Jom Talaqqi Kitab

Jom Talaqqi Kitab Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Jom Talaqqi Kitab, Baby & children's clothing store, Kuala Terengganu.

⚡must be careful extremely ⚡⚡⚡
01/08/2023

⚡must be careful extremely ⚡⚡⚡

22/06/2023
16/04/2021
Telekung Redzhuan! 😎😎😍😘Harga Istimewa diambang Ramadhan!!😍😍😍Beli 3 percuma 1 naskhah buku 'Murahnya menjemput Rezeki''. ...
30/04/2017

Telekung Redzhuan! 😎😎😍😘
Harga Istimewa diambang Ramadhan!!😍😍😍
Beli 3 percuma 1 naskhah buku 'Murahnya menjemput Rezeki''. 😚😚 Dan....dan....beli 5 percuma kos penghantaran
W/A
010-6071286
010-6071286
010-6071286

09/09/2015

Ustaz Azhar Idrus mendapat pendidikan awal di Sekolah Rendah Hj Mohd Sharif, Alor Star, Kedah. Selepas tamat pengajian di peringkat rendah, beliau menyambung

09/09/2015

PERUMPAMAAN HATI MANUSIA

“Rasulullah SAW bersabda, ‘Hati manusia lebih bergolak daripada kuali yang sedang mendidih di atas api.’ (HR Ahmad dan Al-Hakim) Betapa banyak manusia yang kadang-kadang hatinya menyatu dengan Allah, tetapi sebentar kemudian berpisah. Betapa banyak yang menghabiskan malam dalam ketaatan kepada Allah, tetapi ketika matahari terbit, ia tak ingat lagi kepada-Nya. Hati sama seperti mata. Bukan keseluruhan mata yang bisa melihat, melainkan sebagian lensanya saja.

Begitu juga dengan keadaan hati. Jadi, bagian hati yang memandang bukanlah bagian lahiriahnya yang berupa gumpalan daging, melainkan unsur lembut yang Allah letakkan di dalamnya. Unsur itulah yang bisa memandang dan menangkap.
Allah sengaja menempatkan hati bergantung kepada dada bagian kiri seperti ember. Jika dibebani oleh syahwat, maka ia akan bergerak dan kalau dibebani ketakwaan juga bergerak. Kadang-kadang lintasan nafsu atau syahwat yang lebih dominan, dan kadang-kadang lintasan takwa yang lebih dominan. Karena itulah kadang-kadang hati menyadari dan menerima karunia Allah dan kekuasaan-Nya. Kadang-kadang pada saat tertentu lintasan nafsu dapat dikalahkan oleh lintasan takwa sehingga hati pun memujimu.

Tetapi, di saat yang lain, lintasan takwa dikalahkan oleh lintasan nafsu sehingga hati pun mencelamu. Kedudukan hati bagaikan atap rumah. Jika engkau menyalakan api di dalam rumah, asapnya akan membumbung ke atap hingga membuatnya hitam. Seperti itulah api syahwat. Jika api syahwat berkobar dalam tubuh, maka asap-asap dosanya akan naik memenuhi hati dan menghitamkannya.”
---Ibnu Atha’illah dalam Taj Al-‘Arus

09/09/2015

HATI BAGAIKAN CERMIN

Ibnu Atha’illah mengatakan:

“Hati bagaikan cermin, sedangkan nafsu seperti nafas. Cermin buram setiap kali kau bernafas padanya. Hati seorang fasik tak ubahnya seperti cermin milik lelaki tua renta yang tak lagi perhatian untuk membersihkan atau menggunakannya. Sebaliknya, hati yang mengenal Allah bagaikan cermin milik pengantin wanita. Setiap hari ia melihat cermin tersebut sehingga tetap bening dan mengkilat. Perhatian utama seseorang yang zuhud adalah bagaimana memperbanyak amal, sementara perhatian utama orang yang arif adalah bagaimana meluruskan keadaan jiwa. Hati adalah tempat tatapan Tuhan. Nabi SAW bersabda, ‘Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.’”
---Ibnu Atha’illah dalam Kitab Taj Al-‘Arus

MARI AMINI DOA CINTA DARI NABI DAWUDRasulullah SAW bersabda: “Di antara doa Nabi Dawud a.s. adalah:“Ya Allah, sesungguhn...
09/09/2015

MARI AMINI DOA CINTA DARI NABI DAWUD

Rasulullah SAW bersabda: “Di antara doa Nabi Dawud a.s. adalah:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan aku memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah SAW mengingat Nabi Daud a.s. beliau membicarakannya (bahwa dia) sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR At-Tirmidzi)

T/U

OBAT HATI DARI SYEKH ABDUL QADIR JAILANI “Hati itu berkarat kecuali apabila pemiliknya rajin merawatnya seperti yang dis...
12/01/2015

OBAT HATI DARI SYEKH ABDUL QADIR JAILANI

“Hati itu berkarat kecuali apabila pemiliknya rajin merawatnya seperti yang disebutkan oleh sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya hati itu dapat berkarat dan yang dapat menggosok (karat itu) adalah dengan membaca Al-Qur’an dan mengingat kematian serta menghadiri majelis-majelis dzikir.”
Hati itu hitam karena cintanya yang begitu besar oada dunia dan rakus terhadapnya, tanpa sifat wara’ sedikitpun. Sebab, barangsiapa yang hatinya telah dikuasai oleh kecintaan pada dunia, maka wara’-nya akan hilang. Ia akan terus kumpulkan dunia itu, baik dari sumber yang halal maupun yang haram. Ia tidak mampu lagi membedakannya, tak lagi punya rasa malu. Dan muraqabah-nya kepada Allah Azza wa Jalla akan hilang.
Wahai kaum Muslimin, terimalah apa yang disampaikan oleh Nabi kalian itu, dan bersihkan kembali karat hati kalian dengan resep yang telah diberikan oleh beliau. Seandainya seorang dari kalian mengidap suatu penyakit, lalu seorang dokter memberinya resep sebagai obatnya, tentu ia tidak akan merasa nyaman hidupnya sebelum memakan obat itu bukan?”
--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Fath Rabbani

LIKE : Tasawuf Underground

13/01/2014

HAKIKAT SHALAT & PENGARUHNYA

Ibnu Athaillah menuturkan, "Ketahuilah, setiap shalat yang tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar tidak bisa disebut shalat. Allah berfirman, 'Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar.' (QS Al-Ankabut 29: 45). Dalam shalat kau bermunajat kepada Tuhan dengan mengucapkan: 'Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.' (QS Al-Fatihah 1: 5). Dalam shalat kau juga bermunajat kepada Rasulullah Saw. dengan mengucap, 'Assalamu 'alayka ayyuhan Nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh.' Itulah yang kau lakukan dalam setiap shalat. Maka, layakkah kau keluar menuju dosa setelah Allah melimpahimu nikmat yang banyak itu?'"
--Ibnu Atha'illah dalam kitab Taj Al-'Arus
Sahabatku, menurut Syekh Ibn Atha'illah, sebenarnya keadaan diri kita bisa diukur dan dinilai melalui shalat yang kita dirikan. Jika kita meninggalkan berbagai hal yang bersifat duniawi, termasuk perbuatan keji dan mungkar, berarti kita telah mencapai salah satu tujuan shalat. Berarti kita sedang menita jalan yang biasa dilalui oleh golongan manusia yang bahagia di dunia dan akhirat. Namun, jika kita tidak mempunyai pengaruh apa-apa atas shalat yang kita dirikan, maka tangisilah diri kita!
Semoga bermanfaat!

"ALLAHUMMA SHOLLI 'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA'ALA ALIHI WASOHBIHI AJEMA'EEN"

Aku, Buku & Cinta :)

Tasawuf Underground :)

13/01/2014

PARA SUAMI, CONTOHI SAYYIDINA UMAR

KETIKA SAYYIDINA UMAR DIMARAHI ISTERI

Alkisah ada salah seorang laki-laki yang hendak mengadukan kelakuan istrinya kepada Sayyidina Umar bin Khattab. Saat sampai di rumah Amirul Mu’minin ini, orang laki-laki ini hanya menunggu di depan pintu.

Secara kebetulan, tamu ini mendengar istri Umar memarahinya, sementara Umar tetap cenderung pasif, tidak menaggapi. Laki-laki itu lalu mengurungkan niatnya dan mulai beranjak pulang. ”Jika keadaan Amirul Mu’minin saja seperti ini, bagaimana dengan diriku?” gumamnya dalam hati.

Sejenak kemudian Umar keluar dan menyaksikan tamunya akan segera pergi. Umar pun segera memanggilnya, ”Apa keperluanmu?”

”Wahai Amirul Mu’minin, sebenarnya aku datang untuk mengadukan perilaku istriku dan sikapnya kepadaku, tapi aku mendengar hal yang sama pada istri tuan.”

”Wahai saudaraku, aku tetap sabar menghadapi perbuatannya, karena itu memang kewajibanku. Istrikulah yang memasak makanan, membuatkan roti, mencucikan pakaian, dan menyusui anakku, padahal semua itu bukanlah kewajibannya,” jawab Umar.

”Di samping itu,” sambung Umar, ”Hatiku merasa tenang (untuk tidak melakukan perbuatan haram—sebab jasa istriku). Karena itulah aku tetap sabar atas perbuatann istriku.”

”Wahai Amirul Mu’minin, istriku juga demikian,” ujar orang laki-laki itu.

”Oleh karena itu, sabarlah wahai saudaraku. Ini hanya sebentar!”

"ALLAHUMMA SHOLLI 'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA 'ALA A:IHI WASOHBIHI AJEMA'IEEN"

15/09/2013

ATAS ALASAN APA KAU BERIBADAH?

Ali Ibn Muwaffaq menceritakan, “Aku bermimpi seolah-olah masuk surga. Aku melihat seorang laki-laki sedang berada dalam satu hidangan makan. Dua orang malaikat di kanan dan kiri menyuapi makanan yang tampak begitu lezat. Dia pun tampak sangat menikmati hidangan tersebut. Aku juga melihat seorang laki-laki sedang berdiri mengawasi wajah-wajah manusia yang berada di situ. Sebagian dipersilahkan masuk, sebagian lagi ditolak. Aku melewati dua orang lelaki itu menuju ke hadirat-Nya Yang Mahasuci.

Lalu, di tenda Arsy aku melihat seorang laki-laki lain lagi. Matanya melotot tak berkedip sedang memandang Allah SWT. Aku beranikan diri untuk bertanya pada malaikat Ridhwan, “Siapakah gerangan orang ini?”

“Dia itu Ma’ruf Al-Karkhi. Dia ini adalah hamba Allah yang tidak takut neraka dan tidak rindu pada surga, tetapi cinta kepada Allah SWT. Maka, dia diizinkkan untuk memandangi-Nya hingga Hari Kiamat.’ Menurut malaikat tersebut, dua lainnya adalah Bisyr Ibn Harits dan Ahmad bin Hambal.”

Abu Sulaiman mengatakan, “Barangsiapa saja yang hari ini sibuk dengan dirinya sendiri, maka besok juga sibuk dengan dirinya sendiri. Barangsiapa yang hari ini sibuk dengan Tuhannya, maka besok dia juga sibuk dengan Tuhannya.”

Ats-Tsauri suatu ketika bertanya pada Rabi’ah Al-Adawiyah, “Apa hakikat imanmu?” Dia pun menjawab, “Aku tidak menyembah-Nya karena takut neraka atau berharap surga-Nya. Aku tidak seperti seorang buruh yang jahat. Aku menyembah-Nya semata-mata karena cinta dan rindu kepada-Nya.”

---Imam Al-Ghazali dalam Al-Mahabbah wa As-Sawq wa Al-Uns wa Ar-Ridha

LIKE >> Tasawuf Underground
Lagi LIKE Imam Syafi'e

Address

Kuala Terengganu
21300

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jom Talaqqi Kitab posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share