24/10/2014
"Keutamaan hari jumaat beserta dengan dalil-dalil yang sahih"
# Jumaat Adalah Sebaik-baik Hari
Dari Abu Hurairah radhiAllahu `anhu berkata: Rasulullah sallAllahu `alaihi wa sallam telah bersabda yang maksudnya:
“Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumaat. Pada hari itu Nabi Adam dimasukkan ke dalam Syurga dan pada hari itu p**a Nabi Adam dikeluarkan dari Syurga.” [¹]
(HR Muslim)
# Jumaat Dan Jumaat Berikutnya Adalah Penebus Dosa Jika Menepati Syaratnya
Dari Abu Hurairah radhiAllahu `anhu berkata: Rasulullah sallAllahu `alaihi wa sallam telah bersabda yang maksudnya:
“Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna kemudian mendatangi solat Jumaat lalu mendengar khutbah dan memperhatikan (dengar dengan teliti) khutbah, maka diampunilah dosa yang dilakukan antara hari itu sampai hari Jumaat berikutnya dan ditambah dengan 3 hari. Dan barangsiapa yang bermain kerikil, maka sia-sialah Jumaatnya.” [¹]
(HR Muslim)
Dari Abu Hurairah radhiAllahu `anhu dari Nabi sallAllahu `alaihi wa sallam, Baginda bersabda yang maksudnya:
“Solat fardhu yang lima, Jumaat yang satu sampai Jumaat berikutnya, dan Ramadhan yang satu sampai Ramadhan berikutnya adalah merupakan mukaffirat (penebus) dosa-dosa yang dilakukan di antara kesemuanya itu selagi dosa-dosa besar dijauhinya.” [¹]
(HR Muslim)
# Ada Saat Yang Istimewa Dikabulkan Permintaan
Dari Abu Hurairah radhiAllahu `anhu bahawasanya ketika Rasulullah sallAllahu `alaihi wa sallam membicarakan hari Jumaat, Baginda bersabda yang maksudnya:
“Pada hari itu (Jumaat) ada suatu saat di mana apabila ada seorang muslim yang sedang solat bertepatan dengan saat itu kemudian ia memohon sesuatu kepada ALLAH, nescaya ALLAH mengabulkan permohonannya.” Dan Baginda mengisyaratkan dengan tangannya menunjukkan bahawa saat itu sangat sebentar. [¹]
(HR al-Bukhari & Muslim)
Dari Abu Burdah bin Abu Musa al-Ash`ari radhiAllahu `anhu berkata, `Abdullah bin `Umar radhiAllahu `anhuma bertanya yang maksudnya:
“Apakah kamu pernah mendengar ayahmu menceritakan tentang saat yang istimewa pada hari Jumaat dari Rasulullah sallAllahu `alaihi wa sallam?”
Abu Burdah menjawab: “Ya, saya pernah mendengar ayah berkata: “Saya mendengar Rasulullah sallAllahu `alaihi wa sallam bersabda: “Saat itu berada di antara duduknya imam sampai selesai solat.” [¹]
(HR Muslim)
Di dalam kitab Feqh as-Sunnah, disebut saat yang istimewa tersebut hendaklah dicari pada saat terakhir pada hari Jumaat iaitu selepas waktu `Asar.
Dari Abu Sa`id al-Khudri dan Abu Hurairah radhiAllahu `anhuma, bahawa Nabi sallAllahu `alaihi wa sallam telah bersabda yang maksudnya:
“Pada hari Jumaat itu ada suatu saat di mana tidak seorang Muslim pun yang memohonkan sesuatu kebaikan kepada ALLAH Ta`ala dan waktu bertepatan dengan saat itu, melainkan pasti ALLAH akan mengabulkan permohonannya. Dan saat itu ialah sesudah `Asar.” [²]
(HR Ahmad dan menurut al-`Iraqi hadith ini sahih)
Dari Jabir bin `Abdullah radhiAllahu `anhu , dari Nabi sallAllahu `alaihi wa sallam, sabdanya yang bermaksud:
“Hari Jumaat itu terdiri daripada dua belas saat (waktu), di antaranya terdapat suatu saat di mana tiada seorang hamba yang Muslim pun memohon sesuatu kepada ALLAH Ta`ala, dan waktunya bertepatan dengan saat itu, melainkan akan dikabulkan oleh ALLAH. Dan carilah saat itu pada waktu-waktu terakhir setelah `Asar.” [²]
(HR an-Nasa’i dan Abu Daud, juga oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak dan dinyatakan sahih menurut syarat Muslim. Juga al-Hafidz dalam kitabnya al-Fath menganggap sanadnya hasan.)