gelas. Obrolan semakin cair. Tawa kecil muncul.

Saat Rina hendak berdiri mengambil air, ia sedikit sempoyongan karena anggur. Andi langsung menahan pinggangnya.

Mereka saling pandang. Jarak wajah sangat dekat.

"Andai saya bukan tukang servisnya Bu..." bisik Andi dengan suara serak.

Rina tidak menjawab dengan kata. Ia hanya mendekatkan wajahnya.

Ciuman pertama terjadi pelan. Lemah lembut. Andi seperti menahan diri, tapi saat Rina membuka mulut, ia tak lagi bisa menahan. Ciuman itu semakin dalam, basah, penuh kerinduan yang tertahan berhari-hari.

Andi mengangkat Rina ke meja makan dengan mudah. Tangannya yang kasar menyusup ke balik tank top Rina, mengusap punggungnya naik turun dengan perlahan. Ia tidak langsung meremas p4yud4ra, hanya mengelus sisi tubuh Rina sambil terus mencium lehernya.

"Mas Andi..." desah Rina.

"Kita pelan-pelan ya," bisik Andi di telinganya. "Saya mau nikmati Ibu lama-lama."

Ia membawa Rina ke kamar. Lampu hanya dinyalakan satu lampu tidur.

Selanjutnya......

https://dramaranjang.blogspot.com/2026/05/keberuntungan-tukang-service.html

Kumpulan Novel Terbaru1. Istri Teman Penuh Gairahhttps://dramaranjang.blogspot.com/2024/01/istri-teman-penuh-gairah.html...
12/03/2024

Kumpulan Novel Terbaru

1. Istri Teman Penuh Gairah
https://dramaranjang.blogspot.com/2024/01/istri-teman-penuh-gairah.html

2.Terjebak Hasrat Rekan Kerja
https://dramaranjang.blogspot.com/2024/01/terjebak-hasrat-rekan-kerja.html

3. Gelora Kakak Ipar
https://dramaranjang.blogspot.com/2024/01/gelora-kakak-ipar-dirumah.html

4. Menikmati Ibu Muda Tetangga
https://dramaranjang.blogspot.com/2024/01/menikmati-ibu-muda-tetangga.html

5. Lugunya Anak Ibu Kost
https://dramaranjang.blogspot.com/2024/01/hypernya-anak-ibu-kost.html

Cerita Selingkuh terbaru, Cerita dewasa terbaru, Cerita Mesum terbaru, Cerita Bersetubuh terbaru, Cerita ranjang, Cerita Senggama terbaru, Ngentot

Novel 18+ "Akibat Sering Jadi Tempat Curhat Istri Tetangga"Kisah ini dimulai ketika aku memutuskan untuk pindah dari rum...
03/12/2023

Novel 18+ "Akibat Sering Jadi Tempat Curhat Istri Tetangga"

Kisah ini dimulai ketika aku memutuskan untuk pindah dari rumah orang tuaku dan mengontrak sebuah rumah mungil di pinggiran Jakarta. Kulakukan itu karena aku dan istriku ingin belajar mandiri, apalagi kini sudah hadir si kecil anggota keluarga baru kami.

Ku akui, aku bukanlah suami yang baik, mengingat petualangan liarku ketika masih belum menikah. Sering aku bergonta ganti pacar yang ujung-ujungnya hanya untuk memuaskan hasrat yang cukup tinggi. Namun setelah menikah, kuredam keinginanku untuk berpetualang lagi. Di hadapan istri dan lingkunganku, aku mencoba menampilkan sebagai sosok yang baik-baik. Tidak neko-neko. Rahasia masa laluku pun aku simpan rapat-rapat.

Namun setelah satu bulan aku tinggal di lingkungan yang baru, tampaknya tabiat lamaku kumat kembali. Di sekitar rumahku, banyak ku temui wanita yang menarik perhatianku. Mulai dari ibu-ibu tetangga yang rata-rata tidak bekerja dan mahasiswi yang banyak kost di sekitar tempat tinggalku.

Satu sosok yang menarik perhatianku adalah Nanik, tetangga kontrakanku, namun tetangga-tetangga yang lain memanggilnya Mama Ryan sesuai dengan nama anaknya. Ketika pertama kali bertemu, ia terlihat berbeda dibanding ibu-ibu lain di sekitarnya. Wajahnya cukup cantik dengan Kulitnya yang kuning langsat, bodinya cukup montok namun tetap kencang walau usianya sudah di atas 37 tahun.

Selanjutnya....

Part 1-64 ↙️

https://dramaranjang.blogspot.com/2023/12/akibat-sering-jadi-tempat-curhat-istri.html

30/11/2023
05/11/2023

Semua berawal dari pikiran.

Pernah mendengar kalimat diatas ?

Memang betul semua berawal dari pikiran, jika pikiran kita sehat maka seluruh tubuh kita pun akan sehat.

Akan tetapi bagaimana sih agar pikiran kita tetap sehat ?

Tenang, ini mimin kasih tipsnya buat Kamu🥰😊

Di simak, jangan lupa di praktekkan yaa 😊

Semoga bermanfaat😊



Address

Wonosobo

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Novia Dwita Sari posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share