12/08/2017
*Resume Kajian Safari Dakwah Ustadz Oemar Mita, Lc*
Masjid Jogokaryan
29 Juli 2017
🌱 *“Ketika Manusia Dibangkitkan”* 🌱
📌 *Hakekat Kematian*
🔹Setiap manusia dibayang-bayangi dengan 99 ancaman kematian. Jika ia dapat melewati yang satu, bisa jadi dia tidak dapat melewati yang lainnya, atau pada akhirnya dia tidak dapat menghindari ancaman kematian yang terakhir , yaitu kematian.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitakan hal ini dalam banyak hadits, diantaranya:
Dari Mutharrif bin Abdillah bin asy-Syikhkhir, dari bapaknya, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _“Telah diciptakan di dekat anak Adam sembilan puluh sembilan musibah (sebab kematian). Jika dia tidak terkena semua musibah itu, dia pasti mengalami ketuaan._" [HR Tirmidzi]
Kandungan dari “sembilan puluh sembilan” dalam hadits ini memiliki maksud yang sangat banyak, bukan membatasi dengan jumlah sembilan puluh sembilan saja. Sedangkan “maniyyah”, artinya ialah musibah atau kematian, wallâhu a’lam.[Tuhfatul Ahwadzi, 6/304]
🔹Seorang manusia tidak akan dicabut nyawanya oleh malaikat maut, atas perintah Allah, hingga semua rezeki yang telah ditetapkan padanya ia terima seluruhnya
🔹Seseorang yang mati mendadak tidaklah menjadi jaminan bahwa ia lebih baik dan lebih ringan hisabnya, bisa saja yang terjadi adalah sebaliknya. Pada orang sakit, mungkin saja Allah ingin menghapuskan seluruh dosa-dosanya yang telah lalu, hingga ia kembali kepada Allah dalam keadaan tidak membawa dosa.
🔹Setiap orang pasti akan melewati fase sakaratul maut. Orang yang paling berat sakaratul mautnya adalah Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam_.
Dari Anas _radhiyallahu anhu_, berkata:
عَنْ أَنَسٍ قَالَ لَمَّا ثَقُلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَعَلَ يَتَغَشَّاهُ فَقَالَتْ فَاطِمَةُ عَلَيْهَا السَّلَام وَا أخرجه البخاري في المغازي باب مرض النبي ووفاته.اليَوْمِ َرْبَ أَبَاهُ فَقَالَ لَهَا لَيْسَ عَلَى أَبِيكِ كَرْبٌ بَعْدَ
"Tatkala kondisi Nabi makin memburuk, Fathimah berkata: “Alangkah berat penderitaanmu ayahku”. Beliau menjawab: “Tidak ada penderitaan atas ayahmu setelah hari ini…” [HR Bukhari]
Dalam riwayat Tirmidzi dengan, ‘Aisyah menceritakan:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا أَغْبِطُ أَحَدًا بِهَوْنِ مَوْتٍ بَعْدَ الَّذِي رَأَيْتُ مِنْ شِدَّةِ مَوْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أخرجه الترمذي ك الجنائز باب ما جاء في التشديد عند الموت وصححه الألباني
“Aku tidak iri kepada siapapun atas kemudahan kematian(nya), sesudah aku melihat kepedihan kematian pada Rasulullah”. [HR Tirmidzi]
Sakaratul maut yang dirasakan oleh Rasulullah setara dengan dua kali sakaratul mautnya orang biasa, agar nabi merasakan puncak sakitnya di dunia saja dan di akhirat beliau mendapatkan kenikmatan tertinggi.
📌 *Padang Mahsyar*
🔹Kiamat besar terjadi saat malaikat isrofil meniupkan sangkakala pertama, maka saat itu matilah semua makhluk di dunia ini, kecuali 3 makhluk, yaitu malaikat jibril, malaikat maut, dan malaikat isrofil.
🔹Saat malaikat isrofil meniup sangkakala kedua, maka semua manusia dibangkitkan dan dikumpulkan di padang mahsyar. Jarak tiupan sangkakala pertama dan kedua adalah 40.
🔹Setelah sangkakala kedua, maka akan turun hujan yang membawa kehidupan setelah kehancuran kiamat. Semua akan bangkit lalu menuju padang mahsyar, padang yang seperti tepung kemerahan. Dibangkitkan dalam keadaan telanjang, tidak beralas kaki, tidak mampu bicara (an naba), bahkan tidak mampu menggeser kaki sampai di tanya empat perkara (sabda nabi).
Dari Ibnu Abbas _radhiyallahu 'anhuma_, dia berkata:
قَامَ فِينَا رَسُولُ الله بِمَوْعِظَةٍ، فَقَالَ: إِنَّكُمْ مَحْشُورُونَ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا {كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ} وَأَوَّلُ مَنْ يُكْسَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبْرَاهِيمُ
Rasulullah memberi nasihat kepada kami, beliau berkata: “Wahai sekalian manusia. Sesungguhnya kalian akan digiring menghadap Allah pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan tidak dikhitan (sebagaimana firman Allah): ‘Sebagaimana Kami telah menciptakannya, demikian p**a kami mengembalikannya, sebagai janji atas Kami. Sesungguhnya Kami akan benar-benar melakukannya.’ (Al-Anbiya: 104)
Ketahuilah, makhluk yang pertama kali akan dikaruniai pakaian pada hari kiamat adalah Ibrahim .” (Muttafaqun ‘alaih)
🔹Saat di padang mahsyar, akan dikenakan pakaian sebagaimana kain kafan yang kita gunakan saat meninggal dunia.
Sudahkan kita persiapkan? Persiapkan kain kafan terbaik, lunasi semua utang, persiapkan anak kita untuk bisa mengurus jenazah kita. Apa yang terjadi sekarang? Anak/sanak saudara hanya menjadi orang yang menangisi mayat bapak ibu atau saudaranya, merengek, dan menyerahkan jenazah mereka kepada petugas pengurus jenazah.
Padahal ta’zhim tertinggi kita sebagai seorang anak adalah ketika kita mengurus jenazah orang tua kita.
🔹Tidaklah orang dikumpulkan dipadang mahsyar kecuali diumur 30-33 tahun (HR Ahmad). Tidak ada yang tua, tidak ada yang bayi. Tidak ada yang sempat ngobrol, sibuk memikirkan dirinya. Keadaan fisiknya seperti nabi adam, tingginya 60 hasta (sekitar 30 meter).
📌 *Saat Dibangkitkan*
🔹Orang yang pertama kali dibangkitkan adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
🔹Kondisi orang saat dibangkitkan berbeda-beda, tergantung amalannya selama di dunia.
Ada 9 kondisi orang yang dibangkitkan
1. *_Seperti orang yang kerasukan setan_* ➡ pelaku riba
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba….” (QS Al-Baqarah: 275)
2. *_Dalam keadaan buta_* ➡ orang yang tidak peduli dengan ilmu agama
“Dia berkata, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?" Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (p**a) pada hari ini kamu diabaikan.” (QS Thaha: 125-126)
3. *_Mendapatkan laknat dan murka Allah_* ➡ orang munafik
“……Sedangkan orang kafir dan munafik, maka Allah berfirman : ‘Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka’. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zhalim”. (HR Al-Bukhari)
4. *_Tidak memiliki daging di wajahnya_* ➡ peminta-minta
“Tidaklah seseorang meminta-minta mengemis pada manusia, kecuali ia akan datang pada hari kiamat tanpa memiliki sekerat daging di wajahnya.” (HR Bukhari Muslim)
5. *_Dibangkitkan dalam tersenyum dan berdarah sekujur tubuhnya_* ➡ orang yang mati syahid
6. *_Dibangkitkan dalam keadaan miring_* ➡ suami yang tidak adil dalam poligami
“Siapa saja orangnya yang memiliki dua istri lalu lebih cenderung kepada salah satunya, pada hari kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan sebagian tubuhnya miring.” (HR Abu Dawud)
7. *_Dibangkitkan dengan nanah dan bau busuk_* ➡ wanita yang meratapi mayit
“Seorang wanita yang meratapi mayat jika tidak bertaubat sebelum matinya, pada hari kiamat kelak ia akan dibangkitkan dengan jubah dari ter dan perisai dari kudis.” (HR. Muslim)
8. *_Dibangkitkan dengan kepala diseret_* ➡ orang kafir
Di dalam hadits yang mulia dari Anas bin Malik bahwa seorang laki-laki bertanya, “Ya Rasulullah, firman Allah, ‘Orang-orang yang dihimpun ke Neraka Jahannam dengan diseret di atas muka mereka’. (Al-Furqan: 34). Apakah orang kafir dihimpun dengan diseret di atas wajahnya?” Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam menjawab, “Bukankah Dzat yang menjadikannya berjalan di atas kedua kakinya mampu membuatnya berjalan di atas wajahnya pada Hari Kiamat?” Qatadah berkata –ketika mendengarnya- “Ya demi kemuliaan Tuhan kami.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
9. *_Dibangkitkan tanpa proses hisab_* ➡ 70.000 orang
“…….Ada yang memberitahukan kepadaku, ‘Itulah umatmu, tujuh puluh ribu orang di antara mereka masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.’ …… Maka beliau bersabda, ‘Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta ruqyah, tidak meminta untuk (berobat dengan cara) disundut dengan api (kay), dan tidak melakukan tathayyur (menganggap sial sesuatu), serta mereka bertawakal kepada Alloh.’ ……” (HR. Al Bukhari dan Muslim)